Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 38 - Pria Menyebalkan!


__ADS_3

"Setidaknya dia bukan pria beristri." Ucap Kirana yang membuat Jeff emosi.


"Lalu, kalau aku pria beristri memang nya kenapa? Ada yang salah?"


"Maaf, sebaiknya tuan pergi." Usir Kiran, wajah nya berpaling ke samping, tak mau menatap wajah pria tampan di depan nya.


"Tidak, aku takkan pergi sebelum kau meminta maaf padaku."


"Maaf? Untuk apa?"


"Untuk perbuatan mu kemarin yang membuat aku kebakaran api cemburu!" Ucap Jeff. Dia mengungkung Kirana di tembok dan menahan nya dengan kedua tangan.


"Bagaimana bisa saya minta maaf tanpa tau kesalahan saya."


"Cepatlah, atau kau ingin aku hukum?"


"Baiklah, saya minta maaf telah membuat anda cemburu, Tuan." Ucap Kirana membuat senyum di bibir Jeff terbit seketika.


"Gadis pintar, hari ini kau bekerja?" Tanya Jeff sambil memainkan anak rambut Kirana, memutar nya dengan jari nya.


"Haruskah? Saya merasa tidak enak badan hari ini."


"Tapi aku membutuhkan mu, Kiran. Apa kau tak meminum pil kontrasepsi?"


"Memang nya kenapa Tuan?" Balik tanya Kirana, pria itu merengkuh pinggang perempuan itu agar semakin dekat dengan nya.


"Aku akan sangat marah kalau kau meminum pil semacam itu, kau tau aku sangat ingin punya anak dan kau bisa memberikan nya."


"Tapi tuan, saya sudah bilang saya tak mau." Jawab Kirana lirih.


"Karena status? Kau bisa menjadi istri kedua Kirana, aku tak mungkin menceraikan Queen sekarang apalagi dengan kondisi nya saat ini."


"Saya tidak mau tuan, maaf silahkan cari yang lain saja."


"Tidak dan tidak akan pernah, aku sudah memilih mu untuk mengandung anak ku!" Tegas Jeff.


"Jangan egois, pikirkan perasaan ibu saya juga. Jangan seenaknya!'

__ADS_1


"Aku egois? Ya aku memang egois, Kiran."


Kirana mendengus, dia bersiap keluar dari kamar mandi tapi tangan Jeff cepat menarik pinggang Kirana, membuat perempuan itu menabrak dada bidang nya.


"Kamu boleh cuti hari ini, tapi beri vitamin dulu."


"Vitamin apa? Saya bukan dokter atau ilmuan yang bisa membuat vitamin." Jawab Kirana polos. Jeff menjawab nya dengan tindakan, dia menyambar bibir ranum kemerahan Kirana, ******* nya dengan nikmat.


"Bisa membalas ciuman ku, Sayang?" Wajah Kirana memerah, tak salahkah Jeff memanggil nya sayang?


"Balas oke?" Ucap Jeff lagi dan entah kenapa, Kirana malah menganggukan kepala nya.


Jeff kembali melabuhkan ciuman basah nya, bahkan menyusup kan lidah nya membuat ciuman itu semakin dalam dan bergairah. Jeff membelai lembut pantaat berisi Kirana, meremaas nya lalu mengangkat sebelah kaki perempuan itu.


Kirana juga mulai aktif membalas ciuman Jeff, melupakan sejenak kalau Jeffran itu suami orang. Tapi nafsuu memang bisa membuat akal sehat berhenti berfungsi.


Ciuman Jeff berpindah ke leher, mengecup dan menyesap nya dengan kuat hingga meninggalkan bekas kemerahan yang mewarnai leher putih itu.


"Eemmhhh..." Kirana melenguuh pelan saat Jeff menggigiti leher nya, sensasi nya membuat darah nya berdesir.


"Tuan.." Panggil Kirana lirih.


"Kenapa?"


"Apa sudah cukup vitamin nya? Nanti anda kesiangan." Peringat Kirana dengan nafas tersengal.


"Kantor itu milik ku, aku CEO nya." Jawab Jeff acuh, lalu kembali memulai permainan nya, dia menaikan blouse Kirana dan membuka pengait braa nya, dia menatap sejenak buah kenyal yang indah terpampang nyata di depan nya, begitu menggoda untuk di lahap, apalagi puncak nya yang kemerahan itu begitu menantang untuk di jelajahi.


Jeff langsung melahap puncak gunung kembar itu dengan nikmat nya, membuat Kirana bergerak tak karuan apalagi sebelah kaki nya yang masih di angkat oleh Jeff.


Krieett..


Suara pintu terbuka membuat Jeff menghentikan sejenak kegiatan nikmat nya dan saling menatap dengan Kirana.


