
"Mas, masih la-ma?" Tanya Kirana terbata, karena saat ini tubuh nya terguncang oleh gerakan suami nya.
"Sebentar lagi, sayang."
"Dari tadi sebentar lagi, sebentar lagi, tapi lama."
"Hehe, milik kamu terlalu legit, sayang. Jadi nya, si junior gak mau muntah cepet." Jawab Jeff tanpa menghentikan gerakan maju mundur nya di atas tubuh sang istri.
"Sa-kit Mas." Lirih Kirana, dia berpegangan pada seprei. Jeff langsung mengambil alih kedua tangan istri nya, menyatukan jemari nya.
"Sebentar lagi ya, sayang. Tahan sedikit lagi, sabar ya?" Ucap Jeff pelan, Kirana menganggukan kepala nya dengan manja, tanpa Kirana sadari kalau hal itu membuat Jeff semakin bernafssu untuk menghajar istri nya.
"M-as.."
"Mau keluar lagi ya?" Tanya Jeff, pria itu melepaskan tautan lengan nya, lalu membiarkan tangan istrinya bebas meremaas apapun yang bisa dia jangkau. Tapi, tanpa Jeff sangka istrinya itu malah melingkarkan kedua tangan nya di leher kokoh miliknya.
"Heem, lebih cepath.." Pinta Kirana, Jeff juga merasakan hal yang sama, dia merasa sudah di ujung nya.
"Bersama, sayang.." Jeff semakin mempercepat gerakan nya, dan di detik berikut nya pria itu mengerang nikmat dengan kepala yang terdongak ke atas, mata nya terpejam saat melepaskan kecebong nya ke dalam rahim sang istri.
"Aahhh Mas.." Kirana juga mendapatkan klimaaks kedua nya selama hampir setengah jam Jeff bermain-main di atas tubuh polos nya.
Nafas kedua nya tersengal setelah berhasil mendapatkan pelepasaan masing-masing. Jeff tumbang di atas tubuh istri nya, dia juga berusaha keras untuk menstabilkan nafas nya yang memburu.
"Terimakasih istriku."
"Sama-sama, Mas." Jawab Kirana lirih. Jeff bangkit dari atas tubuh istri nya, lalu mengecup kening Kirana cukup lama, tak peduli dengan keringat yang membanjiri kening sang istri.
Meskipun dia di bawah, tapi Kirana tetap saja berkeringat padahal tak bergerak sama sekali. Aneh tapi itulah kenyataan nya.
"Kita mandi bersama yuk?" Ajak Jeff.
"Tidak, Mas duluan saja. Aku masih lelah."
"Lelah ya, tapi kamu kan di bawah sayang?"
"Hmmm, diamlah. Aku mengantuk, kalau mau mandi ya mandi saja, Mas." Jawab Kirana.
"Baiklah, mandi nya nanti saja. Kita tidur siang berdua, bagaimana?"
"T-api Mas.."
"Tenang saja, Mas gak minta jatah lagi kok."
"Beneran ya? Mas kan tukang modus, tadi juga bilang nya gak bakal minta lagi, tapi sekarang mau terus." Jawab Kirana sedikit ketus. Dia masih ingat perkataan suami tadi pagi, katanya dia mengatakan kalau takkan meminta jatah lagi, tapi nyata nya? Bullshit.
"Haha, modus juga kalo dapet nya enak mah gapapa." Jawab Jeff sambil terkekeh, pria itu mengambil boxer dan memakai nya, lalu berbaring di samping istri nya yang masih terbaring di atas ranjang.
"Dihh, sebel."
"Udah, yuk bobo. Mas peluk." Jeff menarik istri nya ke dalam pelukan nya, Kirana pun langsung menduselkan wajah nya di dada bidang suami nya. Sifat pria ini memang cukup menyebalkan, apalagi kalau sudah mesuum. Tapi, pelukan pria ini sangat menenangkan, membuat nya nyaman dan tidur lebih nyenyak dari biasa nya.
__ADS_1
Kedua nya pun akhirnya tertidur dengan saling memeluk satu sama lain, Jeff juga menyelimuti tubuh polos istrinya hingga ke leher nya.
Di bawah, Queen menanti kedatangan adik madu nya, ya karena dia berjanji akan mengajari nya memasak sup. Tapi, sampai sekarang dia tak kunjung turun juga.
"Kiran kemana ya? Kok lama, apa aku susulin aja?" Gumam Queen. Tapi seketika dia teringat kalau Jeff tadi pamitan ke kamar Kirana.
"Mungkin mereka tidur siang." Gumam nya lagi, akhirnya wanita itu pun masuk ke kamar nya di lantai bawah.
Ya, jika Kirana dan Jeff tidur bersama, Queen selalu tidur di kamar nya yang berada di lantai bawah. Karena kamar Jeff dan Kiran di atas tak di lengkapi dengan alat peredam suara, jadi pasti akan terdengar suara-suara erotis jika kedua nya sedang bersama.
Tak bohong, jika Queen akan merasakan rasa sakit di hati nya jika sampai mendengar suara-suara mistis itu secara langsung. Maka dari itu, dia berjaga-jaga dengan selalu tidur di bawah jika suami nya sedang bersama istri baru nya.
