Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 59 - Permintaan Queen


__ADS_3

Setelah menyelesaikan makan siang mereka, Queen membawa calon madu nya itu untuk jalan-jalan ke taman. Kirana hanya mengiyakan saja, rasanya tak enak jika harus menolak ajakan wanita ini.


"Huhh, panas banget cuaca nya nya ya." Ucap Queen pada Kirana. Perempuan itu hanya mengangguk mengiyakan sambil menyendok es krim dari cup di tangan nya.


"Kamu cukup pendiam ternyata, Kiran."


"Mungkin karena kita baru bertemu, Kak." Jawab Kirana pelan.


"Biasakan dirimu, setelah ini kita akan sering bertemu, bahkan tinggal bersama sebagai istri Jeffran." Kirana menatap wajah Queen dengan kedua mata yang membulat. Terkejut? Jelas, dia sangat terkejut dengan ucapan yang keluar dari mulut wanita yang nampak cantik meski sangat kurus.


"Maksud kakak, apa ya?"


"Menikahlah dengan Jeff, Kiran." Ucap Queen yang membuat Kirana terhenyak, jantung nya berdetak lebih kencang saat ini. Tak salah kah wanita ini meminta nya menikahi pria yang tak lain adalah suaminya?


"Kak, tapi.."


"Anggap saja ini permintaan ku yang terakhir, Kiran." Lirih Queen membuat Kirana menatap dengan seksama wajah sendu wanita itu.


"Aku lelah dengan semua ini, Kiran. Aku bahkan lelah dengan hidupku sendiri, aku ingin menyerah tapi aku takut Jeff akan menangisi ku." 


"Kak, jangan begini. Harapan untuk sembuh pasti selalu ada." Ucap Kirana.


"Iya, tapi apa yang bisa aku harapkan dari 2% kemungkinan? Itu terlalu kecil untuk bisa aku harapkan, Kiran." 


"Kak.."


"Aku meminta mu menikahi suami ku, dia terlihat bahagia saat bersama mu. Kamu adalah orang yang tepat, Kiran." 


"Tapi, aku.."


"Hmm, aku tau ini mungkin terlalu mendadak untukmu. Tapi, aku tak bisa pergi dengan tenang sebelum suamiku mendapatkan pengganti ku. Jika kamu menikah dengan nya, aku akan tenang. Setidaknya, dia mungkin takkan merasa terlalu kehilangan saat aku pergi nanti karena ada kamu yang akan menguatkan nya, Kiran." 


Kirana terdiam, dia terus menatap wajah Queen yang nampak sendu itu. Senyuman kebahagiaan yang tadi selalu dia tunjukkan, kini hilang entah kemana. Berganti dengan raut wajah kesedihan yang mendalam. 


"Kamu tau penyakit ku kan? Kanker rahim stadium empat, dengan hal itu aku tak bisa memberikan Jeff keturunan. Tapi, kamu bisa memberikan nya karena rahim mu baik-baik saja. Selain penyakit itu, aku juga punya penyakit lain, Kiran."


"Maksud kakak?" Tanya Kirana.


"Selain kanker rahim, aku juga mengidap kanker otak stadium empat juga. Hal itu membuat ingatan ku buruk, Kiran." 


"Satu hal yang paling aku takuti adalah, aku takut melupakan Jeff, melupakan semua kenangan indah bersama nya, Kiran." Lirih Queen, kepala nya tertunduk. 


"Kakak, apa tuan Jeff tau?"

__ADS_1


"Tidak, jangan sampai dia tahu. Biarlah dia tau kalau aku hanya mengidap kanker rahim, aku tak mau membuat nya terbebani atau malah kepikiran nanti."


"Tapi kak, tuan Jeff harus tau." Lirih Kirana. Wanita itu mendongak, lalu menatap Kirana dengan senyum kecil nya.


"Tidak, jangan beritahukan dia ya? Aku mohon padamu, Kiran."


"Kak.."


"Aku sudah pasrah dengan semua ini, Kiran. Itulah alasan nya kenapa aku ingin kamu menikah dengan Jeff, karena aku yakin hidup ku mungkin takkan lama lagi. Bisa hari ini, besok atau lusa." 


"Kakak, jangan bicara semacam itu." 


"Hmm, tapi inilah kenyataan nya Kiran. Orang yang sehat pun pada akhirnya akan mati, apalagi aku?" Queen tertawa hambar yang membuat hati Kirana terasa sangat sakit. 


Queen sangat tabah dengan segala cobaan yang dia dapatkan, penyakit berbahaya juga harus merelakan suaminya untuk bersama wanita lain. 


"Jadi, aku mohon menikahlah dengan Jeff, Kiran. Selain memenuhi permintaan ku, kamu juga akan mendapatkan status yang jelas. Bukankah suamiku yang sudah merenggut kesucian mu, Kiran?"


