
Andre menatap sang istri yang nampak murung, entah kenapa tapi sejak pulang dari rumah sakit, dia terlihat tidak bersemangat sama sekali. Bahkan untuk sekedar makan saja seperti nya dia enggan. Itu membuat Andre penasaran, sebenarnya ada apa dengan sang istri?
Dia memang tahu kalau mood istri nya sejak hamil memang sering berubah-ubah, kadang happy seperti biasa nya, lalu berubah sendu dan menangis tanpa sebab. Ada-ada saja memang, tapi inilah yang membuat kehamilan istrinya terasa lebih berkesan.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Andre sambil mengusap surai panjang sang istri dengan lembut.
"Aku pengen cepet-cepet ketemu sama anak kita, Mas." Jawab Hanna, membuat Andre mengerti kenapa istri nya murung saja. Padahal, saat ini dirinya juga kan sedang hamil, hanya sekitar tiga bulan lagi mereka juga akan resmi menyandang status sebagai ayah dan ibu baru.
"Sabar, sayang. Tinggal sebentar lagi kok." Ucap Andre.
"Gak sabar aku, Mas. Apalagi pas lihat baby Nathan sama Nala yang gemesin banget, aku jadi pengen punya juga."
"Iya, cuma tinggal tiga bulanan lagi kok. Tiga bulan itu gak bakal kerasa kok." Andre berusaha membuat mood istrinya membaik, tapi sepertinya perasaan bumil yang satu ini sudah melow dari awal. Bukan nya tenang, Hanna malah menangis sesenggukan.
'Kali ini istriku kenapa lagi? Astaga, apakah semua ibu hamil memang sensitif seperti ini.' Batin Andre menjerit, sudah enam bulan dia merasakan kebingungan semacam ini karena perubahan sikap istri nya yang sering tiba-tiba.
"Aku di bentak Tuan Jeff tadi, gara-gara noel-noel pipi nya Nathan, Mas."
__ADS_1
'Oke, sekarang masalah nya karena di bentak oleh Tuan Jeff.' Batin Andre lagi.
"Lagian, kamu ngapain noel-noel pipi nya Nathan? Kamu tahu kalau dia sedang tidur kan, kalau bayi baru lahir itu sering banget rewel karena dia merasa sakit di pusar nya yang belum kering, sayang." Jelas Andre, membuat Hanna mendongak. Dia benar-benar tak mengetahui hal ini.
"Tapi, aku gak tahu sayang."
"Gapapa, sekarang kamu udah tahu kan. Jadi, kalau main ke rumah Kiran lagi, jangan di gangguin adek bayi nya kalau lagi tidur ya?"
"Iya, Mas."
"Udah, sekarang jangan nangis lagi. Sudah malam, kamu tidur ya?" Bujuk Andre, tapi Hanna malah cemberut membuat Andre lagi-lagi merasa serba salah. Apakah dia salah bicara yang membuat istri nya kesal hingga menampilkan ekspresi semacam itu?
"Iya, Mas ganti pakaian dulu sebentar."
"Jangan lama, Mas." Ucap Hanna, Andre mengangguk dan pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaian kerja nya dengan pakaian tidur atau piyama.
Setelah selesai mengganti pakaian nya, dia langsung mendekat ke arah ranjang, kedua nya pun berbaring dengan saling berpelukan mesra. Sebenarnya, Andre ingin meminta jatah nya malam ini. Tapi setelah melihat ekspresi istri nya, dia akan menahan nya saja sampai esok hari.
__ADS_1
Sedangkan di rumah sakit, Jeff sedang menggendong Baby Nala yang terbangun karena popok nya basah. Jujur saja, dia tak bisa mengganti popok nya, maklumlah ini kan hari pertama dia menjadi seorang ayah. Dia belum belajar apa-apa, tapi mau membangunkan istri nya pun rasa nya tak mungkin, apalagi melihat wajah damai sang istri yang sedang tidur nyenyak, membuat nya tak tega untuk membangunkan nya.
Akhirnya, dengan segenap keberanian dia pun nekat mengganti popok Baby Nala sendirian, dengan tangan gemetar Jeff mengelap pantaat baby Nala dengan tissu basah, lalu menyapukan bedak dan minyak telon, setelah itu dia memakai kan popok nya. Jeff juga memberikan susu yang tersedia di dalam botol ke mulut baby Nala agar dia tak menangis dan membangunkan istri nya.
"Aaahh akhirnya tidur juga." Gumam Jeff sambil tersenyum, dia merasa bangga karena sudah bisa mengganti popok Bayi di hari pertama dia menjadi ayah.
"Ternyata aku hebat juga." Bangga nya. Dia pun kembali berbaring di kasur kecil di bawah ranjang sang istri, niat nya untuk kembali melanjutkan tidur nya, tapi dia malah mendengar rengekan kecil dari box bayi milik Nathan. Akhirnya, dia pun kembali beranjak dari berbaring nya dan mengecek apakah popok nya basah juga.
Benar, popok Baby Nathan juga basah. Akhirnya, mau tak mau Jeff harus menunda acara tidur nya meskipun mata nya terasa sangat berat untuk terbuka karena mengantuk. Tapi, dia sadar benar kalau jadi Kirana juga lebih mengantuk. Jadi, dia tak mau membangunkan istri nya. Kalau hanya untuk sekedar mengganti popok, dia juga bisa melakukan nya sendiri.
"Selesai juga, tidur yang nyenyak ya jagoan nya papah." Ucap Jeff, dia pun mengecup singkat kening Nathan, dia juga melakukan hal yang sama pada Nala tadi.
Kali ini, niat nya benar-benar terwujud. Jeff tidur dengan nyenyak dengan posisi miring memeluk guling, bahkan mungkin saking kelelahan nya dia sampai membuat pulau di atas bantal.
Kirana yang melihat itu menyunggingkan senyuman manis nya, sebenarnya dia tidak tertidur saat Jeff mengganti popok Baby Nala, tapi dia hanya ingin tahu apakah suami nya akan membangunkan nya? Nyata nya tidak, dia malah nekat dan mengganti nya sendirian, meskipun dengan tangan gemetaran.
"Terimakasih sudah menjadi suami dan ayah yang baik, Mas. Aku mencintaimu." Bisik Kirana, membuat Jeff tersenyum kecil. Tapi mata nya masih tertutup, entah dia tersenyum karena sedang mimpi indah atau karena bisikan dan kata cinta yang baru saja Kirana ungkapkan dengan berbisik di telinga suami nya itu.
__ADS_1
......
🌻🌻🌻🌻🌻