
Hari-hari berlalu, terasa sangat cepat. Jeff menikmati peran sebagai orang tua, begitu juga dengan Kirana. Tak terasa, kini Nathan dan Nala sudah berusia enam bulan. Kedua nya sudah bisa duduk meskipun kadang masih oleng, jadi masih membutuhkan perhatian agar tidak terjadi sesuatu.
Carina dan Radit juga menjadi nenek dan kakek yang siaga, tak jarang Nathan dan Nala tidur bersama mereka kalau Jeff sedang mengode istri nya untuk melayani nya.
Meskipun Jeff seringkali merajuk karena istri nya sekarang lebih fokus memantau tumbuh kembang anak-anak nya ketimbang dirinya. Itu membuat Jeff iri, padahal Nathan dan Nala adalah buah hati nya. Ada-ada saja memang.
"Mas, aku penasaran apa kabar Hanna ya?" Tanya Kirana sambil memperhatikan Nathan yang sedang bermain dengan mobil-mobilan nya, sedangkan si bontot Nala sedang sibuk makan di suapi oleh Carina. Si bontot memang lebih suka makan jika di bandingkan dengan Nathan, maka nya tubuh nya lebih bongsor.
"Dia baik-baik saja kok."
"Bayi nya gimana?"
"Ya baik juga, kemarin Andre cerita kalau Hanna sering kali tak tidur malam karena bayi mereka rewel terus." Jawab Jeffran, yang membuat Kirana merasa khawatir akan keadaan sahabat nya yang mungkin saja kelelahan karena kurang beristirahat.
"Kenapa gak nyewa nanny aja sih, Mas? Kasihan Hanna nya, udah menyusui malah kurang istirahat gitu."
"Mas udah bilang gitu sama Andre, tapi Hanna nya bersikeras gak mau nyewa Nanny."
"Lho kenapa?" Tanya Kirana.
"Ya karena ada yang bantuin dia rawat sih, gak sendirian gitu. Karena Dinar kan cucu pertama untuk Tante Dita sama Tante Arina." Jawab Jeffran.
"Ohh, yaudah kalo gitu."
Queen Dinara atau akrab di panggil Dinar adalah putri perempuan pertama Andre dan Hanna yang lahir tiga bulan lalu melalui operasi sesar. Dokter menyatakan kalau Hanna tak bisa melahirkan secara normal karena pinggul nya yang sempit, jadi mau tak mau harus di operasi agar kedua nya selamat.
Andre pun tidak mempermasalahkan, mau lewat operasi atau secara normal pun tak masalah yang penting anak dan istri nya baik-baik saja. Reaksi yang di tunjukan Andre lebih parah jika di bandingkan dengan Jeffran, dia sampai ngompol di celana saking khawatir nya saat melihat sang istri berjuang di meja operasi untuk melahirkan buah hati mereka.
Dia tak tega melihat istrinya kesakitan, maka dari itu dengan tegas Andre melarang Hanna untuk hamil lagi, cukup satu anak saja. Dia tak mau melihat istrinya kesakitan seperti itu, dia tak ingin melihat hal itu lagi.
Hanna juga menurut saja, bukan karena tak ingin merasakan sakit lagi, tapi tugas nya sebagai istri adalah menuruti perintah suami bukan? Meskipun hati nya meronta-ronta ingin protes, karena dia ingin punya dua atau tiga anak agar suasana rumah lebih ramai. Tapi, mau bagaimana lagi kalau Andre sudah melarang dengan tegas, dia pun hanya bisa pasrah.
"Kiran.." panggil seseorang yang membuat Kirana menoleh, dia tersenyum saat melihat Hanna datang sambil menggendong baby Dinar di pangkuan nya.
"Hanna, sama siapa kesini?"
"Sama Mas Andre, Kiran." Jawab Hanna, tak lama kemudian Andre juga masuk dengan wajah datar nya. Mereka sengaja datang berkunjung atas undangan Jeffran.
__ADS_1
"Apa kabar, Jeff?"
"Seperti yang kau lihat, aku baik-baik saja. Kau sendiri bagaimana?"
"Ckkk, aku hanya kurang tidur. Lihat mata ku ini, seperti panda." Jawab Andre sambil terkekeh.
"Kebanyakan begadang itu."
"Ya, selain sering gantian jaga Dinar, gue juga banyak operasi minggu-minggu ini. Gak tahu, ada aja pasien yang harus di operasi tiap Minggu nya." Jawab Andre sambil menundukkan pantaat nya di sofa, sedangkan di depan nya ada arena bermain berisi Nathan dan Nala yang sedang bermain, ada Kirana dan Hanna juga disana.
"Sabar ya, itu cobaan. Kenapa gak nyewa nanny aja sih?"
"Hanna nya gak mau, katanya dia khawatir kalau nyewa nanny dari luar. Udah banyak kasus kan, itu yang buat dia takut." Jelas Andre.
"Gak semua yayasan penyalur baby sitter itu begitu kali, cari aja yang terpercaya. Kasian, kayaknya berat badan bini Lu turun drastis deh."
"Iya, pokoknya selama tiga bulan ini dia udah turun delapan kilo, Jeff."
"Ya karena sering begadang, plus ibu menyusui. Jadi wajar aja turun drastis, jangan lupa perhatiin asupan gizi nya, jadi suami yang baik juga biar bini Lu kagak stress, lu tau kan akibat nya apa?" Tanya Jeff. Andre menganggukan kepala nya.
"Baby blues."
"Iya, makanya tuh ibu yang baru melahirkan terus menyusui itu harus bener-bener di jaga perasaan nya. Soalnya nih, Hanna sensitif bener. Waktu itu Lo bentak aja dia nangis kejer pas di rumah."
