Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 101 - Senjata Makan Tuan


__ADS_3

Malam harinya, Jeff pergi untuk bertemu dengan teman-teman nya dan beberapa anak klien bisnisnya, tapi Jeff tak mengundang pria bernama Samuel Robertson, dia terlanjur membenci pria itu, meski ayahnya adalah penyumbang saham terbesar di perusahaan nya, tapi dia benar-benar tak ingin bertemu dengan pria itu. Inti nya, ini seperti pesta bujang namun bukan, karena Jeff sudah menikah.


Sedangkan Kirana yang merasa tubuhnya sedikit meriang memutuskan untuk tidur lebih awal, setelah pulang dari pemakaman memang tubuhnya terasa tak enak, tapi dia memilih diam saja. Tak mau bilang pada siapapun agar tak menimbulkan ke khawatiran, apalagi untuk Jeff yang malam ini harus berkumpul bersama teman-teman nya.


Kirana tak bisa melarang, biarkan saja dia menikmati waktu bersama para sahabatnya, dia memang istrinya tapi bukan berarti dia bisa merenggut kebebasan suami nya untuk berkumpul bersama teman-teman nya, meskipun dia khawatir kalau kebiasaan minum suami nya kambuh.


Di salah satu cafe yang sudah di sewa khusus oleh Jeff untuk merayakan pesta bujang itu, teman-teman nya dari kalangan orang-orang terkenal dan tajir melintir sudah berkumpul.


"Minum, Bro." tawar salah satu teman nya yang sedang memegang gelas kecil berisi minuman beralkohol.


"Harusnya aku tak minum, tapi sedikit saja mungkin tak masalah." Jawab Jeffran, lalu dia mengambil segelas minuman itu dan meminum nya dalam sekali tegukan.


"Rasanya aneh kalau sudah lama tak minum ya." Cetus Jeffran membuat teman-teman nya tertawa termasuk Andre yang hadir disana.


"Sehebat apa sih wanita yang akan menjadi istrimu itu, Jeff?" Tanya teman yang lain.


"Dia sekretaris ku di kantor, bukan model atau aktris." Jawab Jeff santai.


"Sekretaris, wahh Tuan Jeffran Abian Leonard. Memang jodoh nggak itu gak kemana ya!" Celetuknya mengundang gelak tawa.


"Ya begitulah, dia perempuan yang manis, cantik dan punya pesona yang luar biasa." Bangga Jeffran, sudah biasa bagi telinga Andre mendengar Jeff membanggakan istrinya itu. Tapi, mungkin itu tidak berlaku bagi teman-teman Jeff yang lain.


"Selain cantik, Kirana juga perempuan yang pandai, pekerja keras dan terlebih dia wanita yang di pilih oleh mendiang istri Jeff sendiri." Cetus Andre membuat teman-teman Jeffran menganga.


"Maksud Lo gimana?" Andre pun menceritakan semua nya tentang pertemuan Kirana dan mendiang istri Jeffran, Queen Ariana.


"Wahh, kalo gitu emang harusnya kalian itu cepetan nikah. Bahaya banget kalo sampe ada yang naksir, apalagi calon nya udah di pilihin gitu."


"Ya gue takutlah, makanya gue percepat. Awalnya kan sekitar dua bulanan lagi, Kirana maunya nikah dulu, terus rencana kita mau honeymoon ke bali lusa. Tapi karena dia hamil jadi kita batal pergi, soalnya kata dokter kehamilan Kiran masih rawan, gue kagak mau kehilangan anak gue lagi." Jelas Jeffran panjang lebar.


"Hamil? Wahh udah di cicil ternyata, nikah baru berapa hari, hamil udah lima minggu, Bro. Terus maksudnya lagi apa? Apa sebelumnya Kirana mu itu pernah hamil?" Jeff menganggukan kepala nya mengiyakan.


"Ya, dan dia keguguran. Itu yang membuat gue terpukul dan pergi ke luar kota saat itu, padahal aku tau itu bukan sepenuhnya kesalahan Kirana, dia juga gak tau ada kehidupan lain di tubuhnya." Semuanya mendengarkan dengan seksama penjelasan Jeffran, beberapa kali pria itu menghela nafas panjang, mungkin ini berat bagi Jeff, kehilangan anak yang sudah lama dia inginkan memang sangat menyakitkan.


"Tapi hamil yang sekarang itu benar-benar membuat gue shock setengah mati, pasalnya bini gue ngeluh sakit perut selama seminggu dan pendarahan, ya gue kira dia menstruasi, tapi ternyata bukan. Kata dokter itu pendarahan implantasi,"


"Iya sih, bini gue juga waktu hamil anak pertama gitu juga. Pendarahan selama seminggu, ya sama kasus nya kek Elu, nyangka itu darah menstruasi, tapi ternyata bukan, itu salah satu tanda-tanda kehamilan." Ucap Daniel, pria yang paling putih di antara perkumpulan para pria mapan, dan tampan itu.


"Iya, ketahuan nya udah hamil lima minggu aja."


