Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 52 - Memulai Semua Dari Awal


__ADS_3

Jeff membaringkan Kirana di ranjang reot dengan perlahan. Diaย  mengusap lembut wajah perempuan, mata nya nampak sembab dengan sisa-sisa air mata di ujung mata, hati Jeff terasa sakit saat melihat keadaan Kirana yang sangat rapuh hari ini.


Belum lagi, berat badan nya yang seperti nya mengalami penurunan yang cukup banyak. Saat dia menggendong nya tadi, Kirana terasa lebih ringan.


"Aku berjanji, akan mengganti air mata mu itu dengan kebahagiaan, Kiran. Ini janjiku." Gumam Jeff, dia menggenggam tangan Kirana dan mengecup nya dengan sayang.


Pria itu menyelimuti Kirana, dia tau benar kalau perempuan itu alergi, kedinginan sedikit saja sekujur tubuh nya akan gatal dan memerah ke esokan hari nya. Dia mengecup singkat kening Kirana dan keluar dari kamar itu, dia lapar karena belum sarapan dari tadi pagi. Setelah mendapat kabar dari anak buah nya, Jeff langsung pergi tanpa memikirkan apapun lagi. Bahkan dia pergi disaat istrinya masih tertidur lelap.


"Rumah ini kan gak di tempatin cukup lama ya, mana ada makanan." Gumam Jeffran, dia mencari makanan di lemari usang dekat kompor, tapi nihil dia tak menemukan apapun kecuai piring-piring dan alat makan lain.


Tokk... tokk..


Jeff mendengar pintu di ketuk segera mendekat dan membuka pintu itu dengan perlahan, ternyata bibi yang tadi di pemakaman datang dengan menenteng rantang.


"Kiran sudah bangun, Nak?"


"Masih belum, Bu." Jawab Jeff pelan, tapi wajah nya tetap datar.


"Kiran pasti masih shock dengan semua ini, dia sangat menyayangi ibu nya hingga rela bekerja keras demi membiayai pengobatan ibu nya. Tapi nasib berkata lain, kasian sekali gadis itu. Eehh maaf, saya malah berkeluh kesah. Ini ada makanan untuk makan siang, maaf kalau menu nya seadanya." Ibu itu menyerahkan rantang susun nya pada Jeffran, dan Jeff dengan senang hati menerima nya.


"Terimakasih Bu, anda sangat baik."


"Kehidupan bertetangga Nak, kami sudah terbiasa berbagi. Apa kamu kekasih Kiran?" Tanya ibu itu.


"Memang nya kenapa Bu?" Balik tanya Jeff.


"Saya melihat anda selalu berada di dekat Kirana." Jawab nya.


"Masih calon Bu, Kirana adalah sekretaris sekaligus asisten saya di kantor." Jelas Jeff sambil tersenyum kaku.


"Ahhh begitu ya? Saya berharap kamu bisa membahagiakan Kirana, dari kecil gadis itu sudah mengalami semua kepahitan hidup. Belum lagi kepergian ayah nya yang menyisakan luka mendalam bagi mental dan psikis nya, sekarang ibu nya juga pergi. Gadis itu sendirian sekarang."


"Saya yang akan menjaga nya mulai saat ini, Bu. Anda tak perlu khawatir, saya akan melindungi Kirana semampu saya." Jawab Jeff yakin tanpa keraguan sedikit pun. Ibu itu tersenyum dan menepuk pelan lengan Jeff, sejauh ini baru dia dan Kirana yang melakukan hal itu pada Jeff. Bahkan Queen sendiri tak berani melakukan hal itu pada Jeff.


"Ibu percaya kalau kamu pria yang baik, ibu titip Kirana padamu. Jaga dia dengan baik, jika sudah tak menyukai nya, Ibu mohon pulangkan dia kesini secara baik-baik. Ibu memang bukan siapa-siapa bagi Kirana, ibu hanya sekedar tetangga yang tinggal disini, kami terbiasa tinggal bersama, berbagi, dan ibu tau pertumbuhan Kirana dari kecil hingga sekarang, dia benar-benar anak yang berbakti pada orang tua."


"Harusnya pepatah ini ibu Kirana yang mengatakan nya, tapi beliau sudah pergi jadi Ibu mewakili nya."


"Baik Bu, saya mengerti dan terimakasih sudah baik pada Kirana dan ibu nya." Ucap Jeff tulus.


"Silahkan makan, Ibu pulang dulu. Tio pasti menunggu Ibu, dia baru saja tertidur." Ibu itu memang punya anak laki-laki berusia 5 tahun, dia akan merengek jika saat bangun tidur ibu nya tak ada.


"Terimakasih untuk makanan nya, Bu." Ibu itu mengangguk dan pergi dengan berjalan tergesa-gesa. Jeff kembali masuk, dia membuka rantang yang ternyata berisi opor ayam yang masih mengepul dan menguarkan aroma lezat, yang membuat perut nya keroncongan.


Jeffmengambil piring dan menyendok nasi serta lauk nya secukupnya, dia memakan nya dengan lahap di dalam kesendirian, karena Kirana belum terbangun juga dari pingsan nya. Jadi dia memutuskan untuk makan duluan.

__ADS_1


"Enak sekali, seperti nya orang-orang disini memang pandai memasak. Kirana juga pintar memasak dan rasanya tak pernah gagal." Gumam Jeff, dia menikmati makan siang nya bahkan hingga dua kali nambah, tak biasa nya dia makan banyak.


