
Siang hari nya, akhirnya Kirana keluar dari kamar dengan langkah super duper malas nya, kalau saja tak mengingat sop buah pasti dia takkan mau keluar dari kamar seharian ini, rasa nya terlalu lemas tak bertenaga.
"Kiran, bagiamana keadaan mu? Sudah lebih baik?" Tanya Queen, wanita itu langsung mendekat begitu melihat adik madu nya menuruni tangga dengan perlahan, lutut nya masih bergetar.
"Iya kak, sudah lebih baik. Hanya tinggal lemas nya saja, Kak." Jawab Kirana dengan senyuman yang di paksakan.
"Syukurlah, mau kemana?"
"Kata Mas Jeff, kakak buat sop buah." Jelas Kirana.
"Ohh iya, ada di dapur. Kamu mau? Ayo ikut kakak."
"Kayak nya seger ya, Kak."
"Iya dong, seger banget." Jawab Queen, dia menarik tangan Kirana ke dapur untuk mencicip sop buah buatan nya.
"Kakak, gak usah repot-repot. Aku bisa sendiri, tak usah melayani ku seperti ini."
"Kakak gak repot kok, ini di makan ya." Queen mendorong pelan semangkuk sup buah dengan es batu di atas nya.
"Makasih ya, kakak. Aku merasa gak enak sama kakak nih."
"Gak enak kenapa sih? Kakak ngelakuin ini ikhlas kok. Udah, jangan banyak yang di pikirin. Makan aja sop buah nya, biar agak segeran."
"Iya kak, nanti malam Mas Jeff tidur sama kakak ya?" Pinta Kirana.
"Lho kenapa, Kiran?" Tanya Queen dengan heran.
"Gak kenapa-napa kok, Kak. Tapi aku ingin mas Jeff adil, sama aku juga sama Kakak."
"Kiran, kamu ini ya. Kalian masih pengantin baru, kenapa Jeff harus tidur dengan istri tua nya hmm?"
"Tapi kak, kalau mas Jeff tidur di kamar ku mungkin dia akan kembali menerkam aku semalaman." Keluh Kirana lirih, sakit dan ngilu di bagian bawah nya karena permainan Jeff saja belum sembuh, bagaimana kalau nanti malam Jeff malah melakukan nya lagi? Issh, dia tak bisa membayangkan nya.
"Hahaha, Kirana. Kakak gak kepikiran kesana, sungguh." Queen tergelak, begitu mendengar ucapan Kirana. Meskipun lirih, tapi Queen masih bisa mendengar nya dengan jelas.
"Mas Jeff itu seperti singa kelaparan, Kak. Dia gak ada puas nya, tadi juga udah raba-rabaa tubuh aku."
"Dia memang seperti itu, Kiran. Dulu juga pas awal-awal kami menikah, dia selalu meminta jatah nya, bahkan pernah sehari kami melakukan nya 5 kali." Jelas Queen sambil tersenyum.
Aahhh mengingat hal itu, membuat hati Queen sedikit tercubit. Dulu, Jeff begitu memanjakan nya. Sekarang juga, tapi setelah Jeff punya Kirana, mungkin perhatian nya sedikit terbagi. Tapi, sungguh demi apapun Queen tak merasa iri sedikit pun pada Kirana.
"Apa iya, lima kali sehari kak? Apa gak sakit itu pinggang, mengingat Mas Jeff kalau main pasti berjam-jam untuk satu ronde."
"Tentu saja sakit, bahkan kakak sampai gak bisa berjalan selama dua hari dulu."
"Astaga kak, dua hari? Ya ampun, sebuas apa pria itu ya? Aku gak mau kayak kakak." Ucap Kirana sambil menggelengkan kepala nya.
"Haha, ya sudah. Nanti malam Mas Jeff tidur nya sama kakak, biar kamu bisa istirahat. Tapi, kalau sudah sembuh jangan menolak saat dia meminta hak nya ya?"
"Iya kak, tentu saja aku tau benar itu kewajiban aku. Tapi sekarang, aku benar-benar kelelahan, kak." Jelas Kirana.
