Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 106 - Kebun Stroberi Dadakan


__ADS_3

Jeff tersenyum saat pagi-pagi buta, dia sudah melihat sang istri yang sudah selesai mandi dengan handuk sepinggang. Paha nya yang mulus terekspos jelas, kaki jenjang nya terlihat energik berjalan kesana kemari mencari pakaian yang akan dia kenakan.


"Darl, pagi-pagi sudah sibuk sendirian." Kirana menoleh lalu tersenyum manis, ini adalah hari baru nya setelah menjadi seorang istri yang berkewajiban melayani suaminya, meski sebelum menikah pun Kirana sudah sering melayani Jeff, jadi setelah menikah dia tak canggung lagi melakukan nya.


"Maaf kalau aku membangunkan mu, Mas."


"Tidak Darl, mau kemana sudah cantik?" Tanya Jeff, dia bangkit dari rebahan nya dan memeluk sang istri dari belakang dengan mesra, dia menyandarkan dagu nya di pundak sang istri dengan manja nya.


"Gak kemana-kemana Mas, mau masak aja buat kamu." Jawab Kirana, Jeffran terkekeh lalu mengecup lembut pipi istri cantik nya dari samping. 


"Masa pengantin baru udah sibuk aja sih? Kita kan harus nya bersantai, Darl." Cetus Jeffran, tapi Kirana langsung berbalik dan membingkai wajah suami nya lalu mengusap lembut rahang nya.


"Sayang, hanya pernikahan nya saja yang kemarin. Tapi, kita sudah bukan pengantin baru lagi, sayang. Ayo bercukur lebih dulu, aku bantu." Jeffran dengan senang hati menurut dan mengekor di belakang Kirana yang sudah masuk lebih dulu. 


Pria itu langsung mengangkat tubuh istrinya ke meja dekat cermin, bagi nya menggendong tubuh sang istri yang berisi saat ini terasa ringan-ringan saja. Dengan hati-hati, Kirana mencukur bulu-bulu tipis di rahang suami nya. Tentu nya dengan menggunakan krim bercukur agar tidak terlalu sakit, Jeff tersenyum saat melihat kening Kirana berkerut saking fokus nya, padahal kan cuma mencukur.


"Fokus sekali, Darl."


"Diem Mas, nanti ke gores sakit."


"Sakit nya tak seberapa di banding jika aku harus kehilangan mu." Jawab Jeffran manja, sontak saja Kirana tergelak.


"Memang nya aku mau kemana? Aku akan disini mendampingi mu Mas, seperti janji yang kita ucapkan di hadapan Tuhan, di hari pernikahan kita." Jawab Kirana dengan yakin. 


"Janji?" Tanya Jeffran, Kirana mengangguk lalu mencium bibir sang suami dengan mesra.


"Terimakasih, semoga cinta kita bertahan sampai tua nanti."


"Mas, apa kamu sudah mulai mencari sekretaris baru untuk menggantikan aku?" Tanya Kirana. Jeff menggelengkan kepala nya, sekretaris rekomendasi dari sahabat nya itu tidak srek di hati Jeffran. Jadi dia memutuskan untuk mencari nya sendiri.


"Jadi aku masih harus bekerja ya, Mas?"


"Maafkan Mas, sayang."


"Tak apa, kehamilan ku masih kecil jadi belum terlalu terlihat, tak masalah." Jawab Kirana sambil tersenyum. Jeff memeluk istri nya dan melabuhkan ciuman-ciuman mesra di kepala wanita cantik itu.


"Baiklah, sudah selesai bercukur nya. Mandi, lalu turun ke bawah ya."


"Mandiin dulu dong." Rengek Jeffran dengan manja. Kirana tergelak lalu memandikan suami tampan nya, dia menggosok punggung pria itu dengan lembut dan memijat pelan kepala nya, Jeff terbawa suasana nyaman yang di buat sang istri hingga hampir saja ketiduran saking nyaman nya.


"Sudah selesai Mas, ayo pakai bathrobe. Aku siapkan pakaian nya, lalu cepat turun ya suami tampanku."


"Baik istri cantik ku." Jawab Jeffran, perempuan itu pun pergi ke lantai bawah lebih dulu meninggalkan Jeffran yang masih berpakaian.


Kirana berjalan pelan menuruni tangga, dia langsung di sambut oleh Radit yang sedang duduk sambil meminum kopi dan sepiring cemilan.


