Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 41 - Butik


__ADS_3

"Mama, Kiran kangen. Apa Mama gak kangen sama Kiran? Cepatlah sadar Ma, Kirana janji akan bekerja lebih keras lagi buat Mama." Ucap Kirana. Tak terasa buliran bening meluncur bebas membasahi wajah cantik nya.


Tiba-tiba saja, Samuel mendekat dan menepuk pundak Kirana, membuat perempuan itu mendongak dan segera menghapus air mata nya, dia tak mau terlihat lemah oleh siapapun.


"Jangan menangis, ibu mu pasti akan baik-baik saja. Dia akan bangun nanti," Ucap Sam berusaha menenangkan Kirana.


"Saya tak menangis, aku tak selemah itu kok." Kirana menyangkal, padahal sudah jelas mata nya memerah.


"Jangan bersikap sok kuat, aku tau hati mu tak sekuat itu."


"Lalu, apa pedulimu? Kau hanya orang asing yang menguntit ku." Tanya Kirana ketus, dia berdiri dan menatap tajam ke arah Sam.


Sam tiba-tiba memeluk Kirana dan mencium bibir nya dengan paksa, Kirana meronta sekuat tenaga, hingga akhirnya dia menggigit bibir Sam dengan kuat hingga membuat bibir itu berdarah, refleks pria itu melepaskan ciuman nya. Dia meringis karena rasa perih di bibir nya sangat terasa.


Plakk...


Suara tamparan menggema di dalam ruangan itu, siapa lagi yang melakukan nya kalau bukan Kirana. Ini pertama kali nya dia menampar seseorang, bekas tamparan begitu jelas di pipi Sam, cap lima jari.


"Jangan kurang ajar ya, Tuan Sam! Sedari tadi saya diam saja saat anda menguntit saya, karena saya menghormati anda!" Tegas Kirana dengan nafas yang tersengal, karena emosi nya yang memuncak.


"Maafkan aku, aku tak bermaksud melakukan ini."


"Lalu? Anda sudah melecehkan saya, merendahkan harga diri saya. Anda puas? Jadi pergilah, aku berharap kita tidak pernah bertemu lagi." Ucap Kirana dengan nada tinggi nya.


"Kiran, aku minta maaf. Aku tak bermaksud merendahkan mu."


"Silahkan keluar, pintu nya disana." Kirana menunjuk pintu keluar dengan telunjuk nya, Sam pun pergi dengan lesu. Baru kali ini dia merasa bersalah karena mencium seorang wanita, padahal biasa nya para wanita yang datang untuk memuaskan nya.


Kirana masuk ke dalam kamar mandi, dia menggosok bibir nya dengan kuat menghilangkan bekas ciuman Sam di bibir nya. Kirana menatap pantulan dirinya di cermin, bibir nya membengkak karena ciuman Sam tadi.


"Apa aku semenggairahkan itu? Rasanya tidak, bahkan biasa-biasa saja. Tapi kenapa pria itu begitu bernafsuu padaku?" Gumam Kirana sambil terus menggosok bibir nya.


Tapi satu yang pasti, dia berani menampar Sam tapi tak melakukan hal yang sama pada Jeff, kenapa dia tak melakukan nya juga? Bukankah Jeff lebih kurang ajar dari Sam, dia bahkan berani menjamah tubuh nya.


"Ada apa denganku? Kenapa aku selalu pasrah saat Tuan Jeff yang melakukan nya? Padahal dia lebih kurang ajar dari Sam." Gumam Kirana. Dia meraba pipi nya yang terasa memanas hanya karena dia mengingat percintaan nya dengan Jeff di tempat ini, meski hanya sekilas.


"Kirana, kau pasti sudah gila karena menyukai suami orang!" Rutuk Kirana sambil menepuk pipi nya. Dia harus sadar diri, kalau Jeff hanya menjadikan nya pemuas nafsuu saja tak lebih.


Kirana mencuci wajah nya dan keluar setelah suhu nya mendingin. Tapi tamu lain seperti nya baru saja sampai, Jeff sedang duduk bertumpang kaki di sofa. Matanya memicing saat melihat Kirana yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang nampak asing, tapi tetap cantik jika di pakai oleh nya.


"Tuan disini?"


"Ya, kenapa?" Balik Tanya Jeff dengan suara datar nya, membuat Kirana menegang. Kirana memilih bungkam dan lebih duduk di kursi dekat brankar ibu nya, tapi tangan Jeff dengan cepat menarik pinggang nya hingga perempuan itu terjatuh tepat di pangkuan nya.

__ADS_1


Jeff melingkarkan tangan nya di pinggang ramping Kirana dengan posesif, menghirup aroma berbeda dari tubuh perempuan itu.


"Kau ganti parfum? Aroma mu tak seperti biasanya." Tanya Jeff, pria itu membelai lembut wajah Kirana.


"Ti-tidak Tuan, saya memakai parfum yang biasa."


"Lalu? Apa kau memeluk pria lain, lagi?" Tanya Jeff, mata nya menajam.


"Tidak tuan, saya tak melakukan itu."


