
Andre mengantarkan Jeff pulang, dengan susah payah dia memapah tubuh besar Jeff yang sudah kehilangan kendali atas dirinya sendiri akibat obat perangsaang yang di bubuhkan dalam minuman oleh si biang kerok, siapa lagi kalau bukan Samuel.
"Kau sangat menyusahkan sekali, Jeff!" Gerutu Andre, dia berusaha membawa Jeff menaiki tangga. Tapi tubuh nya yang sedikit lebih kecil dari Jeff sangat kesulitan untuk membawa pria itu meniti tangga. But, dengan usaha dan kerja keras nya Andre berhasil membawa Jeffran ke kamar nya. Dia membuka pintu dengan perlahan, membuat Kirana yang sudah terlelap langsung terbangun seketika.
"Mas, sudah pulang?" Tanya nya, dia pikir hanya Jeff yang pulang tapi ternyata dia melihat ada dua pria.
"Lho, Andre dia kenapa?" Tanya Kirana lagi saat melihat keadaan suami nya yang super duper berantakan.
"Bantu aku cepat, ini berat!" Pinta Andre, Kirana langsung bangkit dan membantu memapah Jeffran dan membaringkan nya di ranjang.
"Sam memberi obat perangsaang tadi, dia juga sempat membawa suami mu ke hotel dan menyewa seorang PSK untuk menjebak Jeff." Jelas Andre, setelah membaringkan pria itu di ranjang.
"Ya ampun dia gak ada habisnya bikin ulah, kalau begitu terimakasih sudah membawa suami ku pulang."
"No problem, gue balik dulu." Pamit Andre lalu keluar dari kamar itu dan menutup pintu nya kembali.
Kirana menggelengkan kepala nya, dia heran sekaligus marah dengan perbuatan Sam. Dia menutup pintu lalu berjalan mendekat ke arah ranjang dan melepaskan sepatu di kaki sang suami, dia juga mengambil kompresan karena suami nya demam, kening nya terasa panas.
Tapi, baru saja Kirana akan mengambil sapu tangan di kening suami nya, sebuah tangan kekar itu mencengkeram tangan nya.
"Mas.."
"Kiran, tolong aku. Tubuhku panas sekali." Ucap Jeff dengan suara berat nan serak nya seperti menahan sesuatu yang bergejolak di tubuhnya.
"Tapi, Mas..." Ucapan Kirana terpotong saat bibir Jeffran meluumat paksa bibir tipis kemerahan milik Kirana dengan brutal, tak ada kelembutan sama sekali, mungkin ini karena efek obat perangsaang yang di berikan oleh Sam, pria itu memang brengsek!
"Eemmhh, Mas.." Jeff menarik tangan istri nya, membuatnya berbaring lalu menindih nya tanpa melepaskan ciuman nya.
Jeff terus menciumi bibir Kirana dengan liar, tangan nya juga tak tinggal diam, dia meremas buah kenyal milik istri nya dengan kasar hingga membuat perempuan itu meringis. Setelah cukup dengan bibir, Jeff turun dan memainkan leher Kirana memberi nya banyak sekali tanda kemerahan yang meninggalkan rasa perih.
"Aahhh, tolong pelan-pelan, Mas." Kirana meringis saat Jeffran memakan puncak buah kenyal nya itu dengan rakus dan bernafsuu. Sama seperti di leher, Jeff juga meninggalkan banyak bekas kemerahan di dada kenyal milik perempuan cantik itu.
"Mass.." Kirana memekik saat tiba-tiba tanpa aba-aba terlebih dahulu Jeff langsung menyatukan diri, padahal milik nya belum sepenuhnya basah, itu membuat inti nya sangat berkedut.
Jeff seolah tak peduli akan rasa sakit yang sudah di tunjukan oleh Kirana, sedangkan Kirana sudah meneteskan air mata nya, ini benar-benar penyatuan paling kasar yang pernah pria itu lakukan. Selama ini, Jeffran selalu melakukan nya dengan lembut dan dengan pemanasan yang membuat inti nya siap di masuki, tapi kali ini?
Kirana benar-benar tak bisa menikmati penyatuan mereka kali ini, Jeff benar-benar terlihat seperti bukan Jeff karena pengaruh dari obat sialan itu. Suami nya nampak seperti orang lain saat ini.
Jeffran menggoyangkan pinggulnya dengan kuat, beberapa kali Kirana meringis menahan sakit di perut bawahnya, meminta berhenti pun percuma karena Jeff sedang berada di bawah pengaruh obat perangsaang yang membuat nafsuu nya tak terkendali, dia menggila!
"Berhenti, Mas! Kau menyakitiku!" Pinta Kirana, tapi Jeff seolah tuli dan tak mendengarkan permintaan istri nya yang memintanya berhenti.
