
"Lho, dokter Andre? Anda sudah mulai kembali masuk kerja?" Tanya seorang perawat yang mengenali Andre sebagai salah satu dokter di rumah sakit ini.
"Istri saya pingsan, sus."
"Kenapa gak di periksa aja sama dokter? Anda kan dokter." Ucap perawat itu membuat Andre dan Arina sama-sama melempar tatapan satu sama lain. Iya benar, dia adalah seorang dokter.
"Iya ya, saya lupa kalo saya ini dokter, sus. Sudahlah, cepat periksa istri saya." Ucap Andre, perawat itu pun hanya tersenyum kecil lalu mulai memeriksa keadaan Hanna yang masih belum sadarkan diri juga.
Kening perawat itu mengernyit, terasa ada yang aneh disini.
"Dokter, istri anda sedang mengandung." Ucap perawat itu membuat Andre menganga, sedangkan Arina tersedak ludah nya sendiri. Bagaimana bisa Hanna di nyatakan hamil padahal mereka baru menikah kemarin malam?
"B-agaimana bisa, sus? Saya dan Hanna baru menikah kemarin, kok bisa hamil?" Tanya Andre.
"Mana saya tahu, coba saja di periksa sama dokter kandungan."
"Masa iya hamil sih? Gituan nya juga baru semalam, masa langsung jadi sih?" Gumam Andre lagi sambil menggigit jemari nya. Aneh bukan? Kenapa Hanna bisa hamil secepat ini?
Tiba-tiba saja pikiran buruk menghampiri nya, segala prasangka berkumpul di dalam kepala Andre.
"Gak mungkin Hanna hamil sama orang lain kan?" Gumam nya yang langsung mendapatkan geplakan dari ibu nya.
"Menantu Mama bukan wanita seperti itu, sembarangan aja kalo ngomong!" Ketus Arina, membuat Andre cengengesan.
"Coba di ingat-ingat lagi, maaf mungkin anda pernah melakukan nya sebelum menikah?" Tanya perawat itu, membuat Andre ingat kalau dia pernah melakukan hal itu untuk pertama kali nya, tepat di malam setelah dia menghadiri acara pernikahan Jeff dan Riana sekitar tiga minggu yang lalu.
"Ya, aku pernah melakukan nya bersama Hanna, sekitar tiga minggu yang lalu, sus."
"Nah, mungkin itulah yang saat ini tumbuh menjadi janin di perut istri anda, dok." Jawab suster itu membuat Andre manggut-manggut. Seketika dia merasa bersalah karena sempat berpikiran yang tidak-tidak pada istri nya.
"Maafin aku, sayang."
__ADS_1
"Makanya, punya mulut tuh di jaga. Kalo kedengeran sama Hanna terus di tersinggung gimana hah? Bisa-bisa dia balik ke rumah orang tua nya, mampus kamu." Celetuk Arina membuat Andre nyengir. Tak bisa di bayangkan jika dia di tinggalkan oleh sang istri, padahal mereka baru menikah dua hari.
"Maaf, ma."
"Ngapain minta maaf sama Mama, tuh sama istri mu." Ketus Arina.
Perawat itu hanya nyengir-nyengir geli melihat tingkah antara ibu dan anak itu, Andre juga konyol di mulai dari melupakan kalau dia adalah seorang dokter, lalu melupakan kalau dia pernah melakukan itu sebelum menikah. Astaga, dia cukup terhibur dengan kelakuan dokter yang satu ini.
"Kalau begitu, saya permisi dulu. Sebentar lagi, istri dokter mungkin akan siuman. Dia hanya kelelahan seperti nya, habis malam pertama kan ya?"
"Heh.." Ketus Andre membuat perawat itu tertawa, dia pun keluar dari ruangan. Meninggalkan dokter somplak itu, dia masih tak habis pikir kok ada dokter seperti Andre ya?
"Sayang, bangun dong.." Ucap Andre sambil mengusap punggung tangan sang istri.
"Mama keluar dulu ya, laper."
"Sekalian beliin buat Andre sama Hanna juga dong, Ma."
"Siap, kamu lauknya sama apa?"
"Iya, mama pergi dulu." Andre pun mengangguk, dia membiarkan sang ibu pergi untuk membeli makanan. Sedangkan dia akan menunggui istrinya hingga terbangun.
Tapi, seperti nya doa nya terkabul. Tak lama kemudian, Hanna pun siuman. Dia mengerjakan kedua mata nya dengan perlahan.
"Sayang.."
"Aaahhh, akhirnya kamu bangun juga, yang. Aku khawatir tau." Ucap Andre, dia langsung mengecupi wajah Hanna yang masih terlihat pucat. Sedari tadi pagi, wajah Hanna memang terlihat pucat tapi dia pikir dia hanya kelelahan setelah melayani nya semalaman, tapi rupa nya dia hamil.
"Aku kenapa gitu, yang?"
"Kamu tadi pingsan, sayang. Ternyata, kamu hamil."
__ADS_1
"Hah? Hamil, kok bisa sih? Kita kan baru kemarin malem nikah nya, masa langsung jadi ya?" Tanya Hanna cengo.
"Nah kan, kamu juga lupa kalo kita pernah main sebelum nikah."
"Astaga, iya ya. Aku lupa, kalau saat itu aku sedang masa subur yang. Makanya langsung jadi kek nya ya?"
"Iya, sayang. Gapapa kan kita langsung punya anak?"
"Ishh, kok nanya gitu? Ya gapapa dong, aku malah seneng langsung di kasih. Tanpa harus nunggu lama kayak orang-orang." Jawab Hanna sambil tersenyum manis.
"Aaahh syukurlah kalau kamu gak keberatan."
"Kenapa harus keberatan, aku seneng banget lho ini. Nanti, anak kita temenan sama anak nya Kirana, yang."
"Iya, sayang."
"Nanti, kita periksa ke dokter kandungan yuk? Aku penasaran dia berapa bulan."
"Paling masih hitungan minggu, yang."
"Gapapa, yuk." Ajak Andre, Hanna pun mengangguk.
"Sebentar ya, mama lagi beli makanan. Aku laper, kamu juga laper kan?"
"Iya, laper banget. Pengen makan nya sama ayam goreng, boleh?"
"Kebetulan banget aku pesen ayam goreng sama Mama."
"Wahh, kamu kok tahu aku suka ayam goreng?" Tanya Hanna.
"Ya, aku tahu karena aku suami kamu, sayang." Jawab Andre sambil menjawil mesra hidung mancung sang istri.
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻🌻