
Keesokan hari nya, Jeff datang pagi-pagi sekali ke apartemen, semalam dia tidur di rumah karena Kirana terus memaksa nya untuk pulang meskipun Jeff tak ingin.
"Sayang.." teriak nya, membuat Kirana yang sedang berada di dapur langsung menghentikan acara memasak nya.
"Hmm, kenapa Mas?"
"Lho, kamu dari mana?" Tanya Jeff, dia mencari ke kamar tapi nyatanya Kirana berada di dapur.
"Dari dapur, lagi masak buat sarapan." Jawab Kirana.
"Ohh, aku kira kamu kemana, hehe."
"Memang nya aku mau kemana?" Tanya Kirana, membuat Jeff cengengesan.
"Kali aja gitu kamu mau kabur dari aku, sayang."
"Jawaban konyol macam apa itu." Ketus Kirana, perempuan itu kembali berjalan ke dapur dan meneruskan acara masak nya. Dia mengaduk sup yang tengah mendidih, sebentar lagi sup itu akan matang.
"Sayang.." Lirih Jeff, pria itu memeluk pinggang ramping Kirana dari belakang, menautkan tangan nya dengan mesra. Kepala pria itu berada di ceruk leher Kirana, mengendus aroma tubuh perempuan itu.
"Kenapa lagi?"
"Laper, yang." Jawab Jeff sedikit berbisik dengan suara sensual nya.
"Iya, sup nya sebentar lagi matang kok. Sabar ya."
"Bukan lapar itu, sayang."
"Terus? Biasa nya kalo laper kan makan."
"Aku pengen nya makan kamu, sayang." Bisik Jeff dengan suara sensual nya yang membuat wajah Kirana memerah, bulu-bulu halus nya terasa berdiri seketika.
"Diamlah, jangan menggoda ku."
"Menggoda ya? Hmmm.." Jeff tersenyum nakal, dia berniat mengerjai perempuan dalam pelukan nya ini.
"Hentikan niat mesuum mu itu, Mas."
"Yaahh, tadinya ingin sedikit mengerjai mu tapi kamu bisa menebaknya ya?"
"Memang nya apa yang tak bisa aku tebak? Kamu kan sangat mesuum, mana mungkin aku tak tau niat mu itu, tuan Jeffran."
"Sayang.."
"Apalagi sih? Astaga, minggirlah dan duduk manis disana." Ketus Kirana, akhirnya dia kesal juga dengan tingkah pria tampan ini.
"Iya-iya, gitu aja marah." Gerutu Jeff, lalu melepaskan pelukan nya dan duduk di kursi kosong.
"Hari aku tak bekerja ya."
"Kenapa? Memang nya kamu mau kemana?" Tanya Jeff.
"Aku mau pergi sama Kak Queen." Jawab Kirana membuat Jeff mendongak, menatap perempuan cantik itu dengan tatapan keheranan.
"Kenapa menatap ku seperti itu, Mas? Apa ada yang aneh dengan penampilan ku?"
"Tidak, kamu sangat cantik sayang. Tapi kamu akan pergi bersama Queen kemana?" Tanya Jeff.
"Jalan-jalan, aku butuh liburan, Mas."
"Hmmm, baiklah. Aku juga harus mulai mempertimbangkan tentang sekretaris pengganti mu, sayang."
"Pengganti ku, Mas?" Tanya Kirana.
"Iya, setelah menikah aku ingin kamu fokus melayani ku di rumah."
"Lalu?"
__ADS_1
"Ya aku harus mencari sekretaris untuk menggantikan mu, sayang." Jawab Jeff lagi.
"Baiklah, jadi setelah menikah tugas ku hanya di rumah?"
"Heemm, bukankah itu terdengar menyenangkan?"
"Maybe yes, maybe not." Jawab Kirana sambil mengendikan bahu nya.
"Kenapa kamu menjawab seperti itu, sayang?"
"Tidak apa-apa, Mas."
"Baiklah, ayo makan. Aku lapar, setelah ini aku akan bekerja."
"Hmm.." Kirana pun menyajikan makanan di depan Jeff, pria itu pun makan dengan lahap. Masakan Kirana selalu enak, rempah nya terasa hingga membuat Jeff ketagihan.
"Nambah?"
"Hehe, boleh sayang." Jawab Jeff, jika makan masakan Kirana, Jeff selalu saja nambah. Padahal biasanya, Jeff itu tipe pria yang tak banyak makan apalagi saat sarapan.
Disaat keduanya masih menikmati sarapan nya, suara ponsel berdering membuat Kirana langsung mengambil ponsel nya yang sedari tadi tergeletak di atas meja.
"Siapa?" Tanya Jeff penasaran.
"Kak Queen." Jawab Kirana, Jeff hanya mengangguk mengiyakan, lalu kembali melanjutkan sarapan nya.
Kirana menggeser ikon berwarna hijau dan menempelkan benda pipih itu di telinga nya.
"Hallo, Kak.."
'Hallo Kiran, hari ini kita ke butik ya.' Ucap Queen.
