Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 103 - Pernikahan Ulang Kirana &Jeffran


__ADS_3

Keesokan harinya, Kirana tampak sedang di rias oleh seorang make up artist. Disana juga ada Hanna dan Andre. Sedangkan Jeff berada di ruangan lain agar dia menganga saat melihat pengantin nya. Hanna terus saja berceloteh ria saat di make up, dia juga akan mendampingi Kirana di moment sekali seumur hidupnya ini, ya meski ini pernikahan ulangan, sebagai bridesmaid atas permintaan bumil itu sendiri. 


"Kiran, gila kamu cantik banget!" Pekik Hanna saat melihat riasan wajah Kirana yang sudah selesai, sesuai permintaan Jeff dia meminta agar istrinya itu di make up tipis-tipis saja agar tak menghilangkan kesan natural, karena tanpa make up sekali pun istri nya tetap cantik.


"Kamu juga cantik, Hanna. Lihat tuh, Andre aja sampe melotot liatin kamu!" Ucap Kirana sambil terkekeh saat melihat Andre yang terus saja menatap Hanna hampir tak berkedip, mungkin saking takjub nya melihat Hanna yang biasa nya tampil apa adanya, tanpa make up berlebih itu kini di sulap bagai putri, ini adalah kedua kalinya Kirana di rias dengan sempurna.


Hanna menepuk tangan Andre, membuat pria itu terkejut lalu cengengesan menatap Hanna yang sudah menunjukan ekspresi malu-malu nya. Gimana gak malu coba, di tatap gitu sama orang yang di cintai itu sangat membahagiakan.


Kirana juga nampak sangat cantik dnegan gaun pernikahan yang menelan habis tubuhnya karena bagian bawahnya yang mengembang membuat Kirana nampak seperti tenggelam di dalamnya.


"Gaun itu terlalu besar untuk tubuh nya yang mungil." Celetuk Andre, membuat Hanna memukul pelan lengan sang kekasih dengan kuat, hingga membuat nya meringis.


"Kamu bisa gak sih ngomong nya di saring dulu, kamu tuh terlalu blak-blakan tau gak!"


"Ya fakta nya kan gitu, sayang." Jawab Andre santai tanpa rasa bersalah sepertinya. Gaun pengantin kan rata-rata memang begitu, mengembang di bawahnya. 


Tak ada masalah menurut nya, malah Kirana nampak sangat cantik saat memakai gaun itu. Kirana terkekeh pelan, dia merasa lucu dengan sepasang kekasih itu. Setiap bertemu, pasti ada saja yang membuat keduanya bertengkar kecil, padahal aslinya mereka berdua bucin bukan main.


"Sudahlah, kalian ini. Bisa gak sih sehari akur aja?"aja?"


"Dia yang mulai." Tunjuk Hanna pada Andre, tapi pria itu merasa tak terima di salahkan pun langsung memberi perlawanan.


"Lah bukan nya kamu? Aku cuman ngomong bukan lagi bikin kopi, kok harus di saring. Pake penganiayaan segala lagi, main pukul-pukul aja!"


"Sudah-sudah, ayo turun bukankah semua nya sudah siap?" Tanya Kirana, melerai pertengkaran di antara kekasih itu sebelum terjadi huru-hara yang lebih parah nantinya.


"Ya, Jeffran mu sudah menunggu di ballroom." Jawab Andre, lagi-lagi keinginan Kirana yang ingin menikah di pantai dengan konsep outdoor itu harus di batalkan lagi, karena keadaan nya yang sangat tak memungkinkan, untuk berjalan saja Kirana harus menahan rasa ngilu di area ************ nya bekas pertempuran tanpa cinta semalam.


Hanna memakaikan penutup kepala pada Kirana untuk menutupi wajah nya, meski tetap saja wajah cantiknya terlihat karena kain itu sangat tipis dan transparan.


"Kiran, gandeng tanganku. Aku tahu, aku bukan siapa-siapa untukmu tapi disini kau juga tak punya siapapun, jadi biarkan aku yang menyerahkan mu pada suami mu sebagaimana seorang kakak pada adiknya." Ucap Andre, membuat Kirana melirik Hanna seolah meminta izin.


"Ayolah Kiran, jangan menatapku! Cepatlah, pangeran berkuda putih mu sudah menunggu di bawah." Hanna tersenyum manis, Kirana menggandemg lengan Andre dan mulai berjalan pelan dengan Hanna yang mengikuti di belakang keduanya sambil memegangi ekor gaun sahabat nya yang menjuntai indah apalagi saat perempuan itu berjalan di atas karpet merah nanti.


Suara riuh mendadak hening, semua mata tertuju pada pengantin wanita yang nampak menuruni tangga dengan langkah pelan. Gaun putih cantik dengan lengan transparan membuat kulit putih Kirana sedikit terekspos, ini memang bukan pilihan Jeff, tapi pilihan mendiang istrinya, Queen.


