Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 36 - Sam Action


__ADS_3

Di rumah sakit, Kirana sedang bicara serius dengan dokter mengenai keadaan ibu nya yang tak ada kemajuan, hanya faktor keberuntungan lah yang bisa di harapkan sekarang.


"Jadi, sekarang harus bagaimana Dok?" Tanya Kirana, hati nya gusar tak menentu.


"Hanya doa yang bisa menyelamatkan Ibu anda Nona, kami sebagai tenaga medis sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi tuhan berkata lain. Ibu anda tak ada kemajuan sama sekali." Air mata Kirana meluncur bebas dengan deras nya.


"Apa saat ini sudah tak ada harapan lagi, Dok?" Tanya Kirana lirih, bahkan hampir tak terdengar.


"Masih ada, saya hanya perantara. Selebih nya yang di atas yang menentukan, Ibu Nona bisa sadar dalam hitungan bulan, atau tahun. Seperti yang sudah saya katakan kemarin." Jelas dokter itu. Kirana diam, entah harus menunjukan ekspresi seperti apa sekarang. Kalau bisa dia ingin menjerit sekuat-kuatnya, dia tak bisa menerima kenyataan sepahit itu. Apalagi dia tak punya sandaran, dia benar-benar merasa sendiri saat ini.


Kirana menutup wajah nya dengan kedua tangan, dia ingin menangis keras, meraung kuat, tapi dia harus berusaha kuat, tegar menjalani cobaan yang menghantam nya bertubi-tubi.


"Butuh sandaran Nona, kemarilah." Tawar dokter itu, kebetulan Ruangan nya sedang sepi, hanya ada perempuan itu dan dokter muda yang Kirana kenal sebagai dokter Bima.


"Mungkin, sebentar saja."


"Boleh, silahkan." Dokter itu menepuk pundak nya, lalu meraih kepala Kirana untuk bersandar di pundak nya.


"Kamu bisa menangis, kalau itu bisa membuat hati mu tenang. Luapkan saja semua keluh kesah mu, aku dengarkan." Mendengar ucapan dokter Bima, Kirana menangis tersedu di pundak dokter muda nan tampan itu.


Dokter Bima tersenyum karena bahagia Kirana tak menolak tawaran nya, tapi apakah jahat merasa bahagia di tengah kesedihan orang lain?


Dokter Bima tak tahan mendengar tangis pilu Kirana, dia membuat langkah berani dengan meraih perempuan cantik itu ke dalam pelukan nya. Mengusap punggung perempuan itu dengan lembut, menepuk nya beberapa kali.

__ADS_1


Kirana menumpahkan tangis nya di pelukan dokter itu, rasanya cobaan ini terlalu berat bagi nya. Rasa sakit yang di torehkan oleh ayah nya saja terasa masih basah, tapi saat ini dia kembali merasakan sakit yang berkali-kali lipat.


Kirana adalah anak korban perceraian orang tua, ayah nya pengangguran tapi suka berjudi, bisa nya hanya meminta uang pada Ibu nya yang bekerja sebagai buruh cuci, jika tak di beri dia akan mengamuk dan tak jarang menyakiti ibu nya hingga babak belur, dulu Kirana masih bersekolah dan tak bisa berbuat apa-apa. Ibu Nita merasa lelah dan memutuskan bercerai. Tapi suatu hal terjadi, setelah kedua nya resmi bercerai, Ayah Kirana datang dan melakukan kekerasan fisik juga seksual. Ya, dia melakukan pelecehan pada mantan istri nya sendiri dengan cara yang menjijikan.


Beruntung saja saat itu Kirana pulang dari sekolah, dia berteriak meminta tolong pada tetangga nya, dan dalam sekejap mata tetangga nya datang lalu menyeret paksa pria paruh baya itu dan memberikan beberapa tinjuan di wajah nya. Tapi sebulan berlalu, tiba-tiba Kirana mendapat kabar kalau ayah nya tewas kecelakaan, bahkan jemari nya ada yang tak di temukan karena tubuh nya hancur akibat terlindas mobil tronton. Mengenaskan sekali, mungkin itu yang di sebut karma di bayar kontan.


