Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 84 - Terciduk Calon Mertua


__ADS_3

Kedua insan itu masih melanjutkan ciuman panas mereka, Hanna duduk di meja kompor dengan kaki yang mengaangkang karena Andre berdiri tepat di tengah-tengah nya, bunyi decapan nikmat mulai terdengar memenuhi dapur, suasana sejuk karena sebentar lagi akan turun hujan malah terasa panas seiring ciuman mereka yang semakin dalam. Andre mereemas buah kembar itu dengan lembut, membuat gadis nya sesekali melenguh dalam ciuman itu.


Hanna juga tak menolak dia juga ikut menikmati perlakuan Andre pada tubuhnya. Rasanya munafik saja jika dia tak menikmati apa yang mereka lakukan sekarang, buktinya dia diam saja saat tangan Andre mulai meraba-raba dada nya. Andre melepaskan ciuman nya secara tiba-tiba, membuat Hanna mengernyit heran.


"Kenapa di lepas?" Tanya nya dengan nafas yang tak beraturan, bermain adu bibir dengan durasi lama tentu saja membuat nafas nya tersengal.


"Buka ya? Pengen neneen." Pinta Andre, Hanna menganggukan kepala nya, membuat pria itu berbinar dan langsung membuka kancing kemeja yang Hanna pakai, hanya beberapa saja untuk mempermudah nya menyusu di dada kenyal milik Hanna yang selama ini hanya bisa dia pegang tanpa melihatnya secara langsung, tapi sekarang dia akan melihatnya bahkan merasakan nya.


Secepat kilat, kedua buah pepaya milik Hanna sudah tersaji di depan mata, tanpa basa basi lagi, Andre langsung memakan puncak nya yang terlihat sangat menggoda. Hanna mendongak dengan kedua mata yang terpejam, ini sungguh pengalaman pertama nya ada yang menyusu di dada nya, bukan bayi tapi pria dewasa.


"Eenghh.." Lenguuh Hanna saat pria itu menyesap kuat dada nya, hingga meninggalkan bekas kemerahan di sekitar gunung kembarnya. Sebelah tangan Andre pun tak menganggur, dia meremas lembut sebelah buah kenyal Hanna, membuat perempuan itu melayang menembus cakrawala.


Plurpp..


Andre melepaskan kuluuman nya di puncak dada kenyal nya, pria itu kembali mencium bibir Hanna dengan tangan yang sibuk memainkan buah kenyal nan ranum itu, memilin puncak kemerahan di dada Hanna dengan gemas.


Hanna melingkarkan tangan nya di leher kokoh Andre, bibir mereka saling beradu, bahkan Andre sudah menelusupkan lidah nya ke dalam mulut Hanna, mengabsen setiap inchi rongga mulut perempuan itu dengan nikmatnya.


"Eemmm.." Hanna kembali melenguh saat bibir Andre mulai bermain-main di lehernya, lagi-lagi menyesap nya kuat hingga tanda merah tercetak jelas di leher Hanna, tapi nafsu sudah menguasai keduanya, hingga Hanna tak sadar kalau tanda itu pasti akan menimbulkan kecurigaan esok hari.


"Sayang, pengen." Dia merengek tapi tangannya tetap memainkan puncak buah kenyal Hanna.


"Pengen apa, hmm?"


"Pengen uhh ahh, Yang." Jawab Andre dengan senyum nakalnya, membuat Hanna langsung paham apa yang di inginkan pria di depannya ini.

__ADS_1


"Enggak, udah ya? Aku capek mau tidur dulu."


"Masih pengen, gak bisa gitu. Lihat nih, punyaku bangun gara-gara kamu."


"Lho kok gara-gara aku? Yang nyerang aku duluan siapa, kamu kan? Jadi itu bukan salah aku." Jawab Hanna santai.


"Bantu keluarin susu kental manis nya dong? Biar aku bobok nyenyak." Pinta Andre membuat Hanna membulatkan matanya. Meski dia sudah sering berciuman dan di raba-raba, tapi melihat senjata milik pria? Dia belum pernah sama sekali secara langsung, meski sudah beberapa kali menonton video dewasa di ponsel, tapi kan bagian itu di blur jadi tidak terlihat jelas bagaimana bentuknya.


"Enggak, jangan macam-macam deh."


"Yaudah, mainin dari luar aja ya?" Andre masih belum menyerah membujuk perempuan di depannya dengan jurus rayuan mautnya. Hanna diam saja, tak berniat mengiyakan permintaan pria itu, tapi ya bukan Andre namanya kalau tidak seenaknya.


