Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 56 - Lingkungan Baru


__ADS_3

Jeff memperhatikan Kirana yang sedang menata barang-barang nya di tempat yang seharusnya. Pria itu tersenyum simpul, Kirana pandai dalam segala hal. Bekerja bisa, memasak, melayani nya juga merapikan tempat yang padahal sudah rapih menjadi lebih rapih lagi.


"Sayang.."


"Iya, kenapa? Mau makan?" Tanya Kirana menoleh ke arahnya, lagi-lagi membuat nya tersenyum. Kirana nya benar-benar perempuan peka, tak bisa di bandingkan dengan siapapun. Bahkan dengan istrinya sekalipun. Jika Queen pandai dalam urusan pekerjaan alias karir saja, tapi mengabaikan kewajiban nya sebagai istri yang berbakti pada suami. Tetapi Kirana, dia seperti nya calon istri yang baik, dan mampu melakukan segala hal.


"Iya, aku lapar dan ingin memakan masakan mu lagi." Jawab Jeff dengan senyum simpul nya, membuat Kirana menghentikan sejenak kegiatan nya dan pergi ke dapur, tentu nya dengan Jeff yang mengintili kemana pun perempuan itu pergi, seperti ekor yang selalu mengikuti kemana pun tubuh nya pergi, itulah Jeff jika sudah bersama Kirana.


Kirana membuka kulkas, dia mengambil beberapa butir telur dan juga sayuran, bakso dan sosis juga sebagai pelengkap.


"Mau masak apa, sayang?" tanya Jeff penasaran.


"Nasi goreng aja biar cepet."


"Kebetulan aku memang lagi pengen nasi goreng, kamu bisa membaca pikiran orang lain ya, Yang?" Tanya Jeff lagi, tentunya dengan senyum yang nampak sangat manis.


"Tidak, aku hanya tidak ingin masak yang merepotkan."


"Huhh aku kira kamu semacam cenayang, yang bisa membaca pikiran orang lain, sayang." Goda Jeff, dia memeluk Kirana dari belakang, menyandarkan dagu nya di pundak perempuan cantik itu. Bahkan tangan nakal nya bergerak merayap ke arah dada perempuan itu.


"Minggirlah sebentar, katanya lapar dan singkirkan tangan mu dari buah ku."


"Perutku lapar, tapi aku lebih lapar akan kepuasaan, sayang. Aku sangat merindukan sarangku yang sempit menggigit." Jawab Jeff, sedikit berbisik membuat Kirana merinding.


"Nanti aku berikan setelah aku bersih dan mandi wajib. Sekarang menyingkirlah, aku ingin memasak, bukan cuma kamu yang lapar aku juga sama." Jawab Kirana membuat pria itu mencebik lalu perlahan melepaskan tautan tangan nya di pinggang perempuan itu, dia berlari setelah mencuri kecupan mesra di pipi nya. 


Melihat hal ini Kirana hanya menggelengkan kepala nya heran, bagaimana bisa pria yang terkenal dingin itu berubah 180 derajat jika bersamanya?


"Pria itu semakin lama semakin menggemaskan, tingkah nya kadang membuat aku kesal tapi aneh nya aku merasa menyukai ini. Astaga, apa yang aku ucapkan." Kirana menepuk kepala nya, senyaman apapun dia bersama Jeff, tapi dia juga harus tau bahwa pria itu suami dari wanita lain.


Kirana memotong bahan-bahan dan segera memasak nya, beruntung nya tadi sebelum dia menata pakaian di lemari, dia sudah memasak nasi dan sekarang dia bisa masak nasi goreng. Aroma lezat menguar, membuat perut Jeff yang sedari tadi kosong tak terisi apapun itu semakin meronta.


"Ayo makan, sudah siap." Teriak Kirana dari dapur, membuat Jeff beringsut dari duduk nya, segera berjalan mendekati meja makan yang sudah tersedia dua piring nasi goreng dengan telur ceplok setengah matang di atas nya. Jeff menelan ludah nya, hidangan itu terlihat sangat menggugah selera.


"Kenapa diam saja, ayo cepat makan. Katanya lapar tadi." Ucap Kirana, Jeff tersenyum dan duduk di kursi yang berdampingan dengan perempuan cantik itu.


Jeff memulai makan siang spesial nya, tentu nya spesial karena ini masakan Kirana, perempuan yang sedang dia perjuangkan. Tanpa memperdulikan apapun, termasuk mengabaikan kalau dia adalah pria beristri.


