Ketulusan Hati Rara

Ketulusan Hati Rara
88


__ADS_3

aldo langsung menuangkan air kedalam gelas dan meminumnya dengan tandas.


bukan hanya lelah yang menghauskannya.


tapi juga karna pengakuan yang tak sengaja rara katakan.


hening..


mereka saling diam selama beberapa menit.


"ekhem.."aldo berdehem menghilangkan kecanggungan rara.


"ra.aku ijin bentar lagi disini ya,aku mau nelpon seseorang buat anterin motorku kesini."pinta aldo.


rara mengangguk.


"aku benci kecanggungan ini."batin aldo.


aldo langsung mengeluarkan benda pipih itu dan menenkan nama seseorang.


setelah tersambung,aldo menempelkan ketelingan dan berbicara pada seseorang yang ada di sebrang sana.


suasana hening masih berlanjut tanpa saling mengobrol atau mengeluarkan sepatah katapun dari rara.


tring..tring..


suara handphone aldo berdering tanda ada notifikasi.


seseorang yang aldo tlpon tadi mengirimkan pesan.


"den,motornya udah di tempat yang aden bilang."


aldo kembali memasukan keadalam saku celanya stlah melihat isi pesan tersebut.


"ra.aku pamit ya"


rara mengangguk.


"ah..males kalo gini."gumam aldo tapi masih kedengaran oleh rara.


"maksudnya..?"


"kenapa kita saling diam2an ra,gak biasanya.aku gak nyaman."jelas aldo.


"tuh kan diam lagi."tambah aldo.


"ish..kamu tuh ya,gak tau kalo aku malu."gumam rara.


"aku denger ra.meski hanga isaratpun aku paham."


"


rara malah makin malu.rara gak sanggup menatap aldo.


"udah ah jangan kayak gini.aku pura2 lupa kejadian yang tadi.meski aku sempat melayang."jelas aldo.


"kata pura2 lupa..tapi,malah memperjelas."jawab rara ketus.


"aahhh..aku lupa.kita lagi ngapain ya tadi."kata aldo sembari memegang kepala pura2 amnesia.


"jangan gitu ah.gak lucu. "


"biarin,aku gak lagi ngelawak."


rara memutar boal matanya malas.


"kalo gitu aku pamit pulang dulu.udah gerah."


"naik apa..?"


"naik delman istimewa kududk dimuka.."jawab aldo malah bernyanyi.


"ihh al,aku nanyanya serius."


"aku juga jawab serius."


rara memvalikan badannya cemberut."setahu aku disini gak ada delman."gumam rara.


"ada.."jawab aldo.


"dimana..?"tanya rara antusias.


"di hatiku..haha.."jawab aldo bercanda.


"al..aku serius.jangan becanda mulu deh."kata rara semakin kesal.


"hm.iya aku serius sekarang.tadi aku nyuruh mang udin buat anterin motorku kesini.katanya udah sampai,udah dijalan."jelas aldo.


"ohh.. "rara mengangguk sambil beroh ria.


"kalo gitu.bye.."


"bye.."


aldo melangkah berlalu dari hadapan rara.


sementara rara membereskan gelas serta teko dan langsung membawa masuk lagi kedalam.

__ADS_1


.


.


.


hari ini hari terakhir semua murid UAS.


setelah selesai,semua murid bersorak senang.


"akhirnya kita bebas juga."kata salah satu murid perempuan.


"iya aayiikk.ujiannya selesai juga."


"iya terasa di penjara kita kan ya..ya.."


"hm."


rara hanya mengangguk2 paham.


"kenapa kamu ra.gak seneng ujian telah usai.?"tanya teman sekelas rara.


"mana bisa win.hasilnya juga belum keluar.jadi belum tentu aku lulus."jawab rara.


"aku yakin kita pasti lulus.apalagi kamu,kamu pasti juara umum ra."kata wina semangat.


"mudah mudahan ya."


"optimis ra.kamu terus jadi juara,masa gak percaya diri.kita kita aja pd ."timpal teman yang satunya.


rara mengangguk.


setelah rara sampai dirumah.rara mendapatkan kabar duka.


rumahnya sepi gak ada satu kehidupanpun didalamnya.


rara bertanya pada tetangga dekatnya.


dan rara mendapatkan kabar yang menyayat hatinya.


"mama saya kemana bu..?"tanya rara dengan raut wajah hawatir.


"tadi mama kamu di bawa kerumah sakit ra,dia langsung muntah muntah.


muntah darah lagi."jelas tetangga rara.


"hah..rumah sakit."tanya rara kaget.