Dia kembali menyerang bibir Hanna, tangan yang tadinya melingkar di leher nya dia tarik dan meletakan tangan itu di bagian celana nya yang menggembung. Hanna kaget, dia refleks menarik tangannya, tapi Andre kembali meletakan nya di area pribadi nya dan menggerakan tangan itu naik turun. Keduanya kembali berciuman mesra, tak berpindah posisi masih di dapur dengan cahaya temaram karena lampu utama di ruang tengah sudah di matikan.


Tak sengaja tangan Andre menyenggol panci di dekat kompor, membuat nya terjatuh dan menimbulkan suara gaduh yang cukup mengganggu. Andre panik bukan main, bagaimana kalau Mama Dita terbangun dari tidurnya, bahaya kalau sampai terciduk. Andre langsung merapikan pakaian Hanna yang tadi dia acak-acak, mengancingkan kembali kancing kemeja perempuan itu dengan cepat.


"Kenapa? Udahan?" Tanya Hanna dengan kening yang mengernyit heran, pasalnya dia mulai menikmati semua nya, bahkan tubuh nya terasa panas saat ini.


"Besok lagi ya? Kita ke hotel besok."


"Idih, ngapain ke hotel?"


"Unboxing kamu dong, apalagi." Jawab Andre santai, Hanna menepuk lengan Andre cukup kuat, tapi pria itu malah terkekeh. Hanna turun dari meja kompor dan melanjutkan kembali acara nyuci piring yang sempat tertunda karena adegan ciuman tadi, Andre memang selalu bisa memanfaatkan situasi, meskipun dalam keadaan yang mendesak sekalipun.


Andre kembali memeluk Hanna dari belakang, menyandarkan dagu nya di pundak perempuan itu dengan manja. Iseng, dia menggigit tengkuk leher Hanna dengan gemas, membuat nya memekik pelan.

__ADS_1


"Nakal nya kamu ini." Gerutu Hanna, tapi Andre hanya cengengesan saja membuat Hanna kesal adalah hobi barunya.


"Belum selesai cuci piring nya?" Tanya Mama Dita yang tiba-tiba saja datang, membuat Andre terkejut dan langsung melepaskan pelukan nya. Dia tersenyum canggung saat Mama Dita menatapnya, ketahuan oleh calon ibu mertua saat bermanja-manja dengan putrinya, siapa yang tak malu?


"Sedikit lagi Ma, dari tadi dia ngerecokin aku terus, jadinya gak selesai-selesai." Jawab Hanna, berusaha setenang mungkin. Meskipun dalam hati dia juga di landa kegugupan, tapi masih mendinglah, ketahuan nya saat peluk doang, gimana kalau sedang ciuman dan sesi menyusui tadi? Pasti mama Dita murka.


"Sepertinya Nak Andre sudah nempel sama kamu Hanna, di percepat saja ya."


"Apanya sih, Ma?" Tanya Hanna sedikit ketus.


"Nikah nya, takutnya keburu terjadi sesuatu yang tidak di inginkan." Celetuk Mama Dita membuat wajah Andre memerah seketika. Dia menyangka kalau Mama Dita pasti melihat perbuatan yang dia lakukan pada putrinya.


"Kalau aku sih mau-mau aja Bu, lebih cepat lebih baik. Lagipun kita kan cocok, udah deket juga." Jawab Andre, membuat Mama Dita menoleh. Tapi Andre terlihat salah tingkah dan memalingkan wajah nya yang memerah.


"Yaudah, minggu depan lamaran ya?"


"Iya Bu, nanti Andre bilangin sama Mama. Eemm, besok Andre mau bawa Hanna ke rumah boleh?" Ucap Andre meminta izin pada Ibunya Hanna, sekaligus calon ibu mertua nya.


"Boleh, bawa saja biar dia terbiasa nanti." Jawab Mama Dita memperbolehkan, membuat Hanna langsung menatap ke arah ibunya.


'Mampus, gimana kalo di ajak ngamar nanti? Mama, kenapa ngizinin sih? Mama gak tau aja itu mesuum, tapi sialnya aku malah suka.' batin Hanna, dia melirik Andre yang menyeringai. Sudah pasti dia memiliki niat tertentu dengan mengajak nya ke rumah. Tentunya berhubungan dengan perbuatan mesuum.


......


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2