"Selamat pagi pengantin baru."


"Pagi juga Pah, mana Mama?" Tanya Kirana dengan senyum manis nya. 


"Mama disini Kiran, ayo bantu Mama memasak." Jawab Carina dari arah dapur, Kirana pun langsung mendekat dan membantu mertua nya itu memasak untuk sarapan.


"Dimana Jeff?"


"Masih di kamar Ma, sedang berpakaian." Jawab Kirana sambil mengaduk makanan yang hampir matang, ayam kecap dengan jamur, wangi nya memenuhi semua area terdekat dengan dapur.


"Laper Ma."  rengek Kirana membuat Carina terkekeh.


"Sebentar lagi matang, Sayang. Sabar ya, Dede bayi." Ucap Carina  sambil mengusap lembut perut Kirana yang ternyata sudah mulai membuncit.


"Kata dokter kamu hamil berapa bulan, Nak?" Tanya Carina serius.

__ADS_1


"Waktu di periksa baru enam minggu Ma, kenapa?"


"Enam minggu? Tapi ini sudah membuncit, seperti sudah hamil tiga bulan." Celetuk Carina, membuat Kirana menatap perutnya, benar yang di katakan wanita paruh baya itu. Perut nya sudah sangat membuncit, padahal kehamilan nya baru berjalan dua bulan. Apa ini normal?


"Periksakan lagi, Nak." Kirana menganggukan kepala nya, dia juga ingin memeriksakan kandungan nya, tapi dia ingin pergi ke rumah sakit di temani suami nya.


"Iya Ma, besok pulang kerja Kiran periksa sama Mas Jeffran."


"Kerja? Kamu lagi hamil Kiran, jangan bekerja dulu!" Tegas Carina.


"Hanya sementara saja kok, Ma. Sampai Mas Jeff mendapatkan pengganti sekretaris."


"Mama tak mau tahu, pokoknya kamu gak boleh kerja! Pikirkan janin di dalam kandungan mu juga, dia bergantung padamu saat ini."


"Kenapa, Ma?" Tanya Jeff yang baru saja turun dari kamar nya, dia langsung pergi ke dapur saat mendengar Mama nya itu mengoceh, dia khawatir kalau wanita itu menyakiti istrinya atau mengata-ngatai nya, tapi ternyata tidak.


"Kamu ini gimana sih, Jeff? Istri nya lagi hamil muda malah di suruh kerja, udah kekurangan uang? Punya Mama masih banyak, pakai saja tapi biarkan Kiran di rumah aja!"


"Tapi, Ma.."


"Gak usah tapi-tapian, gak boleh pokoknya!" Tegas Carina membuat Jeff bungkam, memang benar apa kata mertua nya, dia juga paham kenapa wanita paruh baya itu bersikap demikian, itu karena dia sangat menyayangi Kirana dan mengkhawatirkan janin di rahim perempuan cantik itu.


"Iya Ma, iya. Jeff mau nyari aja, tapi besok Kiran ikut sama Jeff ke kantor ya, nemenin doang."


"Yaudah, kalo cuma nemenin gapapa asal jangan kerja! Sudah sana ke meja makan, sarapan dulu, kopi hitam sudah Mama siapkan." Ucap Carina sedikit ketus.


"Makasih Mama." Jawab Jeffran, lalu pergi ke meja makan, menikmati secangkir kopi hitam tanpa gula yang sudah di siapkan oleh ibu mertuanya itu.


"Sudah selesai, ayo kita makan sayang." Ajak Carina pada Kirana. Tentu saja perempuan itu menurut dan segera menyantap makanan yang sudah ibu nya masak itu dengan lahap. Bahkan hingga beberapa kali menambah nasi dan lauk, entahlah nafsuu makan nya menggila saat ini, apa mungkin bawaan bayi?


"Sayang, pelan-pelan makan nya." Ucap Jeffran sambil mengusap ujung bibir istrinya yang nampak belepotan terkena kecap dari ayam yang dia makan.


"Iya Mas tau, tapi pelan-pelan saja makan nya, sayang." Kirana hanya mengangguk dan kembali memakan makanan di piring nya.


