Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 118 - Nathan dan Nala


__ADS_3

Waktu terasa sangat cepat berlalu tanpa bisa di cegah, Andre menikmati peran nya sebagai suami dan calon ayah yang siaga. Meskipun di warnai dengan beberapa drama karena dia mengalami morning sickness selama beberapa bulan di trimester pertama kehamilan sang istri. Tapi sekarang, dia sudah tidak mengalami nya lagi. Mungkin karena kandungan sang istri yang sudah memasuki trimester kedua saat ini. Yaps, Hanna hamil enam bulan sekarang. 


Perut nya sudah membuncit dan sesekali ada pergerakan di dalam sana, tentu nya itu membuat Andre dan Hanna bersuka cita. Mereka merasa bahagia dengan hadir nya bayi yang akan menjadi pelengkap rumah tangga mereka nanti nya. Meskipun masih harus menunggu beberapa bulan lagi. 


Arina dan Mama Dita juga menjadi nenek yang siaga, kalau bumil itu menginginkan sesuatu, dengan sigap mereka langsung membuat nya atau mencari nya. Membuat Hanna merasa bahagia, karena di kehamilan nya ini dia di kelilingi oleh orang-orang yang sangat baik. Tentu nya ada Jeff dan Kirana juga di samping nya. 


Omong-omong tentang pasangan Jeff dan Kirana, mereka juga tengah di liputi kebahagiaan yang menyempurnakan kehidupan mereka sekaligus memperkuat tali rumah tangga mereka dengan kehadiran dua bayi lucu di antara mereka. 


Ya, Kirana sudah melahirkan dan saat ini Hanna dan Andre sedang dalam perjalanan untuk pergi ke rumah sakit menjenguk Kirana yang semalam sudah melahirkan. 


Kedua nya sempat singgah di toko bunga untuk membeli sebuket bunga untuk Kirana juga sekeranjang buah sebagai buah tangan. Meskipun Jeff kaya, tapi tak enak saja rasa nya jika datang menjenguk orang tapi tidak membawa apa-apa sama sekali. 


"Kiran.." Panggil Hanna, Kirana tersenyum menyambut kedatangan sahabat nya. 


"Kesini, Hann." Ajak Kirana, Hanna pun menurut dan mendekat ke arah sahabat nya yang berbaring di ranjang pasien dengan selang infus yang berada di punggung tangan kanan nya, menandakan kalau wanita yang baru saja resmi menjadi seorang ibu itu masih membutuhkan perawatan intensif.


"Gimana keadaan kamu?" Tanya Hanna, Kirana menganggukan kepala nya mengiyakan.


"Aku udah baik-baik aja kok, cuma gak bisa jalan kayak biasa nya aja, masih ngilu ini karena dapat jahitan luar dalam, Hann." Jawab Kirana membuat Hanna nyengir-nyengir ngilu, baru mendengar saja membuat nya ngilu, apalagi kalau dia yang melahirkan ya? 


"Sakit gak?"


"Pas ngeden sih enggak, yang sakit itu pas mules nya, Hann."


"Itu keluar kepala bayi dari lubang itu sakit gak, Kiran?" Tanya Hanna lagi, dia penasaran padahal hanya beberapa bulan lagi dia akan tahu juga bagaimana rasa nya. 


"Hmmm, agak ngilu dikit pas keluar nya. Tapi gak sakit, aku jerat jerit tuh pas di jahit nya, sakit beneran deh aku gak main-main." 


"Kok aku takut ya, baru denger aja udah merinding gini." 


"Tapi, pas lihat wajah anak-anak aku yang lucu, seketika rasa sakit nya hilang. Perjuangan selama beberapa jam terbayar sudah saat mendengar mereka menangis dengan kencang, Hann." Ucap Kirana, dia tersenyum manis membuat hati Hanna menghangat mendengar nya.


"Mana baby nya?"

__ADS_1


"Lagi di jemur sama Mama, katanya bagus kalau bayi baru lahir di jemur." Jawab Kirana. 


"Syukurlah, kamu di kelilingi orang-orang yang baik ya."


"Iya, aku sangat bersyukur untuk itu. Aku juga bahagia, meskipun mungkin versi orang lain bahagia yang aku dapat saat ini adalah hasil merebut kebahagiaan wanita lain." Lirih Kirana membuat Jeff yang baru masuk dengan wajah datar nya langsung menatap tajam istri nya, tapi Kirana tak menyadari nya.


"Sudah aku bilang, kamu jangan terlalu memikirkan pendapat orang lain. Yang merasakan itu kita, kita tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sedangkan orang lain hanya mendengar versi kata nya, bukan nyata nya." 


"Hehe, iya Mas.."