"Kenapa aku cemburu ya? Tidak, jangan. Aku tidak boleh cemburu, aku harus bahagia jika suami ku lebih sering menghabiskan waktu nya bersama Kiran!" Tegas nya pada diri sendiri.
Meskipun dia bisa mengatakan dengan tegas bahwa dia tak cemburu, tapi tetap saja dalam hati dia juga merasakan hal itu, karena dia mencintai Jeff. Siapa sih yang tak cemburu jika pria yang di cintai lebih sering bersama wanita lain? Cemburu itu hal yang wajar bukan?
"Aku harus bertemu dengan Andre segera, aku khawatir dengan penyakit ku." Gumam Queen. Bukan kanker rahim, tapi kanker otak yang setiap hari menggerogoti nya. Dia takut, benar-benar takut melupakan siapa itu Jeff juga kenangan indah bersama nya dulu.
Di lain tempat, Andre malah justru sedang mengapel ke rumah calon istri nya. Yaps, dia sedang berada di rumah Hanna sore ini.
"Sayang.." Rengek nya manja, membuat Hanna sedikit risih.
"Kenapa sih? Dari tadi manggil terus, kenapa, mau apa hmm?" Tanya Hanna. Andre tersenyum lalu tanpa basa basi, dia langsung memeluk Hanna dari samping. Menduselkan wajah nya di ceruk leher gadis itu.
"Isshhh, geli sayang."
"Jangan ngomel-ngomel mulu, yang. Bikin aku gemes tau, pengen nyeruput bibir kamu."
"Di seruput, emang nya aku teh gitu?" Tanya Hanna dengan ketus.
"Hmmm, mesuum."
"Ya kamu tau aku mesuum, malah mama kamu dukung suasana buat aku berbuat mesuum sama kamu." Jawab Andre dengan alis yang bergerak naik turun genit.
"Kamu mah.."
"Apa sayang? Btw, mama kamu arisan kemana?" Tanya Andre, wajah nya masih berada di ceruk leher sang gadis.
"Di perempatan sana lho, yang."
"Ohh gitu ya, yaudahlah. Lama gak?"
"Gak tau, biasa nya satu atau dua jam." Jawab Hanna sambil mengemil buah melon.
"Sayang.."
"Hmm, kenapa lagi?"
"Haus, yang." Jawab Andre.
"Mau minum, teh atau kopi?" Tanya Hanna polos, dia mana tau kalau Andre menginginkan yang lain.
__ADS_1
"Susu, yang." Jawab nya pelan.
"Bukan nya kamu gak suka susu ya?"
"Iya, tapi aku suka susu kamu."
"Isshh, Mas Andre!" Ucap Hanna sambil menggeplak manja lengan sang pria.
"Kenapa? Kan iya. Aku gak suka susu sapi karena alergi, tapi gak masalah kalau punya kamu."
"Terserah kamu aja lah."
"Boleh ya? Haus banget nih."
"Ya minum."
"Iya, minum susu ya?" Bujuk Andre membuat Hanna memutar mata nya jengah.
"Tapi pelan-pelan aja ya? Susu aku masih original, belum ada yang nyentuh apalagi nyusu di sini."
"Bagus dong, aku memang suka yang masih orisinal." Jawab Andre, dia menunggu Hanna membukakan tangtop nya juga cup milik nya, tapi setelah beberapa detik, Hanna juga tak membukakan nya juga.
"Yang.."
"Apalagi sih? Kan udah di izinin."
"Bukain dong."
"Isshh ribet, buka aja sendiri." Jawab Hanna sinis.
"Haha, kamu ini sayang. Jangan marah kalau tangtop nya aku robek."
"Beliin lagi, gampang kan?" Tanya Hanna sambil terkekeh.
"Hmmm, baiklah aku bisa membelikan mu tengtop seperti ini, mungkin satu toko nya sekalian." Jawab Andre.
"Sombong."
"Udah ahh, aku mau nyusu dulu haus." Andre membuka tengtop yang di pakai oleh Hanna, menurunkan tali nya sedikit dari pundak gadis itu, lalu mengeluarkan kedua gundukan kenyal milik sang gadis yang putih mulus tanpa cela sedikit pun, membuat Andre kesulitan menelan ludah nya sendiri.
"Jadi gak sih? Malah bengong."
"Jadi dong, aku kagum liat nya. Putih banget, bikin gemes." Jawab Andre sambil meremaas salah satu buah kenyal itu saking gemas nya.
Di detik berikut nya, Hanna memekik saat mulut Andre menguluum puncak buah kenyal nya dengan rakus, menyusu seperti bayi kehausan. Seperti nya pria ini memang benar-benar haus.
"Eemmhh, pelan-pelan sayang." Pinta Hanna saat Andre menyesap buah kenyalnya dengan brutal.
Hanna mengusap kepala belakang pria yang tengah menyusu di dada nya, pria itu nampak sangat menikmati kegiatan nya, sesekali dia mendongak menatap wajah cantik Hanna yang terlihat keenakan juga.
Andre tersenyum kecil, dia senang melihat wajah cantik itu memerah seperti menahan sesuatu. Sesuatu seperti apa? Hanya Hanna yang tahu. Namun, bisa di tebak. Ya menahan desahaan atau menahan nafssu nya.
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻🌻🌻