Jeff menyelesaikan makan nya dengan cepat, lalu kebelakang dan mencuci piring bekas makanan nya. Hal yang belum pernah dia lakukan sebelumnya, mana pernah seorang Jeff mencuci piring sendiri.


Setelah mencuci piring nya, Jeff kembali ke kamar dan melihat kondisi Kirana yang ternyata belum juga sadarkan diri. Tentunya dia juga tak lupa menutup kembali makanan di rantang tadi, khawatir kalau ada tikus atau kucing yang mencuri makanan itu.


"Sayang, bangunlah. Sampai kapan kamu akan tidur?" Gumam Jeff sambil mengusap lembut punggung tangan Kirana.


"Sangat menyedihkan melihat mu begini, Sayang. Aku tak tahan melihat keadaan mu saat ini, tapi aku tak bisa melarang atau membantu apapun selain menguatkan dan selalu mendampingi mu dalam keadaan apapun." Gumam nya lagi.


Tak lama, Kirana terbangun dia menggelengkan kepala nya, mengusir rasa pusing yang begitu mendominasi kepala nya saat ini.


"Tuan.."


"Iya sayang, kau sudah bangun rupanya. Apa ada yang sakit?" tanya Jeff. Perempuan itu menggeleng dan tersenyum, menandakan dia baik-baik saja sekarang.


"Hanya hati saya yang sakit." Jawab Kirana lirih, membuat Daniash membingkai wajah cantik perempuan itu.


"Kamu sabar ya? Aku yakin, kamu pasti bisa melewati nya. Mau makan? Tadi tetangga mu itu mengantar makanan."


"Tidak, aku belum lapar." Jawab Kirana menolak, padahal memang perut nya terasa sedikit lapar, tapi dia tak bernafsuu untuk makan.


"Jangan begitu, aku suapi ya?" Ucap Jeff membujuk Kirana. Ini juga yang pertama kali dalam hidup nya, membujuk perempuan agar mau makan. Kirana tetap menggelengkan kepala nya, menolak tawaran Jeff.


Jeff bangkit dari duduknya dan pergi keluar dari kamar Kirana, mengambilkan makanan dan kembali membawa nya ke kamar.


Jeffran menyodorkan sesendok nasi dan juga ayam ke depan mulut Kirana, membuat perempuan itu mau tak mau harus memakan nya.


"Enak kan sayang? Rempah nya terasa sekali." Kirana tak menjawab, dia fokus mengunyah makanan nya dan hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Harusnya kamu makan yang banyak, biar kuat."


'Kuat menghadapi kenyataan lebih tepatnya.' Batin Jeffran.


"Lagi ya?" Kirana menerima setiap suapan dari Jeff, meski sesekali menolak tapi Jeff akan terus membujuk nya hingga perempuan itu menerima nya meski terpaksa, mungkin. Tak terasa, piring itu sudah kosong, membuat Jeff tersenyum bangga. Setidaknya, Kirana sudah mau makan sesuatu.


"Tu-an.."


"Iya sayang, ini minum dulu." Jeff memberikan segelas air putih pada Kirana dan dia langsung meminum nya hingga tandas.


"Anak pintar." Puji Jeff sambil mengacak rambut Kirana gemas.


"Aku ingin ke makam mama."


"Nanti ya, di luar sedang hujan deras."

__ADS_1


"Mama pasti kedinginan. Setidaknya aku ingin mengantarkan selimut untuknya."


"Jangan konyol sayang, Ibu mu sudah tenang disana. Nanti kita kesana ya, sekarang kamu istirahat dulu." Ucap Jeff lembut. Tapi, entah kenapa Kirana malah berkaca-kaca.


Jeff memeluk Kirana dengan erat, beberapa kali mengecupi kepala perempuan itu dengan sayang.


"Kamu harus sabar, ikhlas dan tabahkan hati mu. Kehilangan memang menyakitkan, aku juga pernah berada di posisi mu, bahkan saat usiaku masih sangat muda. Bisa kamu bayangkan aku kehilangan mereka bersamaan? Lalu kepergian bibi dan paman yang hanya berjarak 2 minggu. Itu juga menyakitkan, tapi aku bisa apa? Menolak pun aku takkan bisa, karena ini sudah takdir nya."


Kirana mendongak dan menatap wajah tampan Jeff yang hari ini nampak sendu, padahal biasanya wajah pria itu akan super duper datar.


"Kita pernah mengalami yang namanya kehilangan sayang, jadi aku tau benar rasa sakit mu sayang." Jeff tersenyum dan mengecup singkat bibir Kirana


"Maaf tuan.."


"Untuk?" Tanya Jeff pelan.


"Aku sudah merepotkan mu, juga masalah anak kita yang pergi, aku benar-benar minta maaf." Ucap Kirana lirih.


"Tak masalah sayang, aku tak pernah merasa di repotkan oleh mu dan untuk masalah anak kita, aku juga minta maaf karena aku bertindak seolah kamu yang bersalah. Padahal aku juga ikut bersalah dalam hal itu, bisakah kita tak usah membahas ini lagi? Kita akan memulai semua nya dari awal."


"Dari awal, maksud anda?"ย 


.......


๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท๐ŸŒท


ada yang penasaran sama visual nya? nihh, author kasih visual nya yaaw๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š


Jeffran Abian Leonard



Kirana Andriana



Dokter Andre



Hanna Nabella



Queen Ariana

__ADS_1



ini visual versi author yaaw, kalau gak suka bisa di bayangkan versi kalian๐Ÿ˜š๐Ÿ˜š


__ADS_2