
Andre masih asik dengan kegiatan yang menyenangkan dan mengundang nafsuu itu, Hanna juga memilih diam saja membiarkan pria itu bermain di dada nya, padahal rasanya sudah cukup kebas karena sudah terlalu lama pria itu menyusu.
"Masih lama, Bby?" Tanya Hanna.
"Kenapa sayang? Sakit?" Tanya balik Andre. "Sakit sih enggak Bby, cuma kebas aja." Jawab Hanna sambil cengengesan.
"Maaf ya, habisnya enak. Beneran rasa stroberi." jawab Andre. Akhirnya pria itu pun menyudahi kegiatan nya dan membenarkan pakaian Hanna, tapi sedetik kemudian dia kembali membuka kancing pakaian Hanna lagi.
"Lho, kok di buka lagi sih Bby? Katanya udahan." Tanya Hanna, dia heran saja kenapa pria itu selalu saja anteng jika menyusu, hingga sering membuatnya lupa waktu dan lupa diri.
"Mau tidurnya disini aja deh, pasti nyaman." Jawab Andre, membuat Hanna mendelik. Pria itu tak ada puas-puasnya bermain dengan sepasang benda kembar berbentuk bukitan kenyal itu. Padahal menurut Hanna benda itu tak cukup istimewa, tapi mungkin pendapat laki-laki tentang benda itu berbeda.
Benar saja, Andre tidur di dada Hanna. Menduselkan wajahnya di kedua buah kenyal penuh lemak itu dengan manja, Hanna sendiri memilih mengusap kepala Andre dengan lembut hingga akhirnya keduanya tertidur dengan posisi yang sangat intiim.
Pagi harinya, Hanna terbangun dengan tubuh yang pegal bukan main karena semalaman berpelukan dengan Andre, juga karena setengah tubuh pria itu yang menindihnya.
"Bby, bangun.." ucap Hanna, dia tak tahan lagi menahan bobot tubuh pria itu. Pinggang nya terasa panas.
"Masih ngantuk, yang." Jawab Andre, dengan suara serak khas bangun tidurnya.
"Kalau begitu kamu minggir dong, berat. Aku mau mandi dulu, terus kita pulang." Pinta Hanna, tapi bukan Andre namanya jika dia bisa langsung menurut hanya dengan satu kali perintah.
"Ohh Bby, bangun berat!"
"Iya-iya, baweel nya calon istriku ini." Rutuk Andre, lalu melepaskan pelukan nya di tubuh Hanna dan memilih tidur kembali dengan tubuh menelungkup. Hanna menggelengkan kepala nya, entah kenapa setiap tingkah dan perilaku Andre selalu saja mengherankan menurut nya, mungkin karena cinta sudah bersarang di dalam hati, jadinya ya begitu.
Intinya sama-sama bucin parah. Hanna pergi ke kamar mandi, dia memegangi pinggang nya yang terasa sakit plus pegal, karena dia tak bisa bergerak hanya bisa tidur telentang karena ada Andre yang tidur nyenyak tanpa rasa bersalah di dada nya.
Singkatnya, Hanna langsung saja membersihkan tubuhnya dengan air hangat, mandi air dingin pagi-pagi pasti akan sangat menyiksa, dia juga tak terlalu tahan dengan dingin, itu akan membuatnya meriang lalu besoknya demam tinggi.
Andre merasa tidurnya terganggu karena suara gemericik air di kamar mandi, dia bangun dengan malas dan masuk ke kamar mandi tanpa izin, kebetulan pintunya tak di kunci dan itu adalah satu kesempatan bagus bagi Andre untuk memanfaatkan situasi saat calon istrinya itu lengah.
"Sayang.." Panggil Andre tiba-tiba, jelas saja membuat Hanna berjingkat kaget. Sedangkan Andre melongo melihat pemandangan indah di depan matanya. Sejumput hutan lebat yang selalu membuat junior nya meronta, terbangun dari tidur panjang nya dan mengamuk, kalau sudah begitu dia juga yang kerepotan karena junior nya sekalinya bangun akan sulit tidur lagi kecuali kalau sudah menyembur.
"Kamu ngapain sih masuk tiba-tiba? Ngagetin aja!" Ketus Hanna lalu melanjutkan sesi mandi nya yang sempat tertunda karena kedatangan Andre yang tiba-tiba.
"Duhh, yang.." ringis Andre, membuat Hanna dengan polosnya mendekat karena khawatir.
