Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 78 - Penyesalan Jeff


__ADS_3

Kirana tak bisa berhenti menatap pintu ruangan yang tertutup, beberapa menit sebelumnya, Queen di bawa masuk ke ruangan itu bersama dokter khusus penyakit kanker, juga dokter Andre yang tadi langsung ke rumah sakit setelah di hubungi oleh Carina. 


"Ya Tuhan, lindungilah Kak Queen. Semoga dia baik-baik saja dan penyakit nya di angkat." Gumam Kirana, sedari tadi dia terus berdoa untuk Queen. Dia memang tidak menangis lagi, tapi dia tak pernah merasa tenang sebelum mengetahui keadaan kakak nya. 


"Kiran, duduklah Nak." Ucap Carina sambil menepuk kursi kosong di samping nya, sedangkan Jeffran hanya terdiam sambil menatap kosong lurus ke depan.


Terkejut? Jelas, padahal tadi Queen baik-baik saja bahkan menyambut nya dengan senyuman manis saat dia pulang. Menyesal, tentu saja. Kenapa dia tak menemani istri nya, padahal dia tau benar keadaan Queen. 


"Tidak, Ma. Aku disini saja, menunggu dokter selesai memeriksa kak Queen." Jawab Kirana lirih. Carina tersenyum samar, nyata nya Kirana memang wanita yang baik. Pilihan Queen benar-benar sudah tepat.


"Duduklah, nanti kaki mu sakit." Ucap Radit, dia tak mau melihat menantu lain nya harus berdiri sendirian dalam keadaan tak tenang. 


"Tidak, Pa. Aku disini saja, aku takkan bisa tenang sebelum mendengar kabar kakak." Jawab Kirana kekeuh. Akhirnya, Carina maupun Radit membiarkan Kirana berdiri sambil menunggu hasil pemeriksaan dokter. 


'Kak, kakak harus sembuh. Kita punya cita-cita bersama yang harus kita capai, Kak.' Batin Kirana.


Tak lama kemudian, dokter keluar dengan pakaian steril dan masker yang menutupi wajah nya.


"Keluarga Nyonya Queen?" Tanya nya, membuat Kirana langsung mendekat, lalu di ikuti Jeff dan kedua orang tua wanita itu.


"Saya adik nya, dok." 


"Saya suami nya, dokter." Jawab Jeffran. 


"Kami orang tua nya, bagaimana keadaan putri kami, dokter?" Tanya Carina bernada khawatir.


"Kondisi nya semakin memburuk, kami menyarankan agar Nyonya Queen di rawat di sini agar keadaan nya di pantau dokter spesialis." 


"Tentu saja dok, tapi bagaimana dengan istri saya sekarang?"


"Nyonya Queen masih belum sadarkan diri, keadaan nya sangat drop. Penyakit nya semakin parah, apalagi kanker otak nya yang sudah berada di stadium empat." Ucap dokter itu membuat Jeff dan kedua orang tua Queen terkejut. Kanker otak? Sejak kapan?

__ADS_1


Kirana tak terkejut, karena dia sudah mengetahui hal ini dari Queen waktu pertemuan mereka di taman. Tapi, begitu melihat reaksi yang di tunjukan oleh kedua orang tua wanita itu, Kirana yakin kalau Queen juga menyembunyikan penyakit nya dari kedua orang tua nya sendiri. 


Queen benar-benar wanita yang kuat dan tegar menghadapi penyakit nya, bahkan dia mengidap penyakit semematikan itu bahkan sudah berada di stadium paling akhir sekalipun, dia tetap mempertahankan prinsip nya untuk menyembunyikan penyakit lain yang dia idap selama ini. 


"K-anker otak, dok?"


"Iya, Nyonya Queen mengidap kanker otak stadium empat. Maaf, apa kalian tidak mengetahui hal ini?"


"Tidak, dokter. Kami hanya mengetahui kalau putri kami mengidap kanker rahim saja." Jawab Radit. Bahkan dokter saja melongo mendengar penjelasan orang tua pasien nya.


"Kalau hanya kanker rahim, Nyonya Queen takkan sedrop ini."


"Apa sudah terlambat untuk melakukan penanganan? Operasi misalnya?" Tanya Jeff, jujur saja dia begitu terkejut mendengar hal ini. Sejak kapan istri nya mengidap penyakit yang lebih mematikan dari kanker yang selama ini dia idap?


