
Jeff menatap seorang pria dengan tatapan penuh arti, pria itu juga nampak santai saat tatapan mereka bertemu, tak ada raut takut di wajah nya.
"Sejak kapan kau mencintai istriku, Queen?" Tanya Jeffran lirih.
"Sejak pertemuan pertama di rumah sakit, jauh sebelum kalian menikah." Jawab Andre, ya pria itu adalah Andre. Setelah pulang dari pemakaman, kedua nya sepakat untuk bicara empat mata di cafe terdekat. Sedangkan Kirana memilih pulang bersama kedua orang tua Queen, karena dia sedang hamil jadi harus sering beristirahat agar kesehatan nya terjamin.
"Kenapa kau tak mengatakan nya, Andre?"
"Jika aku mengatakan nya, apa kau akan memberikan nya? Aku tahu seperti apa dirimu, Jeff. Jadi aku memilih mengalah saja, daripada hubungan kita memburuk!" Jawab Andre tegas, dia tersenyum simpul saat melihat wajah Andre yang nampak murung.
"Tapi nyatanya aku malah menyakiti nya, Ndre."
"Tak apa Jeff, semua manusia pernah punya kesalahan di masa lalu, jadikan semua pelajaran hidup, tapi bukan untuk di ulangi." Ucap Andre bijak.
"Maaf Andre, aku malah menyakiti Queen. Wanita yang kau cintai dengan menghianatinya."
"Sudahlah, semua sudah berlalu. Berhenti menyalahkan diri sendiri, aku tau semuanya. Jadi, biarkanlah semua ini menjadi kenangan."
"Kau tak membenciku?"
"Kenapa harus? Memang awalnya aku kecewa padamu, Jeff. Aku sudah bersusah payah menerima dan merelakan Queen untuk bersama mu, karena ku kira kau adalah orang yang tepat untuknya, tapi ternyata kau malah menghianatinya. Tapi saat melihat Queen yang baik-baik saja, bahkan menerima semuanya dengan lapang dada, aku bisa apa? Aku tak punya hak untuk marah." Jelas Andre, panjang kali lebar.
"Andre.."
"Haha, sudahlah Jeffran. Jangan menatapku dengan tatapan seperti itu, kau terlihat menggemaskan sekali." Cetus Andre sambil terkekeh geli saat melihat tatapan Jeff yang menurut nya sangat menggemaskan di matanya.
"Aku memang menggemaskan Andre, selain tampan aku juga lucu."
"Cihh kepedean." Andre berdecih saat mendengarkan ucapan Jeff yang membanggakan dirinya sendiri.
"Seriusan, makanya Kirana bucin parah tuh karena gue ganteng, Ndre."
"Serah Lu dah, btw jadi ke bali gak besok?" Tanya Andre.
"Sorry gak jadi, bilangin juga sama cewek Lu."
"Lho, napa?" Tanya Andre lagi, dengan kening yang berkerut heran.
"Bini gue hamil, Ndre. Rawan banget kalo naik pesawat, kehamilan nya masih rentan."
"What, hamil?" Tanya Andre tak percaya, sungguh demi apapun dia tak menyangka secepat itu Kirana kembali mengandung setelah keguguran waktu itu.
"Iya, udah lima minggu Ndre."
"Topcer banget bibit Lu, Jeff."
"Iyalah, bibit unggulan gitu lho." Bangga Jeffran sambil tertawa.
"Jaga yang bener, udah di kasih kepercayaan kedua kali, jangan di sia-sia in lagi."
"Pasti, sekarang gue dah tahu kalo Kiran hamil, kalo waktu itu kan gue sama dia juga gak tahu dia hamil."
"Gak jadi honeymoon di bali dong, cewek gue dah packing baju kemaren."
"Lu banyak duit, ajak aja cewek Lu ke bali liburan." Usul Jeffran membuat Andre cengengesan.
"Sayang duit nya, jadi kan niatnya kalo nebeng tuh gratis kan. Gua gak perlu keluar duit buat beli tiket pesawat sama villa atau hotel."
"Dih dokter kere!" Sindir Jeff membuat Andre tergelak.
"Gue aja punya hutang sama Hanna juga belom di bayar, minjem napa."
"Keterlaluan Lu, masa ngutang sama cewek, malu-maluin. Emang bekas beli apa, beli mobil?" Tanya Jeff.
"Beli celana daleem doang, gue kan nginep di rumah ayang gak bawa baju ganti, ya gak mungkin gue pake celana bekas semalem kan, jadi yaudah Hanna beliin."
"Berapa?"
__ADS_1
"Delapan ratus rebu doang." Jawab Andre sambil menyesap kopi latte nya.