"ya."


"rumah sakit mana bu."


"makasih bu."


rara langsung masuk dan mengganti pakaiannya.


rara membawa tas kecil beserta semua uang hasil kerjanya selama ini.


pasti akan dibutuhkan disana.


rara langsung mengunci pintunya dan berlari ke depan jalan.


untung aldo belum pergi setelah mengantar rara pulang.


"al.."tetiak rara.


aldo menoleh.


rara langsung berlari menghampiri aldo.


"kamu mau kemana ra.dan kamu kenapa.."tanya aldo risau.


"kamu bisa anterin aku al."


"kemana ra."


"kerumah sakit."


"buat apa..?"


"udah jangan banyak tanya.sekarang aku minta kamu anterin aku kerumah sakit xxx."


aldo mengangguk dan mulai meljukan motornya menuju rumah sakit yang rara tuju.


setelah sampai rara langsung bertanya ke resepsionis di sana.


aldo yang mengikuti rara dari belakang.sekarang tau rara mau ngapain kesini.


aldo menyetarakan langkahnya dengan rara.


"kamu tenang dulu ya."kata aldo sembari menggenggam tangan rara.


"maksih."


rara dan aldo naik kelantai 2 sesuai yang diberitahu oleh resepsionis tadi.


rara membuka pintu kamar no 234.

__ADS_1


"mamah..."teriak rara sambil berlari dannlangsung memeluk mamahnya.


sementara aldo gak ikut masuk.aldo menunggu di kursi di luar ruangan.


"mamah..mamah kenapa..?"


"gak papa."


sersa belum puas.rara bertanya pada dokter yang baru memeriksa ibunya.


"dok..ibu saya kenapa..?"


"ibu adek..gak papa.dia cuman lelah."


rara menatap dokter dan mamahnya dengan seksama.


"gak mungkin mamah saya gak kenapa napa..?"


"ini hasil lab tadi dan hasil pemeriksaan keseluruhan."


rara mengambil dan mulai membacanya.


rara menatap ibunya bingung.


"tadi kata bu atun.mamah muntah darah."tanya rrara memastikan.


mamah rara mengangguk.


"terus,penyakit apa yang diderita mamahku dok..?"


"bapak juga gak tau dek.bapak kira ibumu kena jantung.tapi diperiksa normal2 aja."


rara bingung dengan keadaan ini.apa yang diderita ibunya.


"kalo gitu bapak permisi."


"ya makasih dok."


dokter itu berlalu keluar ruangan.


rara menggandeng tangan mamahnya keluar.


"bentar ya mah.aku bayar dulu."


mamah rara mengangguk menunggu bersama aldo.


"tante titip rara sama kamu ya.tante mungkin gak akan bisa lagi lihat semangatnya rara."pinta mamah rara penuh harap.


"tante jangan gitu.emangnya tante mau kemana..?"tanya aldo polos.


"tante gak akan kemana mana.tante hanya ingin melihat anak tante bahagia."


otak aldo berputar mencerna semua perkataan mamahnya rara.


"tante berharap kamu bersedia selalu berada disamping anak bungsu tante."


aldo menatap ibunya rara bertanya tanya.


"apa tante akan pergi meninggalkan rara.apa tante tega meninggalkan rara sendirian."tanya aldo heran.


"bukan hanya rara,kakaknya juga pasti akan tante tinggalkan.semua keluarga tante."


"sebenarnya tante ngomongin apa sih.saya gak ngerti."


"nanti kamu juga bakalan ngerti.tante cuman mau kamu selalu ada buat rara."


"itu pasti tan.aku akan selalu ada disamping rara."


"makasih ya nak.ibu tidak lagi menghawatirkan rara."


"gimana dengan kakaknya rara."


"tante udah titipin kekedua orangtua tante."


"tante tega ya,ninggalin rara.sementara kakaknya bersama keluarga tante."


"rara juga..."


belum sempat ibu rara melanjutkan keburu rara datang.


"yuk mah kita pulang."


"udah sayang."kata mamah rara.


rara menatap mamahnya sendu.


"apa tadi..mamah bilang apa tadi..sayang.."batin rara.


"sayang gimana udah."tanya mamahnya.


rara mengangguk haru.


matanya mulai berkaca kaca.


ini yang dari dulu rara inginkan.


"aku boleh peluk mamah."pinta rara.

__ADS_1


mamah rara mengangguk.rara segera melangkah dan memeluk mamanya.dan disambut hangat oleh mamahnya.


aldo menatap mereka haru dengan setetes air mata yang keluar.


__ADS_2