"Haha, gue minta maaf ya Ndre. Sumpah, gue kagak sengaja waktu itu."
"Santai, sekarang Hanna juga udah lupa kok." Jawab Andre santai.
Kirana dan Hanna juga tengah mengobrol santai, beberapa kali terdengar tawa riang dari kedua nya saat bercanda bersama. Moment yang cukup membahagiakan bagi kedua nya karena setelah menikah pun mereka tetap bisa berteman dengan baik tanpa terhalang status apapun.
"Eehhh, Nathan udah bisa duduk sendiri ya."
"Iya, Hann. Tinggal si bontot aja nih yang agak lambat, mungkin karena terlalu bongsor kali ya, makanya lambat." Ucap Kirana.
"Ya bisa jadi juga sih, tapi dia keliatan menggemaskan, Ki. Pengen aku cubit pipi nya, tapi nanti dia nangis aku kena surat peringatan dari suami kamu." Celetuk Hanna yang membuat Kirana terkekeh geli. Nyatanya, Hanna memang takut akan sosok suami nya. Maklum lah, soalnya Hanna kan bekerja di perusahaan Jeff selama bertahun-tahun, jadi aura bos nyaaish terasa hingga sekarang.
Kirana tersenyum kecil menatap putra nya yang tengah duduk, dia juga memerhatikan Nala yang berusaha untuk duduk sendiri dengan cara nya, tanpa bantuan dan akhirnya dia bisa, hal itu membuat Kirana tersenyum penuh kebanggaan atas apa yang di lakukan oleh putri bungsu nya.
__ADS_1
Jeff juga melakukan hal yang sama, cukup dua anak saja bagi mereka. Meskipun Kirana sempat bad mood, tapi dia sadar betul kalau suami nya melajukan hal ini karena dia sayang pada nya.
"Uhhh bontot Mama sudah bisa duduk sendiri." ucap Kirana sambil mencubit kecil pipi Nala hingga membuat bayi cantik itu tertawa girang.
Berada di situasi yang sangat membahagiakan memang impian semua wanita, hidup Kirana sekarang bisa di definisikan sebagai kehidupan sempurna. Kirana memiliki mertua yang baik, suami yang baik, dua anak yang sangat lucu, juga sahabat seperti Hanna.
Dia tak menyangka, ide gila nya untuk meminta pertolongan Jeff karena terdesak biaya operasi sang ibu akan mengantarkan nya pada kebahagiaan, meskipun berawal dari kesalahan. Tapi sekarang, dia mendapatkan semua nya bahkan restu istri pertama pun sudah dia kantongi. Harus nya, dia sudah tidak merasa bersalah lagi pada mendiang Queen bukan? Tapi, tetap saja rasa itu masih memenuhi relung hati nya.
"Aku akan menjaga semua yang sudah susah payah aku dapatkan." Gumam Kirana dengan lirih, bahkan tak ada yang bisa mendengar nya kecuali dirinya sendiri.
'Kak Queen, apa kabar? Aku merindukan kakak, sangat. Bagaimana keadaan kakak di atas sana? Pasti kakak sudah bahagia bukan, lihatlah sekarang kakak punya dua anak yang lucu dan menggemaskan, kakak juga ibu nya bukan? Terimakasih sudah percaya padaku dan memberikan hal yang paling berharga yang kakak punya untuk ku. Maaf jika aku terlalu besar kepala dengan semua yang sudah kakak berikan, tapi aku yakin kakak bisa melihat semua yang sudah terjadi dari surga kan? Aku menyayangi mu, kak Queen.' Kirana membatin.
Setelah itu, dia pun kembali fokus pada anak-anak nya. Lalu Jeff juga ikut masuk ke area bermain dan duduk di samping Kirana, wanita itu langsung bersandar dengan manja di bahu suami nya.
Jeff yang merasa heran dengan tingkah istri nya pun penasaran, ada apa dengan istri nya? Kenapa berubah manja seperti ini, padahal dia baik-baik saja.
"Kamu kenapa, sayang?"
"Tidak, aku tidak apa-apa, Mas. Aku hanya bahagia melihat mereka bertumbuh dengan baik." Jawab Kirana.
"Ya, karena kamu mengurus mereka dengan baik, sayang. Terimakasih sudah melahirkan mereka untuk ku."
"Sama-sama, Mas." Jawab Kirana, dia mendongak lalu Jeff mencium mesra kening Kirana, tanpa peduli akan ekspresi Hanna dan Andre.
"Aduh, sayang. Kita pergi kesana dulu yuk?" Ajak Andre.
"Iya, Mas. Suasana nya agak panas, bikin canggung." Jawab Hanna, Andre pun mengambil alih Dinar dari gendongan istrinya dan pergi menjauh.
Melihat hal itu, Kirana tertawa namun sedetik kemudian Jeff mencium bibir nya dengan mesra, awalnya Kirana terkejut karena Jeff mencium nya di tempat bermain anak-anak, tapi akhirnya kelamaan dia pun terbawa suasana romantis yang di ciptakan oleh suami nya.
Ya, begitulah perjalanan cinta antara Jeff dan Kirana. Berawal dari sebuah kesalahan yang membawa mereka pada kebahagiaan yang tak pernah di sangka-sangka.
Untuk sampai ke fase ini bukanlah suatu proses yang mudah, ada banyak rasa sakit di setiap langkah Kirana bersama Jeff. Tapi, Kirana berusaha meyakinkan dirinya sendiri dan akhirnya inilah yang dia dapat.
-TAMAT-
.....
__ADS_1
🌻🌻🌻🌻