
Sore harinya, Queen menerima sebuah paket berisi pakaian dinas untuk Kirana. Meskipun perempuan itu menolak dengan alasan tak percaya diri ketika memakai nya, tapi Queen bersikukuh untuk membelikan adik madu nya itu tiga buah pakaian dinas.
"Terimakasih ya Pak, ini tips nya." Ucap Queen sambil memberikan kurir paket itu beberapa lembar uang.
"Ini terlalu banyak, Nyonya."
"Tak apa-apa, anggap saja itu sudah rezeki buat anak istri di rumah." Jawab Queen tersenyum manis. Kurir itu pun undur diri setelah memastikan barang nya sampai dengan selamat.
"Aku belum nikah, tolong aku masih jomblo." Gumam kang paket itu. Dia masih bujangan, tapi ya kalau dapet uang tips sebanyak ini ya sudah, buat beli rokok nanti.
Queen membawa paket itu ke dalam rumah, di ruang tamu dia berpapasan dengan suami nya yang berjalan santai sambil membawa laptop di tas nya.
"Paket apa itu, sayang?" Tanya nya sambil berjalan mendekat.
"Pakaian dinas buat Kirana, Mas."
"Maksud mu?"
"Gak usah pura-pura polos deh, Mas." Cibir Queen, membuat Jeff terkekeh.
"Tapi kenapa kamu yang beliin?"
"Soalnya Kirana gak mau beli, katanya gak pede pas make nya."
"Ohh begitu ya." Lirih Jeff sambil menganggukkan kepala nya.
"Malam ini, Mas tidur di kamar Kirana ya? Kalian belum malam pertama kan?"
"Ya belum sih, tapi kamu gimana?" Tanya Jeff khawatir, dia sih oke-oke saja mau tidur di kamar Kirana atau di kamar Queen, toh kedua nya sama-sama istrinya.
"Gapapa kok, aku biasa nya juga sendiri."
"Hmm, ya sudah terserah kamu saja." Jawab Jeff.
"Kamu mau kemana, Mas?"
"Disini aja sih, mau ngerjain kerjaan penting dulu, biar besok gak usah lembur."
"Ohh yaudah, kalau ada pekerjaan memang harusnya di kerjakan sekarang. Nanti malam kan kalian bakalan begadang." Celetuk Queen.
"Apa sih, Yang?"
"Dihh, udah tua gitu gak usah malu-malu. Aku tau kamu seperti apa, Mas." Queen menepuk pelan lengan suami nya.
"Hehe.."
"Nyengir lu, gak lucu lho."
"Kamu memang yang paling paham deh, yang."
"Wajar aja, kan aku lama sama kamu Mas. Jadinya, aku tau kebiasaan kamu." Jawab Queen, wanita itu menyunggingkan senyuman manis nya.
Jeff mengecup kening Queen dengan mesra, lalu membingkai wajah istrinya dengan lembut.
__ADS_1
"Terimakasih, ya."
"Sama-sama, Mas." Jawab Queen. Jeff pun tersenyum, lalu pergi untuk mengerjakan pekerjaan nya yang menumpuk. Kalau bisa, memang harus di selesaikan hari ini juga, kalau malam dia akan mengajak istri baru nya begadang.
Sedangkan di dapur, Kirana sedang membuat kue. Setelah tadi siang membuat pudding buah bersama Queen, sore hari nya dia malah ingin ngemil kue kering rasa coklat kesukaan nya.
"Buat apa, Nak?" Tanya Carina.
"Hehe, bikin kue kering Ma." Jawab Kirana sambil cengengesan.
"Kamu ini dari tadi pagi sampe sore di dapur aja, apa sih yang bikin betah?"
"Perabotan nya, Ma."
"Ya sudahlah, kalau suka ya emang susah. Ada yang bisa Mama bantu?" Tanya Carina. Tadi dia membuat kesepakatan dengan Kirana, untuk memanggil dirinya dengan panggilan Mama, sama seperti saat Queen dan Jeff memanggilnya.
"Gak ada kok, Ma. Udah mau selesai, nanti aja tugas Mama nyobain kue nya." Jawab Kirana sambil tersenyum manis.
"Itu sih mama suka, Nak."
Kirana terkekeh pelan, dia pun kembali mengecek kue nya di dalam oven, setelah memastikan kue nya kering sempurna, barulah dia mengangkat dan menyajikan nya di piring kecil.
"Di cobain dulu, Ma."
Carina mengangguk dan mengambil satu keping kue kering itu dan memakan nya. Seperti biasa nya, kue buatan Kirana selalu enak.
"Enak." Puji Carina mengacungkan jempol nya ke hadapan Kirana.
"Hehe, makasih Ma."
"Kopi nya, Pah."
"Terimakasih, Kiran."
"Ini kue nya buat temen minum kopi." Kirana menyuguhkan sepiring kue kering buatan nya. Radit mengambil nya dan memakan nya, kening nya mengernyit.