"Bini gue malah ketahuan hamil tuh udah empat bulan, soalnya tiap bulan dia datang bulan, tapi kata dokter itu juga tak masalah, selama tak timbul rasa sakit." Cetus yang lain.


"Dah buncit dong?" Tanya Andre sambil ikut menyesap minuman di dalam gelas kecil.


"Yang gue heranin tuh, nggak sama sekali, Ndre. Padahal kan empat bulan itu harusnya sudah sedikit membuncitkan? Tapi ini tidak sama sekali, setelah ketahuan barulah keliatan buncit."


"Bisa gitu ya?"


"Lu dokter kan? Masa gak tahu ada yang gitu."

__ADS_1


"Gue bukan dokter kandungan kali, gue dokter umum." Jawab Andre, kembali menyesap minuman beralkohol itu.


"Kalo pengalaman gue, Bini yang hamil gue yang ngidam. Makan rujak, padahal dari awal gue tuh gak suka makan rujak, muntah-muntah tiap pagi sampe lemes banget."


"Apa gue gitu ya? Gue juga jadi doyan makan rujak, tiga kali sehari kayak makan obat, tapi gak muntah-muntah sih." Ucap Jeffran ikut nimbrung.


"Ya itu hamil simpatik berarti, semoga gak ngalamin morning sickness ya Jeff, lemes banget njir, sampe rasa nya nyawa tuh udah kayak di ambang batas." 


"Lebay Lu, pengen nya sih jangan kek gitu biar tetep bisa kerja. Mana belom dapet sekretaris baru, Kirana mau resign aja soalnya lagi hamil." Ucap Jeffran.


"Nanti gue cariin rekomendasi, tapi laki kali ya sekretaris nya, dah punya bini nanti jadi huru-hara kalo sekretaris nya cewek."


"Iya, cariin ya kali aja ada yang cocok." Ucap Jeffran.


"Siap, btw si Michael belom sampe ya?" Tanya Daniel, sambil melihat jam tangan mahal yang melingkar di pergelangan tangan nya.


"Di undang kagak?" Tanya Andre pada Jeffran.


"Di undanglah, cuma lewat telepon sih gak secara langsung, ini juga ngedadak."


"Gue juga gak tau sekarang dia tinggal dimana." Celetuk yang lain membuat Jeff tergelak. 


"Btw, lu gak sempat ngeduda dong? Soalnya kan sebelum bini pertama lu meninggal, lu udah kawin lagi. Iya kan?" Tanya Daniel.


"Hmmm, ya gitu lah. Yang nyuruh gue buat cepet-cepet nikahin Kiran itu bini gue sendiri, gue sih seneng-seneng aja. Tapi, Kirana yang keliatan ragu gitu, kek nya dia gak yakin mau nikah sama gue."


"Udah jodoh, kalo udah jodoh mau kalian nolak seperti apapun, pada akhirnya bakalan bersatu juga." Ucap Daniel sambil menepuk pundak sahabatnya.


"Tapi sekarang, gue ngerasa kayak bersalah banget sama Queen. Gak guna juga sih ya nyesel, tapi.."


"Sabar-sabar Bro, ini juga bukan sepenuhnya kesalahan Lu kan?"


"Iya sih, tapi tetep aja. Kalo di pikir sekarang, gue tuh berasa kayak pria brengseek gitu. Hianatin bini gue yang lagi sakit keras."


"Udah, gak usah di ungkit lagi. Bini lu udah tenang disana, sekarang tugas lu doain dia aja." Ucap Daniel lagi, dan di angguki semua orang yang hadir.


"Sorry, gue telat." Suara itu berasal dari satu orang yang datang dengan terengah-engah. Tapi tak lama, satu orang datang menyusul dengan langkah santai nan tenang nya, kedua tangan nya di masukan ke dalam saku. Dia tersenyum smirk ke arah Jeff yang sudah menatap nya dengan tajam.


"Dari mana Lo, Mich?" Tanya Daniel menyambut Michael yang baru saja datang dengan seseorang yang sumpah demi apapun tak ingin Jeff lihat wajahnya.


"Kejebak macet gue, Niel. Ehh btw, selamat ya Bro atas pernikahan nya, sorry gak bisa dateng waktu itu." Ucap Michael.


"Thanks, Mich." Jawab Jeffran datar, tatapan mata nya begitu tajam menghunus ke arah Sam duduk, bahkan tanpa diminta siapapun pria itu duduk dan berhadapan langsung dengan Jeffran.


Semua orang saling melempar pandangan, tapi tidak dengan Andre yang sudah tahu biduk permasalahan antara Sam dan Jeff, apa lagi kalau bukan berebut Kirana yang sudah jelas-jelas memilih Jeffran.


"Selamat tuan Jeffran, anda sangat beruntung karena baru saja istri anda meninggal selama empat puluh hari, tapi anda langsung menikah lagi dengan wanita lain seolah tanpa beban setelah kehilangan istri yang sudah mendampingi anda bertahun-tahun." Ucap Sam dengan sindiran, tapi Jeff masih terlihat sangat tenang, tak membalas sindiran Sam.


