Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 116 - Dokter?


__ADS_3

Keesokan hari nya, Hanna terbangun dari tidurnya. Dia merasakan bagian bawah tubuh nya terasa panas dan perih, juga ngilu, membuat wanita itu meringis pelan. 


"Aassshhh, sakit.." Gumam Hanna membuat Andre yang masih tertidur di samping nya terbangun. Dia membuka kedua mata nya dan melihat istri nya sedang kesulitan.


"Mau kemana, sayang?" Tanya Andre, dia buru-buru memakai boxer nya yang semalam dia lempar sembarang, padahal celana nya berharga cukup fantastis karena dari merk ternama, tapi seolah tanpa beban pria itu melempar nya semalam.


"Mandi, yang." 


"Yuk, aku anter."


"E-enggak usah, yang." Ucap Hanna menolak saran Andre, dia takut kalau malah di hajar lagi di kamar mandi sedangkan miliknya masih terasa sakit, pedih juga ngilu. 


"Aku janji gak bakalan nerkam kamu kok, kita mandi doang."


"Beneran?" Tanya Hanna. Andre menganggukan kepala nya.


"Iya, sayang." 


"Yaudah, ayoo." Ajak Hanna, Andre pun langsung menggendong Hanna ala bridal style ke kamar mandi. Dengan perlahan dia menurunkan sang istri di bath up yang sudah dia isi dengan air hangat suam kuku, lengkap dengan bath bomb dan aromaterapi.


Akhirnya, kedua nya pun mandi bersama dengan Andre menggosok pelan punggung sang istri. Setelah itu, mereka pun menyempatkan untuk sarapan di hotel tempat mereka melangsungkan pesta pernikahan kemarin malam. 


"Kita pulang ke rumah aku ya, sayang?" Ajak Andre.

__ADS_1


"Iya, sayang." Jawab Hanna. Sebagai istri yang baik, dia harus menuruti keinginan suami nya kan.


Kedua nya pun pergi meninggalkan hotel dengan mobil milik Andre, pria itu membukakan pintu mobil untuk sang istri terlebih dulu, setelah memastikan istri nya duduk dengan nyaman di mobil, barulah Andre juga ikut masuk ke dalam nya. 


Andre mengemudikan kendaraan nya dengan kecepatan sedang, tidak terlalu pelan, namun tidak terlalu cepat juga. 


"Yang, mau mampir dulu?"


"Gak usah, aku capek. Pengen tidur lagi rasa nya, tubuh aku lemes gini." Jawab Hanna, Andre mengangguk mengiyakan. Dia pun langsung tancap gas menuju rumah orang tua nya. 


Arina menyambut kedatangan putra dan menantu nya dengan hangat, wanita baya itu memeluk erat sang menantu.


"Sayang, kamu terlihat pucat. Apa kamu baik-baik saja?" Tanya Arina.


"Apa Andre melakukan nya berkali-kali semalam, nak? Itu pasti membuat kamu kelelahan kan?" Tanya Arina lagi, Hanna hanya terdiam lalu sedetik kemudian dia tersenyum kecil, anggap saja itu sebagai jawaban iya. 


"Astaga, Andre!" 


"Apa sih, Ma?" Tanya Andre yang baru datang dengan menenteng tas berisi pakaian ganti milik Hanna. 


"Kamu membuat menantu Mama kelelahan kan? Dasar anak nakal."


"Isshh, Mama. Hanna nya gak nolak kok, lagian itu kan kewajiban nya sebagai istri yang baik." Jawab Andre, tentu nya dia tak mau di salahkan dalam hal ini. Karena Hanna juga tak menolak saat dia kembali melakukan nya, malah dia mendesaah nikmat. Ya, meskipun awalnya dia memang menolak sedikit, tapi setelah masuk dia menikmati nya.

__ADS_1


"Tetap saja, kalau kamu nya gak nakal, menantu Mama gak bakalan pucet gini wajah nya!" 


"Iya, itu kan karena kecapean, Ma." 


"Ulah siapa? Itu ulah kamu, Andre!" Ketus Arina membuat Andre nyengir, memang dia yang bersalah seperti nya. 


Tapi, perdebatan antara Ibu dan Anak itu terhenti saat mendengar suara benda jatuh, ternyata itu adalah Hanna yang pingsan tergeletak di lantai tak sadarkan diri. 


"Sayang, bangun.." Ucap Andre sambil menepuk-nepuk wajah sang istri, namun dia tak kunjung bangun juga. 


"Sayang.."


"Astaga, Andre! Berapa puluh ronde kamu melakukan nya semalam sampai istri kamu pingsan begini." 


"Cuma enam kali doang, Ma. Gak sampe puluhan kali."


"Astaga Andre." Arina menoyor kepala sang putra dengan kesal. Andre pun membawa masuk Hanna ke dalam rumah, dan membaringkan wanita cantik itu di sofa. Namun setelah hampir setengah jam, tak ada tanda-tanda kalau Hanna akan bangun. 


Disaat seperti ini, otak Andre mendadak beku karena kepanikan yang di alami nya. Dia melupakan kalau dirinya itu seorang dokter, tapi saat ini Andre malah memutuskan untuk membawa Hanna ke rumah sakit dan lebih konyol nya lagi, Mami Arina juga malah setuju. Tak ada yang ingat sama sekali kalau Andre itu seorang dokter. 


Identitas Andre sebagai dokter di pertaruhkan saat ini. Dasar Andre, gara-gara ngajakin begadang sih, jadi nya istri nya pingsan gara-gara lemes itu. 


.....

__ADS_1



__ADS_2