
Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya Kirana menyelesaikan beberapa berkas. Dia pun mengantarkan berkas nya ke ruangan Jeff.
"Ini berkas nya, Mas."
"Terimakasih sayang, bersiap-siaplah. Kita pulang sebentar lagi. Aku ingin ke kebun teh, kamu mau?"
"Hmmm, boleh Mas. Seperti nya pergi ke kebun teh saat di pusing kan oleh pekerjaan akan sangat menyenangkan."
"Ya sudah, sebentar lagi aku akan keluar juga." Jawab Jeff, Kirana menganggukan kepala nya dan bergegas keluar dari ruangan CEO.
Tapi, di luar ruangan itu dia harus kembali menutup mata dan telinga menghadapi berbagai gosip yang beredar di kantor dan menjadi topik hangat semua karyawan di perusahaan ini. Semua orang membicarakan dirinya dan tanpa tanggung-tanggung mereka menyalahkan dirinya atas semua yang menimpa Queen.
"Ehh, menurutmu si Kiran terlalu banyak ambil keuntungan gak sih? Udah tau istri Pak Jeff sakit, jadi dia memanfaatkan hal itu untuk menggoda nya, iya gak sih?"
"Ya iya lah, bermodal tampang cantik tapi ternyata muraahan, mau aja ngangkaang di depan suami orang." Cetus yang lain dengan julid nya, tanpa tau alasan di balik semuanya.
"Iya, ngambil kesempatan dalam kesempitan. Akhirnya Nyonya Queen meninggal tanpa tahu hubungan bejat suami dan sekretaris itu di belakang nya, nyonya Queen itu terlalu baik sih menurut ku."
"Harusnya si Kiran udah di pecat dari perusahaan ini, malu-maluin ya kan? Masa sekretaris selingkuh sama bosnya sendiri." Nyinyir mereka, sungguh ucapan-ucapan itu membuat hati Kirana sakit.
Mereka hanya bisa menilai dari satu sisi tanpa tau alasan di balik semua yang sudah terjadi, kalau bisa memilih dia juga takkan pernah mau melakukan hal serendah itu, kalau bukan karena biaya operasi ibunya yang memakan banyak sekali uang, mungkin dia takkan pernah terjebak dalam hubungan rumit ini.
"Saya menggaji kalian bukan untuk menggosip, sekali lagi saya dengar kalian membicarakan Kirana, kalian yang aku pecat!" Suara bariton yang membuat kerumunan karyawan wanita itu langsung menoleh, Jeff berdiri tegak di depan mereka lengkap dengan tatapan tajam, setajam samurai.
"M-maaf Pak.."
Tanpa di duga, Jeff menarik tangan Kirana yang sedari tadi bersembunyi di balik tembok tanpa ada yang menyadari kehadiran nya.
"Kalian membicarakan dia? Sebaik apa kalian hingga membicarakan Kirana di belakang nya, kalau berani silahkan bicara di depan orang nya langsung!" Tegas Jeffran, sedangkan Kirana hanya menunduk dalam, dia malu dan merasa sakit di hatinya.
"Apa kalian menjamin kalian lebih suci dari sekretaris ku ini? Katakan!" Semuanya diam, membuat Jeffran yakin semua ini bocor karena ulah seseorang.
"Asal kalian tahu, aku dan Kirana sudah menikah. Jadi, sekali lagi aku dengar kalian membicarakan istriku di belakang atau di depan ku, aku tak segan-segan membuat hidup kalian menderita!"
"Kalau tak tau apapun lebih baik jaga mulutmu sebelum aku robek! Mulut kok di pake bacot doang, pake otak juga buat mikir!" Cibir Jeffran lalu membawa Kirana kembali masuk ke dalam ruangan nya, tak lupa mengunci nya. Kirana tetap menunduk dalam dengan berkas yang dia peluk di dada.
Jeff memegang dagu istrinya, membuat perempuan itu mendongak menatapnya. Wajah nya memerah dengan air mata yang membanjiri wajah cantiknya, Jeff mengusap air mata itu dengan tangan nya.