"Kenapa? Ada yang sakit?" Tanya Hanna dengan panik. "Eemm, burung aku bangun nih, iya sakit." Cetus Andre membuat Hanna kesal lalu tanpa ragu mengguyur tubuh Andre dengan air satu gayung, membuatnya basah kuyup.
"Sayang!"
"Kenapa? Jangan mesuum, ayo mandi aku mau pulang!" Ketus Hanna lalu pergi meninggalkan Andre yang masih berdiri di tempat ke bilik shower dan menutup pintunya. Andre mengusap junior nya yang terlanjur bangun dengan lembut.
"Sabar, mau enak ya harus sabar." Ucapnya, lalu masuk ke dalam bath up berisi air hangat bekas mandi Hanna, bukan berarti tak ada air hingga membuat pria itu mandi air bekas Hanna, tapi lagi-lagi cinta membuat semuanya terasa manis dan selalu benar juga tepat, tak pernah salah, cinta memang gila hingga membuat orang itu kehilangan akal dan melupakan logika-logika.
Hanna keluar lebih dulu dari kamar mandi dan segera memakai pakaian nya, keburu Andre juga keluar kamar mandi, bisa berabe urusan nya nanti kalau sampai pria mesuum itu melihatnya tanpa pakaian. Dan benar saja, tak lama pria itu keluar dengan handuk yang melilit di pinggang nya.
"Yang, pakaian aku apa udah sampai?" Tanya Andre, Hanna mengernyitkan dahinya. Setahunya, Andre ak ada memesan apapun apalagi pakaian.
"Pakaian apa?"
"Ohh belum ya berarti, yaudah aku gini aja dulu." Jawab Andre santai sambil tersenyum penuh makna, maknanya apa? Hanya pria itu yang tahu, tapi sudah bisa di pastikan arah nya pasti ke hal mesuum. Andre menarik tangan Hanna hingga membuatnya terduduk di samping pria itu, dia mendorong sedikit tubuh Hanna dan langsung mengungkung tubuh perempuan itu di bawah tubuh kekar nya.
"Bby, apaan sih?"
__ADS_1
"Aku pengen!" Jawab Andre membuat Hanna memucat seketika.
"P-engen apa sih, Bby? Gak usah ngadi-ngadi deh!"
"Kamu beneran polos atau mau aku polosin?" Tanya Andre dengan suara sensual nya, makin pucat saja wajah Hanna dibuatnya.
"Duhh Bby, jangan bikin aku jantungan dong!"
"Memang nya kenapa? Sekali aja ya, udah gak tahan." Bujuk Andre.
"Sekali? Aku gak percaya!" Tegas Hanna, mana dia percaya kalau sudah masuk cuma satu kali, pasti suatu kebohongan alias modus!
"Yang, janji satu kali nyembur."
"Enggak, udah lah minggir." Ucap Hanna tapi Andre masih belum menyerah, jika dengan cara lembut tidak bisa, maka dia bisa melakukan nya dengan sedikit paksaan mungkin. Tapi apa itu jatuhnya pemerkosaan?
Ahh dia tak perduli, yang penting hasraat nya terpenuhi saat ini juga, dia sudah terlalu sering menahan rasa sakit di kepalanya hanya karena nafsuu yang tak tersalurkan dengan baik, tentunya takkan cukup hanya dengan bermain solo di kamar mandi, tentunya rasa nya sangat jauh berbeda.
"Mau ngapain sih?" Tanya Hanna sekali lagi, dia sangat berharap Andre tak akan melakukan itu sekarang, dia benar-benar takut kalau jawaban andre adalah menginginkan dirinya.
"I want you, Babe!" Jawab Andre, jelas saja Hanna terkejut. Ketakutan nya benar-benar akan terjadi. Melihat Hanna yang hanya diam tanpa menjawab apapun, menolak atau mengiyakan pun tidak, tanpa basa-basi lagi Andre langsung mencumbu bibir Hanna, dia benar-benar akan melakukan apapun yang bisa membuat nya puas.
Meski akan terkesan sangat menyakiti pihak perempuan, tapi nanti dia juga yang akan menikmatinya karena hanya butuh waktu dua minggu lagi, keduanya akan melangsungkan pernikahan.
"Engghhh.." Hanna melenguh pelan saat bibir Andre mulai bermain di leher nya, meninggalkan banyak bekas kepemilikan yang membuat leher itu bercorak. Bibir Andre terus menyusuri tubuh Hanna dengan beringas, membuat Hanna tak menolak karena sebenarnya dia juga menikmatinya, sangat!