"Lalu membiarkan dia yang melakukan nya, begitu? Kau belum puas membuat aku cemburu, Kiran?" Tanya Jeff, membuat Kirana ketar ketir sendiri.


"Kau diam? Berarti iya, dia memelukmu?"


"Jawab!" Tegas Jeff membuat Kirana refleks mengangguk.


"Lalu dia melakukan apa lagi?"


"D-dia mencium bibir saya." Jawab Kirana terbata, dia merasa terintimidasi dengan tatapan tajam Jeff.


"Lalu kau diam saja? Kau menikmati nya, apa tak cukup aku yang mencium mu?"


"Saya menggigit nya, juga menampar wajah nya." Jawab Kirana jujur.


"Bagus, tapi kau sangat nakal. Aku beri hukuman, ayo ikut."


"Titipkan pada suster, sekarang waktu nya kau bersama ku." Jawab Jeffran, dia kembali menarik tangan perempuan itu keluar dari ruangan rawat ibu nya dan membawa nya pergi dengan mobil nya.


"Kita mau kemana, Tuan?"


"Ke korea." Jawab Jeff asal.


"Wahh, saya mau dong. Kali aja ketemu idol kpop, Jungkook misalnya."


"Mana ada ke Korea, kita ke hotel."


"Ap-apa Tuan? Jangan begitu Tuan, ini masih siang."


"Lalu, apa peduliku? Aku hanya merindukan sarang ku." Jawab Jeffran dengan wajah datar nya.


"Bukan nya tadi pagi sudah?"


"Sambil berdiri, sekarang sambil tiduran." Jawab Jeff, membuat Kirana merinding disko.

__ADS_1


Tapi mobil itu berhenti di sebuah butik yang cukup terkenal, Jeff menarik tangan Kirana membawa nya ke dalam butik itu.


"Ini kan butik? Kenapa kesini?"


"Besok malam kita pergi ke resepsi klien, jadi kau harus memakai gaun yang bagus." Jawab Jeff, Kirana pun manggut-manggut pertanda mengerti.


"Selamat datang tuan Jeffran.." Sapa pemilik butik itu, Jeff adalah pelanggan VVIP karena sudah berlangganan di butik ini sudah lama.


"Miss, carikan gaun pesta yang terbaik untuk dia."


"Baik, mari ikut saya Nona." Kirana mengekor di belakang pemilik butik itu, dia nampak begitu antusias menunjukkan koleksi gaun-gaun cantik rancangan nya.


"Ini sangat cocok untuk anda seperti nya, Nona." Pemilik butik itu merekomendasikan gaun selutut dengan warna ungu pastel.


"Eehhmm, tapi punggung nya terlalu terbuka Miss."


"Ohh ingin yang agak tertutup? Bagaimana kalau yang ini?" Tawar nya lagi, gaun nya panjang hingga mata kaki, tapi ada belahan yang sampai paha. Kirana nyengir-nyengir geli, lalu menggelengkan kepala nya.


"Tidak juga? Yang ini?"


"Saya ingin melihat yang biru itu, Miss." Pemilik butik itu mengambil gaun itu dan membiarkan Kirana mencoba nya.


"Cantik sekali.." Puji nya, tapi lain lagi dengan Jeff. Dia terlihat tak menyukai gaun yang di pilih Kirana.


"Terlalu sederhana, ini pesta besar-besaran." Ucap Jeff datar, membuat Kirana mendengus kesal.


"Tuan saja yang pilih kalau begitu." Jeffran berdiri dan berjalan di antara jejeran gaun-gaun mewah dengan harga fantastis tentu nya.


Pilihan Jeff jatuh pada gaun berwarna pink pastel, panjang hingga menutupi kaki.


"Coba ini." Perintah Jeff, Kirana menurut dan kembali masuk ke ruang ganti. Tak lama, Kirana sudah keluar lagi dengan gaun pilihan Jeff.


Pria itu nyaris tak berkedip saat melihat penampilan Kirana yang berubah 180 derajat. Perempuan yang biasa nya tampil sederhana itu kini berubah bak putri kerajaan.


"Tuan, bagaimana yang ini? Fiks ya, saya capek ganti baju terus."


"Bungkus yang ini Miss." Perintah Jeff, dia langsung menyukai gaun ini, sangat cocok untuk sekretaris cantiknya, tidak terlalu ketat jadi bentuk tubuh nya tak terlalu terekspos.


"Baik Tuan." Jawab pemilik butik itu dengan senang hati. Jeff tersenyum lalu mendekatkan wajah nya, padahal disana ada orang lain. Kirana refleks memejamkan mata nya, dia berpikir kalau pria itu akan mencium nya.


"Kau cantik Kiran, membuat aku sangat bergaiirah." Bisik Jeffran tepat di telinga Kirana, membuat wajah nya memerah seperti tomat matang.


"Kenapa memejamkan mata? Kau pikir aku akan mencium mu di depan umum, tentu tidak." Bisik nya lagi, lalu mendorong kening Kirana dengan telunjuk nya.

__ADS_1


......


🌷🌷🌷🌷


__ADS_2