Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 113 - Gadis Menyebalkan


__ADS_3

Setelah kedua nya turun dari pelaminan, barulah pasangan pengantin baru itu bisa duduk juga akhirnya, kebetulan Jeff dan Kirana adalah tamu terakhir yang mengucapkan selamat pada mereka. 


"Capek, yang?" Tanya Andre pada istri nya, Hanna mengangguk pelan dengan ekspresi lucu nya.


"Tapi, aku bahagia. Akhirnya kita menikah juga." Ucap Hanna sambil tersenyum. Begitu juga dengan Andre, hingga akhirnya kedua nya saling melempar senyuman satu sama lain. 


"Iya, sayang. Aku pasti bertanggung jawab dengan apa yang sudah aku lakukan, maaf karena sudah mengambil nya sebelum kita menikah." 


"Tak apa-apa, Mas. Kita sama-sama menikmati nya, jadi tak masalah bukan? Yang penting, kamu sudah menepati janji kamu sama aku." Ucap Hanna, Andre pun mendekat dan mengecup singkat kening istrinya. 


Sedangkan di perasmanan, Kirana nampak kebingungan untuk memilih makanan. Pasalnya, semua nya tampak enak dan menggiurkan. Jeff juga selalu berada di samping sang istri, tentu nya dia tak rela jika istri cantik nya di geniti oleh para pria di tempat ini.


"Sayang, kok lama milih nya sih? Mau yang mana?" Tanya Jeff. Kirana menghembuskan nafas nya dengan kasar, dia masih bingung mengambil makanan yang mana lebih dulu.


"Aku bingung, Mas. Semua nya terlihat enak." Keluh Kirana membuat Jeff terkekeh.


"Bingung? Kamu ambil saja semua nya satu-satu, sayang." 


"Emang boleh?" Tanya Kirana dengan wajah berbinar.


"Boleh dong, Mas yang menyewa catering nya, masa gak boleh sih?"


"Hehe, yaudah deh." Kirana pun mengambil setiap menu yang tersaji di depan mata nya, istilah nya Kirana kalap dengan makanan yang ada di depan nya. 


Orang-orang menatap Kirana dengan tatapan keheranan melihat bumil yang satu itu, tapi mereka tak berani mengatakan nya karena ada Jeff di samping nya, selalu menatap tajam ke arah siapa pun yang menatap istri nya dengan tatapan heran itu. 


Bayangkan saja, bagaimana kita bisa bicara kalau di tatap setajam pedang samurai seperti itu, yang ada kita akan merasa tertekan dan terintimidasi dengan tatapan setajam itu.


"Mas.." Panggil Kirana dengan manja, membuat Jeff langsung memalingkan wajah nya ke arah sang istri.


"Iya, ada apa sayang?"


"Aku pengen puding itu." Tunjuk Kirana ke arah puding coklat yang memang terlihat sangat enak dengan topping stroberi dan cream vanilla.


"Tinggal ambil, sayang. Memang nya kenapa?"


"Tangan aku pendek, gak nyampe, Mas. Lagian aku malu, itu orang-orang liatin aku terus." 


"Udah, gapapa sayangku. Yang penting kamu dan Dedek bayi twins senang, pasti Mas akan memberikan nya." Jawab Jeff sambil mengusap lembut puncak kepala sang istri, lalu mengecup nya dengan penuh perasaan.

__ADS_1


"Makasih, suami ku." Jawab Kirana, Jeff mengangguk dan mengambilkan puding yang di inginkan sang istri. 


"Sudah, mau makan apa lagi?"


"Ini sudah cukup, Mas. Aku mau es jeruk, boleh?"


"Boleh, sayang. Kamu duduk saja di meja ini, es jeruk nya biar Mas yang ambil." Ucap Jeff sambil mengacak rambut sang istri dengan gemas. Kirana hanya mengangguk dan membiarkan suami nya pergi untuk mengambil es jeruk pesanan nya. 


Hal itu, membuat seseorang tersenyum kecil. Ini adalah kesempatan nya untuk mendekat, sedari tadi dia tak bisa mendekati Kirana karena ada Jeff di samping nya. Tapi sekarang, pria itu tengah pergi dan meninggalkan istri nya sendirian.


"Permisi, apa boleh saya duduk disini, nyonya Jeff?" Kirana yang sedang asik makan mendongakan kepala nya, dia tersenyum kecut saat melihat gadis yang tadi menggandeng lengan suami nya ada di depan nya sekarang.


"Tidak." Jawab Kirana singkat, padat, jelas. 


"Tapi kursi ini kosong."


