
"Besok kamu pindah ke apartemen, agar aku lebih mudah mengawasi mu." Putus Jeff tak bisa di ganggu gugat lagi.
"Tapi.."
"Kau dengar apa yang baru saja aku katakan, sayang? Aku tak suka penolakan!" Jawab Jeff, tak menerima penolakan apapun. Membuat Kirana mengerucutkan bibir nya, kalau dia pindah ke apartemen lalu siapa yang akan menjaga rumah ini, rumah sederhana yang punya banyak kenangan.
"Tak perlu khawatir, akan ada orang yang menjaga dan membersihkan rumah ini setiap hari, tentu nya semua di bawah pengawasan ku." Ucap Jeff, seperti memahami isi hati Kirana.
"Baiklah, kalau begitu aku bisa apa? Lagipun tuan tak suka di bantah." Kirana menyerah juga akhirnya dan memilih menurut pada Jeff.
"Good girl, besok sebelum kita pergi, kamu berpamitan dulu pada ibu mu ya.." Kirana mengangguk cepat.
"Mau tidur sekarang, atau mandi terlebih dulu?"
"Saya akan mandi dulu, tubuh saya lengket sekali."
"Mau mandi bareng?" Tawar Jeff dengan senyum menggoda.
"Aaa, aku mandi sendiri saja." Jawab Kirana, dia bangkit dari tidurnya dan berjalan pelan ke kamar mandi, meninggalkan Jeff yang masih terkekeh geli melihat tingkah Kirana yang menurut nya sangat menggemaskan.
Jeff membuka ponsel nya, mengecek email yang masuk dari klien penting. Sedangkan Kirana, dia baru saja selesai membersihkan diri. Aroma sabun menyegarkan menguar dari tubuh nya, itu membuat Jeff menoleh dan melihat kirana yang hanya memakai handuk selutut, rambut nya di gulung dengan handuk kecil.
"Wangi banget, Yang.."
"Kan habis mandi, mandi juga sana biar seger."
"Mandi takkan membuat aku segar, melihat mu bertelanjaang baru membuat aku segar, buka." Perintah Jeff, mata nya mengerling nakal menatap tubuh Kirana yang hanya terhalang handuk.
"Jangan mesuum, situasi nya tidak memungkinkan. Lagipun saya masih dalam masa nifas."
"Apa itu?" Tanya Jeff, dia baru mendengar hal itu.
"Pokoknya kayak datang bulan tapi beda nya ini 40 hari." Jelas Kirana, membuat Jeff melotot.
"Apa kau bilang, 40 hari? Kenapa datang bulan selama itu sayang, kamu harus di periksa pasti ada kelainan di perut mu."
"Tidak, itu memang sudah biasa. Tanyakan saja pada wanita, sudahlah lebih baik anda mandi saja." Usir Kirana, dia mendorong pelan dada Jeffran yang mulai mendekat padanya.
"Kamu sedang membodohiku, mana ada hal seperti itu sayang? 40 hari itu satu bulan lebih."
"Tanyakan saja pada dokter kalau anda tidak percaya, aku ingin berpakaian tubuh ku terasa sejuk."
__ADS_1
"Jadi kau serius sayang, jadi selama itu aku harus berpuasa ya? Tapi sebulan itu lama, bagaimana nasib junior ku?" Keluh Jeff, ekspresi nya terlihat sendu.
"Mau bagaimana lagi, bersabar saja. Itu takkan terasa kalau anda sibuk."
"Tetap saja lama, entahlah apa aku akan tahan atau tidak. Tapi 2 tahun tanpa melakukan nya aku sanggup dulu, tapi setelah merasakan milikmu aku tak bisa seperti nya." Kirana mendelik, bisa-bisa nya dia membahas ini di suasana yang masih berkabung?
"Minggirlah, aku ingin berpakaian."
"Tunggu, jadi selama 40 hari itu milikmu akan terus mengeluarkan darah?" Tanya Jeff, Kirana hanya menganggukan kepala nya sebagai jawaban. Jeff mendengus sebal, kenapa harus ada istilah seperti itu sih? Kan dia harus berpuasa sebulanan.
Jeff berbalik dan merebut paksa handuk yang masih melilit tubuh Kirana, lalu pergi ke kamar mandi.
"Pria itu sangat menyebalkan, apa tak bisa menunggu aku selesai dulu? Seenak nya menarik handuk yang masih aku pakai dengan seenaknya, untung ganteng. Ehhh, apa-apaan ini kamu ini Kiran, seperti nya mulut ku kabel rem nya putus." Gerutu Kirana, dia segera berpakaian sebelum Jeff kembali dan menggoda nya, bertanya-tanya lagi.
