Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 44 - Kesabaran Jeff


__ADS_3

"Mas.."


"Iya sayang, kenapa?" Tanya Jeff, dia sedang melepas kemeja dan celana bahan nya, lalu mengganti nya dengan piyama tidur.


"Apa Mas sudah mendapat pengganti aku?" Tanya Queen, membuat wajah Jeff berubah pucat.


"Kenapa bertanya seperti itu, sayang?"


"Tidak, hanya saja Mas berubah beberapa minggu ini. Apa ada wanita lain yang mengisi hati kamu, Mas?" Tanya Queen lirih, membuat Jeff kelimpungan. Tak mungkin dia jujur kalau sudah menduakan cinta istrinya kan?


"Tentu tidak, sayang. Hanya kamu, sudahlah ini sudah malam. Cepat tidur." Ucap Jeff, dia berbaring di samping Queen dan memeluk nya.


"Selamat tidur, Mas."


"Selamat tidur juga sayang, Have a nice dream." Jawab Jeff, dia mengucapkan kalimat itu dua kali hari ini.


'Aku sudah ikhlas Mas, jika pun kamu mencintai wanita lain. Bukan nya itu bagus? Nanti kamu takkan merasa terlalu kehilangan kalau aku tiada.' Batin Queen. Dia sudah berjuang semampu nya untuk berjuang hidup, tapi penyakit nya tak mengizinkan dia untuk sembuh seperti nya, malah semakin lama semakin parah.


Queen pun ikut tertidur, dia menggenggam tangan Jeff yang melingkar erat di perut nya. Pelukan yang selalu membuat nya nyaman, dia memang belum siap kehilangan pelukan hangat itu, tapi mau bagaimana lagi? Mengingat kondisi penyakit nya, dia tak yakin bisa bertahan lebih lama lagi.


Pagi harinya, Jeff terbangun. Dia melihat Queen juga sudah terbangun dari tidur nya, Jeff bangkit dan mencium bibir istrinya.


"Selamat pagi sayangku, bagaimana tidur mu? Nyenyak?" Tanya Jeff antusias, wajah nya lebih berbinar daripada biasanya.


"Pagi Mas, tentu saja nyenyak karena kau memeluk ku." Jawab Queen dengan senyum manis nya.


"Besok, Mas ada kerjaan di luar kota selama 3 hari sayang."


"Sama siapa, Mas?" Tanya Queen.


"Harusnya bersama Kirana, tapi karena dia harus menunggui ibu nya yang sakit, jadi Mas tak bisa membawa nya." Jelas Jeff.


"Lalu bagaimana, Mas?"


"Ya enggak gimana-gimana, cuma ngasih tau. Nanti malam aku juga gak pulang kayaknya, mau ke pesta resepsi kolega bisnis."


"Sama Kirana?" Tanya Queen pelan, bohong kalau dia tak merasa cemburu pada sekretaris suami nya. Dalam setiap pembicaraan, pasti saja nama wanita itu disebut oleh suaminya.


"Iya sayang, harus nya aku ajak kamu. Tapi mengingat kondisi mu, aku tak mungkin membawa mu dalam keadaan begini."


"Baiklah Mas, aku sadar benar kondisi ku." Jawab Queen lirih, harus nya dia yang di bawa Jeff menghadiri acara resepsi itu, tapi suami nya malah membawa sekretaris nya.


"Jangan sedih, sayang."


"Tidak Mas, jadi kamu gak pulang 4 hari?" Tanya Queen lagi.


"Nggak dong sayang, besok pagi aku pulang atau ngaret jadi siang, sore nya berangkat." Jawab Jeff.


"Ngaret, memang nya mau ngapain dulu?"


"Ya kamu tau sendiri aku tuh susah bangun kalo weekend." Jawab Jeff, padahal dia ingin puas bersama Kirana dulu sebelum pergi ke luar kota.


"Aku lupa, Mas."


"Kamu jadi pelupa sayang, ya sudah aku mandi dulu terus ke kantor. Masih ada beberapa yang harus aku kerjakan sebelum di tinggal."

__ADS_1


"Iya Mas." Jawab Queen lirih.


Jeff masuk ke kamar mandi, membersihkan tubuh nya yang terasa lengket. 


"Jujur saja, aku takut melupakan mu Mas. Penyakit ku semakin parah, di tambah dengan penyakit kanker lain yang menggerogoti tubuh ku. Maaf, jika sebelum aku pergi, aku mungkin melupakan mu dan semua kenangan kita, Mas." Gumam Queen.


Ya, selain kanker rahim stadium 4 yang di idap nya, Queen juga mengidap kanker otak stadium dua. Itu membuat ingatan nya memburuk, bahkan tak menutup kemungkinan dia akan melupakan orang-orang terdekat nya.


Tak lama, Jeff sudah keluar dengan handuk sepinggang. Tubuh nya tetap indah dan tak membuat bosan untuk di pandang.


"Yang, menurut mu dasi nya bagus yang polos atau garis-garis?" Tanya Jeff pada sang istri.


"Polos aja Mas, kan jas nya udah garis-garis." 


"Okey sayang, aku merindukan mu saat memasangkan dasi ku." Keluh Jeff lirih.


"Aku juga merindukan momen-momen bersama mu, Mas. Tapi maafkan aku, karena kondisi ku, kamu kekurangan segalanya."


"Tak apa sayang, fokus saja pada kesembuhan mu." Ucap Jeff.


"Iya Mas. Cepatlah bersiap, nanti kesiangan." Peringat Queen, setelah selesai pun Jeff mencium kening istrinya dan segera pergi ke kantor.