Hingga satu jam kemudian, Jeff mengerang panjang saat dia melepaskan bibit kecebong nya kembali di dalam rahim sang istri. Dia melepaskan penyatuan nya dan langsung tertidur. Tapi tidak dengan Kirana, ini memang bukan penyatuan terlama, dia pernah melayani suami nya itu selama dua jam tanpa jeda.
Tapi karena sikap pria itu yang lembut, tentunya membuatnya nyaman, tapi kali ini miliknya terasa di koyak paksa oleh pria itu. Kirana memang tak bisa menyalahkan suami nya, karena ini juga bukan kemauan nya, tapi dia sungguh merutuki pria bernama Samuel Robertson.
"Bajingan, brengsek! Kau membuat aku tersiksa karena ulah mu, Sam!" Gumam Kirana, dia merasakan perih luar biasa di inti nya. Dia menangis, tapi kali ini dia menangis sendirian tanpa Jeff, karena pria itu langsung tertidur setelah nafsuu nya terpenuhi.
Tak lama kemudian, Kirana pun tertidur karena kelelahan setelah melayani nafsuu suami nya yang lain, karena Jeff yang biasa nya tak seperti ini. Dia selalu memperlakukan nya dengan sangat sangat baik.
__ADS_1
Kirana tertidur dengan tubuh polos, begitu juga dengan Jeff. Pakaian mereka berserakan di lantai, bahkan celana segitiga dan piyama yang di pakai Kirana tadi di robek paksa oleh Jeff, biarlah pakaian itu yang menjadi saksi betapa ganas nya Jeff semalam.
Pagi harinya, Jeff mengerjapkan mata nya. Dia melenguuh beberapa kali lalu merentangkan tangan nya yang terasa pegal, entah kenapa tubuh nya terasa sangat lelah. Dia mengedarkan pandangan nya ke sekeliling ruangan ini.
"Ini kamar ku." Gumam Jeffran sambil menggelengkan kepala nya, mengusir rasa pusing yang terasa sangat mengganggu.
Jeff melirik sang istri yang tertidur tanpa busana dengan memiringkan tubuhnya membelakangi. Jeffran mengernyit saat melihat pundak sang istri yang terdapat luka lebam, kenapa dengan istrinya? Lalu dia menurunkan pandangan nya, kondisi nya tak jauh berbeda dengan Kirana, tanpa pakaian sedikit pun yang menempel di tubuhnya.
"Tunggu, kenapa aku bisa disini?" Jeff berusaha mengingat-ingat, dan setelah berhasil mengingatnya dia mengepalkan kedua tangan nya, dia ingat sedang berada di tempat reunian bersama sahabat-sahabat nya, tapi tiba-tiba Sam datang dan membuat kekacauan, setelahnya dia tak ingat lagi.
"Sayang.." panggil Jeff lirih, dia menatap lekat wajah sang istri. Jejak air mata terlihat jelas di bawah mata nya.
"Sudah bangun, Mas?" Tanya Kirana, dia bangkit dari tiduran nya dan berusaha duduk. Tapi intinya terlalu sakit hingga membuatnya meringis.
"Ada yang sakit, kamu kenapa sayang?" Tanya Jeff dengan raut wajah khawatir, Kirana menatap suami nya dengan sendu. Pria benar-benar melupakan ke kasaran yang sudah dia lakukan tadi malam padanya.
"Sayang, kamu kenapa?" Jeff menyibak rambut yang menutupi leher sang istri, dia terhenyak saat melihat banyak sekali tanda merah yang menghiasi seluruh leher Kirana hingga ke dada nya.
"S-ayang, ini.."
"Kenapa? Ini kamu yang buat, Mas!"
"A-aku?" Tanya Jeff sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Kamu gak ingat menggagahii aku dengan kasar semalam? Bahkan inti ku sampai sakit karena ulah mu itu!" Ketus Kirana, meski dia tahu ini bukan sepenuhnya salah suami nya karena dia berada dalam pengaruh obat perangsaang, tapi tetap saja dia merasa kesal.
"Kamu lihat ini Mas? Ini bekas tangan kamu lho." Kirana menunjukan lebam di pipi nya karena tamparan Jeff tadi malam saat dirinya mencoba menolak sentuhan Jeff yang sangat kasar.
"Sayang, maaf aku tak sengaja. Ini semua karena ulah.."
"Sam kan? Aku tahu," potong Kirana sambil memalingkan wajah nya.
"Tahu, dari siapa Darl?"
"Andre, dia yang mengantar mu pulang." Jawab Kirana datar, dia mencoba bangkit dari tiduran nya, tapi dia hampir terhuyung karena terasa sangat sakit di bagian inti nya. Rasa nya seperti pecah perawaan waktu itu.
"Sayang.." Jeff langsung menangkap tubuh sang istri yang oleng. Jeff memeluk tubuh istri nya, dia minta maaf terus menerus pada sang istri yang sudah dia aniaya semalam.
