Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
8


__ADS_3

aku nengok sebentar ke arah pak iman.


semua para pekerja pak iman berkumpul dan aku langsung memperkenalkan diri aku dan bersalaman satu persatu dengan senyum mengembang.


"silahkan ya ra,bapak pergi dulu ya.


kebetulan ada barang yang harus d antar lagi."kata pak iman sembari mengelus kepalaku lagi."kerja yang rajin."tambahnya lagi.


"oh iya pak."kataku sembari bersalaman.bukankah ada bapak itu ya,"aku bergumam sambil beres2 sebelum melayani pelanggan.


"eh ra tuh ada yang mau belanja kamu layanin gih, aku yang lanjutin ini."kata bi nora salah satu pekerja d sana.


"oh iya,aku kesana dulu ya bi."jawabku


"iya tar kalo gak tau yang mana2nya kamu panggil den Isal aja ya."kata bi nora nunjuk pemuda yang aku bilang mungkin anak umuran kuliahan.dan aku bingung." em ko di panggil den ya,mungkin masih muda kali ya."gumamku sambil mendekati pelanggan.


"mau beli apa mba..?"aku bertanya pada mba2 yang ada di depan glosir.


"nih aku bawa bonnya,"mba itu menjawab sambil nyodorin bon yang berisi semua barang yang ingin d belinya.


"oh ya tunggu ya mba aku ambilin dulu."jawabku lalu melangkah ke dalam.


aku ambil satu persatu barang dan sedikit kesulitan karna aku gak tau sebagian barang yang ada di bon tersebut.

__ADS_1


"em kayak nya aku harus minta tolong deh."aku berjalan mendekati pemuda yang d bilang oleh bi nora tadi.


"hay,"aku mendekati pemuda itu dan dia menoleh.


"eh hay juga."pemuda itu menjawab tapi aku malah diam membeku.


"subhanalloh ganteng bener kalo deket gini,sungguh indah ciptaanmu tuhan."aku bicara dengan suara pelan,tapi kayaknya dia denger suara aku.karna dia malah senyum senyum yang sangat manis sekali kalo buat aku.


"ya alloh dia senyum,aduh manis banget senyum nya bikin aku tenggelam kedalam mimpi yang indah ini ya alloh."tambah ku lagi yang buat dia malah semakin melebarkan senyumnya dan aku malah semakin tetpesona di buat.


"ra udah belum itu mbanya udah nungguin lama kasian dia."bi nora berteriak yang langsung menyadarkan aku dari hayalan yang tinggi ini.


"aduh kenapa sih malah ngehayal kaya gini sih kan aku kesini tuh buat minta tolong bukan buat menghayal yang tidak2.gerutuku yang mungkin di dengar oleh pemuda itu.


"udah ya menggerutu gak jelasnya,tadi kamu kesini mau apa ya.gak mungkin kamu kesini hanya mau liatin senyuman aku."kata pemuda itu yang bertanya sekaligus menyindir aku.


tuhkan tadi dia denger rara bergumam.


"eh iya,ini aku gak tau sebagian barang yang ada disini."kataku menyodorkan bon yang ada di tanganku sambil menunduk malu.


"oh, sini aku tunjukin barangnya."katanya sambil berjalan di depan aku dan menunjuk barang semuanya yang ada di bon yang belum aku ambil.


"makasih den atas bantuannya."aku menundukan kepalaku tanda aku berterimakasih.

__ADS_1


"ya sama sama,entar kalo udah ada waktu yang lumayan senggang aku bakalin tunjukin barang barang satu persatu."jawabnya sambil du2k kembali.


aku berjalan kedepan sambil membawa semua barang yang pesenannya.


"maaf ya mba lama."aku meminta maaf kepada mba tadi sambil menunduk nundukan kepalaku.


"kamu pegawai baru ya."mbanya malah bertanya.


"eh,oh iya mba aku baru disini malahan baru harini beberapa jam lalu aku masuk."aku menjawab sedatailnya.


"em patasan saja,,aku mau bayar dulu


kamu bawa semuanya ke mobil saya.masukin ke bagasi ya."kata mba nya yang nunjukin mobilnya dan melangkah ke kasir.


aku membeteskan semuanya kedalam bagasi mobilnya.


"alhamdulillah beres."aku mengusapkan lenganku kedahi karna lumayan mengeluarkan keringat.


dan si mbanya udah selesai.


"makasih ya."kata si mba sambil kedalam mobilnya.


"ya mba sama sama."aku berjalan kedalam dan melanjutkan melayani yang lain.karna lumyan hari ini banyak sekali yang belanja.

__ADS_1


__ADS_2