"Baiklah, sekarang tugas mu makan sop buah itu ya."
"Makasih kakak."
"Sama-sama Kiran." Jawab Queen, Kirana pun memakan sop buah itu dengan lahap, rasa nya sangat menyegarkan. Rasa pusing di kepala nya sedikit berkurang.
"Jeff kemana ya?"
"Tadi dapet telepon, terus pergi. Tapi gak bilang mau kemana-mana nya, Kak." Jelas Kirana.
"Ohh begitu ya? Ya sudah, mungkin dia ada urusan penting."
__ADS_1
Sedangkan di suatu tempat, Jeff tengah berada di toko perhiasan saat ini. Tadi, setelah selesai menyuapi Istri nya makan, dia mendapat telepon dari toko perhiasan kalau cincin kawin yang dia pesan sudah selesai. Jadi, tanpa berlama-lama lagi Jeff langsung berangkat untuk mengambil cincin itu.
Tak lupa, dia juga membeli kalung dan gelang masing-masing satu untuk kedua istri nya. Ya beginilah kalau punya dua istri, niat beli satu ya harus dua biar gak ada yang iri.
"Terimakasih, Tuan Jeffran atas kunjungan nya."
"Ya, aku sangat puas dengan hasil nya." Jawab Jeff, dia membawa beberapa paperbag kecil di tangan nya. Lalu pergi meninggalkan toko perhiasan terbesar di kota ini.
Jeff memang berlangganan membeli perhiasan disini, maka nya pria itu sangat di hormati saat dia datang berkunjung, karena dia adalah pelanggan VVIP.
Setelah selesai membeli perhiasan, Jeff langsung pulang ke rumah. Tapi di perjalanan, dia melihat sebuah cafe dengan antrian yang cukup panjang.
"Makanan apa ya? Sampai ngantri sepanjang itu." Gumam Jeff, dia menghentikan laju kendaraan nya dan turun untuk melihat-lihat.
Ternyata, cafe yang menyediakan aneka macam waffle manis dengan aneka topping.
"Ohh, waffle ya. Kiran pasti suka." Akhirnya, Jeff pun ikut mengantri di antara banyak nya kerumunan orang yang mengantri. Kenapa mengantri? Ya karena terkenal akan rasa nya yang enak.
Setelah hampir satu jam mengantri, akhirnya Jeff mendapatkan makanan yang dia pesan, dia pun langsung pulang karena entah kenapa dia sangat merindukan kedua istri nya sekarang.
Singkat nya, mobil yang di kendarai oleh Jeff sampai di rumah. Pria itu masuk dengan menenteng banyak paperbag di tangan nya.
Jeff masuk, di ruang tamu ada Queen yang sedang duduk sambil membaca majalah kesukaan nya. Tapi tak terlihat Kirana dimana pun, mungkin dia sedang berada di kamar.
"Sudah pulang, Mas?" Sapa Queen dengan senyum manis nya.
"Iya sayang, kemana Kiran?"
"Dia di kamar, kata nya mau mandi." Jawab Queen santai.
"Ohh, ya sudah."
"Mas habis dari mana?" Tanya Queen.
"Habis dari toko perhiasan, ngambil cincin kawin. Mas sama Kiran belum punya cincin kawin, tepat nya sih Kiran yang belum punya, kalau Mas kan udah punya." Jeff menunjukkan cincin kawin di tangan nya, cincin yang hampir sama dengan yang di pakai Queen.
"Gapapa, dari pada Mas harus lepas pasang kan?" Balik tanya Jeff pada istrinya.
"Ohh ya sudah, kalau begitu. Itu bawa apa di tas?"
"Waffle sayang, mau?"
"Mau dong, tapi Kiran gimana?" Tanya Queen.
"Mas beli cukup banyak kok, cukup buat kalian berdua. Ini, gelang sama kalung buat kamu, sayang."
"Buat Kiran, Mas beliin juga kan?" Tanya Queen.
"Tentu, Mas belikan sekalian."
"Ohh, oke. Ya sudah, sana kasih sama Kiran."
"Iya sayang, Mas ke kamar dulu ya. Nanti malem, Mas tidur sama kamu kan?" Tanya Jeff.