Karena saat itu, Kirana hanya bisa memakai gaun yang lain, karena gaun pilihan Queen saat itu sedang di rombak sedikit. Tapi, karena pernikahan mereka di majukan, jadinya Kirana tak bisa memakai nya dan saat inilah Kirana memakai gaun pilihan Queen.


Jeff berdiri di ujung karpet, dia membenarkan jas nya. Tapi tiba-tiba saja dia di landa kegugupan yang luar biasa, hingga beberapa kali pria itu menyeka keringat nya dengan tissu. Aneh memang, ini bukanlah pernikahan pertama nya. Ini adalah pernikahan keduanya atau mungkin bisa disebut yang ketiga. Tapi rasanya seperti ini adalah pernikahan pertama nya. 

__ADS_1


Kirana semakin mendekat, dia tersenyum dari balik penutup kepala nya dan Jeff melihat itu, dia seolah mendapat tenaga kembali setelah melihat senyuman manis yang tersungging di bibir calon istrinya itu.


Keduanya berdiri berhadapan, Andre menyatukan tangan Kirana dan Jeff. Dia tersenyum manis, dengan ini tugas dan janji nya pada Queen tertunai sudah.


'Andre, aku mohon. Kau pastikan Suami ku tidak menikah dengan wanita lain selain Kirana, aku minta apapun caranya jangan biarkan keduanya berpisah. Kirana adalah yang terbaik untuk Jeff, aku tahu dari tatapan mata nya dia wanita yang tepat untuk mendampingi Jeff. Jadi, aku mohon padamu tolong pastikan suamiku menikahi Kirana apapun caranya!' Ucapan Queen terus terbayang di ingatan nya, ternyata itu adalah hari terakhir nya di dunia. 


Bahkan disaat terakhir nya, queen masih sempat memohon untuk kebahagiaan suami dan adik madu nya. Itulah yang membuat Andre tersentuh dan meminta Kirana untuk menggandeng tangan nya, dia sendiri yang akan menyerahkan Kirana pada Jeff dengan tangan nya sendiri.


"Jeffran, disini aku berperan sebagai orang tua sekaligus seorang kakak yang ingin memastikan adikku baik-baik saja dan memastikan kalau kau adalah pria yang tepat untuk mendampingi adikku. Aku Andrean Revano, menyerahkan adikku Kirana Andriana untuk kau jaga seumur hidup."


"Aku Jeffran Abian, berjanji akan menjaga Kirana seumur hidupku, melimpahkan semua kasih sayang sampai membuat Kirana tenggelam di dalam nya." Jawab Jeff tanpa keraguan.


"Aku pegang janji mu, Tuan Jeffran." Ucap Andre lalu berbalik dan turun dari altar. Pria itu duduk di kursi yang sudah di sediakan untuk para tamu berdampingan dengan sang kekasih, Hanna.


Jeff membawa Kirana ke atas altar, dimana sudah ada pemuka agama yang sudah siap meresmikan hubungan Jeff dan Kirana yang padahal sudah resmi dari awal. Singkatnya, acara ucap janji di depan tuhan pun di mulai.


"Tuan Jeffran Abian, apakah anda menerima Kirana Andriana menjadi istri anda, separuh dari jiwa anda, ibu dari anak-anak anda kelak? Berjanji untuk mencintai nya seumur hidup, menemani nya dalam keadaan suka atau pun duka, tak akan pernah menyakiti istri anda?"


"Aku Jeffran Abian, menerima Kirana Andriana sebagai istriku, separuh jiwaku dan ibu dari anak-anakku. Aku juga berjanji untuk mencintai nya seumur hidupku, menemani nya dalam suka maupun duka dan takkan pernah menyakiti hati istriku." Jawab Jeffran lantang tanpa keraguan sedikitpun.


Lalu, beralih pada Kirana. Wanita juga melakukan hal yang sama, dengan yakin, tegas tanpa keraguan sedikit pun.


"Tuan Jeffran, silahkan cium istri anda." Keduanya berhadapan, Jeff membuka penutup wajah Kirana lalu tanpa ragu dan malu langsung mencium bibir Kirana, dia ingin memperlihatkan kalau Kirana adalah miliknya. Bahkan pria itu sempat meluumat dan menguluum bibir mungil kemerahan itu dengan mesra. 


Hanya berlangsung beberapa detik karena kalau di lanjutkan, pasti ini akan berakhir di atas ranjang. Jeff tahu, Kirana bukanlah tandingan nya. Sekuat apapun dia menahan keinginan nya, pada akhirnya dia akan kalah juga oleh pesona Kirana yang saat ini sudah menjadi istri nya.


Hanna naik ke atas altar dengan membawa cincin cantik bertahtakan berlian untuk Kirana, terhitung kalau ini adalah cincin yang ketiga. Jeff mengambil nya dan menyematkan cincin itu di jari manis Kirana, menegaskan kalau dia sudah tak sendiri lagi saat ini. Lalu gantian, kini Kirana yang memasangkan cincin itu di jari manis Jeffran, cincin yang berbeda. Seolah mereka ingin memulai hidup baru.


