Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 87 - Kepanikan Sepasang Suami Istri


__ADS_3

Kirana masuk ke dalam ruangan Jeff dengan langkah gontai nya. Kirana melihat pria itu sedang berdiri di dekat jendela besar yang menyuguhkan pemandangan kota yang selalu padat dan sibuk, seolah tak pernah ada waktu istirahat, kota ini selalu beroperasi setiap hari, menit dan detik. Kedua tangan pria itu di masukkan kedalam saku celana bahan nya, mata masih menatap jutaan bangunan yang tersaji di depan matanya.


"Mas, kenapa manggil aku kesini?" Tanya Kirana, dia bertanya langsung ke intinya. Kenapa pria itu menyuruhnya masuk ke dalam ruangan nya.


"Kamu sudah disini rupanya, kemarilah." Kirana mendekat dan berdiri di samping suami nya.


"Lihat pemandangan nya, indah kan? Bayangkan kalau malam, pasti di penuhi lampu-lampu." Ucap Jeff. Kirana tersenyum kecil, pemandangan kota memang tak pernah membosankan, mau siang atau malam tetap sama indahnya.


"Iya Mas, pemandangan ini tak pernah membuat bosan. Lalu kenapa?" Tanya Kirana.


"Kita pergi ke kebun teh, mau?" Ajak D


Jeff dengan antusias, membuat Kirana heran sekaligus terkejut mendengar ajakan suami nya, bagaimana bisa dia mengajaknya ke kebun teh disaat pekerjaan menumpuk, menunggu untuk segera di selesaikan.


"Tapi pekerjaan kita masih banyak Mas, klien pasti akan kecewa kalau pekerjaan kita telat." Jawab Kirana. Entah kenapa juga Jeff tiba-tiba mengajaknya pergi ke kebun teh siang-siang begini, mana panas terik.


"Kalau begitu setelah pekerjaan kita selesai nanti." Ucap Jeff, pria itu tiba-tiba saja sudah berada di belakang tubuh Kirana dan memeluk nya erat, bahkan sangat erat.

__ADS_1


"Aku menginginkan nya, Sayang." Bisik Jeff tepat di telinga Kirana, dia juga sudah menekan remot yang otomatis membuat pintu terkunci.


"Disini?"


"Kenapa tidak? Aku merasa tidak bebas mendengarkan teriakan nikmat mu di rumah, Sayang." Bisik Jeff lagi, pria itu menyeringai nakal. Tangan nya mulai nakal menggerayangi tubuh istrinya yang masih tertutup blouse, menekan dan meremaas bukitan kenyal itu dengan lembut. Pria itu mulai memggesekan senjata nya yang sudah sangat menegang di pantaat Kirana.


"Engghhh.." Kirana melenguh pelan, begini saja mampu membuat liang kewanitaannya banjir. Sudah lama dia tak di sentuh oleh suami nya, permainan terakhir itu terjadi sekitar dua minggu lalu setelah dia selesai masa nifas. Lalu mereka tak melakukan nya lagi sampai saat ini.


Jeff membalikan tubuh Kirana dan secepat kilat membuka simpul tali blouse yang di pakai istrinya, dia mulai mengecupi wajah Kirana tanpa terlewat sedikitpun, hingga di bibir Kirana pria itu mencium nya cukup lama dan dalam. 


Dia memulai dengan meninggalkan bekas kecupan basah di leher Kirana dan turun hingga ke dada nya, mengulum putting susu sang istri dengan rakusnya, seperti bayi yang kehausan.


Jeff menghentikan sejenak kegiatan nya, lalu memangku Kirana dan membawanya mendekat ke meja kerja nya. Jeff sempat menggeser berkas-berkas yang menggunung dan juga laptop nya, bahkan beberapa berkas itu berjatuhan tapi Jeff tak peduli sama sekali, dia hanya ingin menuntaskan hasrat nya yang tertunda beberapa hari ini karena istrinya kedatangan tamu bulanan.


Jeff mencium bibir Kirana dalam-dalam, menyusupkan lidah nya dan mengabsen setiap inchi semua yang ada di mulut Kirana. Tangan nya tentu saja tak tinggal diam, dia meraba paha dalam istrinya dan mengusap gundukan kecil yang masih terhalangi celana dalaam yang Kirana pakai. Dengan sekali gerakan saja, tangan besar Jeff sudah bisa menyentuh lembah basah nan hangat milik Kirana, memainkan kacang kecil yang terjepit di antara irisan daging tanpa tulang itu.


"Eemmmmhhh.." Kirana melenguh panjang, dia bisa mendapatkan klimaaks nya hanya karena permainan jari Jeff di inti nya. Jeff tersenyum di sela permainan, dia memasukkan salah satu jarinya ke dalam lubang hangat nan sempit milik istrinya, menggerakaan nya keluar masuk dengan perlahan membuat Kirana bergerak tak karuan dengan kepala yang terdongak.

__ADS_1


Jeff segera menyudahi permainan nya, setelah merasa inti milik sang istri sudah basah sepenuhnya. Kirana turun dari meja dan memeluk leher suami nya saat pria itu sibuk bermain-main dengan tubuhnya.


Jeff pun menarik istrinya dan membuatnya berdiri membelakangi nya, Jeff langsung menekan junior nya memasuki inti hangat nan sempit itu dengan perlahan, Kirana memekik tertahan saat senjata itu tenggelam semuanya. Jeff langsung bergerak dengan kecepatan sedang, tentunya dia tak mau membuang banyak waktu untuk bermain permainan nikmat nan candu membuat ketagihan.


Tiba-tiba saja, pintu di ketuk dari luar. Entah siapa yang berani mengetuk pintu disaat Jeff sedang menyalurkan hasraat nya pada istrinya, tentu saja ketukan lirih itu membuat Kirana ketar ketir sendiri, begitupun juga Jeff tak fokus memompa sesuatu di bawah tubuhnya karena ketukan di pintu itu sangat mengganggu.


"Siapa itu, ganggu aja!" Ketus Jeff, tanpa melepas sesuatu yang sudah bertaut di bawah sana. Jeff mengambil laptop dan membuka rekaman cctv yang dia pasang tepat di luar pontu ruangannya, Jeff membulatkan mata nya saat melihat seseorang berdiri di dekat pintu.


"Rapikan penampilan mu dengan cepat sayang, Tuan Martin datang."


"Hah? Jadi itu tuan Martin? Lalu bagaimana?" Tanya Kirana, dia menurunkan rok dan merapikan pakaian nya yang berantakan karena ulah suami nya tadi.


"Apa dia datang bersama Sam, sayang?" Panik Kirana, dia sibuk mengancing kembali kemeja nya, juga merapikan rambutnya, begitu juga Jeff.


"Iya sayang."


"Aku bilang juga apa, bercintaa di kantor bukan ide yang baik." Ucap Kirana sedikit ketus, dia memoles sedikit liptint di bibirnya agar tak terlihat pucat, liptint yang tadi sudah hilang saat ciuman panas bersama jeff tadi.

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2