
Kirana nampak anggun dan cantik dengan gaun yang hari itu menjadi pilihan Queen di butik, rambut nya di sanggul rapi dengan make up tipis yang menghiasi wajah nya. Tapi ekspresi nya benar-benar tak terduga, Kirana terlihat seperti tak bahagia sama sekali. Padahal pernikahan itu momen paling berkesan bagi wanita.
"Kiran.." Sapa Queen, sore ini keadaan nya sudah stabil dan dia memutuskan untuk berjalan seperti biasa nya, meski secara perlahan.
"Kakak.."
"Kamu kenapa hmm?" Tanya Queen, dia berjalan mendekat lalu membingkai wajah cantik Kirana.
"Kak, aku minta maaf.."
"Maaf lagi? Untuk apa kali ini, Kiran?" Tanya Queen, dia mengusap ujung mata nya dengan lembut.
"Aku merasa sangat bersalah sama kakak, maaf sekali lagi."
"Astaga, Kiran. Ini maaf ke berapa kali nya hmm? Kakak sudah memaafkan mu."
"Kak.."
"Berbahagialah, Kiran. Jangan membebani dirimu sendiri ya." Queen tersenyum lalu memeluk Kirana.
"Terimakasih sudah sangat baik padaku, Kak."
"Karena kamu juga baik, kamu sangat pantas untuk di kelilingi orang-orang baik."
Kirana menatap wajah Queen yang sedikit pucat, dia nampak sangat cantik dengan dress yang membalut tubuh ringkih nya.
"Ayo ke bawah, kamu sudah di tunggu oleh semua orang, termasuk Jeff." Kirana mengangguk, dia menggenggam tangan Queen, jujur saja dia merasa sangat gugup saat ini.
"Tenanglah, takkan terjadi apapun Kiran." Queen mengulas senyum manis nya, kedua wanita itu berjalan pelan menuruni tangga.
Di bawah, tepatnya di dekat altar Jeff berdiri gagah dengan setelan tuxedo berwarna hitam. Pria itu sedikit memaksakan senyum nya, dia juga merasakan kegugupan saat ini, meskipun ini bukan yang pertama kali nya dirinya berada di situasi seperti ini.
Meskipun cukup mewah, tapi pesta pernikahan ini hanya di hadiri oleh keluarga terdekat saja. Tak ada wartawan atau semacam nya, mengingat kalau Jeff adalah orang yang terkenal di negara ini karena sepak terjang nya dalam dunia bisnis.
Kirana dan Queen sampai di depan Jeff, pria itu mengulurkan tangan nya, Kirana menerima nya dan kedua nya berjalan menuju altar, dimana sudah berdiri seorang pemuka agama.
Kedua nya bertatapan, Jeff menatap Kirana sebagai pengantin nya dengan tatapan yang sangat dalam. Sedangkan Kirana, dia hanya menatap calon suami nya sekilas, lalu menundukkan pandangan nya.
Jeff memulai mengucap janji suci di altar dengan banyak orang sebagai saksi. Lalu di ikuti oleh Kirana, kedua nya pun mengucap janji dengan lancar tanpa hambatan apapun. Jeff tersenyum menatap Kirana yang kini resmi menjadi istrinya.
'Ma, akhirnya aku menikah dengan pria idaman ku. Andai saja Mama disini, mungkin aku akan sangat bahagia. Begitu juga Mama, bukankah Mama ingin melihat aku menikah? Sekarang aku sudah menikah, mama melihat nya kan? Pasti mama melihat pernikahan ku bukan? Meski dari atas sana.' Batin Kirana.
"Silahkan cium istri anda, Tuan." Ucap sang pemuka agama. Jeff membuka kain tipis yang menutupi wajah cantik Kirana, lalu tanpa ragu mencium bibir istri baru nya itu dengan lembut. Namun perempuan itu sama sekali tak membalas ciuman Jeff, dia hanya terdiam tanpa berniat membalas perlakuan suami nya.
Queen tersenyum, akhirnya dia bisa menyaksikan suami nya menikah dengan wanita yang baik. Hanya ini harapan terakhir nya, melihat suami nya bahagia meskipun bukan bersama nya.
Malam hari nya, Kirana sedang mengganti pakaian nya. Dia terkejut saat mendapati Jeff sudah berada di kamar dengan senyuman mesuum nya.
