Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 89 - Suara Mistis Dari Dalam Guci?


__ADS_3

Jeff dan Kirana tidak menyadari saat kedua nya tadi bermain di atas ranjang dengan bebas nya, ada seseorang yang mendengar suara-suara mistis yang di keluarkan kedua nya. Ya, itu OB kepercayaan Jeff. Seorang pemuda yang sering mengantarkan makanan untuk pak CEO bernama Marsell.


Marsell berjalan sambil memikirkan, kira-kira tadi suara apa? Dia memang pernah mendengar suara itu beberapa kali saat dia dan kekasih nya bercintaa, jadi fiks itu suara orang yang sedang bercintaa, tapi dimana? Tak mungkin di dalam guci tanaman kan?


"Jadi kangen bini, malah jam pulang masih lama." Gumam nya sambil menggaruk tengkuknya yang terasa merinding manja setelah mendengar suara-suara mistis dari ruangan CEO tadi.


Sedangkan di kamar rahasia milik Jeff, Kirana dan suami nya masih berbaring miring tanpa sehelai benang pun yang menutupi tubuhnya, tentunya kedua nya baru bangun setelah beristirahat sehabis melakukan permainan panas, begitupun Jeffran. 


Dia memeluk Kirana dari belakang dengan tangan yang aktif meremaas bukitan kenyal di dada sang istri, keringat sisa-sisa percintaan masih membasahi tubuh mereka.


"Sayang.." panggil Jeffran, membuat perempuan itu menoleh dan keduanya saling menatap dalam.


"Kenapa?" Tanya Kirana lirih.


"Apa benar Sam pernah meraba-raba tubuhmu?"


"Iya, dia pernah meremaas payudaara ku, saat dia menciumku paksa." Jawab Kirana membuat Jeffran melotot. Dia marah saat ada yang berani menyentuh Kirana nya selain dirinya.


"Benarkah? Tangan itu harusnya aku patahkan!" Kirana melirik ke arah pria itu, wajah nya memerah menandakan dia sedang benar-benar marah. Kalau sudah begini kan dia juga yang susah, pria itu sangat sulit di bujuk.


"Sudahlah, setelah ini kami takkan pernah ketemu lagi, lagipun aku kan milikmu." Bujuk Kirana sambil mengusap lembut rahang tegas Jeff yang di hiasi bulu-bulu halus.


"Ya, kau memang milikku, hanya milikku!" Tegas Jeffran, lalu memeluk Kirana dengan erat, menyandarkan kepala nya di dada bidang miliknya.


"Sudah selesai kan? Ayo kita bekerja lagi, aku lapar." Rengek Kirana, membuat Jeff tergelak dan dia melepaskan pelukannya.


Jeff mengambilkan pakaian milik sang istri yang teronggok mengenaskan di lantai, lalu memberikannya pada Kirana, dia juga meraih pakaian nya dan segera memakai nya secepat kilat.

__ADS_1


"Laperr.." Rengek Kirana lagi.


"Tadikan pesen seblak, itu ada di luar." Tadi, sebelum kedua nya bermain panas di ranjang, Kirana sempat merengek meminta seblak pedas level tiga. Hingga akhirnya Jeff pun mengabulkan nya, dari pada gak jadi main.


Saat itulah, Marsell masuk di tengah permainan panas mereka dan sempat mendengar suara-suara mistis yang di keluarkan kedua nya.


"Ehh iya." Jawab Kirana sambil nyengir, Jeff menggelengkan kepala nya, dia yang merengek pengen makan seblak, dia juga yang melupakan nya. Jeff keluar dari kamar itu lebih dulu, di ikuti Kirana di belakang pria itu.


"Makan dulu, baru kita kerja."


"Kamu makan apa?" Tanya Kirana, dia hanya melihat ada satu box makanan dan satu minuman di meja.


"Sebentar lagi Marsell akan mengantarkan nya lagi." Jawab Jeffran, dan benar saja tak lama terdengar pintu di ketuk lirih.


"Masuk!" Perintah Jeff tegas, Marsell masuk dengan kresek berisi makan siang untuk sang bos. Dahi nya mengernyit, tadi dia jelas melihat ruangan ini kosong tanpa penghuni, tapi saat kembali CEO dan sekretaris nya sudah ada di dalam ruangan ini lagi, darimana? 