"Kamu membuat nya sendiri, Kiran?"
"Iya Pah, apa ada yang kurang? Bilang saja, nanti Kiran perbaiki."
"Kau bisa membuat kue seenak ini, kenapa tak membuat toko kue saja?" Tanya Radit.
"Nanti pah, kalau sudah ada modal nya."
"Minta saja sama Jeff, dia pasti memberimu modal untuk bisnis kue."
"Nanti saja pah." Jawab Kirana, dia merasa mu kalau harus meminta modal pada Jeff, meskipun saat ini pria itu berstatus sebagai suami nya.
"Kiran.." panggil Queen dengan ceria, dia langsung menggandeng lengan adik nya lalu menarik nya dari dapur.
"Kakak, mau kemana?"
"Diamlah." Queen membawa adik Andi nya itu ke kamar. Kamar yang biasa nya di tempati oleh Queen dan Jeff, tapi ya itu dulu. Karena sekarang, mungkin Jeff akan lebih sering tidur di kamar Kirana.
__ADS_1
"Kakak.."
"Coba pakai ini." Queen mengeluarkan sebuah lingerie berwarna merah terang. Kirana nyengir-nyengir geli melihat model dan bahan pakaian dinas itu, tipis dan menerawang.
"Aku akan masuk angin kalau memakai nya, Kak."
"Ada suami mu yang akan menghangatkan mu, Kiran. Ayolah, menyenangkan suami itu pahala nya gede lho."
"Huhh, baiklah kak." Kirana mengambil lingerie itu dan memakai nya di ruang ganti. Tak lama kemudian, Kirana keluar dengan pakaian tipis itu. Queen tertawa saat melihat wajah Kirana yang memerah.
"Haha, Kiran."
"Kenapa kak? Apa aku terlihat aneh, sudah aku duga pakaian ini membuat aku tak percaya diri."
"Kamu cantik, tapi kenapa wajah mu memerah seperti itu?" Tanya Queen.
"Aku malu, kak."
"Udah, gak usah malu. Kamu cantik sekali memakai ini, nanti gerai rambut mu, pakai make up tipis saja ya."
"Kakak yakin dengan ini?" Tanya Kirana, dia malah merasa risih mengenakan lingerie ini.
"Tentu, Jeff akan sangat menyukai penampilan panas mu ini. Nanti, pakai yang ini ya."
"Ya baiklah, Kak." Jawab Kirana pasrah.
"Lemes banget."
"Malu aku kak, gak pakai ginian aja Mas Jeff tuh main nya udah brutal, apalagi pake ginian." Keluh Kirana, membuat Queen tergelak kembali.
"Karena kamu menggoda, walaupun kamu pakai blouse rapat, tetap saja dia akan tergoda, Kiran."
"Hmm, mungkin kata kakak ada benar nya."
"Sudah, yuk siap-siap. Sebentar lagi makan malam, setelah makan malam bersiap lah menyambut Jeff. Karena aku sudah mengatakan kalau malam ini dia harus tidur di kamar mu." Jelas Queen, membuat Kirana terbelalak. Astaga, kakak nya ini benar-benar sudah curi start duluan.
"Aahh ya, kakak gerak cepat."
Kedua wanita itu pun keluar dari kamar, tentu nya setelah Kirana kembali berganti pakaian dan menyimpan pakaian dinas itu di kamar nya.
Setelah nya, mereka pun menikmati makan malam dengan lahap, tentu nya Kirana harus makan banyak untuk persiapan, dia memerlukan tenaga ekstra seperti nya. Apalagi saat melihat tatapan Jeff yang mesuum, bahkan saat dirinya tengah makan.
Selesai dengan acara makan malam, Kirana langsung masuk ke kamar dan mengenakan pakaian dinas nya secepat kilat. Lalu mendudukan tubuhnya di sisi ranjang dengan pose menggoda, seperti yang tadi sudah di ajarkan oleh Queen. Padahal tanpa di ajarkan pun, seperti nya Kirana tahu cara untuk menggoda Jeff.
Bahkan tanpa di goda sekalipun, Jeff tetap saja sangat bernafssu saat melihat nya, tanpa lingerie sekalipun, Jeff sudah tergoda dengan tubuh nya.
Ceklek..
Pintu kamar terbuka, seketika itu juga hati Kirana terasa berdebar, jantung nya berdetak lebih cepat dari biasa nya.
Jeff mematung di ambang pintu begitu melihat penampilan istri nya, junior nya langsung bangkit tanpa perlu di arahkan pun dia mengerti kalau dia akan masuk ke dalam sarang kesukaan nya.
"Sayang.." Kirana menatap suami nya dengan tatapan menggoda, senyuman manis menghiasi wajah cantik nya.
__ADS_1
.....
🌷🌷🌷🌷