"Gak gatel itu pake yang murah? Biasa nya lu beli yang jutaan kan? Sejak kapan turun harga lu?" Tanya Jeffran.
"Gak tau tuy, tapi di pake nya enak adem."
"Gak modal Lu, Ndre."
"Belom gajian Jeff, duit gue tinggal empat juta lagi."
"Dah, nanti gue transfer. Btw Lu sama Hanna udah ngapain aja? Lu kan cassanova kampret." Celetuk Jeffran membuat Andre mendelik.
"Cassanova kampret, enak aja. Gue ganteng lho ini, kalo gak ganteng Hanna mana mau."
"Jawab aja, udah di bolongin apa belum?"
"Belom lah, Hanna mau nya nanti udah nikah baru gituan." Jawab Andre santai sambil menyeruput kopi di dalam cangkir.
"Dihh, nyerah Lo? Terus ngapain dong kalo nginep? Ciumaan doang?"
"Nggak dong, cuma baru berani di makan doang."
"Nanggung dong elah, Ndre!."
"Ya mau gimana lagi? Gak mungkin gue merkoosa Hanna kan?" Ucap Andre pelan.
"Gue gak percaya sih Lu beneran belum ehem sama Hanna."
"Itu urusan Lo, tanya aja sama orang nya kalo gak percaya." Ketus Andre sambil memalingkan wajah nya.
"Yaudah, gue balik duluan. Haus nih, pengen makan rujak."
"Haus tuh minum, bukan makan rujak. Sejak kapan makam rujak bisa bikin gak haus? Lagian sejak kapan Lo suka makan rujak?" Tanya Andre.
"Kayak nya, sejak Kiran hamil deh."
"Haha, Lu ngalamin kehamilan simpatik itu."
"Syndrom couvade, atau sering disebut kehamilan simpatik itu, suami yang ikut mengalami gejala-gejala kehamilan, seperti ngidam, pusing, atau bahkan morning sickness." Jawab Andre, dia seorang dokter. Jadi nya dia tau istilah-istilah semacam itu.
"Ohh gitu ya, gue baru tahu ada istilah gituan."
"Ada lah, Lu aja yang baru tahu."
"Yaudah, gue balik duluan. Mau jajan rujak dulu." Pamit Jeffran lalu pergi duluan meninggalkan Andre, tanpa membayar kopi yang sudah di minumnya.
"Woyy, kopi belum di bayar!" Pekik Andre, tapi sepertinya Jeff tak mendengarnya, jadi terpaksa lah dia membayarnya, yang harga nya lumayan mahal untuk secangkir kopi latte.
"Sialan, awas aja nanti, Jeffran kampret!" Rutuk Andre lalu membayar dua cangkir kopi itu pada waiters. Sebelum kena omel dan di suruh cuci piring karena tak bisa membayar kopi itu.
Sedangkan Jeffran, lagi-lagi kembali ke stand rujak yang tadi dia beli. Tak tanggung-tanggung dia membeli tiga bungkus rujak untuknya sendirian, membuat ibu-ibu penjual rujak itu keheranan.
"Buat istri nya yang lagi ngidam ya, Tuan?"
"Bukan, buat saya aja Bu. Tapi memang istri saya sedang hamil muda."
"Wahh, kehamilan simpatik ya? Kata orang tua jaman dulu, kalau suami yang gantiin istrinya ngidam, tandanya suaminya sangat mencintai istrinya." Ucap ibu-ibu itu membuat Jeff tersenyum kecil. Memang benar, dia sangat mencintai istri nya.
"Kalau itu memang benar Bu, saya sangat mencintai istri saya." Jawab Jeffran dengan senyum manis nya. Ibu-ibu itu juga membalas senyuman Jeff, dia selalu senang saat melihat suami yang menyayangi istri nya.
"Ibu kasih ekstra kacang sama buah ya, biar kenyang makan nya."
"Terimakasih Bu."
"Ya sama-sama, total nya empat puluh lima ribu." Jeff mengulurkan selembar uang berwarna biru.
"Tak usah Tuan, yang tadikan belum saya kasih kembalian."
__ADS_1
"Gapapa Bu, ini sudah rezeki ibu." Jawab Jeffran sambil tersenyum, ibu itupun menerima uangnya dan Jeff pun pergi bersama Pak Amar, sang supir setia yang selalu menemani nya kemana pun dan kapanpun.
"Mau pak?" Tanya Jeffran.
"Enggak Tuan, asam." Tolak Pak Amar, dia nyengir-nyengir saat melihat Jeff yang makan buah asam, dia yang ngilu sendiri.