"Sudah, jangan banyak berpikiran. Ingat kata dokter, kamu tidak boleh berpikiran semacam ini." Ucap Jeffran sambil mengusap kepala istri nya dengan lembut. 


Takut, ya dia takut kalau Kirana terkena syndrom baby blues karena terlalu sibuk memikirkan perkataan orang lain, dan itu akan sangat berdampak ke padanya juga untuk kedua buah hati nya. 


"Iya, gak usah dengerin apa kata orang, Kiran. Toh nyata nya kan Kak Queen juga yang menikahkan kalian, mereka mana tahu hal itu kan? Udah, sekarang kamu fokus aja sama kesehatan kamu dan dua bayi kamu, itu aja." 


"Iya Hann, aku bakal berusaha buat gak dengerin apapun kata orang. Kalau di pikir-pikir, mereka gak ngasih aku makan ya, kenapa harus aku pikirin?" 


"Nah, mikir nya kesana. Udah, kamu udah makan apa belum?" Tanya Hanna.


"Haha, ya jelaslah bau rumah sakit kan di masak nya juga di dapur rumah sakit. Ada-ada aja kamu, Kiran." Ucap Hanna sambil tertawa kecil.


"Hehe, iya juga sih ya."


"Nih, aku bawain sup daging buat kamu. Ini buatan Mama nya Mas Andre, di jamin enak. Pokoknya kamu bakalan suka, ayo makan." 


"Ihhh mau.." Ucap Kirana sambil nyengir, Hanna pun membuka rantang berisi nasi dan sup daging buatan mertua nya. Dia juga membawa porsi tambahan, barang kali Jeffran belum makan juga.


"Tuan mau juga? Silahkan, ini buat tuan." Ucap Nayna sambil memberikan sup untuk Jeff.


"Aku sudah makan bubur rumah sakit, untuk nanti makan siang aja." Jawab Jeffran, karena istrinya tak mau makan bubur dari rumah sakit, akhirnya terpaksa lah dia yang memakan nya. Sayang kan kalo gak di makan, mahal-mahal aja dia bayar biaya rumah sakit tapi pas di kasih makanan malah di anggurin begitu saja. 


Sekarang, Jeff lebih perhitungan dari biasa nya. Mungkin karena pengaruh sudah punya istri dan dua anak kembar yang sangat lucu, menggemaskan sekali pokoknya.

__ADS_1


Tak lama kemudian, Carina dan Radit masuk dengan membawa masing-masing satu troly bayi. Hanna yang melihat itu langsung tersenyum dan mendekat ke arah troly bayi itu. 


"Aaaahh putri dan raja kita sangat cantik dan tampan." Puji nya, memang kedua nya berwajah rupawan. 


"Ini kakak nya yang mana ya?"


"Ini, yang laki-laki itu kakak nya." Jawab Carina sambil tersenyum.


"Aaahhh mereka sangat menggemaskan, gak sabar pengen lihat hasil nyetak aku juga deh."


"Masih berapa bulan lagi, Nak?" Tanya Radit.


"Sekitar tiga bulanan lagi, Om." Jawab Nayna sambil tersenyum, tangan nya menoel-noel pipi gembul salah satu bayi yang sedang tertidur nyenyak.


"Wahh, sebentar lagi dong. Gak kerasa ya, semoga pas hari persalinan nya nanti di lancarkan."


"Iya, Tan." Jawab Hanna. 


"Ohh iya, ini nama nya siapa ya?" Tanya Hanna pada Kirana yang sedang makan di suapi oleh suami nya. 


"Nathan Rezka Leonard dan Nala Rizka Leonard." Jawab Jeffran dengan wajah datar nya, sedangkan Kirana hanya tersenyum. Nama yang di berikan oleh suami nya sangat indah. Kedua nama itu sama-sama bermakna hadiah dari Tuhan.


"Nama yang bagus, seperti penampilan mereka yang tampan dan cantik." Jawab Hanna sambil tersenyum kecil, dia kembali menoel-noel pipi Baby Nathan dengan gemas.


"Tidur nya pules banget, ini aunty datang jengukin kamu." 


"Jangan di ganggu bisa? Kirana baru saja beristirahat setelah mereka menangis." Ucap Jeff dengan datar, membuat Hanna menutup mulut nya.


"Maaf, aku gak sengaja."


"Mas, ihhh gak boleh bicara kayak gitu dong." Ucap Kirana sambil mencubit pelan lengan suami nya. Kalau ngomong suka kebiasaan gak di kasih rem, dia terlalu datar untuk peduli dengan perasaan orang lain. Apakah lawan bicara nya itu tersinggung atau tidak, dia tidak peduli akan hal itu sama sekali.


.......

__ADS_1


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2