"Aahhh.." Hanna mendesaah saat Andre menenggelamkan kepala nya di bawah tubuh nya, entah apa yang di lakukan nya, tapi jelas saja itu sangat membuat Hanna kelimpungan karena rasa nikmat dan geli yang bercampur jadi satu.
Hanna merintih kembali saat salah satu tangan Andre mulai mengusap lembah hara itu dengan penuh kelembutan, membuat Hanna terbang ke awang-awang saking dahsyat nya rasa yang di buat Andre, sungguh demi apapun ini pengalaman pertama nya untuk melakukan hal tabuh seperti ini.
"Bby, hentikan.." entah kenapa mulutnya malah melakukan hal itu, padahal dalam hati dia sangat berharap Andre melanjutkan permainan nya.
"Aku tak bisa melakukan nya sayang, sudah sangat terlambat, aku menginginkan mu saat ini." Jawab Andre membuat Hanna mendengus, tapi dalam hati dia merasa lega. Berarti permainan nikmat nan candu ini masih akan berlanjut.
Andre angkit dan merangkak perlahan menaiki tubuh Hanna, dia membuka lilitan handuknya dan mencuatlah senjata yang sudah berdiri tegak, bahkan urat-urat nya terlihat menonjol membuat Hanna menelan ludah nya kepayahan, terasa ada yang mencekat di leher nya.
Dengan perlahan, Andre menggesekkan kepala senjata nya dengan irisan daging kenyal itu membuat Hanna lagi-lagi melenguuh tertahan karena dia terlalu malu kalau harus mendesaah kuat, karena dia sempat menolak dan meminta berhenti ditengah perjalanan, jaim lah dikit.
Andre mendorong pelan senjata nya, berhasil masuk tapi baru kepala nya saja, itu pun Hanna sudah meringis karena rasanya cukup menyakitkan, padahal belum sampai ujungnya, ini masih awalan nya saja.
Andre mencium bibir Hanna kembali sebagai pengalihan, dan disaat Hanna sudah mulai lengah, dia langsung mendorong senjata nya dengan kuat hingga senjata nya masuk sepenuhnya. Hanna memekik kesakitan, air mata nya menetes saking sakitnya.
Intinya terasa panas, perih dan sakit yang bercampur menjadi satu. Apakah begini sakitnya pecah perawaan? Kenapa sakit sekali, terasa sangat menyiksa. Terasa ada yang merobek paksa intinya dengan kasar, Andre mencabut sedikit batang miliknya. Dia tersenyum saat melihat ada darah di ujung senjata nya, berarti Hanna benar-benar masih perawaan saat bersama nya.
"Sakit, Sayang?" Hanna mengangguk, Andre mencium kedua kelopak mata Hanna dan mengusap bekas air mata di ujung mata nya dengan lembut.
"Hanya sebentar, setelah itu akan terasa nikmat."
"Tapi ini sakit sekali, Bby. Bagaimana bisa aku percaya padahal nyatanya ini sangat menyakitkan!" Kesal Hanna dengan ekspresi cemberut nya, Andre erkekeh dan mencium kening Hanna dengan mesra.
"Cukup percaya saja padaku, Sayang." Bujuk Andre lagi, lalu mulai menggerakkan pinggang nya dengan perlahan agar milik Hanna yang masih sempit menggigit itu terbiasa lebih dulu, Hanna meremaas seprai dengan kuat menahan rasa sakit yang cukup menyiksa, tapi setelah beberapa menit, ternyata benar kata Andre, rasa sakit itu perlahan menjadi rasa nikmat yang membuat nya tak bisa berhenti untuk mendesaah sepanjang permainan.
"Aaahh, Bby.." Hanna mendesqah lebih kencang sekarang, rasa malu nya sudah menguap entah kemana, yang ada hanya rasa ingin di puaskan. Andre tersenyum saat mendengar suara-suara manja yang masuk indra pendengaran nya dengan lembut, membuatnya semakin bersemangat untuk bergerak menghentak senjata laras panjang nya di milik Hanna yang sangat sempit itu.
Hingga tiba-tiba saja, Andre mempercepat gerakan dan tak lama tubuhnya mengejang di iringi cairan hangat seputih susu kental manis itu menyembur deras dari lubang kecil di kepala senjata milik Andre, tepat mengenai mulut Hanna karena dia meledak di luar, di perut Hanna.
__ADS_1
"Yang, lengket!"
