Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 79 - Permintaan Maaf Jeff


__ADS_3

Jeff terduduk di kursi panjang yang berada di taman rumah sakit, pria itu menunduk menyembunyikan wajah nya yang di penuhi dengan kesedihan. Raut wajah nya kusut seperti benang kusut. 


"Mas.." Lirih Kirana sambil memegang punggung suami nya. Perlahan, kepala Jeff mendongak lalu melengos begitu saja saat melihat istri nya datang.


Kirana duduk di samping sang suami, lalu menatap lurus ke depan dengan wajah sendu yang siapapun akan tahu kalau pasangan itu sedang tidak baik-baik saja.


"Apa Mas tahu, kalau kak Queen sangat mencintaimu? Saking dia mencintai mu, dia rela menahan rasa sakit nya sendirian hanya karena tak ingin membuat mu khawatir." 


"Ya, aku tahu. Aku salah karena ikut andil dalam menyembunyikan penyakit kak Queen, tapi aku punya alasan yang cukup."


"Apa? Alasan seperti apa, Kiran?" Tanya Jeff, dia menatap Kirana dengan tajam.


Kirana pun menjelaskan semua nya, tentang pembicaraan nya di taman hari itu bersama Queen. Tanpa terlewat sedikit pun, agar Jeff mengerti dan tak menyalah artikan semua nya.


Jeff menghela nafas nya, lalu menyandarkan kepala nya di pundak Kirana. Perempuan itu menyambut nya dengan usapan-usapan kecil di kepala sang pria. 


"Aku menyesal, Kiran."


"Menyesal karena apa? Apa karena menikahi ku?" Tanya Kirana, membuat pria itu kembali menegakkan kepala nya.


"Tidak, bukan itu, sayang. Aku tak pernah menyesali pernikahan kita atau semua yang sudah terjadi di antara kita berdua, aku hanya menyesal kenapa aku baru tahu penyakit Queen sekarang." 


"Dia hanya tak mau membuat kamu khawatir, Mas. Dia benar-benar wanita yang baik, kalau aku ada di posisi nya, aku takkan memikirkan kebahagiaan orang lain, seperti nya aku akan jadi wanita yang egois. Tapi, kak Queen tidak begitu, Mas." Lirih Kirana, dia tersenyum kecil ke arah Jeff.


"Dia rela mengorbankan perasaan nya sendiri, melihat suami nya menikah dengan wanita lain, apakah itu tidak menyakitkan? Tentu, sangat menyakitkan. Tapi, lihatlah kak Queen dia masih bisa tersenyum tulus padaku tanpa rasa benci sedikit pun. Dia bahkan memperlakukan aku dengan sangat baik, seperti layaknya seorang kakak pada adiknya."


"Kamu adalah pria yang sangat beruntung, Mas. Karena bisa memiliki wanita sebaik Kak Queen, hati nya begitu luas hingga mau menerima wanita lain dalam kehidupan rumah tangga nya." 


"Ya, aku memang beruntung. Hanya saja aku yang terlalu bodooh karena sudah menyia-nyiakan wanita sebaik Queen." Lirih Jeff.


"Terlepas dari kesalahan nya di masa lalu, bukankah kak Queen juga manusia yang terkadang salah, Mas? Bahkan Mas pun bisa melakukan hal yang sama karena mengikuti nafssu kan? Maafkanlah dia, Mas. Lupakan dendam mu padanya, ini masih belum terlambat." Jeff menatap wajah Kirana dengan sendu, Kirana sendiri tersenyum kecil, membingkai wajah suami nya dan mengusap sisa-sisa air mata di ujung mata sang suami.


"Larilah dan peluk istrimu, Mas. Minta maaflah padanya, maafkan juga semua kesalahan nya." 


"Iya, sayang. Aku akan melakukan nya." Jawab Jeff, dia pun langsung bangkit dari duduknya dan berlari dari taman menuju ke dalam rumah sakit, membuat Kirana tersenyum simpul. 


"Tebus semua kesalahan mu, Mas. Aku yakin, kalian masih saling mencintai namun terhalang ego masing-masing." Gumam Kirana sambil tersenyum, dia akan berada disini untuk beberapa waktu. Tentu nya, menyiapkan hatinya untuk semua kemungkinan yang bisa saja terjadi, apapun itu dia harus siap. 