"Kenapa kamu tak melawan saat mereka membicarakan mu, Sayang?" Tanya Jeff pelan.
"A-aku harus bilang apa memangnya? Semua yang mereka katakan memang benar, aku adalah orang ketiga dalam rumah tangga kamu Mas, lagipun untuk apa aku capek-capek menjelaskan nya, toh mereka hanya mendengarkan saja tanpa tahu yang sebenarnya." Jawab Kirana pelan, sangat pelan.
"Sayang, kamu tak serendah itu."
"Lalu apa, bukan nya aku memang murahan seperti yang mereka katakan? Aku merebut suami wanita lain bahkan hingga hamil namun keguguran, padahal aku juga sama wanita, tapi aku tega menyakiti hati wanita lain."
__ADS_1
"Sayang.." Jeff meraih Kirana ke dalam pelukan nya, membiarkan perempuan itu bersandar di dada nya, menenangkan hatinya yang terasa sangat sakit mendengar hujatan orang luar.
'Ulah siapapun ini, akan aku temukan kau!' Batin Jeffran, dia marah saat melihat Kirana nya menangis karena ucapan orang-orang yang menyakiti hatinya.
Jeff mengusap lembut rambut Kirana, juga melayangkan kecupan-kecupan hangat di puncak kepalanya.
"Kita pulang saja, aku akan membawamu ke tempat yang bisa membuat mu tenang." Ucap Jeff. Dia merebut berkas yang sedari tadi Kirana pegang dan melempar nya ke sofa, lalu menarik Kirana keluar, meski awalnya menolak dengan tak berjalan tapi saat melihat tatapan tajam dari Jeffran, Kirana langsung menurut.
Orang-orang masih saja melihatnya dengan tatapan sinis, apalagi saat melihat Jeff yang menggenggam tangan Kirana. Keduanya pun langsung masuk ke dalam mobil dan Pak Amar langsung melajukan nya.
Tanpa keduanya sadari, ada sepasang mata yang memperhatikan gerak gerik mereka yang pergi dengan Kirana yang terlihat tak baik-baik saja. Dia menyeringai dan langsung mengambil ponsel nya dari saku celana nya.
"Misi selesai, Kirana pergi dengan keadaan menangis." Ucapnya, membuat seseorang di balik telepon itu tersenyum puas.
"Bagus, ku transfer hari ini juga." Jawabnya, lalu pria yang mengawasi itu langsung mematikan sambungan telpon nya dan pergi dari lokasi pemantauan.
Seseorang tertawa puas, dia yakin rencana nya yang ini akan berhasil membuat Kirana pergi dari hidup Jeff dan disaat itulah dia akan mengambil kesempatan lalu memenangkan hati Kirana.
"Takkan ku biarkan kau menang Jeff, Kirana milikku!" Gumam nya lalu tersenyum smirk.
Jeff terus menggenggam tangan Kirana sepanjang perjalanan, sedangkan wanita itu hanya diam saja, menatap lurus ke depan dengan tatapan kosong. Beberapa kali Jeff mengajak nya bicara, tapi Kirana masih saja diam tak merespon apapun.
Tentu saja hal itu membuat Jeff sangat marah, tanpa sepengetahuan Kirana, Jeff sudah mengerahkan orang-orang kepercayaan nya untuk menyelidiki siapa dalang dari semua ini, takkan dia biarkan orang yang sudah berani mengusik ketenangan nya dan Kirana itu hidup tenang.
Pak Amar menghentikan mobil nya di perkebunan teh, tempat yang waktu itu Jeff kunjungi dan malah berhalusinasi kalau Kirana juga disana, tapi kali ini bukan halusinasi, Kirana benar-benar disini karena dia yang membawa nya kemari.
"Kamu tau Sayang, waktu itu aku kesini sendirian tapi aku malah berhalusinasi kalau kamu ada disini, kamu percaya?" Tanya Jeff sambil menceritakan pengalaman halusinasi di siang hari. Kirana masih diam, dia hanya mendongak sedikit dan menatap wajah Jeffran.