"Jeff, kapan kamu akan membawa Kirana periksa? Perutnya sudah membuncit cukup besar, padahal baru satu bulan setengah kan?" Jeff melirik perut sang istri, benar. Perut sang istri sudah membuncit seperti wanita yang hamil tiga bulan.


"Sekarang saja setelah makan."


"Eeemmm, Mas.."


"Kenapa, Darl?" Tanya Jeff saat melihat Kirana menjeda kalimat nya, bahkan terlihat ragu-ragu.


"Mau makan buah stroberi." Jawab Kirana sambil menunduk. Jeff mengacak rambut sang istri lalu mengecup nya tanpa malu di depan kedua orang tua yang sedang makan di depan mereka.


"Nanti kita cari di supermarket ya, Darl."


"Kamu gak marah?" Tanya Kirana lalu mendongak menatap wajah tampan suami nya.


"Kenapa harus marah? Hanya buah stroberi, kalau perlu Mas akan belikan kebun nya untukmu."


"Tapi mau stroberi Korea, boleh?" Tanya Kirana lagi, entah kenapa tiba-tiba saja dia menginginkan buah stroberi yang pernah dia beli dari supermarket saat belanja bulanan bersama Jeff beberapa bulan yang lalu, saat keduanya masih tinggal di apartemen. Mungkin ini efek hormon kehamilan nya saat ini, atau yang lebih sering disebut ngidam.


"Boleh sayang, boleh." Jawab Jeff sambil tersenyum manis, membuat Kirana bersorak kegirangan.


Setelah selesai sarapan, pasangan pengantin baru itu langsung pergi. Niatnya untuk memeriksakan kehamilan Kirana, tapi ternyata mereka lupa kalau ini adalah hari minggu, dokter kandungan langganan Jeff tutup karena weekend, mungkin dokter nya sedang healing sejenak melupakan pekerjaan yang tiada habisnya.


"Tutup Mas, gimana dong?"


"Gapapa sayang, kita ke supermarket saja beli buah stroberi lalu pulang. Periksa nya besok saja." Jawab Jeff santai, lalu meminta Pak Amar untuk melajukan kuda besi itu ke supermarket terbesar di kota ini. Kirana bersandar manja di bahu suaminya, Jeff membelai kepala sang istri dengan lembut, Kirana juga mengusap benda kenyal nan lembek yang berada di bawah perut suaminya. 


Entah kenapa juga, dia jadi suka memainkan benda itu padahal benda itu sangat menakutkan ketika memegang dan menunjukan kegagahan nya di atas ranjang. Jeff juga nampak pasrah saja saat tangan nakal istri nya memainkan junior nya, tapi dari pada membuat mood bumil nya memburuk, dia memilih pasrah saja meskipun sekuat tenaga, dia harus menahan gairaah nya.

__ADS_1


Setelah cukup lama berkendara, akhirnya mobil yang di kendarai Pak Amar sampai di depan supermarket, keduanya turun dari mobil dengan Jeff yang mengulurkan tangan nya dan dengan senang hati Kirana menyambut uluran tangan sang suami. 


Pak Amar memarkirkan mobil nya di parkiran supermarket, sedangkan Kirana dan Jeff pergi masuk ke dalam supermarket untuk mencari buah berwarna merah dengan rasa manis kombinasi asam itu. Ini adalah ngidam pertama Kirana setelah mengetahui kalau dia sedang mengandung, tapi berbeda dengan Jeff yang sudah sering kali mengidam dan rujak adalah makanan favorit nya saat ini.


Jeff mendorong troli dan Kirana berjalan di depan pria itu dengan perlahan. Karena suami nya melarang keras saat wanita itu berjalan cepat. Wanita hamil itu celingukan mencari buah yang dia idamkan, tapi setelah berkeliling ternyata buah itu tak ada satu pun.


"Mas, gak ada buah stroberi nya." Rajuk Kirana dengan ekspresi yang sendu. Selalu saja begini, jika sedang tidak di cari akan banyak, tapi jika sedang di cari akan sangat sulit bahkan tak ada satupun. Sudah biasa!


"Mas.."


"Kita cari lagi ke supermarket lain ya, sayang. Jangan sedih, kita jangan pulang sebelum dapat buah nya." Kirana mengangguk meski ekspresi wajah nya masih terlihat sendu. Kedua nya pun keluar dari supermarket itu dan pergi ke supermarket lain yang tak kalah besarnya. 


