
Setelah selesai mencari gaun dan mendapatkan nya, Kirana dan Queen juga Carina memutuskan untuk pulang. Sedangkan Jeff harus pergi ke kantor karena ada meeting penting yang harus dia hadiri, tak bisa di wakilkan.
"Aku turun disini saja." Ucap pria itu datar.
"Kenapa, Mas?" Tanya Queen.
"Aku harus ke kantor, sayang. Ada meeting penting yang harus aku hadiri." Jawab Jeffran.
"Sama Kirana, Mas?"
"Tidak, Kirana di rumah saja."
"Baiklah, semangat kerja nya Mas."
"Iya sayang." Jeff turun dari mobil, dia mengetuk kaca jendela depan yang di duduki oleh Queen.
"Baik-baik di rumah ya, sayang." Ucap Jeff sambil mengecup kening dan bibir istrinya. Lalu berlanjut ke Kirana, dia juga melakukan hal yang sama. Membuat Kirana tersenyum canggung, jujur saja dia merasa tak enak, apalagi saat melihat tatapan Carina.
Jeff pun pergi dengan langkah tegap nya, dia menyetop taksi dan menaiki nya.
"Kamu pulang ke apartemen atau mau ke rumah, Kiran?" Tanya Queen.
"Ke apartemen saja, Kak. Barang-barang saya kan disana semua."
"Ya sudah, secepatnya pindahkan semua barang-barang mu ke rumah ya."
"Apa tidak setelah menikah saja, Kak?" Tanya Kirana.
"Gapapa, kamu harus terbiasa tinggal bersama kakak di rumah itu."
"Baiklah, Kak. Aku ngikut kata Kakak aja." Jawab Kirana sambil tersenyum manis. Carina hanya menyimak pembicaraan kedua perempuan itu. Disini, dia bisa menyimpulkan bahwa Kirana adalah perempuan yang penurut, dan baik hati serta lemah lembut. Pantas saja Jeff dan putrinya menyukai nya.
"Kak, aku duluan ya." Ucap Kirana setelah mobil berhenti di kawasan apartemen.
"Iya, Kiran." Kedua nya berpelukan terlebih dulu selama beberapa detik.
"Aku pulang dulu ya, kamu hati-hati dan jaga kesehatan."
"Iya kakak." Jawab Kirana.
"Aku mau buat cake nanti, aku kirimin ke kakak ya? Mau gak?" Tawar Kirana.
"Tentu, kirim yang banyak ya. Kakak suka cake, apalagi cake coklat."
"Benarkah? Nanti aku bikinin buat kakak, alergi sesuatu?" Tanya Kirana.
"Tidak, aku suka semua jenis makanan Kiran. Apalagi buah."
"Baiklah kalau begitu, setelah ini aku akan membuat cake dan mengirim nya nanti."
"Terimakasih ya Kiran." Ucap Queen, Kirana mengangguk dan membalas senyuman wanita itu dengan tulus.
"Aku pulang dulu ya."
"Iya kak, hati-hati di jalan ya."
"Iya Kiran." Queen kembali masuk ke dalam mobil, dan melambaikan tangan nya ke arah Kirana.
Mobil pun melaju menjauh dari kawasan apartemen, Kirana pun masuk setelah memastikan mobil yang membawa Queen menjauh.
"Ternyata Kirana cukup baik."
"Hmm, apa aku bilang, Ma? Dia perempuan yang menyenangkan, dia juga baik hati. Mama akan menyukai nya."
"Iya, dia juga cantik."
"Jadi, pilihan ku tak salah kan Ma?" Carina menggeleng, pilihan putrinya sangat tepat. Kirana adalah sosok perempuan yang cocok untuk mendampingi Jeff.
Di apartemen, Kirana membaringkan tubuh nya di atas ranjang. Tatapan nya lurus ke atas menatap langit-langit kamar yang selama ini menjadi saksi bisu hubungan nya bersama Jeff.
"Hmm, aku akan menikah dengan pria idaman ku? Astaga, rasa nya seperti mimpi. Cukup sulit di percaya." Gumam Kirana sambil tersenyum kecil.
Saat pertemuan pertama, Kirana memang menyukai Jeff. Tapi setelah mengetahui kalau pria itu sudah beristri, Kirana mengubur dalam-dalam perasaan nya. Tapi, sesuatu hal tak terduga terjadi saat ini. Dia tak berani membayangkan pria itu dulu, bahkan bermimpi pun tidak. Sekarang? Dia akan menyandang status sebagai istri Jeffran beberapa hari lagi.
