
uhuk..uhuk...
rara batuk dan berusaha menarik tangannya.rara panik dan langsung membuka matanya.rara pikir rara ada yang nyulik dan tangannga di ikat.
setelah membuka kedua bola matanya.rara menatap aldo dan fino bingung.
tatapan rara langsung tufun kebawah ke tangannya.
aldo dan fino langsung melepaskan secara bersamaan.
"maaf ngerepotin kalian."kata rara sambil berusaha untuk duduk.
aldi dan fino lagi lagi repleks secara bersama.
mereka membantu rara bangun.
"makasih."
mereka mengangguk.
"kamu masih pusing.."tanya aldo cemas kala meliahat rara memegang kepalanya
rara mengangguk.
"kalo gitu tidur lagi aja.entar waktu pulang aku bangunin."tawar aldo.
"gak ah al.aku mau kekelas aja."pinta rara.
"sini aku yang antar."tawar fino.
"makasih kak."
fino menyodorkan tangannya buat rara pegang.
rara menatap sesaat fino dan memegang tangan fino.
rara langsung turun dari kasur.keseimbangan rara belum kembali.rara oleng untung ada aldo disisi sebelahnya lagi.
aldo sigap menangkap tubuh rara.sekarang rara berada di pelukan aldo dengan tangan masih memegang tangan fino.
"kalo masih pusing disini aja istirahatnya.gak usah maksain."kata aldo menghilangkan kecanggungan yang ada.
rara langsung berdiri dari pangkuan aldo.
"gak enak.aku juga mau liat mereka main."
aldo pasrah dengan kekeras kepalaan rara.aldo menuruti kemauan rara.
rara diperlakukan kaya putri raja.disebelah kanan ada aldo.dan disebelah kiri ada fino.
mereka memegang tangan rara satu satu.
rara berusaha melepaskan genggaman mereka tapi rara gak berbahasil.
rara belum punya kekuatana untuk melawan.
aldo dan fino membawa rara kekelas terlebih dahulu.
"sini duduk."tunjuk aldo.
rara duduk dan menyenderkan punggungnya pada kursi.rara memjamkan matanya sebentar.
__ADS_1
rara menarik tangan yang terus mereka pegang.
aldo dan fino langsung melepaskannya.
kepala rara kayaknya keleyengan.rara merasakan pusing kembali.tapi rara berusaha sekuat tenaga buat tetap sadar.
aldo bergeser supaya lebih dekat.aldo ingin mendekap rara tapi keduluan sama fino.
yah..kali ini aldo harus ngalah.
aldo menatap mereka pasrah.
"ehhh."rara mendorong tubuh fino pelan kala kesadarannya mulai membaik.
rara langsung menelungkupkan wajahnya di atas meja.
aldo keluar dan entah pergi kemana.
rara jadi canggung hanya tinggal berdua sama fino.
fino membalikan kepala rara supaya menatapnya.
fino ikut menelungkupkan kepalanya menghadap rara.tapi hanya sekejap.fino langsung mengangkat kepalanya dan duduk tegak sambil mengelus punggung rara.
"kamu mau apa.aku beliin."tanya fino.
rara menggeleng.
rara menghindar dari tatapan fino menghadap kesisi lain.
fino akan berusaha mendekati rara.
fino menarik pinggang rara supaya menempel dengannya.
"apaan sih kak."kata rara parau sembari melepaskan tangan fino.
rara gak ada kekuatan untuk melepas tangan fino.rara pasrah gak berkutik.
fino memeluk rara.
"ra bisakah sedikit aja kamu buka hatimu untukku."tanya fino.
rara gak menjawab.rara hanya bengong tak tau harus apa.
"ra aku berjanji akan mutusin pacar aku.asal kamu mau jadi penggantinya."
"aku gak mau kak.nanti aku dicap sebagai perbut pacar orang."jawab rara akhirnya.
"gak bakal ra.aku janji bakal bahagiain kamu."fino terus memohon pada rara.
"nih ra diminum."aldo menyodorkan teh manis pada rara.
sekarang aldo gak mau bersembunyi lagi ngeliat interaksi mereka.aldo gak mau kalo harus terus mengalah.
rara berbalik dan menatap aldo.
"makasih al."
"hm."
"cepet minum biar pusingnya cepet ilang."
__ADS_1
rara mengangguk dan langsung meminumnya.
"al aku mau kelapangan lagi."pinta rara.
"udah selesai ra.udah pada istirahat."jawab aldo.
"emm.."
"kamu tau kelas mana yang menang."tanya aldo.
rara menggeleng.
"kelas kita ra."jawab aldo antusias.
"beneran."tanya rara memastikan.
fino meliat interaksi mereka gak canggung tanpa beban.
fino memutuskan untuk pergi aja dari pada jadi obat nyamuk.
tapi langkahnya terhenti kala rara berujar.
"aku mau kesana al.mau liat merka."pinta rara mulai sedikit membaik.
"emang kamu udah kuat."tanya aldo.
rara mengangguk dan langsung berdiri.
baru saja berdiri rara oleng.aldo langsung menangkap rara yang akan terjatuh.
"sebaiknya kamu istirahat aja."suruh aldo.
"gak al aku mau kesana."
"baiklah."
"aku boleh minta sesuatu dari kamu."tanya rara.
inilah yang menhentiakn langkah kaki fino yang sudah berada di ambang pintu.
fino berbalik menatap mereka.fino berpikiran kalo rara mau meminta ciuman atau apalah itu.
"apa.."jawab aldo.
"gendong,aku pusing untuk berdiri."jawab raara malu.
"kamu udah mulai manja ya sama aku."jawab aldo.
"hehe..boleh gak."tanya rara.
"gimana ya.."aldo pura pura berpikir.
fino yang sudah panas akan percakapan mereka langsung melangkah kembali kedalam kelas.
tanpa pikir panjang.fino langsung menggendong rara ala bridal stayle.
rara memberontak marah dan aldo berteriak di belakang fino.
fino gak menhiraukan rara sma sekali.
fino menurunkan rara di teras depan lapangan poli.fino juga ikut duduk di samping rara.
__ADS_1
MAKANNYA JANGAN BANYAK MIKIR..
GINI KAN JADINYA.KEDULUAN SAMA ORANG LAIN