"Maafkan aku, Kak. Hari itu, penyakit ibu kambuh dan harus di operasi. Aku bingung harus meminta tolong pada siapa, akhirnya aku minta tolong pada Tuan Jeff, tapi sebagai imbalan nya dia meminta saya menjadi pemuaas nya."


"Saya menyanggupi nya karena memang keadaan nya darurat dan saya tak punya pilihan lain, kak." Jelas Kirana membuat Queen tersenyum.


"Kamu anak yang baik, berbakti pada orang tua."


"Masih ada aku, juga Jeff yang akan selalu menjaga mu, Kiran." Ucap Queen, membuat Kirana terdiam. Dia cukup bingung dengan permintaan wanita di depan nya.


"Jadi, kamu setuju kan?" Kirana menghela nafas nya, lalu menghembuskan nya dengan perlahan. 


"Baiklah, Kak. Aku mau menikah dengan tuan Jeff."


"Aahh terimakasih, Kiran." Queen memeluk Kirana dengan erat, dia tersenyum bahagia setelah mendengar jawaban perempuan itu. 


"Kak.."


"Iya, kenapa?" Tanya Queen, wanita itu melerai pelukan nya.


"Aaa tidak ada apa-apa kak." 


"Hmmm, jangan canggung padaku. Setelah ini kamu akan menjadi adik madu ku, kita akan tinggal bersama ya? Biar aku gak kesepian." 


"Tentu saja, Kak." Jawab Kirana dengan senyum nya.


"Jadi, besok kita pergi untuk mencari pakaian pengantin untuk mu ya?" 

__ADS_1


"Kak, apa tidak terlalu cepat?"


"Tidak, justru lebih cepat lebih baik, Kiran." Jawab Queen dengan antusias. 


"Baiklah, terserah kakak saja."


"Sekarang, ayo kita pulang? Aku antar pulang ya? Kamu tinggal di unit apartemen suami ku kan?" 


"Dari mana kakak tau?" Tanya Kirana heran.


"Tentu saja aku tahu, selama ini aku memata-matai suamiku, hehe." 


"Sekali lagi aku minta maaf, kak."


"Tidak apa-apa, Kiran. Selama dia bahagia, aku tak masalah." Jawab Queen, wanita itu masih bisa tersenyum manis saat mengatakan hal itu. Betapa tegar nya hati wanita itu menerima dengan lapang dada kalau suaminya berpaling dan kini dirinya tengah bersama wanita yang notabene nya adalah selingkuhan suaminya.


"Kakak.."


"Sudah, jangan menatap ku seperti itu. Aku tak sebaik yang kamu kira kok, yuk kita pulang. Aku lelah, ingin istirahat di rumah."


"Hmmm, baiklah kak." Jawab Kirana. Kedua nya pun meninggalkan taman dengan tangan yang saling berpegangan, seperti kakak beradik yang akur. Tapi nyatanya, dua wanita itu adalah wanita yang sama-sama mengisi hati Jeff saat ini.


Kirana turun dari mobil setelah mobil yang di kendarai supir kantor itu sampai di gedung apartemen yang di tinggali oleh Kirana.


"Aku pulang dulu ya, Kak."


"Iya, beristirahat lah. Mungkin besok kita akan sangat sibuk." Ucap Queen, Kirana mengangguk mengiyakan.


"Hati-hati di jalan ya kak." 


"Iya, Kiran." Kedua nya berpelukan lalu saling mengecup pipi kanan dan kiri. Queen kembali ke dalam mobil dan melambaikan tangan nya ke arah Kirana saat mobil mulai melaju menjauh dari perempuan itu.


Kirana masuk ke dalam apartemen dan segera membaringkan tubuhnya di ranjang, kejadian hari ini benar-benar tak terduga. Dia menyangka akan terjadi adegan jambak menjambak saat istri sah menciduk suaminya tengah bercumbu dengan wanita lain, tapi nyatanya hal itu tak terjadi.


Dia ketakutan akan hal itu, tentu saja. Mau tidak mau pun, sebutan pelakor mungkin pantas di sematkan padanya. Tapi ternyata, Queen bukan tipe wanita yang seperti itu, dia bahkan dengan terang-terangan malah meminta nya untuk menikah dengan suaminya. Sungguh tidak terduga. 


Sedangkan di kantor, Jeff menerima pesan dari Queen. Dia langsung membuka pesan dari istri pertama nya itu dan membaca nya.


'Mas, aku sudah mengantarkan Kirana pulang ke apartemen. Pulanglah dan temani dia, jika urusan mu di kantor sudah selesai.' Isi pesan yang membuat Jeff tersenyum getir. Bagaimana bisa istrinya mengirim pesan ini pada suaminya sendiri?


.....


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2