__ADS_1
Kirana bangkit dari rebahan nya, lalu berganti pakaian dan pergi ke dapur untuk membuat cake. Selain membuat cake untuk Queen, Kirana juga sedang ingin makan cake yang manis dan lembut.
Perempuan itu pun berkutat dengan bahan dan alat-alat untuk membuat cake. Dia mengeluarkan mixer, dan memasukan tepung terigu, gula, telur dan margarin. Untung nya, semua bahan-bahan itu sudah tersedia di apartemen, Karen Jeff melengkapi semua kebutuhan nya.
Seperti nya pria itu tau kalau Kirana suka memasak apapun, jadi dia melengkapi semua nya.
Beberapa jam kemudian, dua loyang cake coklat tersaji di depan meja dengan asap yang masih mengepul, karena cake nya baru saja matang.
Kirana mengiris nya dengan perlahan, lalu mencoba nya.
"Heemm, enak. Manis nya pas, dan kue nya sangat lembut." Kirana memejamkan mata nya, entah karena dia yang membuatnya tapi rasa nya terasa sangat enak.
"Baiklah, untuk Kak Queen akan aku hias dengan buah-buahan."
Kirana pun menghias cake itu setelah agak dingin, lalu memasukkan nya ke dalam cup untuk cake dan memasukan nya lagi ke dalam kotak. Perempuan itu mengikat box nya dengan pita yang dia buat secantik mungkin.
"Selesai, aku tinggal mengirim nya." Kirana pun membuka ponsel dan menghubungi seorang kurir antar barang.
Hanya beberapa menit, seseorang memencet bel apartemen, Kirana membuka nya dan seorang pria muda tersenyum di balik pintu.
"Ini barang nya, jangan sampai terbanting ya. Isi nya kue, nanti rusak. Ini alamat nya, dan ini tips untuk mu."
"Terimakasih, Nona."
"Ya, sama-sama." Jawab Kirana ramah, kurir itu pun pergi dan Kirana kembali masuk ke dalam unit nya untuk membersihkan diri. Hari sudah petang, tapi Jeff belum pulang juga.
Tadinya, Kirana ingin langsung menyajikan kue buatan nya pada pria itu.
"Sebaiknya aku mandi saja dulu." Gumam Kirana, perempuan itu pun masuk ke kamar untuk membersihkan tubuhnya.
Beberapa menit kemudian, Jeff pulang dengan wajah kusut nya, pria itu masuk kedalam apartemen, dia mencium aroma yang menyegarkan dari arah kamar, sudah bisa di tebak kalau Kirana pasti sedang mandi. Jeff tersenyum nakal lalu pergi ke kamar nya dan Kirana, dia mengetuk pintu kamar mandi dengan tak sabar. Siapa tau perempuan itu berbaik hati dan mau mengajak nya mandi bersama.
"Sayang, kamu di dalam?" Tanya Jeff dengan ketukan lirih di pintu.
"Iya, sebentar sayang." Jawab Kirana, membuat Jeff tersenyum manis lagi karena seperti nya Kirana mulai terbiasa memanggil nya dengan panggilan sayang.
"Bisakah aku masuk? Aku ingin mandi bersamamu."
Kirana sedang berendam di bath up yang di penuhi busa sabun dan aromaterapi yang menyegarkan, membuat Jeff segera membuka seluruh pakaian nya dan segera masuk ke dalam bath up yang sama dengan Kirana.
"Sayang, kamu wangi." Puji Jeff, dia mengendus aroma yang menguar dari leher perempuan itu, begitu manis dan membuat candu.
"Aku mengganti aromaterapi nya, apa kamu suka wanginya?"
"Ya, aku menyukainya. Aku lebih suka wangi yang ini daripada yang kemarin." Jawab Jeffran sambil memeluk tubuh Kirana dari belakang, meraba-raba buah kenyal milik Kirana dengan lembut. Perempuan itu mendengus, dia tau kalau mandi bersama dengan Jeff, pasti akan ada sesi seperti ini, tapi untung nya tak ada sesi mendesaah bersama karena dirinya masih dalam kondisi nifas.
