
Jeff dan Kirana bersiap pagi-pagi sekali, ini sudah seminggu sejak kepergian Queen dan selama itu juga, Kirana terus memberikan support untuk suami nya hingga akhirnya hari ini kedua nya memutuskan untuk ke perusahaan. Kirana juga akhirnya dia harus kembali bekerja sebelum Jeff mendapatkan sekretaris baru untuk menggantikan nya.
Seperti yang di ketahui, kedua orang tua Queen juga Radit dan Carina memutuskan untuk tinggal disini bersama di mansion Jeff, itu karena Jeff yang meminta nya secara langsung, karena dia sudah menganggap keduanya seperti orang tua nya sendiri.
"Ma, Jeff ke kantor dulu." Pamit Jeff pada sang ibu, yang sedang menata bunga di luar rumah terhenyak, dia tak menyangka kalau sang menantu akan berangkat ke kantor hari ini.
"Mau ke kantor, Nak? Sarapan belum siap lho."
"Tak apa Ma, besok Jeff akan menyewa ART baru lagi. Agar Mama tak perlu mengerjakan hal-hal yang tak perlu." Jawab Jeff sambil tersenyum, dia benar-benar sudah menganggap ibu mertua nya sebagai ibu nya sendiri. Begitu juga Kirana, dia bahkan tak ragu jika punya masalah dia akan bercerita pada Carina.
"Maid di mansion ini sudah banyak Nak, masih perlukah? Ibu rasa sudah cukup, kalau untuk memasak Ibu melakukan nya karena itu memang hobi Ibu, tak perlu menyewa lagi Nak. Ini sudah lebih dari cukup, lagipun Kirana sering membantu ibu. Jadi kami melakukan nya dengan senang hati." Jawab Carina sambil tersenyum ke arah Kirana yang juga tersenyum ke arah nya.
"Baiklah kalau itu menurut Ibu, kalau begitu Jeff sama Kiran pergi dulu ya." Pamit Jeff, Carina menganggukan kepalanya dan tersenyum.
"Hati-hati di jalan ya, semangat."
"Iya Bu." Kali ini Kirana yang menjawab, keduanya pun berjalan beriringan ke parkiran, dimana Pak Amar sudah menunggu di samping mobil yang sudah dia siapkan dari tadi pagi. Jeff tak mau mengemudi, hatinya masih belum sepenuhnya membaik, jadi dia tak mau mengambil resiko apapun.
Keduanya pun masuk ke dalam setelah Pak Amar membukakan pintu, Kirana tersenyum ramah dan sedikit menganggukan kepalanya pada pria paruh baya itu.
"Sudah lama nggak kerja, apa kamu masih ingat cara merekap data keuangan, Sayang?" tanya Jeff, membuat Kirana menoleh lalu terkekeh.
"Tentu saja masih ingat, cuma dua minggu gak kerja masa lupa." Jawab Kirana disela kekehan nya.
"Apa kamu masih datang bulan, Sayang?" Tanya Jeff, setelah upacara pemakaman Queen hari itu dia batal mendapat jatah karena ketiduran, nah keesokan pagi nya Kirana malah kebanjiran. Jadi, Jeff harus kembali berpuasa sampai istrinya selesai datang bulan.
"Sudah selesai, tadi pagi kan aku mandi wajib." Jawab Kirana santai, wanita itu tertawa lepas. Bisa-bisanya dia lupa, padahal tadi pagi dia sendiri yang memuji wangi shampoo yang di pakai Kiran, bahkan sempat menggoda nya dengan kata-kata mesum.
"Wangi tubuhmu membuat aku bernafsuu, Sayang. Bahkan junior ku langsung bangkit ketika aroma shampoo mu menguar." Bisik Jeff sambil menggesekan benda panjang besar yang menegang di antara selangkaangan nya, membuat Kirana bergerak-gerak tak karuan karena benda itu terus bergesekan dengan pantaat nya, itu membuatnya tak nyaman, tiba-tiba saja lubang sempit nya berkedut manja.
Mengingat itu membuat Jeff terkekeh kembali, kenapa dia berubah menjadi nafsuaan saat bersama Kirana ya? Padahal dulu dia tak begini, Jeff cenderung akan diam saja jika bukan wanita yang mengajak main duluan atau menggoda nya, bahkan saat bersama Queen pun dia begitu. Tapi setelah merasakan lubang nikmat Kirana, Jeff berubah total dia begitu ganas membuat Kirana beberapa kali menyerah saat dia menyerang nya tanpa ampun. Tentu saja hal itu membuat Jeff merasa bangga, karena Kirana mengakui keperkasaan nya di atas ranjang.
Kirana mengernyitkan dahinya, dia merasa heran melihat Jeff yang senyam-senyum sendiri. Entah sedang membayangkan apa, tapi Kirana bisa menebak kalau yang di bayangkan Jeff itu tidak jauh dari hal mesum.
"Kamu kesurupan?" Celetuk Kirana, membuat Jeff menatap perempuan itu dengan tatapan yang entah apa artinya.
"Nggak, kenapa gitu?" Balik tanya Jeff, dia tak menyadari tingkah nya sendiri.
__ADS_1
"Dari tadi kamu senyam-senyum sendiri, bayangin apa?" Jeff mendekatkan wajahnya ke dekat telinga istrinya.
"Bayangin tubuh polos kamu, aku merindukan liang nikmat milikmu." Bisik Jeff membuat Kirana merinding.
"Jangan mesum dong, masih pagi ini. Kerjaan numpuk di kantor."
"Kerjaan kan bisa di tunda, kalau kebutuhan si junior gak bisa, Sayang." Jawabnya, membuat Kirana mendelik, itu artinya Jeff akan melakukannya di kantor?
