
Seperti biasa. Aldo mengantarkan Rara sampai kedepan Rumah Rara.
"Al Aku masuk duluan ya, Kalo mau Pulang. Pulang aja. Aku mau langsung istirahat." kata Rara sambil membuka pintu Rumah.
Aldo melongo kaget. Gak biasanya Rara begini, Rara pasti menyilahkan atau menjamu Aldo dulu sebelum pulang.
Aldo hanya mematung di depan pintu tanpa mengikuti langkah Rara yang mulai masuk kedalam Rumah.
Setelah tersadar, Aldo langsung melangkah. Tapi, Bukannya pergi meninggalakan Rara, Aldo malah masuk tanpa permisi.
"Ra.." teriak Aldo di Ruang tamu.
Rara yang baru mau membuka pintu Kamar langsung berbalik.
"Kamu gak pulang.." tanya Rara.
"I.. ini barangnya ketinggalan."
Aldo menyodorkan semua belanjaan tadi siang pada Rara.
Rara melangkah mendekati Aldo.
"Buat siapa.." tanya Rara bingung.
"Buat kamu Ra, Masa..." Belum sempat Aldo melanjutkan. Rara sudah langsung memotong.
"Katanya buat wanita yang kamu sayang, Em.. apalah itu." jelas Rara.
Aldo memberikan semuanya ketangan Rara.
"Semuanya buat Kamu Ra, Aku beli ini buat Kamu." jelas Aldo.
"Tapi,... Tadi kamu bilang..." tanya Rara sambil berpikir.
"Ra, Apa kamu gak anggap Aku sebagai Kekasihmu ? Apa Aku gak berarti buat Kamu ?" tanya Aldo sendu.
Rara langsung meletekan semua barang-barang di lantai begitu saja.
"Al, Aku Sayang sama Kamu, Aku Cinta Al. Tapi kamu sendiri yang tadi siang bicara begitu. Aku gak rela Kamu dimiliki sama orang lain." jawab Rara sambil menangkup kedua pipi Aldo.
Aldo menatap kedua bola mata Rara mencari tahu.
"Apa Kamu gak percaya sama Aku ?" tanya Aldo.
Rara membawa Aldo duduk." Al gimana Aku mau percaya sama Kamu, Kamu sendiri yang mengatakannya." Jawab Rara.
__ADS_1
"Ra, Apapun yang Aku katakan semuanya tertuju padamu Ra. Enggak ada orang lain." jelas Aldo.
"Tapi Kamu bilang..." tanya Rara mikir
"Aku jadi ragu Ra sama Kamu. Apa kamu benar-benar Cinta sama Aku."
Aldo menggenggam kedua tangan Rara kuat.
"Ra, Kalo kamu gak bener-benar cinta sama Aku, Aku akan mundur Ra. Aku ikhlas Kamu sama Orang lain asal Kamu bahagia."
Aldo langsung melepaskan Tangan Rara dan langsung beranjak.
Rara yang terpaku dengan semua perkataan Aldo baru tersadar.
Rara langsung berdiri dang memeluk Aldo dari belakang.
"Al, Aku minta maaf."
"Sudahlah Ra, Aku gak bakalan paksa Kamu lagi."
"Al, Dengerin Aku dulu. Aku Cinta sama Kamu Al. Gak ada yang lain disini." jelas Rara sambil menyentuh Dada Aldo." Kamu jangan meragukan Cintaku Al. Aku bener bener cinta sama kamu, Tanpa pakasaan." tambah Rara.
Aldo membalikan badannya menghadap Rara.
"Jangan pakasakan hatimu Ra. Aku gak mau di akhir kamu menyesal."
"Al.. Asal kamu tahu. Meski ada Tujuh Pangeran atau Raja yang menginginkanku. Aku hanya akan memilihmu." tambah Rara sambil mendongak memandang wajah Cuakep.. Aldo.
"Gombal kamu ya..." goda Aldo sambil mencolek Dagu Rara.
"Kamu gak marah sekarang." tanya Rara.
Aldo menggeleng." Terus tadi kenapa Kamu jadi berbeda 100% padaku.." tanya Aldo.
"Aku... aku cemburu." jawab Rara pelan tapi masih kedengaran sama Aldo.
"Haha... Apa barusan Aku gak salah denger Ra." tanya Aldo menahan tawa.
"Pikir aja sendiri." jawab Rara sambil melengos duduk dan langsung menyalakan TV.
"Uh... Cantikku cemburu." goda Aldo sambil mencolek-colek Dagu Rara.
"Ih.. awas ah. Aku mau nonton, Lagi seru." tolak Rara menahan malu.
" Seru apanya... Iklan dibilang seru."
__ADS_1
Rara kalah, Rara pasrah kalau Aldo mengolok-ngolok atau ngatain apapun padanya.
Rara bersedekap Dada dan memandang Aldo yang terus senyum senyum.
"Puas Kamu ngibulin Aku.. Puas."
" Haha... Aku malah ragu sama Kamu Ra, Bisa bisanya kamu gak menyadarinya."
"Ya Aku kira ada Orang lain, Kan di Sekolah tadi banyak yang cantik cantik."
"Hihi.. Lucu kalau lagi cemburu kaya gini."
"Lucu apanya... Kamu lagi, Gak peka jadi Laki. Malah ngatain Aku yang enggak-enggak. Sakitnya tuh disini." kata Rara sambil menunjuk Dadanya sendiri.
"Sakit ya, Maaf deh. Sini aku obatin."
Aldo langsung duduk disamping Rara dan mendekap Rara sayang.
"Ra... Rara.. Ada ada aja Kamu. Masa Cemburu pada diri sendiri." kata Aldo sambil mengusap usap pala Rara.
"Ya mana ku tau, Aku kira ada Orang lain."
"Udah ah... Aku gak mau debat lagi. Aku mau menikmati sayang sayangan sama Kamu."
"Al... Kalo kita jodoh sampai tua nanti. Aku mau Kamu bicara yang jujur jangan kaya tadi ya. Aku mau kita saling percaya."
"Kalo kita gak jodoh gimana.."
Rara langsung bergeser menatap Aldo kaget.
"Kenapa ? Kan Aku cuma nanya.."
"Emangnya Kamu gak mau jadi jodoh Aku seumur hidup."
"Ra... Jodohkan Alloh yang nentuin."
"Tapi kita bisa..."
"Bisa apa.... Ra, Aku cuman nanya. Bagaimana pendapatmu. Aku gak mau gara gara kita bukan jodoh Kamu ninggalin Aku gitu aja tanpa ada kabar apalagi saling sapa." jelas Aldo.
Rara menatap Aldo." Aku juga gak mau kita putus hubungan karna gak berjodoh."
"Good."
Rara kembali mendekat pada Aldo." Aku yakin kita akan selalu bersama selamanya." bisik Rara dan berbaring di pangkuan Aldo.
__ADS_1
Aldo dan Rara saling menatap dan saling menguatkan diri mereka masing masing. Dengan posisi begini Iman Aldo sulit terkontrol.
Sementara Rara dia hanya menikmati Kasih Sayang yang hanya Dia dapat dari Aldo seorang.