Biasanya buah itu akan berjejer rapih di etalase, tapi nihil. Hari ini buah itu tak ada satupun, saat Jeff menanyakan pada pegawai supermarket, dia mengatakan kalau buah itu tak ada stok karena cuaca buruk. Tentu saja itu membuat Kirana bad mood, dia sangat ingin memakan buah itu tapi ternyata tak ada.


"Sayang, gak mau buah lain?" Kirana menggeleng. Jeff memeluk perempuan itu dan menyandarkan kepala nya di dada bidang nya.


"Besok kita cari lagi ya?"


"Gak mau, maunya sekarang Mas!" Kekeh Kirana membuat pria itu kewalahan, begini kah rasanya punya istri yang sedang ngidam?


"Oke, kita cari lagi ya." Putus Jeffran. keduanya kembali menyambangi supermarket lain. Hingga empat supermarket yang mereka datangi, tak satupun yang punya buah stroberi Korea itu. Kenapa mendadak sulit? Aneh memang!


Akhirnya Jeff memutuskan untuk pulang karena sudah kelelahan berkeliling empat supermarket besar dalam satu hari, itu membuat kaki nya terasa lemas. Kirana merajuk karena keinginan nya tak bisa dia dapatkan, sangat menyebalkan.


Saat sampai di mansion, wanita hamil itu langsung masuk ke kamar tanpa menghiraukan panggilan dari suami nya.


"Kirana kenapa?" Tanya Carina.


"Dia mau buah stroberi kan? Tapi sudah empat supermarket yang kami datangi, tak ada satupun yang menjual nya, katanya stok nya habis dan belum di kirim lagi karena cuaca buruk, jadi Kiran merajuk, Ma." Jelas Jeff. Carina manggut-manggut. Dia paham benar mood ibu hamil sangat mudah berubah, termasuk Kirana. Mungkin karena bawaan bayi, selain mood swing dia juga lebih sensitif dari biasanya.


Di kamar, Kirana yang sudah kesal memilih untuk tidur karena dia juga merasakan lelah setelah berjalan mengelilingi empat supermarket dalam satu hari.


Sore harinya, Kirana terbangun saat mendengar ada suara riuh di bawah. Itu membuat tidur nya terganggu, dia bangkit dari rebahan nya dan turun ke lantai bawah. Tapi ternyata tak ada siapapun di lantai bawah, selain maid yang berlalu lalang sibuk dengan pekerjaan nya masing-masing.


"Ini ada apa ya, Bik?"


"Tuan muda membangun kebun di belakang, Nyonya." Jawab nya, Kirana mengernyit lalu menyusul ke halaman belakang, setahunya memang halaman belakang itu cukup luas namun di penuhi tanaman-tanaman hias yang harga nya bikin melongo tentunya, maklumlah sultan.


"Lho ini lagi buat apa?" Tanya Kirana setelah sampai di halaman belakang.


"Ehh sayang, Mas buatin kebun stroberi buat kamu. Biar kalo mau makan gak harus bulak balik ke supermarket." Sontak saja Kirana menganga, membuat kebun dadakan hanya karena dia ingin makan buah stroberi? Wahh luar biasa, sultan memang beda.


"Tapi, Mas.."


"Apa?" Tanya Jeff sambil berjalan mendekat sambil merentangkan kedua tangan nya, Kirana memang langsung masuk ke dalam pelukan suami nya.


"Aku cuma mau makan buah stroberi, bukan mau kebun stroberi."


"Gapapa, sayang. Biar gampang nanti kalo kamu mau makan buah nya, tinggal ambil di kebun, gak usah keliling supermarket."


"Jadi, kalo misalkan aku ngidam buah lain terus buah nya gak ada di supermarket, kamu mau bikin kebun nya juga, Mas?" Tanya Kirana, dia tak habis pikir dengan suami nya. Hanya karena dirinya ingin makan stroberi, lalu Jeff memutuskan untuk membuat kebun stroberi? Astaga, untung saja Jeff kaya.


"Boleh, kita beli sama kebun nya sekalian ya. Oke?" 


Kirana menganga, dia melotot saat mendengar ucapan Jeff yang seolah tanpa beban. Kirana nya saja sudah tahu suami nya kaya, tapi masih menolak sadar juga.


'Suami kamu tajir melintir, Kiran. Ayo sadar!'


......


🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2