Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 37 - Aku Cemburu Kiran!


__ADS_3

Kirana berjalan gontai keluar dari ruangan dokter itu, mata nya sembab karena terlalu banyak menangis, di kantor, di rumah sakit juga dia terus menangis. Dia memeriksa ponsel nya, ada beberapa pesan dari Jeff tapi dia tak peduli dan tak membaca nya, bahkan membuka nya pun tidak.


"Jam sembilan, pantesan udah lapar." Gumam Kirana sambil mengusap perut nya yang sudah keroncongan. Sudah sangat terlambat untuk makan malam.


Kirana pergi ke depan rumah sakit, disana ada cafe. Sebenarnya dia malas ke cafe itu, dia ingat saat bertemu dengan Jeffran malam itu untuk meminta bantuan, tapi yang terjadi sungguh di luar dugaan, dia malah bermalam dengan Jeff hari itu.


Dia masuk ke dalam cafe dan duduk di kursi dekat jendela, kursi yang sama dia duduki saat bertemu dengan Jeff. Kirana memanggil waiters dan segera memesan makanan yang terlihat begitu menggoda selera.


"Chicken karaage with chesee sauce, rabboki, minum nya lemon tea." Ucap Kirana.


"Baik, tunggu sebentar ya kak." Jawab waiters itu, lalu pergi setelah mencatat pesanan perempuan cantik itu. Sambil menunggu, Kirana mengedarkan pandangan ke sekeliling cafe yang nampak begitu nyaman tapi tidak terlalu ramai, mungkin karena sudah lewat waktu makan malam.


Iseng, Kirana mengscroll media sosial nya. Tapi yang muncul pertama adalah akun media sosial milik Jeff, pria itu memposting foto seorang wanita yang nampak kurus tapi senyum nya terlihat sangat tulus dengan caption, 'My Universe' juga emoticon cium dan love berwarna merah.


"Jadi ini Nyonya Queen? Kurus sekali." Ucap Kirana, dia mengusap slide foto itu. Ada foto kebersamaan mereka dulu, saat Queen masih sehat mungkin. Karena penampilan nya jauh berbeda.


"Ya ampun, dua foto ini adalah orang yang sama tapi seperti berbeda, apalagi Nyonya Queen" Gumam Kirana. Queen yang dulu cantik bak model internasional seperti namanya dia terlihat seperti ratu, tapi Queen yang saat ini nampak berbeda, kurus sekali, namun masih cantik.


Jeff juga terlihat berbeda, dulu wajah nya halus tanpa bulu, tapi sekarang pria itu berewokan.


"Tapi Tuan Jeff lebih keliatan dewasa kalo berewokan sih."


"Haisshhh, astaga. Kenapa aku ini? Otak ku seperti nya terkontaminasi sesuatu." Ucap Kirana, sambil menepuk kepala nya. Bisa-bisa nya dia memuji pria itu disaat begini.


Tak lama, makanan yang pesanan nya datang dan Kirana langsung memakan nya dengan lahap karena perut nya sudah keroncongan sejak tadi.


"Enak juga, tapi kurang pedes rabboki nya."


Tanpa perempuan itu sadari, ada seseorang yang mengambil foto nya sedang makan dan mengirimkan nya pada atasan nya. Siapa lagi, kalau bukan orang suruhan Jeff.


Pria itu terlalu posesif, jadi dia mengerahkan beberapa anak buah nya untuk mengikuti Kirana dari kejauhan agar tak memancing kecurigaan perempuan itu. Dia paling tak suka miliknya di dekati orang lain, apalagi laki-laki. Karena baginya, setelah malam panas hari itu, Kirana adalah miliknya.


Tringg...

__ADS_1


Jeffran yang sedang minum kopi di balkon kamar nya langsung membuka chat dari anak buah suruhan nya.


'Nona Kirana sedang makan di cafe bintang purnama, sendirian.' Isi pesan nya, membuat Jeff tersenyum. Kirana cantik bahkan sedang makan sekali pun, bahkan di foto saat dia tak menyadari nya pun dia tetap cantik di lihat dari segi mana pun.


Tapi foto berikut nya membuat Jeff marah, tangan nya terkepal, bahkan urat-urat tangan nya tampak menonjol, menandakan pria itu sedang marah.


"Sialan, sudah ku peringatkan agar jangan mendekati Kirana ku, keras kepala!" Umpat Jeff, dia merasakan hati nya terbakar saat melihat Kirana di peluk oleh seorang dokter.