"Di tempat inilah aku dan Queen pertama kali bertemu, saat itu aku pulang dari peninjauan proyek di batas kota, mobil ku mogok dan kebetulan Queen juga melewati jalan ini setelah meninjau bisnis nya juga, dia menolong ku dan akhirnya kami dekat lalu menjalin hubungan."
"Aku dan Queen menikah tanpa pacaran terlebih dulu, aku pikir semuanya lebih cepat lebih baik jadi aku langsung menikahi nya. Kehidupan rumah tangga kami berjalan seperti layaknya pasangan suami istri pada umumnya, tapi itu hanya berjalan 2 tahun. Setelah nya, Queen berubah, dia jarang pulang ke rumah, pergi tanpa seizin ku, bermalam dengan teman-temannya, bahkan aku pernah melihatnya mabuk-mabukan dan puncaknya kemarahan ku, saat aku melihat dengan mata kepalaku sendiri dia sedang bercinta dengan pria lain."
"Bahkan saat dia bercinta denganku, Queen pernah melenguuhkan nama laki-laki lain. Aku kecewa, dan aku berpikir ingin hubungan ini berakhir saja, lalu aku mengajukan gugatan cerai ke pengadilan, tapi saat itu keadaan Queen langsung drop, dan saat itu aku tahu penyakit Queen. Aku merasa iba, aku tak setega itu, lalu mencabut gugatan itu, aku berniat akan menemani Queen sampai kapanpun, mencoba berperang dengan diri sendiri, tapi nyatanya aku malah berpaling padamu, Kiran."
"Jadi, bisa kamu simpulkan aku bersalah karena sudah menghianati Queen, tapi di sisi lain aku selalu bertanya, kurang nya aku apa? Aku cukup kaya, tampan, senjata ku juga besar dan tahan lama, entah apa yang dicari Queen dulu, aku tak bisa menyalahkan dia, semuanya punya alasan kan? Itu yang aku tak tahu hingga saat ini." Ucap Jeff, dia menceritakan semua masa lalu nya dengan Queen.
"Apa Nyonya Queen separah itu?"
"Kamu menganggap aku berbohong? Aku yang melaluinya, dan hidup serasa mati rasa selama hampir empat tahun, hingga akhirnya aku melihatmu sebagai wanita. Dulu, aku hanya melihatmu sebagai asisten dan sekretaris saja, tak lebih. Tapi ternyata, setelah aku melihatmu, aku malah menyukaimu dan terobsesi untuk mendapatkan mu." Jawab Jeff membuat Kirana menatap laki-laki yang duduk di sampingnya itu.
"Jadi, kamu sudah mengincar ku ya? Pantas saja saat aku minta pertolongan, kamu langsung mengajukan syarat konyol itu." Ketus Kirana membuat Jeff tertawa.
"Mas.."
"Iya sayang ku, kenapa?"
__ADS_1
"A-aku ingin mengajukan resign, bolehkah?" Tanya Kirana terbata.
"Kenapa? Lalu bagaimana aku bekerja, siapa yang akan membantuku?"
"Aku malu, gosip ini akan menyebar dengan cepat. Apa yang akan orang pikirkan tentang aku? Aku gak mau di cap sebagai pelakor, meski memang fakta nya aku sudah merebut mu dari istri mu dan status kita suami istri sekatang." Jawab Kirana.
"Masih saja memikirkan pendapat orang lain, apa mereka juga memikirkan perasaan mu? Apa mereka peduli, tidak Sayang! Mereka hanya membicarakan berdasarkan yang mereka lihat dan dengar tanpa tau kebenaran nya seperti apa, belajarlah untuk tak mempedulikan apapun. Kamu boleh resign saat aku sudah menemukan pengganti kamu di kantor." Tegas Jeff membuat Kirana terdiam.
'Tunggulah sampai aku menemukan orang itu, Kirana. Aku akan membuatnya merasakan sakit berkali-kali lipat dari yang kau rasakan saat ini.' Batin Jeff. Dia berjanji dalam hatinya sendiri, dia akan memberikan hukuman paling menyakitkan untuk orang itu, lihat saja nanti.
