
Kirana mencuci piring dan membereskan meja, di bantu oleh maid yang bertugas. Meskipun maid itu melarang Kirana, tapi dia merasa tak enak kalau harus bertopang dagu di rumah ini. Dia sadar benar, meskipun saat ini status nya adalah istri Jeff, tapi hanya istri kedua.
"Sayang.." panggil Jeff saat Kirana sedang mencuci piring.
"Iya Mas, kenapa?"
"Kenapa masih mencuci piring? Disini, status mu sama dengan Queen. Kamu istriku, bukan pembantu. Ini semua bukan tugas mu, sayang."
"Tak apa, aku yang ingin mengerjakan nya karena sudah kebiasaan." Jawab Kirana. Jeff memeluk Kirana dari belakang dan menumpu kan dagu nya di pundak istri nya.
"Kamu terlalu rajin, sayang."
"Sudah kebiasaan, tidak ke kantor hari ini Mas?"
"Tidak, aku tak semangat jika bekerja tanpamu. Lagi pula, aku belum mendapatkan pengganti mu sebagai sekretaris dan asisten." Jawab Jeff, nada suara nya terdengar lebih manja dari biasanya.
"Kenapa?"
"Tidak, hanya merindukan mu."
"Aku takkan kemana-mana, Mas."
"Malam ini, aku ingin tidur bersama mu boleh?" Tanya Jeff.
"Minta izin dulu sama kak Queen, kalau dia bolehin ya kamu tidur sama aku malam ini, tapi kalau kata kak Queen gak boleh kamu tidur sama dia lagi ya."
"Hmmm, kenapa harus begitu sih? Kalian berdua kan sama-sama istriku."
"Justru karena itu, kak Queen istri pertama mu Mas." Jawab Kirana.
"Kamu terlalu memikirkan perasaan orang lain, tapi abai tentang perasaan suami mu sendiri."
"Bukan begitu Mas, kok malah jadi merajuk gini sih?"
"Habisnya kamu tuh, apa-apa harus izin sama Queen dulu. Ya masa, aku mau gituan sama kamu juga harus izin dulu sih Yang?" Rajuk Jeffran membuat Kirana terkekeh pelan. Pria yang saat ini tengah memeluk nya begitu menggemaskan.
"Ya harus izin dulu."
"Isshh kamu mah." Rengek Jeff, kali ini Kirana tergelak cukup kencang mendengar ucapan suami nya.
"Malah ketawa, apa nya yang lucu sih?"
"Kamu yang lucu, Mas."
"Ya aku memang lucu, sayang."
__ADS_1
"Udah aahh, sanaan aku mau beresin piring nya."
"Udah ihh, yuk ikut kumpul-kumpul di ruang tamu. Kamu tuh dari tadi betah banget di dapur." Ajak Jeff.
"Tapi ini belum selesai, Mas."
"Ada maid, sayang. Sia-sia saja aku membayar mereka kalau semua kamu yang kerjain." Jawab Jeff, dia menarik tangan istrinya ke ruang tamu.
Tanpa setahu mereka berdua, ada sepasang mata yang menatap interaksi mereka dengan kedua mata yang berkaca-kaca. Ya, dialah Queen yang tak sengaja mengintip tingkah suami dan istri baru nya.
Sungguh, dia merasakan sakit di hatinya. Tapi sekaligus, merasakan kebahagiaan karena mungkin setelah ini dia akan tenang meninggalkan suaminya bersama Kirana tanpa meninggalkan penyesalan apapun lagi.
"Mas, aku bahagia melihat kamu bahagia bersama Kirana." Gumam Queen, bibir pucat wanita itu tertarik ke atas melengkungkan senyuman yang nampak sangat manis dan tulus.
Secepat mungkin, Queen pergi dari sana dan segera duduk di samping ibu nya. Pura-pura seolah tak mengetahui apapun dan melihat apapun. Jujur, dia sangat terharu dengan sikap Kirana yang mengharuskan Jeff untuk izin padanya terlebih dulu. Tapi, dia juga merasa sedikit kasihan pada adik madu nya itu, kenapa harus selalu izin pada nya dulu? Padahal sekarang, Jeff juga suami nya.
"Kiran, ayo duduk disini." Ajak Queen pada Kirana. Perempuan itu menurut dan duduk di samping Queen.
