Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 40 - Mengintip Kirana


__ADS_3

Sedangkan di mansion, kondisi Queen kembali stabil. Wanita itu sudah sadar kembali, meski masih lemah, tapi dia sudah bisa merespon dengan baik. Dokter Andre tersenyum saat melihat istri sahabat nya berhasil melewati masa kritis nya.


"Aku akan memberi tahu Jeff tentang kondisi mu, Queen."


"Tak usah Andre, dia sibuk sekarang. Nanti juga dia pulang dan aku minta, tolong tetap rahasiakan penyakit ku dari nya." Ucap Queen lirih.


"Maksudmu? Jeff tak perlu tau penyakit mu, kenapa Queen?" Tanya Dokter Andre dengan kening yang mengernyit.


"Aku tak mau membuat Jeff terpukul, selama aku masih kuat aku akan bertahan meski itu terasa sakit."


"Queen, kamu memang wanita yang kuat. Aku salut padamu, disaat seperti ini kau masih memikirkan suami mu." Ucap dokter Andre dengan mata berkaca-kaca.


"Jangan menangis, simpan saja air mata mu itu untuk sesuatu yang lebih menyakitkan nanti, kematian ku misalnya."


"Jangan berkata seperti itu, Queen. Kau pasti kuat, kau pasti bisa sembuh."


"Ada saat nya aku lelah dengan hidup ku sendiri, berjuang sendiri merasakan penyakit yang perlahan menggerogoti tubuh ku dan jika saat itu tiba, berjanjilah kau harus ada di samping Jeffran dan menguatkan nya. Jika hal itu sampai terjadi, Jeff akan rapuh kan? Kuatkan dia, Andre." Ucap Queen pelan, dia tersenyum kecut, berusaha kuat.


"Queen.."


"Sudah ku bilang jangan menangis, sebaiknya kau segera menikah agar hidup mu lebih berwarna, Andre."


"Kita memang tidak berjodoh di dunia ini, tapi di kehidupan nanti aku berharap kita bisa bersama, Queen." Ucap Andre, memang dulu Andre sempat menyukai Queen tapi perempuan itu lebih memilih Jeff. Dia juga yang lebih dulu bertemu dengan Queen di banding Jeff.


Queen tertawa hambar, dia sudah lama tau kalau Andre menyukai nya tapi saat itu hati nya sudah terpancang kuat bersama Jeff. Meski akhirnya dirinya pernah menghianati kepercayaan Jeff dan kini giliran pria itu yang berhianat. Penghianatan di balas dengan penghianatan.


"Aku bukan wanita yang baik Andre, aku hanya wanita biasa yang kadang kurang puas dengan apa yang sudah aku memiliki, itulah manusia. Serakah, padahal sudah memiliki yang sudah sempurna, tapi selalu merasa kurang. Carilah perempuan baik-baik, aku yakin kau akan menemukan perempuan lain yang lebih baik daripada aku."


"Semoga saja, Queen."


"Aku mendoakan mu, Andre. Meski dari dunia yang berbeda nanti." Ucap Queen sambil tersenyum tulus, tapi senyuman itu malah membuat hati nya terasa sesak.


Kirana menghabiskan sarapan nya dengan cepat, dia ingin segera pergi dari dekat Sam. Tatapan pria itu padanya membuat tak nyaman, padahal menurut nya itu tatapan biasa, tapi tidak menurut Kirana.


"Kenapa kau makan sangat cepat, Kiran?" Tanya Sam.


"Tidak, saya hanya tak nyaman dengan pakaian saya. Saya duluan ya, mau ke pasar dulu." Ucap Kirana, dia pergi dengan terburu-buru pergi setelah membayar bubur nya.

__ADS_1


"Kirana.." Panggil Sam, dia segera membayar dan pergi menyusul Kirana yang sudah berjalan menjauh. Bahkan dia harus berlari untuk mengejar perempuan itu.


"Kenapa anda mengikuti saya, Tuan Sam? Bisakah anda pergi saja?" Ucap Kirana ketus.


"Memang nya ada apa kalau aku mengikuti mu? Kau tak suka."


"Iya, saya tak suka!" Jawab Kirana ketus, dia masih kesal karena masalah tadi. Harusnya Sam tak lancang masuk ke dalam panggilan video yang Jeff lakukan, kalau begini kan dia juga yang di rugikan.


Kirana masuk ke dalam toko pakaian dan membeli dua setel pakaian, yang satu untuk dia pakai hari ini dan yang satunya untuk besok bekerja.


"Kenapa gak beli yang biru?" Tanya Sam sambil menunjuk blouse berbahan tile, tipis dan menerawang.


"Saya bukan istri yang menjalankan dinas malam, saya hanya sekretaris." Jawab Kirana datar, lalu membayar dua pakaian yang dia pilih.


"Total nya 500 ribu, Nona." Ucap pelayan toko, Kirana mencabut kartu nya dan memberikan pada pelayan toko itu. Dia ingin segera pulang dan terlepas dari Sam, pria itu terus saja menguntit nya.