"Malam, sayang."
"Malam kembali, Mas. Kenapa disini?"
"Memang nya kenapa? Kamu istri ku sekarang, bukankah wajar saja jika suami istri berada satu kamar?" Tanya Jeff, dia bangkit dari duduknya lalu mendekat ke arah Kirana yang mematung di dekat cermin rias.
"Sayang, kamu baik-baik saja?" Tanya Jeff saat melihat wajah Kirana memucat.
"Ada baiknya, malam ini kamu tidur bersama Kak Queen, Mas."
"Kenapa begitu, sayang? Ini malam pertama kita."
"Tidakkah kamu merasa bahwa kamu sudah berada terlalu jauh dari istrimu itu, Mas?" Tanya Kirana, membuat Jeff terdiam.
"Tapi, ini malam pertama kita sebagai suami istri, Sayang."
"Apakah itu sangat penting, Mas? Bukankah malam pertama kita sudah terlewati dulu?"
"Hmmm, baiklah. Jika itu mau mu, aku akan bersama Queen malam ini." Pasrah Jeff, dia pun berjalan gontai keluar dari kamar pengantin nya.
__ADS_1
Kirana terduduk, entah kenapa dia merasa tak bahagia dengan pernikahan ini. Meskipun dia menikah dengan Jeff, pria idaman nya. Tapi, apakah dia harus bahagia dengan mengorbankan kebahagiaan perempuan lain? Tidak, dia tak mau menjadi perempuan egois.
Jeff masuk ke kamar Queen, dia melihat istri nya itu tengah memainkan ponsel nya.
"Sayang.." panggil Jeff pada sang istri.
Queen berbalik lalu menatap suami nya dengan penuh tanda tanya, kenapa dia berada disini, bukankah ini malam pertama nya?
"Lho Mas, kok disini? Kenapa gak sama Kiran?" Tanya Queen lirih. Dia langsung meletakkan ponsel nya.
"Kirana meminta Mas kesini menemani mu, sayang." Jawab Jeff.
"Tidak Mas, kembali lah ke kamar kalian. Ini malam pertama kalian, kenapa Mas malah kesini?"
"Tidak, Mas disini saja bersama mu. Sudah lama kita tidak tidur bersama kan? Biarkan aku disini, aku ingin memelukmu." Jeff mengusap kepala istrinya dengan lembut.
"Baiklah, kalau itu mau mu." Jeff berbaring, dia menepuk lengan nya meminta Queen untuk tidur berbantalkan lengan nya.
Queen mendekat, dia merebahkan kepala nya di lengan suami nya, tangan pria itu melingkar erat di pinggang ramping istrinya.
"Selamat malam sayang, tidur yang nyenyak."
"Iya Mas, kamu juga." Balas Queen, kedua nya pun tertidur dengan nyenyak. Begitu juga Kirana, dia langsung tertidur begitu merebahkan kepala nya di atas bantal, mungkin karena efek terlalu kelelahan.
Keesokan harinya, Kirana bangun seperti di biasa nya, jam 4 pagi. Dia turun dan pergi ke dapur untuk memasak sarapan. Wanita itu mengikat rambut nya dengan jedai.
"Selamat pagi, Nyonya.."
"Pagi kembali, panggil saja Kirana."
"Kami akan memanggil Nona saja kalau begitu."
"Hmmm, terserah kalian saja kalau begitu." Jawab Kirana pasrah.
"Kenapa Nona bangun sepagi ini?"
"Baiklah, Nona." Jawab maid yang tadinya akan memasak untuk sarapan, karena memasak adalah tugas mereka.
Kirana mengeluarkan bahan-bahan masakan nya dan memasak dengan cekatan, membuat maid itu berdecak kagum saat melihat kemampuan memasak wanita yang menjadi istri kedua majikan mereka.
Carina terbangun, dia bangun dari tidurnya dan pergi ke dapur. Dia terbiasa meminum susu kesehatan di pagi hari, kedua mata wanita baya itu membulat sempurna saat melihat istri muda menantu nya sedang memasak.
"Kau memasak?" Tanya Carina, membuat Kirana berbalik. Dia tersenyum lalu mengangguk mengiyakan.
"Kau suka memasak juga hmm?"