"Ahhss.." Jeff mengipas-ngipasi mulut nya, ceroboh sekali memang. Sudah tau nasi goreng itu baru saja matang ya pasti masih panas.


"Aku benci makanan panas!" Ucap nya lalu meminum air yang di ulurkan oleh Kirana, lalu meminum nya hingga tandas.


"Gak boleh bicara gitu di depan makanan, kamu nya sendiri yang ceroboh. Sudah tau ini masih panas, kenapa gak di tiup dulu?" Jeff hanya cengengesan mendengar perempuan itu mengomel, ini bukan sepenuhnya salah nasi goreng yang masih panas.


"Pelan-pelan aja makan nya, lagian gak ada yang minta kok."

__ADS_1


"Kamu jadi sering bicara non formal padaku, sayang. Aku suka mendengar nya, terdengar seperti kamu sudah menerima keberadaan ku."


"Sudahlah, ayo makan. Setelah ini pulanglah, Nyonya Queen pasti menunggu anda di rumah."


"Kamu mengusirku, sayang? Bukankah ini apartemen milikku? Aku bisa disini kapanpun aku mau!" Tegas Jeff, dia merasa tak terima saat Kirana menyuruh nya pulang.


"Iya, ini memang milik mu, semuanya adalah milik mu, tapi kamu tak bisa mengabaikan istri mu juga hanya karena aku."


"Kamu penting bagiku, Kirana. Jadi cukup, jangan memerintahku, aku akan pulang jika aku mau." Jawab Jeff keras kepala.


"Baiklah, terserahh anda saja." Pasrah Kirana. Dia kembali melanjutkan makan nya dengan lahap, begitu juga Jeff. Makanan ini terasa semakin lezat sambil menatap gadis pujaan, apalagi makanan nya dia juga yang memasak.


"Kenyang.." Jeff mengusap perut nya yang terasa kembung karena terisi penuh nasi goreng masakan Kirana.


"Ohh iya sayang, kapan kamu akan kembali bekerja di kantor?" Tanya Jeff, menatap perempuan itu dengan intens.


"Masa cuti ku masih ada satu hari lagi. Jadi besok aku masih ingin di rumah saja, tak apa kan?"


"Berarti lusa kamu mulai bekerja lagi?" Tanya Jeff lagi, Kirana menjawab nya dengan anggukan kepalanya.


"Baiklah sayang, besok aku bekerja sendirian lagi."


"Aku tetap bekerja dari rumah saja." Jawab Kirana, lalu membawa piring kotor bekas makan nya itu ke wastafel dan langsung mencuci nya.


Hari itu Kirana dan Jeff hanya berdiam diri di rumah, tapi perempuan itu tetap mengerjakan beberapa pekerjaan yang tadi belum selesai. Sedangkan Jeff hanya memainkan ponsel nya, mungkin mengerjakan beberapa pekerjaan dari ponsel nya, sambil merebahkan kepala nya di pangkuan Kirana.


Malam harinya, Kirana kembali memasak untuk makan malam dan lagi-lagi Jeff memuji masakan nya yang memang selalu enak dengan bumbu yang pas dan jangan lupakan extra bumbu cinta yang perempuan itu tambahkan secara khusus.


"Yang, aku ngantuk. Kita tidur sekarang?" Ajak Jeff, setelah makan dia malah mengantuk padahal Kirana masih asik ngemil buah melon sambil menonton televisi.


"Tidur saja duluan, ini belum habis."


"Kan bisa di simpan buat besok sayangku, ayolah." Bujuk Jeff membuat Kirana mendelik sebal, menyebalkan sekali pria di depan nya ini, padahal image nya adalah pria terdatar dan terdingin di kantor, tapi ini kok? 


Ya kalau begini mau tak mau, dia harus mengalah dan menuruti keinginan Jeff, dia menyimpan buah melon itu di kulkas dan pergi ke kamar, tentunya dengan Jeff yang setia mengekor di belakang nya.


Kirana pergi ke kamar mandi untuk mencuci muka dan menggosok giginya sebelum tidur, Jeff juga mengikuti kegiatan Kirana, dia terus saja mengikuti perempuan itu hingga dia berbaring di ranjang.


Jeff melingkarkan tangan nya di perut rata Kirana, menggerakan tangan nya naik turun mengusap nya dengan lembut.


"Aku berharap ada kehidupan lagi disini, saat itu kita harus menyadari kehadiran nya, nanti kita akan sangat memperhatikan nya." Ucap Jeff, pria itu menarik Kirana agar berbaring menyamping ke arahnya. 


