
"Kirana.." Panggil seseorang, membuat Kirana menoleh. Dia membulatkan mata nya, dia terkejut bukan main saat melihat seseorang berdiri dengan kedua tangan yang di masukkan ke dalam celana bahan nya.
"Mau kemana? Aku mencari mu dari tadi."
"Mau beli sarapan, sama beli baju ganti. Anda mengikuti saya kesini?" Tanya Kirana, dia sedikit menjaga jarak saat pria itu mendekat, dia tak mau membuat Jeff marah dan ujung-ujungnya akan memberi nya hukuman, enak memang tapi dia pria beristri.
"Iya, tadi aku ke kantor tapi katanya kamu cuti untuk menjaga Ibu mu yang sakit. Ibu mu sakit apa?"
"Kanker stadium empat, baru saja di operasi tapi malah drop dan sekarang koma." Jawab Kirana sambil berjalan, dia tak berani menatap wajah Samuel. Ya, pria yang menemui Kirana adalah Samuel.
"Apa ibu mu rutin mencuci darah nya setiap bulan?"
"Dari situlah masalah nya berawal, aku tak mampu jika harus mencuci darah setiap bulan nya, gaji ku di kantor tak cukup."
"Kalau begitu kau bekerja saja di kantor ayah ku, dia pasti akan senang jika kau menjadi asisten nya." Usul Sam dengan antusias.
"Tidak semudah itu, saya terikat kontrak dengan Tuan Jeff. Lagipun Tuan Jeff adalah bos yang royal terhadap pegawai."
"Lalu kenapa tak cukup, Kiran?" Tanya Sam.
"Alasan nya, pertama karena mama tak mau, kedua aku juga punya kebutuhan dan keperluan rumah juga ku beli dari uang gaji ku setiap bulan nya." Jawab Kirana menjelaskan, meskipun dia mulai jengah dengan pertanyaan dari pria yang berjalan santai di depan nya.
"Bang, bubur ayam nya dua ya." Kirana memesan bubur ayam untuk sarapan nya, dia memesan dua porsi saking lapar nya.
"Terimakasih, kau tau saja aku belum sarapan." Ucap Samuel sambil tersenyum.
"Maksud nya?"
"Bukan nya kamu pesan 2 itu untukku satu?" Tanya Sam membuat Kirana terkekeh.
"Aku sangat lapar, jadi memesan dua porsi. Anda pesan saja sendiri," Sam sontak saja salah tingkah, dia terlalu percaya diri sampai mengira Kirana memerhatikan nya.
"Saya satu mangkuk saja, Pak."
"Baik, silahkan tunggu sebentar." Jawab abang-abang tukang buryam itu, Kirana dan Sam duduk di bangku memanjang bersampingan. Kirana cukup tak nyaman dengan berdekatan dengan Samuel, dia merasa aura Sam lebih mesum dari pada Jeff.
"Kenapa bergeser? Kau tak nyaman."
"Maaf, tapi sebaiknya kita menjaga jarak. Ada seseorang yang tak suka jika aku berdekatan dengan pria lain, nanti aku di hukum." Jawab Kirana, tanpa menatap sedikit pun ke arah Samuel.
"Siapa? Ohh kau sudah punya pacar? Atau pendamping semacam tunangan."
"Maaf, itu privasi." Jawab Kirana datar. Dia mengalihkan perhatian nya pada ponsel yang berdering di dalam tas nya.
__ADS_1
Kirana mengangkat nya dan bicara, siapa lagi kalau bukan Jeff yang menelpon.
"Hallo.."
"Kau sedang dimana, sedang apa?" Tanya Jeff to the point.
"Saya sedang di tukang bubur ayam, saya belum sempat sarapan tadi."
"Belum sarapan? Bukan nya tadi kamu sarapan telur dan sosis?" Goda Jeff, tapi Kirana yang polos meski sudah beberapa kali di polosin malah menyangka kalau yang di maksud Jeff itu makanan asli.
"Maksud anda? Tadi kan saya baru bangun tidur saat anda datang."
"Kita melakukan nya di kamar mandi kan? Kamu memakan sosis dan dua telur milik ku." Jawab Jeff.
Blushh..
Pipi Kirana merona, pria itu selalu bisa membuat wajah nya memerah dengan perkataan nya.
"Aku tebak, pasti wajah mu saat ini sedang memerah kan, Kiran? Mengaku saja."
"Sudahlah, ada apa menelpon?" Tanya Kirana pelan, sedangkan Sam terlihat meneliti wajah Kirana dan menerka-nerka, kira-kira siapa yang menelpon perempuan itu? Sampai-sampai mampu membuat wajah nya memerah seperti itu.
"Hanya rindu suara mu saja, aku ingin melihat wajah mu. Bisa kita melakukan panggilan video?" Tanya Jeff di seberang sana, membuat Kirana ketar-ketir. Kalau pria sampai tau kalau dirinya bersama Sam bisa habis dia di hajar oleh Jeff nanti.