Di rumah sakit, Kirana baru selesai mandi. Dia mengusap rambut nya dengan handuk kecil dia memekik kaget saat melihat tamu paling tak di undang. Siapa lagi kalau bukan Samuel yang sudah duduk bertumpang kaki di sofa.


"Pagi Kiran.."


"Ngapain kesini?" Tanya Kirana ketus, dia mengambil sisir dan menyisir rambut nya tanpa menghiraukan kehadiran Sam.


"Disini ada ranjang sama kasur disini, padahal kemaren gak ada." Gumam Samuel, tapi tak di gubris oleh Kirana dan fokus menghias diri, karena sebentar lagi dia harus berangkat kerja.


"Selamat pagi, Tuan Jeff."


"Pagi Sam, kau pagi-pagi sudah disini. Ada apa dengan Kirana?" Tanya Jeff langsung.


"Hanya ingin bertemu." Jawab Sam santai.


"Tapi seperti nya Kirana tak mau bertemu dengan mu."


"Tak Masalah, lagi pula aku yang ingin bertemu dengan nya bukan sebaliknya." Jawab Sam tak mau kalah.


"Baiklah, terserah kau saja."


"Kiran, apa ada berkas yang harus kau pelajari di kantor nanti?"


"Berkas? Saya sudah mempelajari semua nya Tuan. Anda bisa ke luar kota dengan tenang, hari ini agenda anda hanya menghadiri meeting." Jawab Kirana. Dia sedang mengoleskan pelembab wajah.


"Apa itu?"


"Ini? Hanya pelembab wajah, agar tidak kering. Sudah lama saya tidak maskeran, jadi wajah saya kasar." 


Jeff duduk di samping Sam, sebelah kaki nya dia angkat ke atas.


"Apa kabar tuan Martin, Sam?"


"Ayah baik-baik saja, aku kabur kesini karena jengah. Dia selalu saja ingin menjodohkan aku dengan wanita-wanita anak rekan kerja nya." Jawab Sam, Jeff memang tau kalau Sam adalah anak bungsu Tuan Martin. Berbeda dengan Kirana yang saat ini membulatkan mata nya, tapi dia tak mau menimbrung. Tepat nya tak mau bicara dengan Sam, lebih baik dia bertanya pada Jeff nanti.

__ADS_1


"Jangan-jangan kau mengincar dia?" Tanya Jeff sambil menunjuk sekretaris nya.


"Kau tau benar bagaimana aku, Jeff."


"Tidak, Kirana milik ku." Jawab Jeff, menegaskan kalau Kirana adalah miliknya. Meski belum ada persetujuan langsung dari perempuan yang dia klaim itu.


"Jangan bercanda bung, kau sudah punya istri kan?"


"Memang nya kenapa kalau aku pria beristri?" Balik tanya Jeff, dia melirik Kirana yang nampak biasa saja dan tak tertarik untuk ikut ke dalam pembicaraan.


"Aku rasa, Kirana akan keberatan dengan status mu itu."


"Aku rasa tidak." Jawab Jeff santai, kedua tangan nya bersedekap di dada.


"Kalau ada pria single, kenapa harus memilih pria beristri? Mengambil resiko di labrak istri sah." Celetuk Sam.


"Labrak apanya? Istriku sakit, Sam."


"Sakit apa memang nya?"


"Kanker rahim, setahun belakangan ini. Fisik nya sangat lemah, bagaimana bisa melabrak pelakor?" 


"Sorry Bung, aku benar-benar tak tau penyakit istrimu itu."


"No problem. Tapi bukan berarti aku mengizinkan mu untuk mendekati dia, Kirana adalah milikku."


"Terserah kau saja, Tuan Jeff." Pasrah Sam.


"Lalu tunggu apa lagi? Sebaiknya kau pergi dan urus ayah mu itu, lagi pun kehadiran mu sangat tak di harapkan." Celetuk Jeff, membuat Kirana mengulum senyum nya. Dia ingin mengusir pria itu sejak tadi, namun tak berani.


"Huhh baiklah, Tuan bucin saya permisi."


"Sialan pria itu, berani sekali mendekati Kirana. Kurang ajar, dia juga memeluk dan mencium gadisku!" Rutuk Jeff, pria itu keluar dan berlari mengejar pria itu. Setelah dekat, Jeff menendang bokonng Sam hingga membuat pria itu terjungkal.


"Aawwhhsss, sakitt.. Kenapa kau menendang ku?"


"Itu pelajaran untuk mu, karena kau sudah memeluk dan mencium gadis ku kemarin!"


"Aku sudah di tampar Kirana kemarin, lihat ini? Pipi ku lebam gara-gara tamparan nya!" Sam menunjuk pipi nya yang membiru karena tamparan Kirana kemarin.


"Bagus sekali, baru sebelah kan? Aku tambahkan satu lagi."


Plak..


Jeff menampar pipi Sam yang sebelah nya lagi, membuat pria itu terhuyung ke samping, saking kuat nya tamparan Jeff.


Sakitt.."


"Siapa suruh menyentuh gadisku, cepat pergi sebelum aku memukul mu!" Perintah Jeff, membuat Sam beringsut pergi dari depan Jeff.


Jeff mengusap tangan nya yang bekas dia pakai menampar Sam, lalu membenarkan dasi nya dan kembali ke ruangan rawat ibu nya Kirana. Saat masuk, ternyata sudah ada dokter Bima yang baru saja selesai memeriksa keadaan ibu Nita, bertambah dongkol saja hati Jeff di buat nya.


"Sabar dan kuatkan aku, tuhan." Gumam Jeffran sambil mengusap dada nya.


......

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷🌷


__ADS_2