"Sudah merasa lega, Sayang? Apapun yang orang katakan, jangan pernah berfikir untuk pergi meninggalkan aku, karena aku takkan pernah membiarkan nya. Apapun yang sudah menjadi milikku, akan tetap menjadi milikku sampai kapanpun!" Tegas pria itu, menatap Kirana dengan tatapan dalam.
Lagipun siapa yang akan meninggalkan Jeffran, dia punya janji pada mendiang Queen dan dia rasa juga sudah jatuh ke dalam pesona seorang Jeffran Abian. Pria tampan kuadrat yang menyebalkan dan mesum.
"Sayang.." Panggil Jeff, membuat Kirana menoleh dan menatap pria itu. Ternyata dia sudah memegang sebuah kotak kecil berwarna biru dengan ukiran di sisi nya, di dalamnya terdapat cincin bertahtakan berlian biru yang sangat indah.
"A-pa ini?"
"Aku tak bisa merangkai kata-kata romantis Kirana jadi langsung ke intinya saja, aku ingin meminang mu menjadi istriku, wanita yang akan mendampingiku dalam suka dan duka, wanita yang akan menjadikan aku pria sempurna."
"Aku Danish Kim, meminta mu menjadi istriku. Ibu dari anak-anak ku kelak, Kirana Andriana will you marry me?" Ucap Jeffran, pria itu berlutut di depan Kirana dengan cincin yang masih di tempatnya.
"Kamu melamar ku? Tapi, kita kan sudah menikah, Mas."
"Shutt, bisakah kamu ikut saja dalam drama nya, sayang?" Jawab Jeffran sedikit ketus, membuat Kirana tertawa.
Kirana menatap wajah tampan Jeff yang masih betah berlutut di depan nya dengan cincin yang masih berada di dalam kotak nya.
"Yes, I will." Jawab Kirana dengan senyum yang merekah di bibirnya, Jeff tersenyum lalu memasangkan cincin itu di jari manis Kirana, ukuran nya sangat pas. Jeff memeluk Kirana dengan erat, begitu juga perempuan itu yang membalas pelukan Jeff tak kalah eratnya.
Kirana harus menyingkirkan cincin pernikahan nya terlebih dulu sebelum Jeff memasangkan nya cincin yang lain.
Setelah beberapa saat berpelukan, Jeff melerai pelukan nya, dia menatap wajah sang istri dan sedetik kemudian bibir mereka beradu, saling meluumat satu sama lain menimbulkan sensasi panas yang membakar begitu ciuman itu semakin liar. Tangan nakal Jeffran, hampir saja meraba buah kenyal Kirana tapi Kirana yang masih sadar keduanya masih berada di tempat umum, jadi dia menyudahi ciuman itu.
"Sayang.."
"Jaga tangan nakalmu itu, ini tempat umum." Ketus Kirana membuat Jeff terkekeh, bersama Kirana selalu bisa membuatnya kehilangan akal sehat. Bahkan kalau tadi Kirana tidak menyudahi ciuman nya, mungkin saat ini Jeff sudah sangat bernafssu dan berniat menyerang istrinya disini.
"Ohh ya, kenapa cincin ini bisa pas di jari manisku?"
"Kamu lupa atau gimana sih? Waktu itu kan aku beli cincin kawin di toko yang sama, sudah jelas aku tahu ukuran jari manis mu ini." Jawab Jeffran sambil tersenyum kecil.
Jeffran menaik turunkan alisnya, dia juga mengedipkan mata nya genit membuat Kirana terkekeh lalu menepuk pelan lengan suami nya. Tapi sedetik kemudian dia memeluk pria itu, menenggelamkan wajah nya di dada bidang suami nya.
Jeff menyambut pelukan sang istri dengan erat, menghujani kepala Kirana dengan kecupan-kecupan hangat, membuat Kirana merasa kalau perlakuan Jeffran saat ini sangat manis. Apalagi dia melamar nya, padahal kan mereka sudah menikah beberapa Minggu yang lalu.
__ADS_1
Tapi tak masalah, karena saat mereka menikah Jeff tidak melamar nya secara romantis. Justru Queen lah yang melambatkan Kirana untuk suami nya.
🌻🌻🌻🌻🌻