"Terserah Mas saja." Jawab Queen dengan senyuman manis nya. Jeff menganggukan kepala nya, lalu mulai meniti anak tangga satu persatu menuju ke kamar nya dan Kiran.
Pria itu membuka pintu dan kembali menutup nya, kebetulan Kirana juga baru saja keluar dari kamar mandi, dengan handuk selutut nya.
"E-eehh, Mas.."
"Habis mandi ya?"
"Heem, iya Mas." Jawab Kirana, jujur saja dia sedikit canggung berdekatan dengan suami nya. Mungkin lebih tepat nya takut, ya takut akan di terkam kembali.
__ADS_1
"Kemarilah." Ajak Jeff, pria itu duduk lebih dulu di atas ranjang.
"M-au apa, Mas?"
"Kenapa kamu terlihat canggung, sayang? Kita suami istri kalau kamu lupa, kenapa juga kamu harus menutupi tubuh mu dengan handuk? Aku sudah melihat semua nya, bahkan merasakan nya sayang. Duduklah disini." Jeff menepuk sisi kasur yang masih kosong.
Kirana mengangguk dan duduk di samping sang suami. Meskipun sebenarnya, dia heran. Mau apa suami nya kemari? Astaga, dia lupa. Hak nya saja mau masuk ke kamar istri nya sendiri.
Tiba-tiba saja, Jeff menarik tangan Kirana yang sedari tadi memegang erat handuk yang dia pakai.
"Mas.."
"Jangan terkejut seperti itu, sayang. Kamu seperti ketakutan, memang nya Mas gigit? Enggak kan, cuma nerkam doang." Mendengar itu dari mulut Jeff, Kirana hanya mendengus sebal.
Jeff memakaikan cincin bertahta kan berlian berwarna biru, sama dengan milik Queen, hanya saja milik Queen berlian nya berwarna merah.
"Jangan di lepas, ini cincin kawin kita."
"Terimakasih, Mas. Ini cantik sekali." Jawab Kirana sambil memerhatikan cincin itu di jari manis nya.
"Ya, seperti kamu sayang."
"Gombal."
"Mana ada Mas gombal, fakta nya kamu memang cantik, sayang." Jawab Jeff, pria itu membelai mesra wajah sang istri.
"Mas juga beli kalung sama gelang, di pakai ya?"
"Ini terlalu berlebihan, Mas. Terlihat sangat mencolok."
"Tak apa, sayang. Mas belikan ini buat kamu, Queen juga memakai nya."
"Hmm, ya sudah." Pasrah Kirana, Jeff pun memakaikan kalung nya di leher sang istri. Tak lupa, dia menggoda istri nya dengan cara mencium basah leher sang istri.
"Mas.."
"Iya, maaf sayang. Leher kamu menggoda iman." Jawab Jeff sambil terkekeh.
Jeff melanjutkan dengan memakaikan gelang di tangan sang istri, lalu mengecup punggung tangan Kirana dengan mesra.
Kirana menatap gelang yang melingkar di tangan nya, cantik sekali. Pasti harga nya mahal, mungkin jutaan atau tembus puluhan juta.
"Terimakasih, Mas."
"Berterimakasih lah dengan benar, sayang."
"Cara nya?" Tanya Kirana, dia mana tau cara berterimakasih secara benar menurut Jeff.
Pria itu mengetuk-ngetuk bibir nya, akhirnya Kirana tahu apa yang di inginkan suami nya, yakni sebuah ciuman.
"Mas.."
"Cepatlah, sayang."
Jeff pun mendekatkan wajah nya dan tanpa basa basi, langsung mencium bibir mungil istri nya, melumaat nya dengan lembut namun terasa menuntut.
"Eempphhhh.."
Tangan nakal Jeff membuka simpul handuk sang istri, hingga membuat dua bulatan kenyal istrinya terpampang sempurna. Pria itu meremaas nya dengan lembut dan memainkan puncak kecoklatan itu dengan memilin nya.
"M-as.."
__ADS_1
.....
🌷🌷🌷🌷🌷