"Maaf Sayang, demi apapun sungguh Mas tak sengaja."
"Iya gapapa Mas, tapi ini aku sakit banget." Keluh Kirana sambil meringis, merasakan inti nya yang benar-benar sakit.
"Aku belikan obat ya,"
"Emang ada obat buat itu Mas?" Tanya Kirana.
"Ada sayang, nanti aku suruh Andre buat beliin. Sekarang kamu mau kemana?" Tanya Jeffran.
"Mau pipis ke kamar mandi, Mas."
__ADS_1
Jeff pun menggendong istri nya ke kamar mandi dan mendudukan sang istri di closet. Dia keluar dan membiarkan dulu sang istri menunaikan hajat nya, dia meraih bathrobe dan memakai nya. Tak sengaja matanya menangkap sesuatu yang janggal dengan pakaian yang teronggok di lantai itu, dia mengambil nya dan membentangkan nya. Dia menatap pakaian sang istri yang robek menjadi dua itu dengan nanar, sekasar itu kah dia semalam?
"Sial, Samuel Brengsekk!" Rutuk Jeffran, dia mengambil ponsel dan menghubungi seseorang yang entah siapa.
"Bereskan lalu bawa ke markas!" Perintah Jeffran lalu segera mematikan sambungan ponsel nya, dia pun menyusul sang istri ke kamar mandi.
Demi apapun dia sangat merasa bersalah pada istrinya, dia mengalami penganiayaan hingga pipi kanan dan pundak nya lebam, leher dan dada nya di penuhi tanda merah.
"Istriku, aku minta maaf!"
"Tak apa-apa suamiku, aku mengerti. Ini bukan sepenuhnya kesalahan mu kan? Sudahlah, aku baik-baik saja." Jawab Kirana, dia tersenyum lalu merentangkan tangan nya meminta di gendong.
Dengan senang hati Jeff menggendong istrinya dan mendudukan nya di bath up, keduanya pun mandi bersama dengan di iringi canda tawa dan kemesraan ala sepasang pengantin baru.
Setelah selesai mandi, Jeff kembali menggendong istrinya keluar dari kamar mandi. Pria itu mendudukan istri nya di sisi ranjang dengan perlahan.
Jeff berlutut di depan Kirana, dia mendekat lalu memeluk perut Kirana yang masih datar. Mendusel dan mengecupi nya bertubi-tubi.
"Apa dia baik-baik saja, sayang? Kita pergi periksa ke dokte ya? Aku takut dia kenapa-napa karena perbuatan ku semalam." Ucap Jeff dengan lembut, wajah nya sangat menyiratkan ke khawatiran yang mendalam. Dia juga merasa bersalah pada sang istri.
Kalau saja, dia tak pergi ke acara reuni itu mungkin saja hal ini takkan terjadi. Tapi kembali lagi, ini mungkin sudah takdir nya.
"Iya, dia baik-baik saja kok Mas. Tak perlu khawatir, besok saja ya kita periksa nya?"
"Besok, kita kan mengadakan resepsi sayang."
"Hmmm, padahal kenapa sih harus ngadain resepsi? Kan kita udah resmi nikah, malahan aku udah hamil lagi." Jawab Kirana sambil mengusap rambut suami nya yang tersuruk di perut nya.
"Tidak, waktu itu kita menikah hanya di hadiri oleh keluarga terdekat saja, sekarang aku ingin seluruh dunia tahu kalau Kirana adalah milik Jeffran!" Tegas Jeff membuat Kirana menghembuskan nafas nya dengan kasar.
"Hambur-hamburin uang aja deh, Mas."
"Gapapa, kamu gak usah khawatir bakal kekurangan uang belanja setelah resepsi selesai. Kita juga akan mengulang pemberkatan kita, semua nya dari awal dengan kamera yang menyorot kita sayang."
"Memang nya harus ya?"
"Haruslah, biar gak ada lagi yang ngatain kamu karena mereka tahu kalau kamu istri aku sekarang. Dan itu artinya, mereka gak bakalan bisa bersaing dengan ku untuk menyakiti mu." Jawab Jeffran.
"Ya, baiklah terserah Tuan Jeffran saja."
"Gitu dong nurut sama suami."
"Hmmm, iya iya." Jawab Kirana. Jujur saja, dia sebenarnya kurang setuju dengan niat suami nya untuk mengadakan pesta resepsi pernikahan. Tidak, bukan resepsi. Tapi pernikahan yang di ulang dengan pesta megah yang sudah di rencanakan matang-matang, karena saat menikah mereka tidak berpesta.
Entahlah, akan semelelahkan apa esok hari. Yang jelas, dia harus bersiap untuk acara itu karena tamu Jeff bukanlah kalangan sembarangan. Mereka sudah bisa di pastikan berpengaruh di negara nya masing-masing.
..,..
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1