Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat

Kirana, Wanita Pelampiasan Hasrat
Bab 60 - Restu Untuk Kirana


__ADS_3

Kirana duduk termenung di sisi ranjang, beberapa kali dia melihat ponsel nya, tapi tak ada pesan apapun. Jujur saja, saat ini dia berharap Jeff mengirim pesan atau sekedar pulang ke apartemen. 


Tapi, sudah hampir setengah jam tak ada notifikasi apapun, pesan atau telpon dari pria itu.


"Ngapain ya aku nungguin tuan Jeff? Astaga, seperti nya aku terlalu berharap." Gumam Kirana sambil menghembuskan nafas nya dengan kasar. 


Perempuan itu bangkit dari duduknya, dia berniat untuk membersihkan tubuhnya. 


"Sayang.." Panggil seseorang yang suara nya terdengar tak asing.


"Hmm, sudah pulang?"


"Iya, mau kemana?" Tanya Jeff sambil menggenggam tangan Kirana.


"Tadinya sih mau mandi." Jawab Kirana.


"Sini, duduk dulu. Nanti saja mandi nya." Kirana menurut dan kembali duduk di samping pria itu. 


"Kenapa?" Tanya Kirana.


"Tadi jalan-jalan kemana, yang?" Tanya Jeff sambil mengusap wajah cantik Kirana.


"Ke cafe buat makan siang, terus ke taman sambil makan es krim." 


"Seru?" 


"Heem, seru banget. Ternyata kak Queen baik banget, tadi aku canggung banget ketemu sama dia. Bukan canggung sih, takut hehe." Jawab Kirana sambil cengengesan.


"Syukurlah, dia tak menyakiti mu kan?"


"Tidak, kakak Queen sangat baik kok." Jawab Kirana lagi. 


"Duduk disini." Jeff menepuk kedua paha nya, meminta Kirana duduk di pangkuan nya.


Kirana menurut, dia duduk menyamping di pangkuan Jeff. Pria itu langsung merangkul pinggang ramping perempuan itu dengan posesif. 


"Jadi, kamu setuju menikah dengan ku kan?"


"Hmm, kenapa memang nya?"


"Biar jelas saja, mendengar jawaban nya langsung dari mu." Jawab Jeff sambil tersenyum kecil menatap wajah cantik Kirana dengan intens.


"Iya, a-aku mau."


"Baguslah, lagipun kalau kamu tak setuju aku sudah mengajukan berkas-berkas kita ke kantor agama tadi. Jadi ya, mau tak mau kamu harus mau, sayang." 


"Sudah aku duga." Ucap Kirana sambil mencebikan bibir nya, membuat Jeff gemas sendiri. Dia mengecup singkat bibir mungil itu saking gemas nya.


"Hehe.."

__ADS_1


"Kamu gak pulang ke rumah?"


"Nanti saja, sayang. Aku ingin bermanja dengan mu dulu."


"Hmm, bersikap adil lah dengan kedua wanita mu, Mas." Ucap Kirana membuat Jeff tersenyum simpul.


"Iya sayang, nanti ya. Aku ingin dengan istri muda ku dulu."


"Idih, istri muda." 


"Kamu ihh cantik banget." Ucap Jeff, dia merangkul tengkuk Kirana dan mencium bibirnya. Melumaat bibir atas bawah perempuan itu dengan nikmat nya, Kirana juga ikut membalas ciuman Jeff, dia mengalungkan kedua tangan nya di leher kokoh pria itu.


"Sayang.."


"Hmm, kenapa Mas?" Tanya Kirana, tadi dia di beri wejangan oleh Queen untuk memanggil pria itu dengan sebutan Mas.


"Masih nifas, sayang? Aku kangen, pengen main." 


"Masih, baru juga beberapa hari." Jawab Kirana, membuat Jeff mendengus.


"Kasian junior dong, udah berdiri tegak."


"Aku bantu keluarin pake tangan, mau?" Tanya Kirana.