Sudah lima belas menit berlalu, tapi Jeff masih menikmati mandi bersama sore hari dengan Kirana, sesekali pria itu menggoda perempuan itu dengan menyentuh gundukan berhias rerumputan yang di jaga dengan hati-hati itu, membuatnya bergerak tak karuan karena geli dan itu merupakan sesuatu yang membuat Jeff tersenyum, kalau masalah mesum pria itulah spesialis nya.
Pria yang begitu banyak keahlian dalam memuaskan wanita itu, juga pandai memanfaatkan situasi.
"Yang, katanya sarangku masih banjir bandang, tapi kamu bisa berendam, air nya gak berubah merah juga." Bisik Jeff dari belakang.
"Sudah tinggal sedikit kok, hanya flek nya saja."
"Baru 2 minggu tapi kok udah dikit, katanya 40 hari?" Tanya Jeff lagi. Dia ingat betul kalau Kirana mengatakan masa nifas itu 40 hari, tapi ini baru saja 2 minggu tapi dia bilang tinggal flek nya saja, apa mungkin dia berbohong?
"Itu tergantung kondisi seseorang, sayang. Masa nifas itu memang 40 hari. Tapi kesehatan orang kan berbeda-beda, ada yang 2 minggu sudah selesai, ada yang 40 hari lebih baru selesai." Jelas Kirana, membuat Jeff tersenyum riang. Itu tandanya sarang nya akan surut sebentar lagi, jadi dia bisa menengok sarang nya lagi.
"Jadi kapan aku bisa memasuki sarangku lagi, Yang?" Tanya Jeff dengan sumringah. Wajah nya nampak berseri-seri.
"Mungkin besok atau lusa sudah bisa." Jawab Kirana sambil menyabuni tubuh bagian depan nya, sedangkan Jeff membantu menyabuni punggung mulus Kirana dengan lembut, meski sesekali tangan nya bergerak nakal kemana-mana.
"Ohh aku tak sabar, pasti milikmu akan semakin sempit, iya kan?"
"Mana saya tau, anda yang merasakan sempit atau longgar nya nanti. Sudah selesai, aku kedinginan." Ucap Kirana, dia sudah selesai menyabuni tubuhnya, tinggal membilas nya di bilik shower saja.
"Baiklah, kamu boleh pergi duluan. Tapi masak ya? Aku ingin makan masakan mu lagi."
"Iya sayang, tanpa di minta pun aku akan selalu memasak untukmu." Jawab Kirana dengan senyum simpul yang membuat Jeff gemas. Dia mengecup bibir Kirana, sebelum perempuan itu beranjak dari bath up. Bahkan dia juga menepuk pantaat berisi Kirana dengan tangan nakal nya, membuat perempuan itu mendengus.
Melayani pria semesuum Jeff memang cukup merepotkan tapi dia menyukai nya. Lagi pula, Queen sudah meminta nya untuk menjaga pria ini, dia tak mau membuat wanita itu kecewa karena dia tak bisa mengabulkan permintaan yang dia bilang permintaan terakhir nya.
"Sayang, mau makan malam dengan apa?" Tanya Kirana, Jeff yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk sepinggang dan rambut basahnya itu menatap Kirana yang nampak sangat cantik dengan daster selutut berbahan satin itu.
__ADS_1
"Aku mau makan kamu saja, terlihat sangat menggiurkan." Goda Jeff, lengkap dengan seringaian nakal nya.
"Tidak, nanti saja. Cepatlah aku akan memasaknya untukmu."
"Aku kan sudah pernah bilang, apapun yang kamu masak pasti aku makan, sayang." Jawab Jeff masih dengan senyum nakal nya.
"Okay, apa ada bahan yang tak kamu suka atau membuat alergi?" Tanya Kirana.
"Aku sudah bilang, aku alergi udang sayang. Selebihnya apapun bisa aku makan, termasuk dirimu."
Kirana mendengus, lalu bersiap pergi dari kamar untuk memasak.
"Cepatlah berpakaian, aku menunggu di bawah. Ohh ya, aku ada membuat cake coklat." Ucap Kirana lalu pergi keluar dari kamar itu. Menyisakan Jeff yang mesem-mesem karena Kirana yang sekarang begitu perhatian padanya, itu membuat nya merasa di hargai.
Meski belum menjadi suami istri, tapi Kirana sudah mengurus nya dengan baik, bahkan sangat baik.
