Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 43 -


__ADS_3

"Tidak apa-apa, Sayang." Jawab Jeffran, makin memerah saja wajah Kirana saat mendengar panggilan sayang yang meluncur begitu saja dari mulut Jeff.


Jeff membelai wajah Kirana dan kembali menyambar bibir ranum berwarna kemerahan itu, sebelah tangan nya juga menekan tengkuk perempuan itu agar ciuman nya semakin dalam. Tangan kekar pria itu mulai merayap kemana-mana, meraba apa yang biasa dia raba dan buah kembar nan kenyal milik Kirana adalah target nya.


Jeffran meremaas lembut buah itu, sedangkan Kirana menyingkirkan rambut nya ke belakang agar tak menghalangi sesi ciuman panas nya dengan Jeff, dia juga melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh Jeff.


Jeff mendorong pelan tubuh Kirana dan membuat perempuan itu setengah terbaring di kursi mobil yang tengah melaju, suara decapan nikmat mewarnai suasana mobil itu, membuat Pak Amar langsung memutar musik agar tak terpengaruh dengan suara-suara laknat yang di buat oleh sepasang insan di belakang kursi nya itu.


Jeff melonggarkan dasi nya dan kembali mengungkung tubuh sekretaris cantik nya, dia juga membuka tali blouse Kirana, mengeluarkan buah kenyal nya itu dan mengulum puncak nya dengan tak sabar.


"Aahhhh..." Kirana mendesah saat Jeff menggigit putiing susu nya. Hingga permainan itu terus berlanjut hingga mobil berhenti di kawasan rumah sakit. Pak Amar memarkir mobil dengan hati-hati, dia keluar lebih dulu takut mengganggu bos nya yang sedang beradu bibir di dalam mobil itu sambil berjaga kalau-kalau ada yang melihat mobil bergoyang.


Jeff menyelesaikan permainan, dengan menyesap kuat leher Kirana hingga berbekas kemerahan yang begitu jelas di leher perempuan itu.


"Kemana pergi nya tanda yang tadi pagi aku buat?"


"Saya menutupi nya dengan concealer, Tuan." Jawab Kirana dengan nafas ngos-ngosan.


"Baiklah, tapi jika sedang bersama ku tak usah menutupi nya."


"Baik tuan, apa ini sudah sampai?"


"Ya, sepertinya sudah, Pak Amar juga tak ada di tempat nya." Jawab Jeff, dia merapikan dasi nya juga pakaian nya, terlebih celana nya yang kusut karena si junior bangkit.


Kirana juga bangkit dari rebahan nya, dia juga sibuk merapikan pakaian nya dan keluar bersamaan dengan Jeffran.


Kirana duduk di samping ibu nya, sedangkan Jeff entah kemana. Pria itu pergi keluar tadi, tapi sampai sekarang belum kembali. Tapi tak lama terdengar beberapa orang yang bergaduh di luar, Kirana mendekat dan dia melihat beberapa orang sedang membawa kasur yang cukup besar dengan ranjang dorong, dan siapa pelaku nya kalau bukan Jeff.


"Masukkan ranjang itu ke dalam."


"Baik tuan." Jawab mereka yang ternyata adalah anak buah Jeff. Mereka memasukkan kasur dan ranjang nya kedalam ruangan, membuat ruangan itu cukup sempit sekarang.


"Ada apa ini?" Tanya Kirana.

__ADS_1


"Tak ada, hanya kasur untuk mu tidur." Jawab pria itu datar.


"Tapi ini membuat ruangan nya sempit, Tuan."


"Tak masalah, kau disini hanya waktu malam hari. Lagi pula kalau ada ranjang tambahan, kita bisa melakukan nya disini, tidak perlu di kamar mandi lagi." Jawab Jeff frontal membuat wajah Kirana memerah, bisa-bisa nya Jeff berkata begitu padahal sedang banyak orang disini tanpa malu sedikitpun.


"Kau selalu saja merona, Kiran." Goda Jeff. Menggoda Kirana seperti sebuah hobi baru untuk Jeff sekarang.


Jeff mendekatkan wajah nya, seperti biasa Kirana refleks memejamkan mata nya. Dia kira Jeff akan mencium nya seperti waktu itu, padahal pria itu hanya berbisik.


"Kau tau? Wajah merah mu begitu menggoda." Bisik Jeff tepat di telinga nya.