"Lihat, aku sedang melihat-lihat pakaian di online store. Kamu mau membeli beberapa? Yang ini sangat cocok untukmu." Tunjuk Queen pada dress rumahan yang terlihat sangat seksii, tipis menerawang. Cocok di pakai pengantin baru.
"Kakak, aku gak bakal percaya diri memakai pakaian seperti itu." Ucap Queen, dia merasa malu sendiri saat melihat desain baju nya.
"Kalau yang ini?" Tunjuk Queen lagi, kedua mata Kirana melebar seketika saat melihat model pakaian yang di tunjuk oleh Queen.
"Percayalah, suami mu akan menyukai nya."
"Suami kita sama, Kak." Lirih Kirana.
"Nah karena itu, aku beri tahu kamu kalau suami kita itu suka kalau istrinya pakai pakaian kayak gini."
"Terserah kakak saja kalau begitu."
"Oke, kakak pesan yang merah sama yang biru ya? Pakai nanti malam, biar suami kamu seneng."
"Isshh kakak." Rengek Kirana, wajah nya memerah menahan rasa malu. Apalagi Queen bicara saat ada orang tua nya.
"Gak usah malu-malu kali, kita ini sama-sama perempuan dan yang disana itu sama-sama laki-laki, pasti paham arah pembicaraan ini."
"Kakak.."
"Buatin dedek bayi ya?"
"Aku nya masih nifas, kak."
"Masih nifas kah?" Tanya Queen, ya dia tau kalau Kirana habis keguguran anak suami nya. Itulah yang membuat Queen mempercepat semua nya, agar suami nya tak semakin banyak memupuk dosa dengan berzina terus menerus.
__ADS_1
"Iya, kakak."
"Bohong ya?" Tanya Queen, setahu nya Kirana nifas sudah lebih dari 30 hari.
"Hehe, gak tau kenapa aku kok jadi takut kalo deket-deket sama Mas Jeffran, kak." Bisik Kirana, membuat Queen terkekeh pelan.
"Gak usah takut, enak kok. Inget, melayani suami itu dapat pahala lho."
"Iya iya kakak."
"Karena kakak gak bisa layanin Mas Jeff, jadi kakak ngasih tugas ini ke kamu yang sempurna dan sehat." Lirih Queen, membuat hati Kirana terasa sesak. Apalagi saat melihat senyuman tulus wanita di depan nya ini. Bagaimana bisa dia masih tersenyum setulus itu padahal sekarang dia tengah berhadapan dengan istri lain dari suaminya?
"Eemm kakak, jangan bicara kek gitu dong."
"Fakta nya memang begitu kok."
"Kak.."
"Iya, kenapa?" Tanya Queen.
"Kita bikin puding buah yuk? Kayaknya enak di makan siang-siang begini."
"Ayo, sekalian ajarin kakak ya."
"Boleh, yuk kak." Ajak Kirana, kedua wanita itu pun pergi ke dapur. Membuat Carina menatap punggung kedua nya dengan tatapan yang sulit di artikan.
"Mereka terlihat seperti adik kakak, padahal mereka sama-sama istri dari pria yang sama." Celetuk Radit pada istrinya.
"Kirana memperlakukan Queen seperti kakak nya, seperti nya memang pilihan putri kita sudah sangat tepat. Kirana terlihat seperti perempuan yang baik, hangat juga ramah."
"Iya, dia perempuan yang baik juga penuh kasih sayang dan kelembutan, Ma." Jawab Radit. Meskipun baru pertama kali bertemu dengan Kirana, istri baru menantu nya, tapi Radit tau benar kalau dia perempuan yang sangat baik. Terlihat dari cara nya memperlakukan Queen dan semua orang di rumah ini.
Perempuan itu begitu menghormati siapa pun, tak peduli tua atau muda, apapun status nya. Tadi, dia melihat Kirana sedang mengobrol santai dengan seorang maid di dapur, tanpa canggung sedikitpun.
"Hmm, semoga dia bisa menjaga Jeff dengan baik sesuai permintaan putri kita, Pah."
"Papah percaya pada Kirana."
"Kita memang harus percaya padanya, dia pasti mampu mengurus suami nya dengan baik. Lihat saja sekarang, bahkan dia bisa mengurus semua orang. Apalagi hanya mengurus Jeffran seorang."
"Iya Ma.." Jawab Radit, dia setuju dengan pendapat istri dan putri nya. Kirana memang pantas untuk mendampingi Jeffran.
.....
🌻🌻🌻🌻🌻
__ADS_1