
"ih siapa yang liatin.pede.."jawab rara malu dan memalingkan mukanya.
"kamu,ngaku aja deh ga papa..!."seru isal dengan senyum jahilnya.
"gak."jawab rara singkat.
"kalo enggak,coba liat sini."tanya isal.rarapun mengalihkan pandangannya meliat isal."tuh mukamu ajah merah kaya gitu..ha..ha.."goda isal diakhiri dengan tawa.
rara hanya menunduk malu ples kesal karna isal malah terus membuatnya semakin malu.
rara langsung pergi dari sana menuju keluar pagar.sementara isal mengantongi kunci toko dan langsung mengambil motornyadan menyusul rara yang udah sedikit jauh.
tak lupa isal mengunci pagar dulu sebelum menghampiri rara.
setelah di kunci isal langsung mengejar rara pakai motornya dan membunyikan klakson motornya. rara yang terus betjalan tanpa menghiraukan kalakson tersebut.
rara masih kesel soal yang tadi dan malu.isal sudah di beraada di belakang rara tapi rara masih terus berjalan tanpa menengok ke isal.
__ADS_1
"ra berhenti dulu."tetiak isal tapi rara masih belum mau betenti.
"ra berhenti dulu dong."kata isal dan menghentikan motornya di hadapan rara."ra aku antetin kamu pulang."tambah isal lagi.
rara mau gak mau harus berhenti karna isal sudah menghalangi jalanya.bukannya gak ada jalan lain tapi rara sudah mulai stabil dan menghargai isal.
"aku bisa jalan aja sal."kata rara menatap isal yang mulai turun dari motor."sekalian olahraga sal."tambah rara.
"kamu itu.badan kamu itu sudah kurus kaya gitu soksoan mau olahraga.entar kaya gimana badan kamu."kata isal dan mengambil helm yang satu buat rara."kamu itu seharusnya makan yang banyak biar berisi dan bertenaga."tambah isal dan memakaikan helm pada rara.
rara cemberut dan memonyongkan bibirnya."jangan di gituin entar aku cium.mau..?"tanya isal.rara mengehela napasnya dan menunduk karna isal memperlakukannya kaya gini.raara malu kalo ada yang liat.apalgi ini masih dekat dengan toko pak iman.
"aku bisa sendiri."kata rara langsung memegang helm yang akan di benarkan oleh isal.tapi bukan helm yang rara pegang melainkan tangan isal.
rara buru buru menarik tangannya dan menyembunyikannya di belakang dan rara menunduk.
"maaf aku gak sengaja."kata rara yang menunduk malu.beda dengan isal yang terus senyum senyum memperhatikan rara yang menurutnya menggemaskan.
__ADS_1
"gak papa."jawab isal."kamu liat sini dan diam.aku gak akan salah kok dan biar cepet."tambah isal menyuruh rara mengangkat kepalanya.
isal masih saja senyum senyum melihat rara mendongakan kepalanya dengan mata tertutup."lucu plus menggemaskan kaya gini kalo rara lagi malu.ah aku ingin memilikinya."gumam isal dalam hati yang terus memperhatikan rara yang masih belum membuka matanya.
"gemes."kata isal dalam hati yang sangat ingin mencubit pipi dan hidungnya.
isal terus memperhatikan setiap bagian dari wajah rara."mukanya betsemu,bulu mata lentik,alis yang tercetak tanpa di buat ini alami alis yang kecil namun indah,bibir merah muda yang begitu manis meski hanya melihat saja,jangan lupa hidung yang mungil nan menggemaskan yang gak terlalu mancung bikin aku pengen nyubit."kata isal dalam hati
yang terus hanyut dalam pikirannya sendiri.
tanpa isal sadari ternyata isal malah mengencangkannya tetlalu kuat dan membuat si pemakai kesakitan.
rara membuka matanya dan langsung memegang tangan isal dan menghentikannya.tapi isal malah semakin melayang entah memikirkan apa yang membuat senyumnya semakin melebar yang begitu indah.
rara menarik tangan isal dan memhenpaskannya.itu membuat isal tersadar dan senyumnya pun hilang meliat rara mengelus dagunya yang terlihat memerah.
isal lansung memegang dagu rara tapi rara menolak dan menyingkirkan tangan isal.
__ADS_1
"kamu..."belum sempat rara melanjutkannya ternyata sudah ada orang yang lebih dulu menghentikannya.