Kirana memasak di dapur, Jeff turun dengan setelan piyama bermotif garis-garis berwarna biru navy, Kirana lah yang menyiapkan pakaian itu dan menggantung nya di luar lemari.
"Sayang.." Jeff datang dan memeluk Kirana dari belakang, membuat perempuan itu terkejut hingga tak sengaja menuang garam terlalu banyak ke dalam masakan nya.
"Isshh kamu ini, bisa gak jangan ngejutin? Nih lihat aku masukin garam kebanyakan, nanti kalau masakan nya asin jangan komplen!" Ketus Kirana, membuat Jeff terkekeh. Dia suka melihat Kirana yang kesal, ekspresi nya sangat lucu bagi Jeff yang tengah di landa virus bucin.
"Kata orang tua jaman dulu, kalau makanan nya asin tandanya yang masak itu pengen kawin." Celetuk Jeff, tangan nya bergerak nakal meremaas buah kenyal di dada Kirana. Perempuan itu berusaha menyingkirkan tangan Jeff dari dada nya.
Lalu, dari mana dia mendapat pepatah semacam itu? Tapi benar juga, ibunya sering berkata begitu saat dia belajar memasak dulu, padahal kalau masih belajar kan wajar kalau keasinan, tapi ibunya malah berkata begitu.
"Nikah kali."
"Nikah itu ucap janji di depan tuhan, sedangkan kawin itu proses membuat keturunan. Aku benar kan sayang?" Goda Jeff sambil mencolek-colek gemas pipi Kirana.
"Iya, terserah kamu saja. Lepaskan dulu, aku mau ambil bahan-bahan nya dulu."
"Ini sudah dua menu, memang nya mau buat berapa menu sayang? Memang nya bakalan ada tamu ya?" Tanya Jeff, padahal dua menu saja sudah cukup untuk makan malam kan?
"Gak mau sambel?"
"Mau sayang, enak nih sama ayam." Jawab Jeff, pria itu memang penyuka sambel. Rasanya ada yang kurang mungkin kalau sehari saja tak makan olahan cabe itu.
"Ya sudah, lepaskan dulu. Aku buatkan kopi, terus cobain kue buatan aku tadi." Jeff menganggukan kepala nya.
Lalu melepaskan pelukan nya dan memilih menunggu saja di meja makan sambil bermain ponsel, mungkin mengecek email dari klien bisnis.
Kirana menyuguhkan sepiring cake coklat buatan nya dan secangkir kopi hitam tanpa gula kesukaan pria itu.
Jeff menyuap sepotong cake itu ke dalam mulutnya dan mengunyah nya dengan penuh perasaan, seketika itu juga kedua mata nya membulat.
"Gimana? Enak gak?" Tanya Kirana dari dapur.
"Buatan kamu, apa sih yang enggak enak hmm? Gak usah di tanya, sayang. Sudah pasti enak." Jawab Jeff memuji kue buatan perempuan itu.
"Apa menurut mu kakak Queen akan suka?"
"Tentu, Queen suka kue coklat, sayang. Memang nya kenapa?"
"Aku mengirim satu cake juga untuk kak Queen, semoga saja dia menyukai nya."
"Hmm, aku masih ingin. Apa ada lagi, sayang?" Tanya Jeff, dia ketagihan sepertinya. Terbukti, satu piring cake itu habis tak bersisa.
"Masih ada kok, tenang saja. Nanti boleh makan lagi, tapi sekarang makan dulu ya. Nanti keburu kenyang."
"Oke, sayang." Jawab Jeff menurut.
Tak lama, Kirana datang dengan membawa wadah-wadah berisi makanan yang dia masak, lalu menyajikan nya di depan Jeff. Seperti biasa, pria itu selalu lahap memakan apapun yang dia masak, termasuk hari ini.
"Beras sama bumbu dapur tinggal sedikit."
"Besok pulang dari kantor kita belanja, sayang. Tapi, mungkin setelah mengantar mu belanja, aku pulang ke rumah." Ucap Jeff lirih.
"Iya sayang, kamu memang harus pandai membagi waktu. Bersikaplah adil agar Nyonya Rachel merasa kamu tak melupakan nya." Ucap Kirana dengan senyum manis nya, membuat wajah Jeff berubah masam. Dia tak mau pulang tanpa Kirana sebenarnya, tapi mau bagaimana lagi. Beginilah nasib pria dengan dua istri.
.......
🌷🌷🌷🌷
__ADS_1