"Tak ada orang, kemana Kirana? Mungkin sudah pergi bekerja." Terdengar suara seseorang dari luar.


"Siapa, Kiran?"

__ADS_1


"Dokter Bima, sebaiknya kita sudahi ya?" Jeffran menggeleng, dia malah tersenyum menyeringai ke arah Kirana yang sudah memucat.


'Ohh tidak, tak mungkin pria ini akan melakukan nya disini dan di luar sedang ada dokter Bima kan?'


Tapi benar saja, Jeff malah menyibak rok span Kirana dan menurunkan segitiga perempuan itu, menurunkan nya sedikit dan memainkan benda kecil di tengah-tengah irisan daging itu. Mulut Jeff juga kembali bermain di puncak gunung kenyal Kirana.


"Uhhh..." Kirana refleks melenguuh, dia segera menutup mulut nya dengan tangan. Khawatir kalau dokter Bima mendengar suara nya.


"Kiran? Kau di dalam sana?"


'Sial, pria ini semakin tak terkendali.' Batin Kirana merutuki kelakuan Jeff yang seenaknya, tapi bodooh nya dia malah menikmatinya.


Terdengar suara derap langkah kaki mendekat ke arah kamar mandi dan memutar handle pintu, Kirana memejamkan mata nya dia takut terciduk sedang melakukan hal tak layak di rumah sakit mana di kamar mandi lagi, tapi Jeff sama sekali tidak terganggu, masih tetap dengan kegiatan nya menyusu di dada nya.


Beruntung saja pintu kamar mandi itu sudah di kunci oleh Jeff tadi, jadi Kirana merasa sedikit aman.


"Kirana kau di dalam? Bersuara lah kalau ada di dalam!" Kirana bersiap menjawab pertanyaan dokter Bima, tapi Jeff buru-buru membungkam bibir Kirana dengan ciuman memabukkan.


"Mungkin hanya perasaan ku saja, sebaiknya aku cepat memeriksa keadaan Ibu Nita dan keluar." Gumam nya lalu pergi menjauh, dan tak lama terdengar suara pintu tertutup. 


Kirana refleks mengusap dada nya, saat ini dia aman. Tapi dia lupa kalau pria di depan nya adalah ancaman terbesar saat ini. Sudah jelas ini akan jadi tragedi kamar mandi part 2.


Setelah selesai mengerjai Kirana, Jeff berangkat ke kantor dengan wajah berseri. Tapi berbeda dengan Kirana yang kesal setengah mati pada pria tampan namun minus akhlak itu, bisa-bisa nya dia terlihat santai menyusu, padahal di luar ada orang. Setidaknya panik lah sedikit, tapi ini tidak sama sekali.


Kirana keluar dari kamar mandi dengan rambut basah nya, terpaksa juga dia memakai blouse yang tadi juga rok nya, karena lupa membawa pakaian ganti, seperti nya dia harus ke pasar sekarang, untuk sekedar membeli baju ganti. Untung saja, dia masih punya uang bonus minggu kemarin yang dia tabung.


"Pria itu sangat menyebalkan!" Gumam Kirana sambil menepuk-nepuk blouse dan pakaian nya yang kusut akibat ulah Jeff barusan.


Kirana mengusap lembut kepala ibu nya, hati nya merasa bersalah karena tak bisa menjaga diri dengan baik. Ibu nya selalu bilang, jangan terbawa arus pergaulan anak muda jaman sekarang yang menganut sexx before married. Ibu nya selalu berpesan agar dirinya menjaga kehormatan nya sebagai wanita dengan tidak melakukan hal berbau sexuaal, dan hanya mempersembahkan kesucian nya pada laki-laki yang kelak jadi suami nya.


"Maafin Kiran Ma, awalnya Kiran melakukan nya untuk biaya operasi Mama, tapi kirana tak bisa menolak saat dia melakukan nya lagi dan lagi. Maafin Kirana ya Ma, Mama cepat bangun dan kita pulang ke rumah." Ucap Kirana, perempuan itu mengambil sisir dan menyisir rambut panjang nya. Lalu keluar dari ruangan rawat ibu nya, tujuan utama nya adalah pasar dan membeli sarapan. Dia belum sarapan tadi, malah sudah di pakai sarapan oleh Jeff.


Kirana berjalan sambil menenteng tas kecil nya, hanya berisi dompet dan ponsel jadul entah keluaran tahun berapa, yang jelas jauh dari kata canggih.


"Kirana.." Panggil seseorang, membuat kirana menoleh. Dia membulatkan mata nya, dia terkejut bukan main saat melihat seseorang berdiri dengan kedua tangan yang di masukkan ke dalam celana bahan nya.


.....

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


__ADS_2