"Baik kak."
'Oke, nanti kakak jemput ya. Kamu siap-siap aja dulu, apa Jeff ada disana?' Tanya Queen lagi.
'Katakan padanya, jangan ke kantor dan ikut kita ke butik.'
"Eemm, kakak saja yang bilang ya?"
'Ya sudah, berikan ponsel nya pada Jeff.' Kirana menurut dan memberikan ponsel nya pada Jeffran.
"Hallo sayang, kenapa?"
'Gak usah ke kantor hari ini ya, Mas? Ikut aku sama Kirana ke butik buat nyari gaun pengantin.'
"Tapi Mas ada meeting hari ini, sayang."
'Ayolah, sekalian kita jalan-jalan bertiga. Mau ya?' Bujuk Queen membuat Jeff luluh seketika.
"Ya sudah, Mas tunggu di apartemen Kirana ya."
'Oke Mas, selamat menikmati sarapan.'
"Iya, kamu juga makan dulu ya." Ucap Jeff.
'Iya Mas, aku tutup dulu telepon nya.'
Panggilan pun selesai, Jeff meletakan kembali ponsel milik Kirana di atas meja. Lalu kembali melanjutkan makan nya.
"Apa kata kak Queen, Mas?" Tanya Kirana.
"Minta di temenin ke butik nyari gaun pengantin."
"Ohh, begitu ya." Kirana mengangguk-anggukan kepala nya.
"Mas.."
__ADS_1
"Iya, kenapa sayang?" Tanya Jeff, di sela makan nya.
"Memang nya kapan kita akan menikah?" Tanya Kirana.
"Kenapa bertanya seperti itu, apa kamu sudah tak tahan ingin menjadi istriku, sayang?"
"Hah, bukan begitu Mas. Tapi aku rasa, semua ini terlalu mendadak untuk ku." Lirih Kirana.
"Bukankah bagus kita mempercepat pernikahan kita, Sayang? Agar status mu jelas dan kita bisa tinggal bersama."
"Hmm ya, tapi tetap saja."
"Sudahlah, jangan terlalu di pikirkan. Kita jalani saja seperti air mengalir."
"Apa ini pernikahan siri seperti yang sudah kita bicarakan tempo hari, Mas?" Tanya Kirana lagi.
"Tentu tidak, kita akan menikah secara resmi, sayang."
"Apa itu tidak akan menjadi masalah, Mas? Kamu kan masih punya istri."
"Tentu tidak, laki-laki dengan banyak istri sudah biasa sayang." Jawab Jeff ringan seolah tanpa beban.
Kirana hanya mencebikan bibir nya sebal, dia pun membereskan meja yang sedikit berantakan setelah mereka sarapan, lalu bergegas mencuci piring kotor nya agar tidak menumpuk.
"Yang.."
"Iya, kenapa lagi Mas?"
"Masih lama?" Tanya Jeff sambil menyusul Kirana ke dapur.
"Sedikit lagi kok."
"Mau di bantuin?" Tanya Jeff menawarkan diri.
"Gak usah, sebentar lagi juga selesai." Jawab Kirana tanpa menoleh sedikitpun ke arah pria tampan di samping nya itu.
Setelah selesai mencuci piring, kini kedua anak manusia itu tengah menunggu mobil yang akan menjemput mereka.
Tak butuh waktu lama, sebuah mobil sedan mewah datang. Queen menurunkan kaca jendela mobil itu dan meminta kedua orang itu masuk. Suami dan calon istri baru nya. Apakah Queen merasa cemburu? Tidak sama sekali, karena dia sudah benar-benar merelakan suaminya untuk wanita lain.
"Hai Kiran, lama ya menunggu?" Tanya Queen dari bangku depan, sedangkan Carina fokus menyetir.
"Tidak kok, Kak." Jawab Kirana sambil tersenyum ramah.
"Syukurlah, tadi ada macet sedikit."
"Gapapa kok, kak."
"Kamu baik-baik saja, Mas?" Tanya Queen pada Jeff.
"Tentu, aku sangat baik sayang." Jawab Jeff datar, sedangkan Queen menanggapi nya dengan senyuman manis.
"Kita akan ke butik langganan aku buat nyari gaun pengantin."
"Ohh iya, Kiran kenalin ini Mama Carina, mama aku."
"Salam kenal Tante." Ucap Kirana ramah.
"Salam kenal juga, Kiran." Jawab Carina, dia menoleh sedikit lalu kembali fokus ke depan.
Mobil yang membawa empat orang itu melaju dengan kecepatan sedang, hingga beberapa menit kemudian kendaraan beroda empat itu berhenti di depan sebuah butik besar.
Kirana turun bersamaan dengan Jeff, Queen langsung mengandeng tangan calon adik madu nya itu dan membawa nya ke dalam butik.
Meski cukup canggung dengan tatapan Carina, selaku ibu dari Queen, tapi Kirana mencoba untuk tetap bersikap ramah apa adanya.
.......
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻🌻🌻