
Sore hari nya, Kirana terbangun lebih dulu. Wanita itu menatap suami nya yang masih tertidur lelap di samping nya, wajah tampan dan teduh pria itu membuat senyum Kirana terbit seketika. Tangan nya bergerak mengusap rahang tegas suami nya yang di tumbuhi sedikit bulu-bulu tipis.
Tak ada yang menyangka, kalau pria pemilik tubuh atletis bak binaragawan itu ternyata pria mesuum. Bahkan Kirana saja tak menyangka kalau pria yang kini menjadi suami nya itu super duper mesuum. Mesuum nya mungkin sudah mendarah daging, dia pria yang pandai memanfaatkan situasi.
"Sayang.."
"Eehh, kebangun ya? Maaf.."
"Hmm, bukan cuma aku yang kebangun sayang. Yang bawah juga ikutan bangun."
"Mas.."
"Iya-iya, sayang. Mas gak minta lagi kok, mandi bareng yuk?" Ajak Jeff. Tapi sepertinya Kirana kapok dan dia sudah tau niat terselubung suami nya ini.
"Kamu duluan aja."
"Ayoo bareng, biar lebih menghemat waktu." Bujuk Jeff.
"Menghemat waktu? Yang ada mandi sama kamu gak selesai satu jam!" Ketus Kirana, dia bangkit dari rebahan nya dan meraih bathrobe lalu memakai nya secepat kilat.
"Ayolah, yang. Janji gak ngapa-ngapain, cuma mandi aja."
"Enggak, kamu dulu yang mandi atau aku?" Tanya Kirana, membuat Jeff cemberut seketika.
"Yaudah, aku mandi duluan ya." Kirana pun langsung berlari ke kamar mandi, tak lupa mengunci nya agar Jeff tak bisa seenaknya masuk.
"Sayang, ihhhh.." Jeff menggedor-gedor pintu kamar mandi, gagal sudah menggoda istrinya lagi. Kalau sudah begini ya berarti yang tadi adalah jatah terakhir nya hari ini.
"Diem, Mas! Aku lagi mandi, ganggu banget." Kesal Kirana, karena suami nya terus saja menggedor pintu kamar mandi dengan keras, membuat nya yang sedang bersantai sambil berendam di bath up merasa sedikit terganggu.
"Bukain pintu nya, sayang."
"Enggak, aku tau modus kamu ya. Udah cukup untuk hari ini, aku capek. Besok kan bisa." Jawab Kirana sedikit keras.
Akhirnya, Jeff pun menyerah. Dia memilih kembali berbaring di atas ranjang, dia kesal karena tak di ajak mandi bersama oleh istri nya.
"Heran deh sama pria itu, kenapa seolah tiada puas nya sih? Aku aja capek, apa dia gak capek ya?" Gumam Kirana sambil menggelengkan kepala nya. Dia saja merasa lelah, padahal hanya tiduran di bawah. Nah apa kabar dengan Jeff yang bergerak? Tapi jika ada kesempatan, pria itu hayuk-hayuk aja main sampe gempor sekalian.
"Tunggu, apa dia pake obat kuat ya? Atau ada kelainan gitu? Gak mungkin kan ya? Kalau iya, ngeri banget." Kirana merinding seketika, tak bisa di bayangkan kalau benar suami nya itu mempunyai kelainan.
__ADS_1
Setelah di rasa cukup, Kirana pun membilas tubuh nya di bawah guyuran shower, lalu melilitkan handuk di tubuh nya. Kirana keluar dari kamar mandi dengan langkah pelan, dia menggelengkan kepala nya saat melihat suami nya malah tidur lagi dengan tubuh yang di gulung oleh selimut.
"Mas, udah tuh."
"Hoaamm.." Jeff menguap lebar, membuat Kirana bergidik. Kok dia baru menyadari kebiasaan suami nya yang ini ya? Bukan jijik, tapi aneh saja kenapa dia tak menyadari hal ini sekarang.
"Isshh kalo nguap tuh di tutup, Mas."
"Hmmm.." Jeff hanya berdehem sambil menggaruk perut nya. Ternyata kebiasaan semua pria hampir sama ya, tapi tunggu? Pria yang mana, kan Kirana baru menemui satu pria yang modelan seperti Jeff. Aahh sudahlah.
"Wangi."
