Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 42 - Sayang?


__ADS_3

Setelah selesai memilih gaun dan jas yang akan di pakai untuk menghadiri acara resepsi pernikahan klien bisnis nya, Jeff dan Kirana memilih untuk makan dulu di restoran, karena Jeff yang belum makan siang.


"Temenin doang kalau kamu gak mau makan." Pinta Jeff dengan wajah datar nya seperti biasa. Dia hanya menjadi pria yang hangat saat di atas ranjang.


"Baik Tuan." Jawab Kirana patuh. Dia ingin tenang, diam di rumah, tidur. Tapi tak bisa dia lakukan selama Jeff masih suka berbuat seenaknya.


Kirana duduk berhadapan dengan Jeff, pria itu memesan steak dan french fries satu porsi, membuat Kirana mengernyitkan dahi nya heran, apa kenyang hanya makan satu potong daging? Kalau di rumah, pasti Kirana sudah menambahkan nasi.


"Memang nya bakal kenyang makan steak doang?" Tanya Kirana, membuat Jeff yang sedang memainkan ponsel nya itu mendongak.


"Kenyang, memang nya kenapa?"


"Enggak, kalau aku sih lebih milih mie ayam, lebih kenyang." Celetuk Kirana, membuat Jeff terkekeh.


"Aku tak terbiasa makan banyak, Kiran."


'Hah, apa katanya? Tapi dia selalu makan banyak kalau aku yang masak, menyebalkan.' Batin Kirana merutuk.


"Kenapa bengong, Kiran?" Tanya Jeff.


"Tidak Tuan, saya ingin ke toilet sebentar."


"Jangan lebih dari 5 menit." Ucap Jeff datar, Kirana mengangguk dan pergi ke toilet, tiba-tiba saja dia ingin pipis.


Perempuan itu masuk ke dalam salah satu bilik toilet dan menuntaskan hajat nya, perempuan itu duduk di atas kloset. Kirana menghembuskan nafas nya penuh kelegaan, setelah selesai dia berjalan ke wastafel dan mencuci tangan nya. Kirana meraba wajah nya yang terasa sedikit kasar, sudah lama dia tak maskeran.


"Ohh kasar sekali, aku harus maskeran. Kalau tidak, kulit ku akan kering." Gumam Kirana, dia mencuci muka nya dan mengelap nya dengan tissu, lalu kembali ke meja tempat Jeff duduk. Pria itu terlihat beberapa kali melihat jam tangan mahal nya, mungkin menunggu dirinya tak kunjung kembali, setelah beberapa menit.


"Kenapa lama?" Tanya Jeffran saat Kirana kembali duduk di depan nya.


"Lama? Maaf sudah membuat anda menunggu, saya sudah melakukan nya secepat mungkin." Jawab Kirana lirih.


"Ayo makan."


"H-ahh? Saya sudah makan Tuan." Tolak Kirana halus.


"Jangan menolak, aku sudah memesankan nya untukmu. Kali-kali makan daging, jangan mie terus."


"Saya orang susah, nanti ketagihan kalau di biasakan makan daging." Ucap Kirana, memutar piring berisi steak, saus dan kentang goreng. Memang terlihat sangat menggugah selera, tapi harga nya membuat kantong jebol.


"Jadi, bagaimana? Kau setuju untuk mengandung anak ku? Aku jamin kau takkan kekurangan apapun."


"Tidak." Jawab Kirana tegas, dia cukup kesulitan mengiris daging steak itu. Jeff merebut pisau dan garpu dari tangan Kirana dan memotong steak itu berukuran satu gigitan.

__ADS_1


"Kenapa kau sangat keras kepala? Padahal aku menawarkan kehidupan yang lebih layak."


"Karena anda pria beristri, itu saja." Jawab Kirana, dia menyuapkan satu potong daging itu dan mengunyah nya perlahan. Enak, tapi harga nya membuat Kirana akan berpura-pura tak menyukai nya, kalau saja makan nya bukan dengan Jeff.


"Kalau aku berstatus duda, apa kau mau?" Tanya Jeff lagi, pria itu belum menyerah juga.


"Mungkin saya akan mempertimbangkan nya." Jawab Kirana, dia mengendikkan bahu nya acuh. Lagi pun, kalau pria itu berstatus duda mungkin akan ada ribuan atau bahkan jutaan perempuan yang mengantri untuk menjadi pendamping seorang Jeffran Abian Leonard. Tentu nya dia takkan ada apa-apa nya nanti, karena di pastikan yang akan menjadi istri seorang Jeff bukan perempuan sembarangan.


"Andai saja dulu aku melanjutkan sidang cerai ku, mungkin kita sudah bersama Kirana." Ucap Jeff, mata nya menatap Kirana lekat.


"Hentikan hayalan anda tuan, ingat istri anda di rumah sedang sakit."


"Aku membayar orang untuk mengurus semua kebutuhan nya, jadi aku hanya perlu menemani nya saja." Jawab Jeffran datar.


"Lalu kenapa anda memilih makan bersama saya, daripada menemani istri anda di rumah. Sebagai seorang suami, harus nya Tuan bisa mendengarkan keluh kesah Nyonya, dalam kondisi nya yang seperti ini, pasti membuat mental nya di uji."


"Kau tak perlu menggurui aku, Kiran. Aku tau benar apa yang aku lakukan!" Jawab Jeff.


Kirana memilih diam saja, tak ada guna nya juga bicara dengan pria keras kepala yang sedang di landa halu. Jeff menyelesaikan makan nya, dia menyilangkan garpu dan sendok nya pertanda kalau dia sudah selesai, tak lupa menyesap minuman beralkohol berwarna merah.