Blushh..


Wajah Kirana dua kali bertambah merah saat mendengar suara seksii pria itu, juga hembusan nafas hangat pria itu menyapu leher nya, membuat nya merinding.


"Sudah selesai tuan."


"Kalian bisa pergi, aku disini dulu." Jawab Jeff santai, lalu duduk di sofa dengan kaki yang dia angkat.


"Anda tak berniat pulang?"


"Kau mengusirku? Setelah aku membelikan mu kasur untuk tidur?" Tanya Jeff.


"Lalu disini mau ngapain?" Balik tanya Kirana.


"Menemani mu lah, apalagi."


"Sebaiknya anda pulang, Nyonya Queen pasti membutuhkan anda." Saran Kirana, padahal dia sudah sangat lelah dan ingin segera tidur, tenggelam dalam alam mimpi.


"Kau lelah? Tidur saja, aku akan pulang jika kau sudah tidur." Jawab Jeff acuh.


"Apa saya bisa percaya kalau tuan takkan macam-macam saat saya tidur?"

__ADS_1


"Aku tak suka melakukan nya sembunyi-sembunyi, aku lebih suka melakukan nya saat kamu sadar, itu lebih nikmat. Apalagi jika kamu teriak-teriak keenakan, itu membuat ku lebih bernafsuu." Jawab Jeff dengan senyuman nakal nya, membuat Kirana memutar mata nya jengah.


Akhirnya, Kirana membaringkan tubuh nya di ranjang, menyelimuti tubuh nya dengan selimut yang juga tersedia. Dia terlihat tak nyaman karena Jeff terus memperhatikan nya, dan kenapa juga tiba-tiba dia tak bisa tidur, mata yang tadi nya sudah lelah itu kini mendadak segar kembali.


"Kenapa? Tak bisa tidur, mau di peluk dulu?" Tawar Jeff tapi Kirana langsung menggelengkan kepala nya, malu dong rasanya kalau dia mengangguk. Padahal sebenarnya memang dia menginginkan pelukan hangat pria itu.


"Kalau begitu cepatlah tidur. Sudah cukup malam." Kirana mengangguk, tapi sudah satu jam dia belum kunjung bisa tidur, sudah terlentang, miring kanan kiri, menelungkup, tapi tetap saja belum bisa tidur juga. Itu membuat Jeff sangat gemas, dia berjalan mendekati ranjang dan merangkak naik ke atas nya. Memeluk Kirana dari belakang karena saat ini Kirana tidur miring ke kanan.


"Tuan.."


"Diamlah, aku hanya memeluk mu sampai kau tidur. Setelah itu aku akan pulang." Jawab Jeff, Kirana pasrah saja karena pelukan pria itu terasa sangat nyaman. Benar saja, pelukan pria itu sangat ampuh dan membuat nya bisa tertidur hanya dalam hitungan menit saja.


Setelah memastikan gadis nya tidur nyenyak, Jeff melerai pelukan nya. Lalu mengecup kening Kirana dan mengusap wajah cantiknya.


"Selamat tidur, Kirana. Have a nice dream." Bisik nya. Pria itu menyelimuti Kirana, lalu berbalik dan pergi dari ruangan itu.


Jeff pulang ke rumah nya, dia melihat istrinya belum tertidur. Dia memang sudah tau kalau Queen sudah sadar lewat kabar dari Anna.


"Malam sayang.."


"Malam, Mas. Darimana saja?" Tanya Queen dengan senyum hangat nya.


"Mas dari rumah sakit, jengukin Ibu nya Kiran." Jawab Jeff jujur.


"Masih belum bangun juga?" Tanya Queen lagi. Dia cukup penasaran dengan sosok perempuan bernama Kirana itu. Secantik apa orang nya?


"Belum Yang, masih koma. Cuma kemaren ada perkembangan, beliau nangis kata Kiran." Jawab Jeff, dia mengendurkan dasi yang seharian ini terasa mencekik leher nya.


"Mas.."


"Iya sayang, kenapa?" Tanya Jeff, dia sedang melepas kemeja dan celana bahan nya, lalu mengganti nya dengan piyama tidur.


"Apa Mas sudah mendapat pengganti aku?" Tanya Queen, membuat wajah Jeff berubah pucat.

__ADS_1


.....


🌷🌷🌷🌷


__ADS_2