Tak lama kemudian, Jeff selesai mandi, dia menyampirkan handuk nya di leher dan keluar kamar mandi hanya dengan celana boxer nya saja. Pemandangan yang menyejukkan di sore hari, air yang menetes dari rambut pria itu mengenai bahu lalu menuruni perut kotak-kotak pria itu dan akhirnya hilang terserap oleh celana pria itu.
Kirana menelan ludah nya dengan kepayahan, sudah beberapa kali dia di tiduri oleh Jeff tapi baru kali ini dia dibuat kagum oleh tubuh atletis pria itu. Postur tubuh yang begitu sempurna untuk di pandang, di jamin takkan bosan meski menatap atau menyentuh nya setiap hari. Tapi jika mengingat kalau pria itu kuat dan tahan lama di ranjang, membuat Kirana merinding. Beruntung saja Jeff takkan berani menyentuh selama sebulan ini karena dirinya masih dalam kondisi kotor.
"Kenapa menatapku seperti itu, Sayang? Kau mengagumi tubuh ku kan?"
"Anda terlalu percaya diri." Cetus Kirana, padahal sudah jelas-jelas dia ketahuan menatap tubuh itu tanpa berkedip.
"Kalau begitu, kenapa wajah mu memerah sayang?"
"Sudahlah, jangan menggemaskan sayang. Aku kesal karena tak bisa menyentuh mu selama sebulan ini." Ucap Jeff, lalu mengambil pakaian dari tangan Kirana dan segera memakai nya. Kaos oversize polos tanpa motif dan celana pendek selutut.
"Ingin keluar cari makan, sayang?"
"Gak usah, sebentar lagi ada tukang bakso keliling. Beli itu saja untuk makan malam, aku tak mau keluar dulu." Jawab Kirana sambil memungut handuk yang Jeff lempar sembarangan.
"Baiklah, kalau begitu kemarilah. Aku masih belum puas memelukmu." Jeff merentangkan kedua tangannya, Kirana datang dan memeluk Jeff. Dia bersandar manja di dada bidang pria tampan itu, berada di dekat nya terasa sangat nyaman. Membuat Kirana lupa diri kalau Jeff adalah bos dan pria beristri.
Mereka berbaring dengan saling memeluk di bawah selimut, Jeff mengusap lembut kepala Kirana, meski sesekali tangan nakal Jeff meraba-raba tubuhnya. Kirana sedikit tak nyaman dengan tangan Jeff yang bergerilya di tubuh nya, tapi mau bagaimana lagi. pelukan ini terlalu hangat untuk di lepaskan.
"Sayang.."
"Hmm, kenapa?" Tanya Kirana, dia membuka kedua mata nya lalu mendongak.
"Itu suara apa?"
"Tukang bakso lewat, aku ke depan dulu sebentar."
__ADS_1
"Bakso nya yang waktu kita makan di pasar malam bukan?" Tanya Jeff.
"Iya tuan."
"Aku 2 saja, kamu juga harus 2 biar berat badan mu ideal. Kau terlalu kurus sekarang, padahal hanya 3 hari kita berpisah, tapi berat tubuh berubah." Jeff mengomel, membuat Kirana mendelikan mata nya.
"Iya iya, bawel sekali."
"Aku bawel karena aku menyayangi mu, sayangku."
"Terserah anda saja." Ucap Kirana ketus, lalu pergi membeli bakso dengan membawa 4 mangkok dari rumah.
"Ehh Kiran, sudah baikkan?"
"Lumayan bang, mau gimana lagi? Bersedih sampai kapan pun gak akan buat ibu ku kembali." Jawab Kirana, dia tersenyum sedikit di paksakan.
"Bakso nya 4 ya bang, sambel nya di pisah."
"Banyak bener, Ann."
"Ada tuan Jeff di rumah, dia ketagihan bakso abang kayaknya."
"Memang nya kekasih tampan mu itu pernah makan bakso Abang ya?" Tanya Abang tukang bakso itu.
"Iya bang, waktu di pasar malem lho waktu itu."
"Ohh iya, abang lupa." Jawab nya sambil cengengesan.
"Udah yang?" Tanya Jeff yang menyusul Kirana.
"Belum, ngantri sama lain." Jawab Kirana.
"Ohh.." Jeff hanya ber'oh' ria, lalu merangkul pundak Kirana membuat ibu-ibu histeris, mungkin baru kali ini melihat pria setampan Jeffran Abian Leonard.
"Pacarmu itu kayak orang korea ya, Kiran."
"Udah ganteng, baik, perhatian, tajir lagi." Puji yang lain, membuat Kirana nyengir-nyengir geli, Merasa tak enak dengan Jeff.
"Iya, dan saya akan menggunakan uang saya untuk meratukan Kirana." Jawab Jeff sambil menatap Kirana yang sekarang sudah tersipu, wajah nya memerah seperti tomat. Mereka benar-benar terlihat seperti pasangan serasi yang saling melengkapi.
🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1