
Setelah semuanya terasa sudah cukup. Aldo langsung menenteng semua pakaian dan peralatan lainnya.
Aldo membayar dulu sebelem keluar dari mall tersebut.
"Sebenarnya buat Siapa sih ?" tanya Rara kesal.
"Ada deh, Ntar juga kamu tau." jawab Aldo sambil menaiki Motornya.
Aldo langsung keluar dari parkiran dan Rara baru naik dengan Segudang pertanyaan dan Barang barang di kedua Tangannya.
Aldo langsung menancap gas dan menelusuri jalanan Kota.
"Kita mau kemana dulu Al.." tanya Rara penasaran karna bukan arah jalan pulang kerumah Rara.
"Kerumah Mamih dulu." jawab Aldo.
"Mau ngapain ?"
"Kenapa ? Kamu gak mau ketemu Mamih."
"Bukan gitu."
"Teruss..."
"Gak.."
"Pokoknya kamu harus mau."
"Iya, Nolak juga gak akan bisa."
"Nah itu tau."
"Yeuhh.. "
Aldo membolakan sedikit dan langsung masuk di halaman Rumah mewah.
Mamih sudah menunggu kedatangan Rara bersama Aldo.
Mamih berdiri di depan pintu masuk.
Ya, Tadi Aldo menghubungi Mamih terlebih dahulu sebelum keluar dari Mall.
"Liat tuh Mamih, Dia pasti lagi nungguin Kamu." kata Aldo pelan.
"Mana mungkin."
Aldo langsung berbalik menatap Rara gak mungkin.
"Kenapa ? Apa ada yang salah dengan jawabanku."
Aldo semakin menatap Rara gak biasa." Kamu sedikit berubah Ra, Sudah gak seperti dulu lagi." batin Aldo.
__ADS_1
"Al.. Al.." kata Rara sambil melambai lambaikan Tangannya di hadapan Aldo.
"Eh iya ayok kita masuk. Mamih sudah cemberut tuh."
Mereka langsung melangkah kembali dan langsung disambut hangat sama Mamih.
"Sayang.. Tante kangen Banget sama Kamu.." kata Mamih sambil langsung memeluk Rara.
"Rara juga kangen sama Tante."
"Kenapa gak main kesini kalo Kangen."
"Takut ngerepotin Tante."
"Repot gimana, Tante malah senang Kamu main kesini."
"hehe.." Rara hanya menanggapi dengan Senyum manisnya.
"Yuk kita masuk, Tante udah masak banyak buat Kamu Ra."
"Makasih Tante, Aku jadi ngerepotin."
"Gak papa. Saking senengnya Tante kamu mau main kesini." jawab Mamih sambil terus menggandeng Rara masuk.
Sementara Aldo udah sedari tadi masuj duluan tanpa menunggu Mamih dan Rara.
Aldo langsung duduk di Ruang tamu dan menyalakan TV.
"Hm.. Tante yang masak ?"
"Sama Bibi juga sih. Tante cuma bantu bantu. haha...."
"Hihi..."
Mamih dan Rara langsung duduk di meja Makan tanpa memanggil Anak Bungsunya.
"Gimana Ra, Enak gak ?" tanya Mamih saat Rara mulai memasukan Suapan pertamanya.
"Belum juga dikunyah. " batin Rara.
"Em.." Rara mengunyah terlebih dahulu. " Enak Tan, Enak banget." jawab Rara sambil mengacungkan Jempolnya.
"Beneran.."
"H'm."
Rarra mengangguk.
"Kalo gitu makan yang Banyak ya, Biar cepat gede."
"Hihi.. Makasih Tante."
__ADS_1
"Kapan Kamu panggil Tante dengan Mamih." batin Mamih berharap.
"Disini yang Anaknya siapa sih, Tega banget makan gak ajak ajak. Aku serasa Anak tiri disini."
Rara dan Mamih langsung menoleh kesumber Suara. Rara dan Mamih saling melempar muka.
"Haha.. Maaf Mamih lupa kalo masih ada anak Bontot."
"Tuh kan. Mamih tega."
Aldo langsung duduk disamping Rara.
"Maaf Al. Aku antusias banget. Jadi lupa sama Kamu."
Aldo menatap Rara sedih.
"Aku jadi anak yang tak dianggap..hiks.."
"Aduh.. Anak Bungsu Mamih ngambek. Maaf Sayang, Mamih gak bermaksud."
"Ok. Aldo maafin, Tapi mamih naikan Uang jajan Al. Gimana ?"
"Ih.. Ini mah ada maunya, Hanya pura pura."
"Hihi.. " Rara tersenyum sambil menunduk menyembunyikan senyumannya.
"Emang Papih gak kasih Uang saku."
"Enggak Mih, Papih pelit."
"Siapa yang pelit ?"
Suara berat dari Ruang sebelah Dapur terdengar menyeru menjawab Rengekan Aldo.
"Hah.. Mampus Aku." batin Aldo.
Papih langsung bergabung bersama dengan yang lain sambil melempar tatapan tajam pada Aldo.
"Papihh.. Papih baru pulang." kata Aldo lembut.
"Barusan Papih dengar ada yang ngatain Papih pelit. Apa Papih salah denger."
Aldo dibuat bingung. Harus gimana.
"Ah.. itu Papih salah denger, Mungkin hanya angin yang lewat."
"Ada ada saja Kamu Al, Jelas jelas Papih denger Kamu ngatain Papih."
"Maaf Pih."
"Udah, Udah ah. Kita lanjut Makan aja, Keburu dingin."
__ADS_1
Semuanya mengangguk dan melanjutkan kembali acara Makan Siangnya.