Jeff mengambil minuman nya dan menenggak nya hingga tandas, dia benar-benar di landa api cemburu yang membara, tak memperdulikan lagi gelas berisi kopi. Malam itu dia minum alkohol hingga hampir teler karena terbakar rasa cemburu.


Setelah makan, Kirana kembali ke rumah sakit, malam ini dia akan tidur di ruangan rawat ibu nya. Kirana membuka pintu dengan perlahan lalu menutup nya kembali, Kirana duduk di kursi dekat brankar ibu nya.


"Ma, Kiran kangen sama Mama. Mama denger Kiran kan? Bangun lah Ma, temenin Kiran." Ucap Kirana, dia menggenggam erat tangan kurus ibu nya, mengusap nya dan mengecup nya dengan lembut.


Tiba-tiba saja air mata Ibu Nita menetes, membuat Kirana senang bukan main dan langsung menekan tombol darurat. Tak lama, dokter Bima datang dengan setengah berlari.


"Ada apa Nona?"


"Ini suatu perkembangan yang baik Nona. Teruslah ajak Ibu Nona bicara, berinteraksi agar alam bawah sadar nya mendorong nya agar sadar."


"Berarti ibu saya masih koma?"


"Iya Nona, ibu anda memang koma tapi beliau bisa mendengar apapun yang anda bicarakan." Jelas dokter Bima, membuat Kirana lemas. Dia pikir ibu nya akan bangun, tapi ternyata masih belum.


"Bersabarlah Nona, semua pasti akan membaik."


"Terimakasih dok, maaf membuat anda kemari malam-malam."


"Tak apa Nona, sudah tugas saya dan kebetulan saya sedang shift malam." Jawab Dokter Bima.


"Saya permisi, selamat beristirahat Nona." Bima mengangguk, dan dokter itu pun pergi dari ruangan rawat ibu Nita.


Kirana duduk di kursi dan tak lama dia tertidur karena tak tahan dengan rasa kantuk yang sudah melanda kedua mata nya.

__ADS_1


Pagi harinya, Jeff datang ke rumah sakit. Penampilan nya jauh lebih rapih dari biasanya, setelan jas hitam, sepatu mengkilat, yang berbeda adalah rambut Jeff  yang biasa nya hitam, kini berganti menjadi coklat kemerahan. Jeff masuk ke dalam ruangan rawat ibu Nita, dia yakin sekretaris nya itu ada di dalam sana.


Dia melihat sekretaris nya itu masih tertidur sambil duduk, kepala nya menelungkup dengan rambut acak-acakan. Jeff mendekat dan merapikan rambut Kirana, menyelipkan nya ke belakang telinga, tapi itu membuat tidur nya terganggu dan malah terbangun.


"Tuan.."


"Ya, selamat pagi, Kiran." Jawab Jeff datar.


"Sepagi ini sudah disini, tuan?"


"Memang nya kenapa? Apa kau merasa tak bebas berduaan dengan dokter genit itu, hmmm?" Tanya Jeff ketus.


"Maksud anda?"


"Kemarin kau berpelukan dengan nya kan?" Tanya Jeff dengan tatapan tajam nya, kedua tangan nya bersedekap di dada.


"Berpelukan? Tidak tuan, itu salah paham." Jeffran menarik tangan Kirana, membawa nya ke dalam kamar mandi dan mengunci nya dari dalam.


"Jelaskan!"


"Kemarin kondisi Ibu memburuk Tuan, dia hanya memberikan sandaran pada saya."


"Cihh, harus nya kau menolak saat dokter itu memeluk mu Kiran! Kau tak habis-habisnya membuat aku cemburu."


"Tuan, tolong jangan begini." Ucap Kirana saat Jeff mulai mengikis jarak, tapi posisi nya sudah membentur tembok. Dia juga berusaha mendorong dada bidang pria itu, tapi hasil nya dia malah semakin terpojok.


"Kenapa? Kau suka saat dokter itu memeluk mu, tapi kau menolak saat aku yang mendekat?"


"Setidaknya dokter itu bukan pria beristri." Jawab Kirana membuat Jeff emosi, dengan cepat dia menahan tengkuk perempuan itu dan mendaratkan ciuman panas nan liat di bibir Kirana. Sebisa mungkin, dia sudah menolak tapi lagi-lagi tenaga nya kalah jauh.


......


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2