"Tentu saja, memasak itu hobi saya, Bu."
"Pantas saja Jeff terlihat bahagia saat bersama mu, kau bisa segala nya."
"Aahh, tidak begitu Bu." Kirana tersenyum canggung, dia merasa malu saat wanita itu memuji nya.
"Memasak apa?"
"Hanya makanan sederhana, semoga cocok dengan lidah semua orang." Jawab Kirana, masih dengan senyuman manis nya.
Waktu nya sarapan pun tiba, Queen dan Jeff turun bersamaan dengan tangan yang saling menggenggam satu sama lain, membuat Carina mengernyit.
'Queen bersama Jeff? Jadi, tadi malam dia tidur bersama Queen?'
"Pagi, Ma.." sapa Queen pada ibu nya, sedangkan Jeff memilih langsung pergi ke dapur untuk melihat apa yang sedang Kirana lakukan.
"Pagi, sayang.." balas Carina.
"Kemana Kirana, apa dia belum bangun?"
"Dia sedang memasak sarapan di dapur, Sayang." Jawab Carina, membuat Queen tersenyum kecil.
__ADS_1
"Apa tadi malam kamu tidur bersama Jeff, Queen?"
"Iya Ma, Mas Jeff sendiri yang masuk ke kamar Queen."
"Kenapa bisa, Nak? Bukankah tadi malam itu malam pertama antara Jeff dan Kirana?" Tanya Carina.
"Hmm, Queen gak tau. Tapi satu hal yang Queen yakini, semua ini pasti campur tangan nya."
"Baiklah." Carina pun terdiam, sedangkan Queen memilih meminum susu khusus yang sudah di seduh oleh ibu nya tadi. Entah oleh ibu nya, atau Kirana.
Jeff tersenyum kecil saat melihat Kirana sedang asik berkutat dengan masakan di teflon nya. Dia mendekat dan langsung memeluk pinggang ramping Kirana.
"Selamat pagi istriku."
"Hmm, pagi kembali Mas." Balas Kirana tanpa melirik ke arah suami nya.
"Bagaimana tidur mu semalam?"
"Nyenyak sekali, kasur nya terasa sangat nyaman."
"Hmm, aku juga langsung tertidur semalam."
"Mau kopi?" Tawar Kirana.
"Boleh, buatkan seperti biasa nya ya."
"Iya, lepaskan dulu pelukan nya. Nanti aku buatkan."
"Iya sayang." Jawab Jeff, dia melepas tautan tangan nya di perut rata sang istri, lalu mencuri satu kecupan mesra di pipi Kirana.
Jeff pun duduk manis di kursi, tak butuh waktu lama secangkir kopi hitam tersaji di depan Jeff. Tak lama kemudian, Radit juga datang ke dapur dan duduk di samping menantu nya.
"Buatkan aku kopi."
"Baik, Pak. Kopi hitam juga?"
"Ya, jangan terlalu manis." Jawab Radit acuh, Kirana pun langsung membuatkan kopi untuk ayah kakak madu nya.
Radit menyeruput kopi nya, terasa lebih enak dari buatan maid.
"Enak kan, Pah?"
"Hmmm.."
"Kopi buatan Kirana memang selalu enak." Ucap Jeff pelan, sambil menyeruput kopi nya juga.
Queen dan Carina datang ke dapur, kedua nya duduk menunggu Kirana menyelesaikan pekerjaan nya.
"Silahkan makan duluan, aku belum selesai."
"Kami akan menunggu." Jawab Jeff, Kirana berbalik lalu tersenyum kecil. Dia pun segera menyelesaikan pekerjaan nya, lalu mencuci tangan nya dan ikut bergabung di meja makan.
Kirana mengambilkan nasi dan lauk untuk semua orang.
"Kiran, jangan melakukan ini lagi."
"Memang nya kenapa, Bu?" Tanya Kirana.
"Kamu menantu di rumah ini, sama seperti Queen."
"Tak apa Bu, ini sudah kebiasaan saya. Silahkan di makan, kalau ada yang kurang nanti saya perbaiki."
Semua orang memulai sarapan, mereka terlihat sangat menikmati makanan buatan Kirana. Wanita itu tersenyum puas ketika hasil masakan nya di nikmati, dia merasa di hargai.
.......
🌻🌻🌻🌻
__ADS_1