"Lalu?" Tanya Kirana ketus, dia menatap gadis yang berdiri angkuh itu dengan tatapan tak bersahabat. Sudah cukup, tadi dia merasa cemburu karena gadis ini sudah berani menyentuh suami nya.


"Ya berarti aku boleh dong duduk disini." Jawab nya dengan senyuman kecil.


"Tapi aku tak mau berbagi meja dengan gadis picik seperti mu, Nona." 


"Ckkk, sombong sekali." 


"Kau pasti sudah merebut Jeff dari istri nya kan?" Tuduh nya membuat Kirana tersenyum santai. 


"Iya atau tidak, itu urusan ku. Sama sekali tak ada urusan nya dengan mu." Balas nya santai.


"Ternyata istri Tuan Jeff tak lebih dari sekedar jalaang."


"Ohh ya? Setidaknya, aku tidak menyosor suami orang di tengah pesta pernikahan orang lain." Jawab Kirana membuat wajah gadis itu semakin memerah.


"Siapa yang jalaang? Berani sekali mengatai istri ku dengan kata-kata menjijikan seperti itu?" Ucap Jeff dengan suara tegas mendominasi nya, membuat gadis itu nampak terhenyak. Dia tak menyangka kalau perkataan nya akan sampai ke telinga Jeff. 


Pria itu menyimpan dua gelas es jeruk dengan biji selasih dan es yang banyak di depan sang istri, dia tersenyum dan mengusap puncak kepala sang istri dengan lembut.


"Makan yang banyak istri ku, sayang. Jangan hiraukan perkataan manusia tak berguna ini, dia tak lebih baik dari mu." 


"Terimakasih, Mas."

__ADS_1


"Sama-sama, sayang." Jeff lagi-lagi melempar senyuman manis nya. Lalu beralih menatap gadis yang nampak memucat.


"Kau tahu, wanita yang kau sebut jalaang ini adalah wanita terhormat yang mau mengorbankan masa depan nya demi orang tua nya. Kau bisa melakukan hal semacam itu, Nona? Aku rasa tidak, bukan kah kau hanya gadis manja yang tau nya hanya minta pada orang tua?" Ucap Jeffran dengan senyum smirk nya.


"Tidak, aku tidak seperti itu.."


"Kau yakin, lalu dari mana kau bisa mendapatkan pakaian mewah seperti yang kau pakai? Apa kau melakukan pekerjaan kotor, seperti open BO atau istilah lebih kotor nya ngelontee?" Tanya Jeffran. 


Wajah gadis itu semakin memucat, jangan berani-berani berurusan dengan seorang Jeffran jika tidak mau semua aib mu di bongkar habis, seperti hari ini. 


"Kenapa diam? Aku benar kan? Bahkan pelanggan mu itu adalah rekan bisnis ku." Wajah nya semakin memutih, seperti orang kehabisan darah. 


"Jangan berani-berani mengusik ku, atau aib mu aku sebar ke publik dan akan membuat reputasi rumah sakit milik ayah mu hancur, Nona." 


"T-tidak, jangan Tuan.."


"Kalau begitu, minta maaflah pada istriku. Kehidupan mu sekarang, tergantung maaf dari nya." Jawab Jeff dengan kedua tangan yang bersedekap. Kirana yang sedang makan dengan lahap, refleks langsung berhenti menyuap. Kenapa harus pada nya?


"Maafkan atas perkataan dan perlakuan ku, Nyonya."


"Kalau aku tak memaafkan mu, apa yang akan kau lakukan?" Tanya Kirana. 


"Aku bersedia melakukan apapun, bahkan bersimpuh di kaki mu agar kau mau memaafkan aku, Nona."


"Ckkk, kau tulus meminta maaf padaku atau hanya karena takut akan ancaman suami ku?" Tanya Kirana membuat nya bungkam.


"Maka nya mbak, kalau minum teh pucuk gak usah di telen sama ulat nya, jadi nya gatel sama suami orang!" Sindir Kirana.


"Sudahlah, pergi dari hadapan ku. Jangan muncul lagi, kau membuat nafssu makan ku hilang." 


Gadis itu pun menurut dan pergi dari hadapan Kirana dan Jeff. Setelah kepergian nya, Jeff pun ikut duduk di kursi yang berhadapan dengan sang istri.


"Enak makanan nya, yang?"


"Heemm, semua nya enak. Apalagi siomay ayam nya, Mas. Mau nyobain?"


"Enggak, kamu aja yang makan. Biar kamu sama dedek bayi nya sehat ya." 


"Iya Mas." Jawab Kirana. Kata nya tadi nafssu makan nya hilang saat melihat gadis penggoda itu, tapi Jeff melihat selera makan istri nya tak berkurang sama sekali

__ADS_1


......


🌻🌻🌻🌻


__ADS_2