"Enggak aahh, mana enak pake tangan yang ada malah lecet nanti. Kalau pake mulut boleh deh." Jawab Jeff sambil tersenyum mesuum.


"Mulut bawah aja kalo gitu." Bujuk Jeff.


"Nih, kalo gak jijik. Lagi banjir bandang, belum selesai nifas juga."


"Hmm, terus beres nya kapan?" Tanya Jeff lesu.


"Iya nanti, baru juga dua minggu."


"Kalau kita nikah juga, berarti aku puasa dulu ya?" Tanya Jeff, Kirana mengangguk membuat Jeff semakin lesu.


"Kok lemes gitu, Mas?"


"Ya itu kan kekuatan seorang pria, sayang. Gak semangat jadi nya."


"Kok gemes gini sih, Mas?" Ucap Kirana sambil mengunyel-unyel pipi Jeff dengan gemas, ini pertama kali nya Kirana berani melakukan hal itu pada Jeffran.


"Hemm, gak boleh masuk sarang, tapi kalo neneen boleh?" Jeff menatap penuh arti pada Kirana, yang juga menatap ke arahnya dengan tatapan heran.


"Boleh." 


Jeff tersenyum kesenangan, lalu mulai membuka kancing blouse Kirana satu persatu, melanjutkan permainan yang sempat terhenti di kantor karena kedatangan Queen tadi.


Sedangkan di rumah, Queen sedang berhadapan dengan kedua orang tua nya saat ini.

__ADS_1


"Ada apa, sayang? Seperti nya penting sekali." Tanya Radit, papa nya Queen.


"Aku harap papa sama Mama jangan terkejut ya?"


"Ada apa sih, sayang?" Tanya Carina. 


"Mas Jeff akan menikah lagi dalam waktu dekat, Ma, Pa." Jawab Queen lirih, dengan senyum manis nya.


"Hah, a-apa?" Tanya keduanya kompak.


"Aku sudah menemukan wanita yang tepat untuk suamiku."


"Queen, apa yang kamu katakan ini, Nak?" Tanya Radit lirih.


"Mas Jeff harus bahagia, Pah. Aku tak bisa melayani nya dengan baik seperti layaknya istri, lagipula aku lelah dengan semua ini."


"Sayang.." Carina menatap putrinya dengan sendu.


"Jangan menatap aku seperti itu, Ma. Mas Jeff berhak bahagia meski bukan bersama ku, anggap saja aku menebus kesalahan ku dulu." 


"Kamu yakin, Nak?" Tanya Radit. 


"Tentu saja aku yakin, dia wanita yang sangat baik dan cantik. Usia nya juga masih muda, Pah." 


"Siapa dia, Nak?"


"Kirana, sekretaris Mas Jeff." Jawab Queen sambil tersenyum manis.


"Kamu yakin?"


"Yakin, sangat yakin karena aku sudah tau seperti apa perempuan itu. Dia anak yang baik dan berbakti pada orang tua nya, Ma, Pa. Queen yakin, Kirana pasti akan menjadi istri dan adik madu yang baik untukku." Jawab Queen penuh keyakinan.


"Apa hatimu akan sanggup melihat suami mu menikah lagi?"


"Tentu, memang nya kenapa aku harus tak kuat, Ma? Aku sudah menyiapkan hal ini jauh-jauh hari." 


"Kalau kamu yakin, baiklah mama dan papa bisa apa?" Ucap Radit, meskipun terasa berat, tapi ini adalah keputusan putrinya. Karena yang akan menjalani hidupnya adalah Queen, putrinya.


"Terimakasih sudah merestui mereka, Ma."


"Iya sayang, kalau kamu bahagia mama sama papa akan selalu mendukung apapun keputusan mu." 


"Iya Ma, besok aku mau nganterin Kirana cari gaun pengantin, Mama ikut ya?" 


"Iya, hari ini mama nginep aja disini ya?" Queen mengangguk mengiyakan.


......


🌻🌻🌻🌻🌻

__ADS_1


__ADS_2