
Sepeninggalan Bibi, Aldo masih senang di atas Sopa rumah Rara dengan segudang hayalan.
"Warga baru segitu aja sudah bikin Aku gerogi. Apalagi kalo entar Hari pernikahan, Pasti akan lebih banyak dari tadi." gumam Aldo dengan menopang dagu.
"Saya terima....." batin Aldo mengucap kata Sakral di alam Hayal.
"Sah..."
"Selamat kalian sudah Sah menjadi Suami Istri.." kata Pak penghulu hayalan.
Aldo terbuai kedalam Mimpi Hayalannya sendiri.
.
.
....
"Eungh..."
Rara melenguh meregangkan Otot ototnya.
Rara merasa ada sesuatu yang berat di Kaki dan Pinggangnya.
"Apa ini... Seperti Kaki dan ini Tangan. Hah, Kaki siapa ini, Apa jangan-jangan Aku punya Kaki tiga." Batin Rara takut.
"Ya tuhan, Cukup dengan Kaki dan Tangan 2 saja. Jangan beri Aku kelebihan yang seperti ini. Cukup beri Aku kelebihan Uang aja..haha.."
Rara memohon sambil bergumam.
"Istriku... Kamu udah bangun." Suara berat khas Bangun tidur membuyarkan Doa yang Rara panjatkan.
Rara menggeser sedikit demi sedikit kepalanya.
"Aaaaaa..." Rara langsung berteriak kencang. sekencang kencangnya.
"Stt... Nanti orang-orang Sekampung pada Bangun." Kata Aldo sambil menutup mulut Rara.
"Al, Kamu ngapain disini, Di kamar Aku ?" tanya Rara pelan.
Aldo menyingkirkan Tangannya dari mulut Rara dan dari Pinggang Rara. Tapi, Kaki masih menumpuk di atas Kaki Rara.
"Al, Singkirin tuh Kaki. Berat."
__ADS_1
Aldo menatap Rara gemas. Terjadilah tatap-tatapan. Aldo menangkupkan kedua Tangannya di Pipi Rara.
"Gemas Aku lihat muka Cantiknya Istriku.." kata Aldo sambil mengunyel-ngunyel Pipi Rara.
"Hah apa... Istri." tanya Rara kaget.
"Iya kitakan Sudah Sah Ra jadi Suami Istri."
Rara menatap Aldo heran. Apa Aldo masih bermimpi kali ya.
Rara mencoba menyadarkan Aldo dengan menggigit Dada Aldo.
"Aw.. Sakit Ra, Kalo mau ngomong aja jangan pancing pancing." kata Aldo tersenyum misterius.
Haha misteri kali ah...
"Astagfirulloh Al, Sadar... Kita belum menikah. Kita masih sekolah." jelas Rara sambil bangkit.
"Kita Sud...ah.. ah...maaf Ra." jawab Aldo terbata kala ingat semua hanya Hayalan semata.
"Kamu kenapa sih Al, Kamu pasti mikir sangat jauh ya." goda Rara sambil mengerlingkan satu matanya.
"Hihi... Enggak Ra. Cuma imajinasi."
"Halah pasti Kamu lagi bayangin kita udah Nikah kan. Ya kan.."
"Bukan dikit kalo sampe Nikah mah."
"Haha... "
"Sampe kebawa kedunia nyata lagi."
"Haha... maaf terbawa suasana.kikik.."
"Udah ah, Kita jamaah dulu yuk."
"Hm... masih ngantuk Sayang."
"Cepetan... atau Aku tinggal duluan."
"Hm.. Entar Aku nyusul."
Rara keluar terlebih dahulu meninggalkan Aldo yang masih merem melek.
__ADS_1
"Al, Aku mau jamaah di mesjid aja " teriak Rara.
"Eh.. Tunggu Ra, Tunggu bentar. Aku siap2 sekarang."
Aldo langsung berlari kedalam kamar mandi.
Bibi yang baru keluar dari kamar. menatap Rara dan Aldo yang keluar dari kamar Rara.
Bibi berjalan mendekati Rara.
"Eh ada Bibi, Kapan kesini Bi ?" tanya Rara bingung.
"Semalem Neng."
"Hah... Bibi kenapa gak bangunin Aku."
"Gak papa Neng, Kasian pasti Neng kecapean."
"Yuk Ra.." ajak Aldo sudah rapi dengan Peci dan Sarung melilit di pinggang.
Bibi menatap keduanya dengan perasaan bingung.
"Aku kecolongan." gumam Bibi sambil melenggang ke belekang.
.
.
....
"Ra, Cepetan... Ntar kesiangan.." teriak Aldo dari Ruang tamu.
"Jangan teriak-teriak Al, Malu sama tetangga."
Rara berjalan mendekati Aldo dengan seragam lengkap dan tas di punggung.
Aldo nyengir sambil menatap Rara.
Terpesona...
Sesaat Aldo Terpesona.
Sudah Lama Aldo tidak melihat Rara dengan seragam dan Rambut terurai seperti sekarang.
__ADS_1
Aldo Mengingat semua kenangan kebelakang tentang hubungan mereka dari Awal sampai sekarang menjadi Kekasih sejati.
TAMAT...