Pak Amar geleng-geleng kepala saat melihat Jeff yang begitu lahap memakan rujak buah itu, tanpa terlihat ekspresi ke asaman sedikit pun.
"Sepertinya Tuan Jeff yang ngidam, dia benar-benar mencintai Nona Kiran." Gumam Pak Amar sambil tersenyum.
Tak lama kemudian, Jeff sudah sampai di mansion, dia berjalan masuk ke dalam rumah. Dia tersenyum manis saat melihat Kirana sedang duduk di ruang tamu sambil memangku laptop, mungkin sedang mengerjakan tugas.
"Sayang.."
"Ehh, sudah pulang Mas?" Tanya Kirana dengan senyuman manis saat menyambut kedatangan sang suami.
"Iya sayang, sedang apa?"
"Ini ngerjain email yang masuk, Mas."
"Jangan kelelahan ya, Sayang." Peringat Jeffran sambil mengusap kepala sang istri dengan lembut.
"Nggak kok, lelah apanya? Kerja sambil duduk doang kok." Jawab Kirana sambil terkekeh. Suami nya malah semakin bertingkah posesif.
"Iya, tapi otak kamu yang bekerja sayang. Mas beli rujak lagi, mau?"
"Boleh deh, kayaknya seger." Jawab Kirana, Jeff duduk di samping perempuan cantik itu dan membuka bungkusan rujak yang suami nya bawa. Lalu dengan telaten, Jeff menyuapi Kirana yang fokus mengerjakan tugas dari perusahaan.
"Enak gak, yang?"
"Enak kok, tapi aku mau jambu air nya aja Mas."
"Mangga nya gak mau ya?" Kirana menggeleng, Jeff pun memilih buah jambu nya untuk Kirana. Carina dan Radit yang melihat kemesraan sepasang suami istri itu saling melempar senyuman, Jeff benar-benar meratukan Kirana seperti janjinya.
"Sayang.." panggil Jeff saat tak melihat istrinya di kamar.
"Iya Mas." Teriak Kirana dari bawah, dia sedang membuat salad buah. Entah kenapa, dia sangat ingin memakan makanan penutup sehat yang berisi berbagai macam buah, susu, yoghurt dan keju itu.
"Lagi ngapain sih, yang?" Tanya Jeffran, dia berlari menyusul istri nya ke dapur dan saat ini sedang memeluk Kirana nya dari belakang dengan erat, dengan manja nya dia menaruh dagu nya di pundak Kirana yang sedang fokus memotong dan mengupas buah.
"Mau bikin salad buah, Mas."
"Yeee, yang banyak ya Sayang. Enak deh kayaknya, terus keju nya di banyakin."
"Iya iya, lepasin dulu dong pelukan nya Mas." Pinta Kirana, tapi Jeff yang sudah manja luar dalam itu tentu saja tak mau melepaskan tautan tangan nya di pinggang Kirana
"Gak mau!" Rengek Jeffran membuat Kirana menggelengkan kepala nya, manja nya Jeff gak ada obat.
Dia bahkan rela berjalan seperti penguin dari pada harus melepaskan pelukan nya, saat Kirana berjalan kesana kemari mengambil bahan-bahan dari kulkas.
"Ya ampun, pukul aja napa itu laki, Kiran." Celetuk Carina.
"Ihh Mama apa-apaan, Kirana kan punyaku!"
"Iya dia punyamu, tapi biarkan dia melakukan kegiatan nya dulu Jeff, nanti di kamar kan bisa."
"Nanti malam aku ada acara, jadi harus pergi." Jawab Jeff, dia bersikukuh ingin memeluk Kirana.
"Sudahlah Ma, nanti juga lepas sendiri kalau sudah bosan."
"Aku gak bakalan bosen meluk kamu, Yang!"
"Terserah kamu saja, Tuan Jeffran Abian Leonard!" Pasrah Kirana dengan sedikit kesal, mau bagaimana lagi kalau sudah begini lebih baik di biarkan saja Jeff dengan segala tingkah nyeleneh nya.
Jeff tersenyum lalu mencuri ciuman singkat di pipi kanan sang istri, lalu kembali memeluk nya dengan erat. Carina terkekeh melihat Jeff yang begitu manja pada istri nya.
Perempuan itu yang hamil, tapi malah Jeff yang manja. Menggemaskan tapi plus menyebalkan juga, karena dia tak bisa bergerak dengan bebas karena pria itu yang terlalu menempel di punggung nya. Kirana baru tahu, ternyata suami nya ini kalau sudah di tahap bucin akut itu akan menempel bak perangko di sebuah surat.
__ADS_1
.......
🌻🌻🌻🌻🌻