Semoga ketakutan nya tak menjadi kenyataan, tak terbayangkan akan sehancur apa dirinya, Jeffran dan kedua orang tua nya nanti. Tapi semoga saja hal itu tidak terjadi. 


Setiap manusia pasti punya pemikiran-pemikiran buruk, apalagi di dukung dengan penyakit yang cukup parah. Siap? Tentu tidak, tidak ada yang siap mengalami sakit nya kehilangan, apalagi orang terdekat. 


"Mama, hidup ku begitu rumit sekarang. Mama sedang apa disana, apa kabar?" Gumam Kirana, dia mengusap air yang bersarang di ujung mata nya.


Di dalam ruangan, Jeff tengah memeluk istrinya yang baru saja siuman. Pria itu menangis sesenggukan, dan terus saja meminta maaf pada Queen, istri yang sudah dia sia-siakan menurutnya. Tapi, Queen juga berpikiran sama tentang Jeff, karena dari awal dialah yang memercikan api hingga membuat nya kehilangan kepercayaan dan cinta suami nya. 


"Mas, kamu kenapa?"


"Aku minta maaf, sayang. Aku minta maaf karena sudah menyia-nyiakan mu, bahkan menghianati kepercayaan mu."


"Tidak, justru aku yang minta maaf karena sudah menyakiti perasaan mu, juga menghianati mu dulu. Tapi, semua yang aku dapat sekarang adalah balasan dari apa yang aku perbuat dulu, Mas." Lirih Queen, wanita itu tersenyum manis sambil mengusap rahang tegas suami nya. 


"Sayang.."


"Jangan menyalahkan dirimu sendiri, karena disini aku juga salah atas tindakan ku di masa lalu."

__ADS_1


"Kita saling memaafkan?"


"Tentu, sayang." Jawab Jeff, Queen tersenyum manis lalu merentangkan tangan nya, Jeff pun memeluk istrinya dengan erat. Syukurlah, dia tak kehilangan ingatan apapun tentang suami nya.


"Kemana Kirana, Mas?"


"Dia masih di taman sekarang, tadi aku membentak nya karena emosi."


"Apa yang sudah kamu lakukan, Mas? Minta maaf padanya, jangan sampai dia merasa tak lagi di hargai. Nanti, dia pergi kamu menyesal karena kehilangan wanita sebaik Kiran." Lirih Queen.


"Iya, aku akan meminta maaf nanti. Sekarang aku ingin bersama mu dulu."


"Jangan terlalu meninggikan ke egoisan mu sendiri, Mas. Itu akan merugikan diri kamu sendiri." Nasehat Queen.


"Hmm, iya sayang." 


Kedua nya pun melanjutkan obrolan ringan, bercanda gurau. Hal yang sudah lama tidak mereka lakukan karena rasa gengsi yang mereka miliki masing-masing. 


Dokter Andre tersenyum, setidaknya dia sangat senang melihat wanita itu tertawa lepas dengan pria yang dia cintai. Meskipun, hatinya cukup nyeri saat ini tapi biarlah. Semoga saja dia bisa melupakan sejenak perasaan nya karena hati nya saat ini sudah terisi oleh gadis bernama Hanna. 


Tak lama kemudian, Kirana masuk dengan wajah yang lebih bersahabat dari tadi. 


"Kakak.."


"Kiran, duduk disini." Ajak Queen, Kirana pun menurut dan duduk di samping Jeff yang sedari tadi hanya menunduk saja. 


"Mas.."


"Kenapa, sayang?" Tanya Jeffran sambil mendongak menatap wajah istrinya. Queen melirik ke arah Kirana dengan kode mata nya, Jeff yang mengerti pun langsung menolehkan wajah nya menatap sang istri.


"Iya, Mas. Ada apa?"


"Aku minta maaf karena membentak mu tadi." 


"Ohh itu ya? Sudahlah, aku sudah melupakan nya." Jawab Kirana sambil tersenyum. 


"Terimakasih, sayang."


"Sama-sama, Mas." Jawab perempuan itu pelan. 


"Kakak sudah makan?"