"Sebentar, aku ambil tissu." Ucap Andre, lalu meraih kotak tissu di meja nakas dan segera mengusap cairan milik nya di perut Hanna.
"Jadi harus mandi lagi ya, Sayang." Ucap Andre setelah selesai mengelap cairan benih bayi itu dari perut Hanna lalu duduk di sisi ranjang dengan tangan yang mengusap lembut kepala Hanna yang sudah di banjiri keringat karena permainan Andre yang cukup membuatnya kesakitan sekaligus membuat nikmat dalam satu waktu yang bersamaan.
"Enak gak?" Tanya Andre, sambil memainkan alisnya, sedangkan Hanna sudah mencebikkan bibirnya pertanda dia sedang kesal.
"Sakitt.." rengek Hanna membuat Andre gemas.
"Kamu gemesin, mau lagi gak? Kan akhiran nya enak banget, sampe kamu berteriak terus uhh aahh.."
"Aku gak mau pulang dulu, capek. Pasti jalan aku juga beda, aku udah gak perawaan lagi sekarang." Keluh Hanna sambil melihat bagian bawah tubuhnya yang tertutup selimut.
"Yang mecahin perawan kamu kan calon suami kamu sendiri, yang."
"Baru calon, belum sah Bby." Jawab Hanna.
"Iya, kita percepat pernikahan kita ya? Seminggu lagi apa tidak terlalu cepat?"
"Cukup untuk bersiap." Jawab Hanna, secara langsung menyetujui usulan Andre.
"Baiklah, tunggu sebentar aku mau mesen makan dulu ya."
"Jangan lama-lama." Rengek Hanna manja membuat Andre terkekeh geli.
Singkatnya, Andre kembali dengan beberapa kotak bekal yang dia bawa, keduanya pun makan dengan lahap, bahkan Hanna yang biasanya mandiri kini terlihat manja hingga tak mau makan sendiri, maunya di suapin.
Andre mencuci tangan nya setelah makan meski makan nya dengan sendok, tapi tetap saja tangan harus tetap bersih dari kotoran atau semacam nya.
"Bby.." Panggil Hanna membuat Andre langsung mendekat. Hanna menyengir kuda, membuat kening Andre mengernyit, kenapa dengan Hanna?
"Kenapa, kok malah nyengir gitu?" Tanya Andre.
"Mau lagi, satu lagi aja." Jawab Hanna membuat Andre tergelak, tadi saja sok-sokan menolak ehh pas tahu rasanya enak minta nambah, dasar perempuan.
"Ronde tambahan nih ceritanya?"
"Ya kalau kamu mau, kalau enggak yaudah." Jawab Hanna, wajah nya memerah karena malu dia meminta duluan. Padahal tadi dia juga yang menolak.
"Gassken." Jawab Andre alu keduanya pun memulai ronde kedua dengan panas dan bergairaah membuat suasana pagi yang harusnya sejuk itu berubah panas dan membuat keringat bercucuran.
Di lain tempat, sepasang suami istri yang baru saja menikah ulang tadi malam itu baru saja terbangun dari tidur mereka. Kirana terduduk, begitu juga dengan Jeffran. Dia merangkul pundak sang istri lalu membelai lembut bibir mungil kemerahan yang selalu membuatnya tergoda.
"Good morning, Darl."
"Good morning too, Hubby." Jawab Kirana, lalu mendusel di dada bidang berbulu milik Jeffran. Dada itu yang selalu membuatnya nyaman dan tempatnya bersandar saat ini, tempatnya berkeluh kesah saat ada masalah disinilah tempatnya mengadu.
"Kita mandi lalu pulang?"
"Yes Darl, Papa sama mama pasti sudah menunggu di rumah." Jawab Jeffran, keduanya pun memulai hari pertama sebagai suami istri itu dengan mandi bersama di iringi canda tawa romantis yang membuat suasana pagi itu menghangat.
Jeffran benar-benar tak meminta hak atau jatah nya, karena dia tahu kalau milik istri nya itu masih sakit akibat ulahnya hari itu, gara-gara ulah Sam. Pria bajingan yang terus saja mengejar-ngejar Kirana padahal sudah jelas Kirana sangat tak menyukai pria itu.
Masalah Sam, saat ini sudah di tangani oleh anak buah Jeff yang berjumlah sangat banyak yang pasti dia pastikan takkan ada celah untuk kabur setitik pun.
__ADS_1
.......
🌻🌻🌻🌻🌻