"Ini kartu anda, Nona." Kirana mengambil nya dan segera pergi, tapi Sam tetap mengintil di belakang nya.


"Cukup Tuan Sam, jangan terus mengikuti saya."


"Tapi aku ingin, Kiran." Jawab Sam datar, seolah tanpa rasa bersalah.


Kirana membuka pintu ruang rawat ibu nya, ternyata ada dokter Bima yang sedang memeriksa keadaan ibu nya.


"Siang dok.." Sapa Kirana ramah.


"Siang kembali Nona, anda dari mana?"


"Habis beli makan sama beli pakaian ganti, dok. Ada apa? Bagaimana perkembangan ibu saya?"


"Ohh pantesan, tadi pagi saya kesini tapi kosong tak ada siapapun. Keadaan Ibu Nona ada kemajuan, sering-seringlah mengajak beliau mengobrol, berinteraksi Nona."


"Baik dok, terimakasih."


"Kalau begitu saya permisi, tapi dia siapa?" Tanya Dokter Bima menunjuk Sam.


"Dia.."

__ADS_1


"Saya Sam dok, calon pacar nya Kiran!" Sam memperkenalkan dirinya sebagai calon kekasih Kirana, membuat perempuan itu membulatkan kedua mata nya.


"Tidak, dok. Dia hanya teman saja, tak lebih."


"Ohh begitu, kalau begitu saya permisi dulu. Masih ada beberapa pasien yang harus saya periksa."


"Baik dok." Dokter Bima pun pergi dari ruangan rawat Ibu Nita, menyisakan Kirana dan Samuel juga ibu Nita yang masih belum sadarkan diri juga.


"Apa maksud anda?"


"Apa nya? hanya mengenalkan diri, itu saja. Memang nya kenapa?" Balik tanya Sam dengan ekspresi menyebalkan menurut Kirana. Sam memang tampan, namun tak setampan Jeff. Tapi sifat menyebalkan nya hampir sama, Jeff mesuum dan Sam sering berkata sembarangan.


"Jangan buat saya marah, pergilah." Usir Kirana ketus, tapi teryata tidak mempan. Pria itu malah duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


'Selain menyebalkan, ternyata pria itu juga tebal muka.' Batin Kirana merutuki tingkah Sam yang benar-benar menyebalkan.


Kirana memutar mata nya jengah, lalu dia pergi ke kamar mandi, sebaiknya dia mengganti pakaian nya sebelum aroma asam nya mengganggu indra penciuman. Tak lupa, Kirana mengunci pintu kamar mandi nya, dia tak boleh ceroboh dan membuat nya ada dalam bahaya, cukup Jeff saja yang seenaknya menjamah tubuh nya.


Kirana melucuti satu persatu pakaian nya dan mengganti nya dengan pakaian baru yang dia beli tadi. Tanpa Kirana tau, Sam mengintip dari celah pintu. Dia menelan ludah nya dengan kepayahan saat melihat tubuh Kirana yang hanya terhalang braa dan segitiga, begitu mulus dan putih bersih. 


Hanya saja di dada nya ada sebuah tanda kemerahan, entah siapa yang membuat nya tapi itu sukses membuat nya iri.


Dia sangat ingin mendobrak pintu dan menjamah tubuh indah perempuan itu. Tapi dia sadar benar posisi nya sangat tidak menguntungkan. Tak mungkin melakukan nya di kamar mandi rumah sakit kan? Berbeda dengan Jeff yang oke saja dimana pun, yang penting bisa masuk dan dia meledak.


Sam buru-buru kembali duduk setelah melihat Kirana sudah selesai memakai kembali pakaian nya, bisa-bisa perempuan itu mengamuk kalau dia ketahuan mengintip nya. Benar saja, tak berselang lama kirana keluar dari kamar mandi dengan blouse berwarna merah muda dengan tali di depan nya.


"Masih disini? Saya kira anda sudah pergi."


"Belum, aku masih betah melihat mu." Jawab Sam santai, membuat Kirana mendelik sebal.


'Baru kali ini aku sangat berharap kau segera datang, Tuan Jeffran. Tak peduli hukuman apapun yang akan kau lakukan nanti, aku hanya ingin pria ini pergi.' Batin Kirana.


"Kenapa diam, Kirana? Kemarilah dan duduk." Sam menepuk sofa di samping nya, tapi Kirana malah memilih duduk di kursi plastik yang ada di dekat brankar ibu nya.


Kirana menggenggam tangan ibu nya, mengusap nya dengan lembut. Entah kapan ibu nya akan sadar, tapi dia sangat menunggu moment itu, dia berharap ibu nya segera sadar dan bisa menemani nya lagi.


"Ma, Kiran kangen. Apa Mama gak kangen sama Kiran? Cepatlah sadar Ma, Kiran janji akan bekerja lebih keras lagi buat Mama." Ucap Kirana. Tak terasa buliran bening meluncur bebas membasahi wajah cantik nya.

__ADS_1


.....


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2