Kirana menurut dan pria itu langsung menduselkan wajah nya di dada Kirana, sedangkan perempuan itu kini mengusap lembut rambut belakang pria tampan itu.


Keduanya pun tertidur dengan posisi seperti itu hingga pagi tiba. Kirana sudah bangun lebih dulu, dia sudah membersihkan tubuhnya, menyiapkan pakaian kerja untuk Jeff dan menggantung nya di luar lemari, juga memasak sarapan. 

__ADS_1


Tinggal menunggu pria itu turun, sambil menunggu, Kirana tak terbiasa hanya diam saja. Jadi dia mengepel lantai dan membersihkan barang-barang dari debu, padahal apartemen itu masih baru jadi belum ada debu sedikitpun.


"Sayang.." Pekik Jeff dari atas, membuat Kirana langsung menghentikan aktivitas nya dan berlari menaiki tangga, dia mengira terjadi sesuatu dengan pria itu, nyatanya pria itu hanya ingin di bantu memakai dasi.


"Aku sudah berlari menaiki tangga, ternyata kamu memanggil ku hanya untuk memasang dasi?" Gerutu Kirana, dia mengikat dasi di leher Jeff cukup kencang hingga membuat Jeff protes karena merasa tercekik.


"Sayang, kau ingin membunuhku ya? Jahat sekali padahal aku sudah membantu mu." Kirana tak menjawab, dia hanya melonggarkan dasi Jeff dan mengikat nya dengan benar kali ini.


"Sudah, ayo makan."


"Apa menu sarapan kita pagi ini, sayang?" 


"Lihat saja di meja." Ketus Kirana, dia berjalan mendahului Jeff saking kesal nya. Tapi Jeff yang notabene nya lebih tinggi dari Kirana, membuat nya tak kesulitan untuk menyusul langkah perempuan itu.


Jeff berdecak kagum saat melihat ada beberapa menu istimewa tersaji di meja makan, ada ikan, daging, seafood dan juga sayur.


"Kamu bangun jam berapa sayang?" Jeff juga mengedarkan pandangan nya, rapih seperti kemarin, tak ada yang berubah sedikitpun.


"Jam empat pagi." jawab Kirana, dia tak terlalu suka ikan sebenarnya, dia lebih menyukai daging-dagingan.


"Hah, sepagi itu?"


"Aku sudah terbiasa, makanlah cepat. Kamu akan terlambat jika tak segera menyelesaikan sarapan nya." Ucap Kirana, karena jam di dinding sudah menunjukan pukul tujuh lebih seperempat, sebentar lagi jam masuk kantor akan di mulai.


"Iya sayangku, kamu lebih cerewet akhir-akhir ini tapi aku suka." Ucap Jeff sambil tersenyum simpul, menunjukkan deretan gigi putih nya yang berbaris rapih.


Jeff melanjutkan acara sarapan nya, setelah selesai dengan makan nya dia langsung bersiap untuk berangkat, dia merapikan setelan jas nya dan mengambil tas berisi laptop dan juga berkas yang penting.


"Aku pergi dulu sayang, jangan kelelahan sebaiknya beristirahat saja ya." Peringat Jeff, dia mengusap lembut puncak kepala Kirana dan mengecup singkat kening nya.


"Hati-hati di jalan ya.."


"Iya sayangku, tak usah meragukan kemampuan berkendara Pak Amar, dia mantan pembalap." Jawab Jeff membanggakan supir pribadi nya itu.


Jeff berjalan menjauh, bahkan dia sempat berbalik dan memberikan flying kiss ke arah Kirana, membuat perempuan itu mengulum senyumnya.


Setelah kepergian Jeff, Kirana kembali melanjutkan acara mengepel nya yang tadi terhenti karena ulah Jeff. Tapi baru saja sekali usapan, ponsel nya berbunyi dari nomor tak kenal, entah siapa yang menelpon nya sepagi ini.


"Hallo.." Jawab Kirana, tapi tak ada suara apapun. Hingga sambungan telepon itu di matikan sepihak oleh si penelepon.


"Lho kok di matiin? Gak jelas banget ini orang." Gumam Kiran sambil melihat ke layar ponsel yang masih memperlihatkan nomor asing tak di kenal.


"Biarin aja, mungkin hanya orang iseng." Kirana menyimpan ponsel nya dan kembali melanjutkan aktivitas nya, beres-beres di lingkungan baru nya.


.....

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2