Tidak, aku ingin sekarang sebelum klien datang." Kekeh Jeff, membuat Kirana mendengus, pria itu selalu saja keras kepala.
Ponsel Kirana kembali berdering, dan benar saja Jeff melakukan panggilan video pada nya. Mau tak mau, Kirana mengangkat nya sebelum pria itu curiga.
"Cantik sekali, sudah mandi ya? Ciee keramas." Goda Jeff. Pria itu jadi terlihat sifat asli nya yang pecicilan parah.
"Bubur saya datang, saya makan dulu."
"Jangan di matikan, aku ingin melihat mu makan." Ucap Jeff, lagi-lagi membuat Kirana mendengus.
Kirana menyimpan ponsel nya di sisi botol kecap, dan dia mulai makan dengan lahap tak peduli kalau dia di lihat oleh bos nya sendiri, yang jelas dia lapar dan ingin makan sampai kenyang, biarkan saja malu dia rasakan nanti yang penting makan dulu, biarlah pria itu ilfeel, dia tak peduli, syukur-syukur pria itu menjauh nanti.
"Pelan-pelan makan nya, Kiran." Ucap Sam, sambil mengusap ujung bibir Kirana yang belepotan.
Degg...
Jantung nya terasa berhenti berdetak, entah apa tanggapan dari Jeffran saat mendengar suara Sam dan perlakuan pria itu barusan?
"Kamu bersama siapa? Apa itu seorang pria?" Tanya Jeff menuntut.
__ADS_1
"Tidak ada siapa-siapa, hanya suara pelanggan lain."
"Jelas-jelas dia menyebut nama mu, kau pikir aku tuli?" Tanya Jeff, dari nada bicara dan ekspresi nya pria itu mulai terpancing emosi.
"Ohh Tuan Jeffran, selamat pagi." Ucap Samuel malah menyapa Jeff dari layar ponsel, menambah suasana panas saja. Entah apa yang akan Jeff lakukan setelah ini, pasti dia di hukum lagi.
"Sam, kau disana?"
"Iya tuan, saya menemani Kirana sarapan." Celetuk Sam, membuat Kirana menepuk jidat nya. Tak tau apa kalau Jeffran akan marah padanya? Huh dasar Sam, memperburuk suasana saja!
"Lanjutkan, aku akan menyusul nanti."
"Baik tuan, saya akan menunggu disini."
"Tak perlu, aku meeting dengan klien dulu. Silahkan makan yang kenyang!"
Tutt..
Panggilan terputus, membuat Kirana lemas seketika. Nafsuu makan nya lenyap seketika, bagaimana nasib nya nanti? Dia merasa tak berbuat salah pun kena hukuman satu jam berdiri terguncang di kamar mandi, bagaimana kalau sekarang? Kirana bagai perempuan yang terciduk selingkuh oleh kekasih nya.
Tringg..
Satu pesan masuk, Kirana meraih ponsel dan membuka aplikasi chat berlogo telpon berwarna hijau itu.
"Makan yang banyak, bersiaplah aku akan menghukum mu nanti, Kiran!" Isi pesan yang ternyata dari Jeff, membuat bulu kuduk nya terasa meremang seketika.
"Ayo makan, Kirana. Katanya lapar." Ucap Sam, tak tau saja kalau nasib Kirana sedang berada di ujung tanduk, mana mungkin dia bisa makan?
"Wajah mu memucat, kau sakit? Kenapa mendadak, padahal tadi kau baik-baik saja."
"Sam, apa kau tau? Kesalahan fatal apa yang sudah kau lakukan?" Kirana menatap pria di samping nya dengan tajam.
"Aku? Rasanya tidak membuat kesalahan apapun." Jawab Sam acuh, seolah tanpa dosa setelah membuat nasib nya memburuk.
"Tidak bagimu, tapi iya bagiku. Bagaimana nasib ku nanti, semoga saja aku masih selamat dan bisa berjalan esok hari." Gumam Kirana. Dia kembali melanjutkan makan nya saja, sebelum menghadapi hukuman dari Jeff.
Di kantor, Jeff sedang uring-uringan karena melihat Kirana sedang bersama Sam. Entah bagaimana caranya pria itu bisa menemukan Kirana.
"Belum selesai dengan dokter genit itu, sekarang datang lagi pengganggu! Menyebalkan, tapi memang aura Kirana sangat menarik, jadi tak heran banyak pria yang tertarik untuk memiliki Kirana. Tapi tidak, Kirana hanya milik ku dan akan selalu begitu! Aku yang sudah menolong nya, aku juga yang sudah merenggut kesucian nya!"
Jeff yakin kalau Kirana hanya miliknya dan hanya dia yang boleh memiliki Kirana, perempuan cantik yang berhasil membuat nya berpaling dari Queen, wanita yang paling dia cintai.
......
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