Hari semakin malam, tapi tamu yang datang semakin banyak membuat Kirana sedikit kewalahan menerima ucapan selamat dari para kolega bisnis suami nya. Pria itu adalah pria penting dan punya kekuasaan, para tamu yang datang pun bukan dari kalangan biasa, mereka sama-sama punya kekuasaan di negara mereka masing-masing.


"Selamat Jeff, akhirnya aku bisa bertemu dengan sosok wanita yang mampu membuat seorang Jeffran Abian Leonard bertekuk lutut."


"Hahaha, terimakasih sudah jauh-jauh datang Niel, ya dia memang wanita yang luar biasa." Jawab Jeffran, membuat istrinya mendelik karena malu, rasa nya pujian yang di sematkan oleh pria itu terlalu berlebihan.


"Hahaha, Tuan Jeffran ternyata sangat takut dengan istrinya. Sangat menggemaskan!"


"Hehh!" Dehem seseorang di samping Daniel membuat pria itu langsung diam seketika, dia juga sangat takut pada sang istri yang galak nya melebihi singa.


"Ee-emm, sudah dulu ya." Pamit Daniel, membuat Jeff yang gantian tertawa.

__ADS_1


"Selamat ya atas pernikahan kalian, kedepan nya semoga kita bisa berteman baik ya." Ucapnya ramah.


"Terimakasih Nyonya." Wanita itu tersenyum lalu turun dari pelaminan.


Tak lama, datang nya Michael dan beberapa teman-teman Jeff yang lain tentunya dengan membawa pawang mereka masing-masing.


"Selamat untuk kalian berdua, cecunguk itu tidak datang ya?"


"Mati kali." Celetuk Jeff membuat Mich tertawa.


"Sekali lagi selamat ya Jeff, semoga pernikahan kalian langgeng sampai kakek nenek."


"Terimakasih Michael. Rencana nya, kapan mau nambah anak lagi nih?"


"Aku sih gak masalah, mau tiga atau empat lagi aku sanggup." Jawab Michael membuat istrinya mendelik lalu menggeplak punggung suaminya itu.


"Aku yang gak sanggup, emang lahiran sama ngurus anak tuh enak apa? Capek! Tapi, kalau kamu yang ngelahirin nya sih aku oke-oke aja!" Jawab istri Michael dengan sewot, membuat Jeff tertawa terbahak-bahak, apalagi saat melihat ekspresi Michael yang langsung pucat setelah di sewoti oleh istrinya.


Setelah itu, mereka pun turun dari pelaminan. Kini giliran couple terfavorit yang naik ke altar, siapa lagi kalau bukan pasangan Hanna dan Andre.


"Selamat ya, aku ikut bahagia buat kamu. Semoga pernikahan kamu langgeng sampai tua nanti."


"Iya Hann, makasih untuk doanya. Dan ya, aku mau ucapin terimakasih ya selama ini udah mau jadi temen aku."


"Sama-sama Kiran, aku juga seneng bisa temenan sama kamu." Balas Hanna lalu menghambur memeluk Kirana, wanita itu juga membalas pelukan hangat Hanna dengan erat. 


Dia sangat bersyukur mempunyai teman sebaik dan sepengertian Hanna, bahkan setelah tau apa yang sudah dia perbuat, sedikitpun Hanna tak merasa jijik atau illfeel pada Kirana, yang ada dia malah bersimpati atas semua yang menimpa sahabat nya, bukankah itu sudah sangat memenuhi kriteria sahabat terbaik?


Keduanya pun turun setelah sedikit drama antara Hanna dan Kirana yang saling menangis, menumpahkan rasa terimakasih mereka dalam dekapan.


Andre tersenyum saat melihat pasangan suami istri itu berdiri di pelaminan. Ada rasa bahagia karena dia sudah mewujudkan permintaan Queen di saat-saat terakhirnya, sekarang dia hanya akan melihat pasangan itu, memberi mereka solusi jika ada masalah dan memastikan takkan ada yang mengganggu mereka, apalagi sampai kedua nya berniat berpisah, dirinya lah orang pertama yang akan menentang hal itu. 


Mata Andre tak sengaja melihat bayangan putih yang sekelebat mendekat ke arah nya, lalu tiba-tiba dia menjadi sosok yang sangat dia kenal. Queen nampak tersenyum, senyuman nya nampak begitu tulus, perempuan itu nampak sangat cantik dan anggun menggunakan pakaian serba putih. Andre mengusap matanya, ini tidak mungkin kan? Tapi bayangan itu menghilang saat dia kembali membuka matanya.


'Queen, apa itu kau? Kau datang dan ikut bahagia kan? Aku sudah memenuhi keinginan terakhirmu, kau bahagia kan?'


.......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2