"Kenapa?"
"Masa di kantor, yang bener aja Mas."
"Memangnya kalau di kantor kenapa? Perusahaan itu milikku, sayang. Aku bisa melakukan apapun disana, semauku." Jawab Jeff santai, membuat Kirana menggelengkan kepalanya. Dia tak mengerti dengan isi kepala suami nya yang di penuhi begitu banyak cara mesuum yang terkadang membuatnya kewalahan.
Singkatnya, mobil yang di supiri Pak Amar berhenti di parkiran khusus petinggi perusahaan. Keduanya turun dari mobil dan melangkah memasuki perusahaan yang sudah ramai dengan karyawan yang kembali memulai pekerjaan sibuk mereka setelah tiga hari libur, karena Jeff menutup perusahaan secara langsung dengan alasan masih berduka cita atas kepergian sang istri.
Jeff melangkah tegap di depan Kirana, entah kenapa dia sangat menyukai punggung lebar Jeff yang dia lihat dari belakang, baginya punggung kokoh itu sangat nyaman di pakai bersandar.
Keduanya berpisah di ujung koridor, Kirana masuk ke dalam bilik nya begitu juga Jeff yang masuk ke dalam ruangan nya. Setelah beberapa hari tidak ke tempat ini, akhirnya Kirana kembali dengan pekerjaan nya selama ini. Wanita itu mulai membuka laptop dan menghidupkan nya, tapi baru saja dia akan memulai pekerjaan nya, dia di kejutkan dengan kedatangan Hanna.
"Hai juga Han, apa kabar? Wahh kita lama gak ketemu ya."
"Iya nih, kamu kemana aja seminggu ini?" Tanya Hanna santai.
"Elah, lu tahu sendiri kalo gue masih berkabung setelah kakak gue meninggal." Jawab Kirana lirih, membuat Hanna mengernyit karena tiba-tiba saja Kirana menggunakan bahasa gaul seperti ini.
"Lah iya juga ya, lupa gue Kiran. Ohh iya, minggu depan gue lamaran."
"Lamaran? Wah sama siapa, dokter Andre?" Tanya Kirana antusias.
"Iya iyalah, siapa lagi kalo bukan sama dia." Jawab Hanna sambil tertawa.
"Wahh selamat ya Hann, gak nyangka banget si ratu jomblo udah mau jadi bini orang. Btw, kenapa harus tunangan dulu? Kenapa gak langsung nikah aja?"
"Biar kayak orang-orang lah, lagian ini kemauan nya Mas Andre. Jangan lupa dateng ya?"
"Pasti dong, aku pasti dateng kok, rumah kamu masih di jalan Bunga melati kan?" Tanya Kirana, sudah lama sejak terakhir kali dia bertamu ke rumah Hanna.
__ADS_1
"Iya lah, emangnya mau pindah kemana? Paling nanti kalo udah nikah, aku ikut sama Mas Andre." Jawab Hanna dengan kekehan nya.
"Cie yang bentar lagi jadi bini orang." Goda Kirana membuat wajah Hanna memerah.
"Jadi sekarang, kamu tinggal sama Tuan Jeff di rumah nya?" Tanya Hanna penasaran.
"Iya, sama mama papa nya Kak Queen juga."
"Mereka tinggal serumah sama kamu, Kiran? Apa gak begaduh?" Tanya Hanna.
"Begaduh apaan? Apa sih yang mau di masalahin, gak ada. Udah fine-fine aja, toh yang ngebet nyuruh aku nikah sama Mas Jeff itu Kak Queen nya sendiri, di dukung sama kedua orang tua nya juga." Jelas Kirana, sesuai fakta nya.
"Hah, seriusan ini?"
"Serius, kalau kamu gak percaya tanya aja sama Mas Jeff. Bahkan kak Queen sendiri yang milihin aku gaun pengantin nya." Jelas Kiran lagi.
"Aku udah tau yang itu dari Mas Andre, dia ada cerita pas kita pulang dari pemakaman nyonya Queen."
"Hmm, rumit pokoknya kalo di ceritain, Hann."
"Kebayang sih runyam nya, tapi gapapa. Semoga kamu bahagia sama Tuan Jeff ya, Kiran. Kamu wanita baik, berhak bahagia sama pilihan kamu sendiri. Inget, jangan dengerin apa kata orang ya? Apalagi yang gak penting, anggap aja angin lalu."
"Oke bestie, yaudah sana kerja. Kerjaan kita numpuk ini, Hann."
"Iya nih, ehh ini celana yang waktu itu aku pinjem, gara-gara ngobrol sampe lupa tujuan utama nya. Makasih ya, aku juga bawa beberapa celana buat aku simpen di laci, biar gak usah minjem lagi." Ucap Hanna sambil cengengesan.
"Sama-sama Hanna." Gadis itu pun pergi dari bilik Kirana dan perempuan yang bekerja sebagai sekretaris itu mulai fokus dengan pekerjaan nya. Tapi lagi-lagi gangguan datang, kali ini dari pesan yang masuk ke ponselnya.
"Ke ruanganku sekarang!" Pesan bernada perintah yang kalian tau siapa pengirim nya, siapa lagi kalau bukan Jeffran Abian Leonard. Atasan paling mesuum dan menyebalkan yang pernah Kirana temui, tapi sialnya dia malah menyukai dan terjebak bersamanya.
Kirana mendengus dan dengan langkah berat dia melangkah ke ruangan Jeff, entah apa yang akan terjadi di ruangan keramat itu, jangan sampai dia berbuat macam-macam di dalam sana.
"Pesan yang sungguh keramat." Gumam Kirana sambil melangkah, juga menggelengkan kepala nya.
......
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1