Sam mengira, kalau ini adalah benar-benar pesta bujang. Karena, Michael mengatakan hal demikian. Padahal nyata nya, Jeff sudah menikah dengan Kirana bahkan sebelum kepergian istri pertama nya.

__ADS_1


"Terimakasih, Tuan Samuel Robertson." Jawab Jeffran.


"Suatu kehormatan bisa datang ke pesta bujang anda."


"Walau tanpa undangan ya, anda adalah tamu tak di undang!" Telak Jeff membuat Sam mengepalkan tangan nya. Dia memang datang dengan tujuan yang tak baik.


"Heii, kalian ini kenapa?" Tanya Daniel.


"Tak ada apa-apa Niel, mari silahkan di nikmati hidangan yang sudah tersedia." Jeff mengambil segelas minuman beralkohol dan menenggak nya hingga tandas dalam satu kali tegukan.


Sam menyeringai, seperti nya dia tahu cara untuk mengacaukan kepercayaan Kirana pada Jeff. Niat nya selalu saja buruk, obsesi nya untuk memiliki Kirana sudah terlanjur mendarah daging.


"Gue ke kamar mandi dulu." Ucap Jeffran, Semua nya mengangguk. Jeff pun pergi, dan disaat semua orang lengah dan asik berbincang, tanpa ketahuan siapapun Sam membubuhkan serbuk yang entah serbuk apa ke dalam gelas milik Jeffran.


Tak lama, Jeff sudah selesai dan kembali duduk di samping Andre. Dia langsung meminum habis minuman itu dan meletakan kembali gelas nya di atas meja.


Beberapa menit kemudian, Jeff  mulai merasakan tubuhnya aneh, terasa panas dan berkeringat. Dia merasakan panas yang luar biasa hingga membuatnya melepas beberapa kancing kemeja bagian atas nya.


"Ndre, hidupkan AC nya."


"Udah hidup dari tadi kali Jeff, kenapa Lo?" Tanya Andre, dia melihat wajah Jeff yang memerah dengan keringat yang mulai membanjiri kening nya.


"Tau nih, panas banget tubuh gue anjir! Gak tahan, Ndre!"


"Pulang aja ya, gak beres ini." Ucap Andre, dia berusaha membopong tubuh Jeff di bantu Daniel dan yang lain nya.


Sam tersenyum penuh kemenangan, dia merasa di atas awan padahal ini semua tak ada apa-apa nya. Dia bangkit dari duduknya dan berpura-pura akan tak tahu dengan apa yang terjadi pada Jeffran, lalu menawarkan diri untuk mengantar Jeffran ke rumah, padahal dia akan mengantar pria itu ke hotel untuk menjebak pria itu dan membuat Kirana tak mempercayai Jeff lagi.


"Udah, biar Jeff gue yang nganter, kalian lanjutin aja." Andre memberi kode dan semua nya pun mengerti, lalu membiarkan Sam mengantarkan Jeff. Tanpa setahu Sam, mereka mengikuti dari belakang dengan mobil berbeda agar tak di ketahui oleh pria itu.


Dengan susah payah, Sam membopong tubuh besar Jeff masuk ke dalam hotel, di dalam sebuah kamar dia sudah menyiapkan seorang wanita cantik pekerja seeks komersial alias PSK yang siap membuat Kirana salah paham pada Jeffran.


Saat wanita itu siap melucuti pakaian Jeff yang sudah tak sadarkan diri, Andre dan teman-teman nya datang menciduk, membuat Sam terkejut bukan main. Selain rencana nya yang gagal, dia juga tak yakin bisa lolos dari teman-teman Jeff yang notabene nya punya kekuasaan.


"Udah gue duga, niat Lo gak baik!" Celetuk Daniel.


"Gak nyangka gue, Lo sejahat ini sama temen sendiri." Cerca Michael, setaunya Sam dan Jeff memang saling mengenal dan menjalin hubungan baik, sudah cukup lama.


"Gimana kalo senjata makan tuan, Sam?" Tanya Andre, dengan seringaian jahat yang membuat nyali Sam menciut seketika.


"Neng, lucutin dia. Tenang kita yang bayar, tiga kali lipat!" Tentu saja wanita itu berbinar dan langsung menjalankan perintah, dia melucuti seluruh pakaian Sam dan benar-benar definisi senjata makan tuan. Pria itu juga hanya pasrah saja saat wanita itu membuka seluruh pakaian nya, karena dia di pegangi oleh Michael dan Daniel.


Tubuh kedua nya lebih besar dan kekar dari pada Sam, jadi wajar saja kalau dia kalah di tangan kedua nya.


Sedangkan Andre, dia sibuk mengabadikan moment itu sebagai senjata jika suatu saat nanti di butuhkan. Jika poto itu di kirim ke orang tua Sam, sudah pasti Martin akan murka dan entah apa yang akan terjadi pada Sam, yang pasti hidupnya takkan tenang. Andre dan yang lain nya meninggalkan hotel itu dan memilih mengantar Jeffran pulang, meski sepanjang perjalanan pria itu terus meracau.


......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2