"Maaf, Tuan. Kemungkinan pasti ada, meskipun sangat kecil. Mungkin hanya 1% saja, karena sel kanker nya sudah menyebar." 


Degh..


"Astaga, apa yang sudah aku lakukan! Aarrghhh, sial." Jeff menjambak rambut nya sendiri, membuat Kirana langsung mencegah apa yang di lakukan oleh pria itu. 


"Satu persen, dok? Sekecil itu kemungkinan nya?" Tanya Carina. Dokter itu menganggukan kepala nya pelan, membuat Carina histeris namun Radit langsung memeluk nya, berusaha menenangkan istrinya.


"Papah, anak kita Pah.." Radit hanya terus memeluk istrinya tanpa ekspresi apapun, dia sendiri masih tak percaya dengan apa yang dia dengar hari ini. 


"Saya permisi dulu, Nona. Kalian bisa menjenguk pasien setelah di pindah ke ruang perawatan." 


"Baik, dok." Jawab Kirana lirih. Melihat reaksi semua orang, membuat hati nya nyeri. Betapa mereka semua sangat terpukul dengan fakta yang baru saja terkuak.


"Mas.." Jeff menatap Kirana dengan tatapan sendu nya, lalu memeluk perempuan itu dan akhirnya tangisan pria itu pecah. 


Sekuat apapun bahu seorang pria, tetap saja jika berhubungan dengan orang yang dia cinta, dia akan tetap terlihat lemah. Begitulah Jeff saat ini. Dulu, dia menjadi sandaran bagi Kirana saat di masa tersulit nya. Sekarang, giliran wanita itu yang menjadi sandaran untuk Jeff yang tengah berada di masa paling sulit dan menyakitkan. 

__ADS_1


"Menangis lah, Mas. Itu akan membuat hati mu lebih tenang." Lirih Kirana sambil mengusap punggung suami nya dengan lembut, meskipun tubuh nya tenggelam di balik tubuh tinggi besar Jeff. 


"Bagaimana bisa aku abai dengan kesehatan istri ku sendiri, sayang? Aku membiarkan dia berjuang sendiri, pria macam apa aku ini." 


"Tidak, Mas. Jangan bicara seperti itu, kak Queen pasti punya tujuan sendiri kenapa menyembunyikan penyakit nya dari Mas dan orang tua nya." Ucap Kirana. 


"Aku menyesal, Kiran. Tapi apa itu berguna sekarang?"


"Tidak, itu tidak berguna sekarang Mas. Jadi, jangan menyalahkan diri sendiri ya." Jeff mendongakan kepala nya, lalu menatap wajah Kirana yang nampak tenang, meskipun terdapat jejak-jejak air mata di bawah mata nya. 


"Kamu tau tentang semua ini, Kiran?" Tanya Jeff. Dengan perlahan, Kirana mengangguk.


"Kenapa kau tak mengatakan nya padaku hah!" Bentak Jeff membuat Kirana terhenyak seketika, hati nya terasa berdebar. Ini pertama kali nya Jeff meninggikan suara nya. 


"Mas.."


"Jeff, jangan pernah meninggikan suara mu di depan istrimu sendiri." Peringat Radit membuat Jeff tersadar, apa yang sudah dia lakukan pada Kirana itu benar-benar salah. Pria itu di kuasai emosi, apalagi saat melihat Kirana menganggukan kepala nya. 


"Mas.." Panggil Kirana, saat melihat suami nya pergi dari tempat itu, entah kemana.


"Kejarlah dia, Kiran. Temani dia, saat ini dia sedang merasa terpukul dengan semua ini." 


"Baik, Ma." Jawab Kirana, dia mengambil tas nya lalu berlari menyusul sang suami.


Sedangkan di dalam ruangan, Andre menatap tubuh wanita yang selama ini menjadi wanita idaman nya itu dengan nanar. Sudah banyak kali dia memperingatkan wanita itu, juga menasehati nya agar memberitahu penyakit nya pada Jeff. Tapi Queen begitu keras, dia kekeuh tak mau memberitahu suami nya tentang penyakit lain yang dia idap. 


"Jangan menyerah, Queen. Aku tau, kamu wanita yang kuat." Gumam Andre, dia menggenggam dan mengusap punggung tangan Queen yang terlihat sangat kurus, hanya tulang berbalut kulit saja. 


......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2