"Belum, kakak gak suka makan bubur." Jawab Queen sambil menggeleng.


"Jangan begitu, Kak. Kakak harus makan ya, sedikit aja gapapa." Bujuk Kirana.


"Tapi kakak gak suka." Lirih Queen.


"Satu suap saja, ya? Karena kakak belum boleh makan nasi biasa." Bujuk nya lagi.


"Baiklah, satu suapan saja."


Kirana tersenyum kesenangan, lalu mengambil mangkuk berisi bubur dan menyuapi kakak nya dengan perlahan. 


"Sudah, Kiran.." 

__ADS_1


"Satu suap lagi ya?" 


"Hmm, baiklah satu lagi." Jawab Queen dengan terpaksa. Kirana pun tersenyum, dia pun segera menyuapkan bubur ke mulut kakak nya, mumpung dia mau.


"Sudah.."


"Iya, kakak minum dulu ya." Kirana memberi minum pada Queen lewat sedotan. Sedangkan Jeff hanya melihat perhatian istri nya pada istri yang lain. 


"Permisi.."


"Ohh, dokter Andre. Silahkan masuk, dok." 


"Maaf mengganggu waktu nya, saya hanya ingin memeriksa keadaan Queen." 


"Silahkan dokter." Jawab Kirana, dia pun sedikit menjauh dari brankar tempat Queen berbaring.


"Sudah makan, Queen?"


"Sudah dok, tapi hanya sedikit." Bukan Queen, tapi Kirana yang menjawab. 


"Tak apa, paksakan saja walaupun sedikit-sedikit. Karena perut harus tetap terisi." Jelas nya sambil tersenyum memperlihatkan lesung pipit di pipi kanan nya, membuat senyuman dokter Andre terlihat lebih manis. Namun, Kirana segera menundukan pandangan nya. 


"Kondisi nya sudah sedikit membaik, nanti saya kesini lagi. Kalau begitu saya permisi dulu." Pamit dokter Andre, setelah semua nya setuju, dia pun keluar dari ruangan menyisakan rasa heran di hatinya, kenapa Kirana menundukan tatapan nya, ada apa? Tak mungkin wanita itu malu kan?


"Kenapa kamu menunduk tadi, Kiran?" Tanya Queen.


"Sebagai wanita bersuami, saya harus menjaga pandangan saya, Kak." Jawab Kirana, membuat Queen tersenyum.


"Kamu memang istri yang baik, Kiran." 


"Kakak juga." 


Pintu terbuka dengan perlahan, Carina dan Radit masuk dengan wajah sembab nya, sepertinya mereka masih belum bisa menerima apa yang baru mereka ketahui hari ini dari dokter, yakni penyakit lain putri mereka.


"Sudah makan, Nak?" Tanya Carina pada Putrinya dengan pelan.


"Sudah, Ma. Tadi di suapin sama Kiran." Carina menatap Kirana yang berdiri di belakang nya, wanita itu tersenyum kecil sambil menganggukkan kepala nya.


"Hanya sedikit, Ma. Dua suap saja, tapi kata dokter tak apa-apa, yang penting ada yang masuk." 


"Kamu sendiri sudah makan, Kiran?" Tanya nya. 


"Belum." Jawab Kirana, dia memang belum makan dari tadi sore karena terlalu mengkhawatirkan keadaan Queen. 


"Makan dulu, jangan menyakiti diri sendiri. Mama bawa lalapan ayam sama sambel, di makan sana." 


"Iya Ma, makasih ya."


"Hmm, sama-sama. Makan yang banyak ya." Kirana mengangguk, lalu membuka paperbag yang tadi di bawa oleh Carina. 


"Mas, ayo makan dulu." Ajak Kirana, barulah Jeff mendekat. Dia masih merasa sangat bersalah pada Kirana karena sudah membentak nya tadi, meskipun Kirana sudah memaafkan nya, tapi tetap saja rasanya dia masih bersalah.


Kirana pun makan dengan tangan secara langsung, sambil menyuapi Jeff yang sedari tadi hanya bengong saja meskipun sedang makan, akhirnya Kirana pun menjejeli mulut suami nya dari tangan nya.


........

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻🌻


__ADS_2