Setelah merasa tenang, Kirana melerai pelukan dokter Bima. Dia mengusap ujung mata nya yang masih meneteskan air mata.


Pria itu menatap Kirana dengan senyum kecil di ujung bibir nya, dia meraih wajah Kirana dan mengusap air mata di wajah cantik perempuan itu, anak dari pasien yang sudah dia tangani beberapa bulan belakangan ini.


"Jangan menangis, kamu terlihat jelek kalau menangis. Tersenyum lah, kamu kelihatan manis saat tersenyum." Ucap Dokter Bima sambil mengusapi wajah Kirana.


"Apa saya bisa tersenyum di situasi yang menyakitkan ini, Dok?"


"Jadi, jalani saja. Semoga ada kabar baik setelah ini, tak ada yang tau takdir hidup seseorang."


"Iya Dok, terimakasih dan maaf sudah membuat pakaian anda kotor, mungkin bercampur ingus juga." Ucap Kirana malu-malu saat melihat kemeja Dokter Bima basah.


"Tak apa-apa Nona, ingus tak semenjijikan itu." Jawab Dokter Bima dengan senyum ramah nya.


Kirana terkekeh geli, membuat Dokter Bima menyunggingkan senyuman manis nya, setidaknya Kirana  sudah bisa tersenyum lagi, meski hati nya mungkin sedang hancur berkeping-keping.


Di luar sana, Samuel sedang duduk dengan kaki yang dia angkat ke atas meja menunjukkan kuasa nya. Tak lupa, botol minuman beralkohol tersaji rapi di meja itu, di tangan nya dia juga mengapit batang bernikotin yang mengepulkan asap. 

__ADS_1


Di depan nya, tarian erotis mewarnai pandangan mata pria tampan itu. Dia sengaja menyewa jalaang untuk menemani malam nya, mereka meliuk-liukkan tubuh mereka dengan sensual, tarian yang memancing hasraat karena mereka menari tanpa sehelai benang pun alias telanjaang bulat!


Pria itu sedikit demi sedikit bisa mengubah kebiasaan buruknya dan mulai tertarik dengan lawan jenis nya, itu semua berkat fantasi liar nya tentang Kirana. Gadis cantik yang pertama kali membuatnya tertarik di pertemuan pertama.


"Cihh, apa hanya ini yang kalian mampu, persembahkan yang terbaik, buat aku bernafsuu!" Perintah Sam, membuat ****** itu mengerahkan semua kemampuan nya untuk memuaskan pria yang ternyata sulit bergairah.


Wanita cantik dengan hidung mancung, dimples di kedua pipi nya itu berjalan pelan mendekat ke arah Sam lalu duduk di pangkuan pria tampan itu. Meraba-raba tubuh pria itu, membuat Sam memejamkan mata nya.


"Mainkan senjata ku, kalau kau bisa membuat nya berdiri, kau akan mendapat imbalan yang setimpal." Jalaang itu menurut, turun dari pangkuan Sam dan mulai membuka resleting celana Samuel, mengeluarkan senjata nya yang masih terkulai lemas.


Jalaang itu memainkan benda itu dengan lembut mengelus nya, mengecup kepala nya beberapa kali membuat Sam mengerang tertahan. Tanpa berlama-lama lagi, Jalaang itu memasukkan senjata itu ke dalam mulut nya, memainkan lidah nya di lubang kecil di kepala senjata Sam. Benar saja, butuh setengah jam lebih untuk membangkitkan senjata api itu.


"Bagus, kita bermain sebentar setelah itu aku akan membayar mu dengan banyak uang. Puaskan aku!" Perintah Sam, membuat jalaang itu lagi-lagi menurut dan kembali duduk di pangkuan Samuel, memasukkan senjata itu ke dalam lubang milik nya.


"Kau yakin ini sehat?"


"Sehat tuan, saya rutin memeriksakan diri ke dokter." Jawab wanita itu.


"Bagus, mulai dan puaskan aku!"


Perempuan itu mulai bergerak naik turun, membuat Sam mengerang beberapa kali, namun dalam fantasi nya, dia membayangkan kalau yang sedang bergerak naik turun di atas pangkuan nya adalah Kirana.


.....

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2