Logika nya, kalau mereka baru pulang meeting di luar kantor, pasti dia melihat keduanya di lobi. Tapi dia ingat betul, tak ada yang keluar dari kantor hari ini karena pekerjaan yang menumpuk setelah satu minggu kantor di liburkan.


"Saya permisi tuan."


"Ya pergilah." Usir Jeff, dia membuka bungkusan makanan itu setelah Marsell sudah benar-benar pergi.


"Itu apa?" Tanya Kirana kepo.


"Beef teriyaki saus asam manis, mau juga?" Kirana cengengesan, untung saja Jeff memesan porsi tambahan tadi. Kalau tidak, alamat dia harus bertukar menu makanan dengan sang istri.


"Ini untukmu Sayang, pulihkan tenagamu, nanti malam kita akan bertempur lagi."  Kirana yang sedang menyedot minuman nya langsung tersedak.

__ADS_1


Uhukk.. uhukk..


"Pelan-pelan saja, sayang. Takkan ada yang minta minuman mu itu." Kirana hanya mendelikan matanya tanpa menjawab.


"Permainan mu yang tadi, aku sangat suka. Jadi nanti lakukan lagi, aku suka saat melihat mu kesusahan memasukan senjata ku ke dalam mulut mungil mu itu." Celetuk Jeff tanpa dosa, membuat Kirana yang lagi-lagi sedang menyeruput kuah seblak tersedak.


Tadi, dia sempat berusaha menguluum junior suami nya. Tapi karena mulut nya yang kecil mungil, jadi dia cukup kesulitan memasukan batang itu, alhasil Jeff meledek nya.


"Ya ampun, sayang. Kamu kenapa sih? Tersedak mulu." Jeff menepuk-nepuk punggung istrinya secara perlahan. Tanpa pria itu sadari, kalau Kirana tersedak itu karena perkataan nya yang super duper mesuum. Kirana memang sudah cukup terbiasa dengan tingkah mesuum suami nya, tapi ini mesuum nya disaat makan, jelas saja membuatnya tersedak berkali-kali.


"Bisa gak jangan bicarakan itu sekarang? Kita lagi makan, aku udah laper banget sekarang." Kesal Kirana, lengkap dengan ekspresi yang menurut Jeff terlihat menggemaskan.


"Habisnya lucu aja lihat mulutmu menguluum milikku yang besar dan berurat ini, jangan lupa dia juga tahan lama." Jefg mengedipkan mata nya genit membuat Kirana memutar matanya jengah. 


Semakin lama, tingkah Jeff semakin menyebalkan. Kalau saja tak ingat janji nya pada mendiang Queen dan dirinya yang merasa nyaman, dia sudah pergi dari Jeff. Siapa yang tahan dengan sifat menyebalkan nya? Mungkin hanya Queen dan Kirana yang mampu membuatnya bertingkah seperti ini.


Kirana memilih melanjutkan acara makan siangnya, dia sangat lapar setelah hampir dua jam di serang oleh senjata mematikan yang membuatnya tak berhenti berteriak nikmat selama permainan itu. Jeffran juga fokus ke makanan nya, dia juga merasakan hal yang sama seperti Kirana, lapar setelah bekerja ekstra.


Singkatnya, Kirana sudah menyelesaikan makan siangnya, dia menghabiskan satu porsi seblak level tiga dan juga beef teriyaki, tak lupa segelas besar minuman boba.


"Aduh kenyangnya.." gumam Kirana sambil mengusap perutnya yang terasa begah setelah makan dua porsi, biasanya satu porsi saja dia merasa cukup, tapi kali ini dia makan seperti perempuan yang tak makan dua hari, mungkin karena dia lelah setelah melayani nafsuu suami nya.


"Aku keluar dulu, mau lanjutin kerjaan. Terimakasih makanan nya, pak suami." Ucap Kirana, lalu secepat kilat dia keluar dari ruangan Jeff, sebelum pria itu kembali berbuat mesuum lagi, otomatis pekerjaan nya takkan pernah selesai. 


Jeff tersenyum melihat kelakuan Kirana yang terlihat seperti ketakutan, mungkin dia takut dia akan kembali menghajarnya.


"Perempuan itu semakin lama semakin manis." Gumam Jeff lalu kembali duduk di kursi kebesaran nya. Pria itu kembali melanjutkan pekerjaannya, setelah perut kenyang, kebutuhan biologis nya juga sudah tersalurkan.

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2