Kirana melongo melihat pria itu meminum minuman nya, sungguh demi apapun Jeff terlihat sangat sexy saat minum. Apalagi saat jakun nya naik turun, tak sadar Kirana menelan ludah nya dengan kasar. Memang baru kali ini dia memperhatikan cara Jeff minum, ternyata mampu membuat nya menganga, padahal hanya minum.


"Ada apa, Kiran? Kau menatapku seperti wanita yang haus belaian." Celetuk Jeff, membuat Kirana tersedak ludah nya sendiri.


"Minumlah, pelan-pelan.." Jeff mengulurkan minuman dan Kirana menenggak nya hingga tersisa setengah. Jeff terkekeh, melihat Kirana yang salah tingkah membuat nya merasa gemas sendiri.


"Tidak, saya tak mau mencoba nya."


"Memang nya kenapa? Mencoba seteguk takkan membuat mu mabuk."


"Tidak tuan, saya tak mau." Kekeuh Kirana.


"Baiklah, sudah selesai makan? Kita check in." Ucap Jeff, sambil melihat kembali jam mahal di tangan nya, membuat Kirana yang sedang minum lagi-lagi tersedak.


Uhukk.. uhukk..


"Ya ampun Kiran, kenapa selalu tersedak, ada apa dengan mu?" Tanya Jeff, sambil menepuk nepuk tengkuk Kirana dengan perlahan.


'Kata-katamu itu yang membuat aku terkejut hingga tersedak, Tuan.' Rutuk Kirana di dalam hati.


"Ayo cepatlah, aku sudah tak sabar." Goda Jeff, membuat wajah Kirana memerah seperti kepiting rebus.


"Tuan, jangan.."

__ADS_1


"Jangan apa? Ini hukuman mu, Kiran!."


"Tapi tuan, kalau saya di hukum sekarang besok saya takkan bisa berjalan." Ucap Kirana lirih.


"Lalu?" Tanya pria itu singkat.


"Bukan nya besok kita pergi ke resepsi kolega bisnis?" Tanya Kirana, membuat Jeff menepuk kepala nya, mungkin lupa dengan rencana nya sendiri. Padahal dia sudah memesan gaun untuk Kirana menemani nya besok sore, sekalian menemani malam nya.


"Oke, karena aku sedang berbaik hati. Jadi hukuman mu aku undur, besok!" Putus Jeff, membuat Kirana menghela nafas nya lega.


"Hufffttt, baiklah terserahh anda saja." Pasrah Kirana. Hukuman dan hukuman, padahal dia tak tau letak kesalahan nya dimana. Kalau hanya karena berdekatan dengan laki-laki lain, itu kan haknya, memang nya Jeff itu siapanya? Hanya bos yang suka ngatur dan seenaknya.


Tapi itulah Jeffran, pria itu meminta vitamin pagi padanya, menggagahi nya dengan alasan hukuman, padahal dia sendiri pria beristri. Aneh bukan? Apalagi istri nya sedang sakit di rumah, dan kata dia sendiri saat ini kondisi nya tengah kritis, lalu kenapa dia memilih bersama nya daripada bersama istri nya? Entahlah, hanya pria itu yang tau alasan nya.


"Kau ingin pulang ke rumah atau ke rumah sakit?" Tanya Jeff, karena hari sudah mulai sore.


"Ke rumah sakit saja Tuan, saya akan tidur disana menemani Ibu."


"Apa kau nyaman tidur sambil duduk begitu, Kiran?"


"Tentu tidak, tapi saya tak mungkin meninggalkan ibu sendirian di rumah sakit." Jelas Kirana sambil memeriksa isi tas nya.


"Baiklah, ayo aku antar." Ajak Jeff, pria itu berdiri dan mengancingkan jas nya lalu menarik tangan Kirana, menggenggam tangan perempuan itu seperti biasa nya. Kirana yang mulai terbiasa pun hanya pasrah saat pria itu menarik nya.


"Ke rumah sakit, Pak." Ucap Jeff saat kedua nya sudah duduk di bangku belakang dengan nyaman. Belakangan ini, Jeff lebih sering menggunakan supir pribadi dari pada menyetir sendiri.


"Baik Tuan." Jawab Pak Amar. Kirana meneliti mobil ini, terasa ada yang aneh. Tapi apa?


Ahh ya, ada gordeng di tengah nya. Tapi kapan di pasang nya? Padahal kemarin saat dia menaiki mobil ini belum ada, tapi sekarang ada.


Srekk..


Jeff menarik gordeng itu hingga menutupi antara bangku depan dan belakang, lalu Jeff mulai memaguut bibir Kirana, seperti biasa pria itu tak tau waktu dan tempat.


"Bibir mu rasa nya seperti steak yang kita makan tadi." Ucap Jeff setelah melepas ciuman nya, membuat perempuan itu tersipu karena dia belum gosok gigi tapi Jeff keburu nyosor.


Kirana menutup bibir nya dengan tangan, tapi dengan cepat Jeff menggenggam kedua tangan Kirana.


"Kenapa?"


"Saya malu, belum gosok gigi." Jawab Kirana malu-malu.


"Tidak apa-apa, Sayang." Jawab Jeff, makin memerah saja wajah Kirana saat mendengar panggilan sayang yang meluncur begitu saja dari mulut Jeff. Kenapa pria ini selalu saja membuat nya baper? Astaga, benar-benar definisi di baperin suami orang.

__ADS_1


.......


🌷🌷🌷🌷


__ADS_2