"Makanya mandi, sana mandi biar wangi."
"Iya istriku sayang." Jawab Jeff, dia mengedipkan sebelah mata nya dengan genit, lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya yang terasa lengket.
"Pria itu, astaga." Kirana pun buru-buru masuk ke kamar ganti, mengambil satu dress rumahan berwarna hijau dengan motif garis-garis berlengan pendek.
Tak lupa, sekesal apapun seorang istri pada suami nya, tetap saja dia melakukan tugas dan kewajiban nya sebagai istri, meski sesekali mendumel tak jelas. Itulah yang terjadi pada Kirana saat ini, dia mengoceh tak jelas tentang suami nya sambil memilihkan pakaian untuk suaminya pakai.
"Sayang.."
"Pakaian Mas, mana?"
"Di ruang ganti, Mas. Aku turun duluan ya, kelupaan tadi mau masak sama kakak Queen."
"Kok bisa kelupaan sih, sayang?"
"Ya kamu nya malah minta jatah tadi, terus tidur siang." Jawab Kirana.
"Hehe, yaudah. Hati-hati turun tangga nya ya."
"Iya Mas, kalau sudah selesai langsung turun ya."
"Iya istri cantik ku." Jawab Jeff sambil mencolek hidung mancung istrinya dengan gemas. Kirana pun keluar dari kamar, dia menuruni tangga sambil celingukan mencari keberadaan kakak nya.
"Kiran.." sapa Carina saat Kirana melewati ruang tamu hendak ke dapur.
"Iya, Ma. Kemana kak Queen ya?" Tanya Kirana.
__ADS_1
"Queen sedang istirahat di kamar nya, katanya kepala nya sakit." Jawab Carina, wanita paruh baya itu sedikit memaksakan senyum nya.
"Ohh, yaudah Kiran kesana dulu ya. Liat keadaan nya kak Queen."
"Iya, Kiran."
Kirana pun pergi ke kamar tempat Queen beristirahat, perempuan itu mengetuk pintu kamar, namun tak ada jawaban sama sekali dari dalam sana. Akhirnya, Kirana nekat membuka pintu kamar itu, karena samar-samar dia mendengar rintihan kecil.
"Kak.." panggil Kirana lirih sambil melongokan kepala nya ke dalam kamar.
"Ki-ran, tolong.."
"Kakak.." Pekik Kirana, dia langsung berlari ke arah Queen yang terkapar di lantai.
"Sa-kit Kiran! Aarrghhh.." Queen memegangi kepala nya, Kirana panik dan langsung berteriak meminta bantuan.
"Tolong…" teriak nya, kebetulan Jeff sedang menuruni tangga. Begitu mendengar teriakan istrinya, pria itu segera berlari ke tempat asal suara.
"Ada apa, sayang?"
"Mas, kak Queen.." lirih Kirana, wanita itu menangis tergugu sambil melihat keadaan Queen yang terus mengatakan sakit di kepala nya.
"Kita ke rumah sakit, sekarang." Putus Jeff, dia menggendong istrinya dan berlari keluar.
"Ma, tolong telpon dokter Andre. Bilangin sama dia kalau keadaan kak Queen memburuk."
"Iya, mama ikut ke rumah sakit juga." Jawab Carina, Kirana dan wanita paruh baya itu pun pergi ke rumah sakit dengan Jeff yang mengemudikan kendaraan roda empat itu dengan kecepatan tinggi. Beruntung nya, jalanan cukup lengang karena belum masuk waktu makan malam.
"Ma, telepon Andre." Ucap Jeff tanpa menoleh, karena dia fokus mengemudikan mobil nya. Sedangkan Queen sudah tak sadarkan diri di pangkuan Kirana, perempuan itu terus saja menangis sambil mengusap kepala Queen.
"Kakak, bangun kak. Jangan begini, kakak janji bakal kuat, bakal sembuh." Lirih Kirana di sela tangisan nya, beberapa kali dia mengecup kening Queen.
"Jangan menangis, sayang. Kakak mu pasti akan baik-baik saja, dia wanita yang kuat."
"Iya Ma, tetap saja rasa nya aku.." Kirana tak sanggup melanjutkan ucapan nya, dia hanya bisa menangis sambil memeluk tubuh ringkih Queen yang berada di pangkuan nya.
.......
🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1