
Di dalam mimpiku selalu
Terlihat ada diriku sendiri
Yang dengan bebasnya melakukan semua
Hal yang ingin aku lakukan
Hidup bagaikan pesawat kertas
Terbang dan pergi membawa impian
Sekuat tenaga dengan hembusan angin
__ADS_1
Terus melaju terbang
Jangan bandingkan jarak terbangnya
Tapi bagaimana dan apa yang dilalui
Karena itulah satu hal yg penting
S'lalu sesuai kata hati
Daripada gabut tak ada Arif yang biasanya setia menemani, Yusuf dengan santainya mendengar lagu itu. Semakin dengar rasanya semakin enak. Rasanya seperti terhipnotis oleh syair tersebut. Liriknya penuh motivasi, walaupun lagunya pelan tapi bisa bikin semangat. Kekuatan lagu memang hebat sekali.
Lagu itu, katanya sih dah beberapa tahun keluar, tapi dia baru mendengarnya semalam. Itulah alasannya dia yang biasanya kurang bersemangat kalau sedang galau karena wanita , hari ini terlihat sangat bersemangat. Tapi tetap saja ia malas karena pekerjaannya numpuk. Semangat tapi malas, suatu hal yang sangat aneh. Tapi begitulah kenyataannya.
__ADS_1
Sampai hari ini, telah banyak hal yang terjadi dalam hidupnya. Kebahagiaan, kesedihan, semuanya pernah ia rasakan. Warna kehidupan yang beragam, walaupun kadang itu memberatkan tapi tanpa merasakannya pasti hanya ada kehampaan didalam hidupnya.
Menurutnya, selama hidup di dunia hal yang paling tidak pernah ia duga adalah bertemu dengan Ilyas bahkan sampai menganggap adik. Mereka bahkan bertemu rasanya seperti tanpa ada kejadian apapun yang berarti. Bahkan diawalnya ia sangat jengkel dengannya. Tapi kini ia takut kehilangannya.
Dipikir dengan nalar juga aneh, waktu itu padahal hanya kecelakaan tunggal karena dia mengerem mendadak. Andai waktu itu Yusuf tidak bertindak lumayan jauh, entah bagaimana nasib Ilyas sekarang. Mungkin ia sekarang masih menjadi gelandangan, hidup seperti angin yang tak tahu arah tujuannya pergi.
Kadang ia berpikir, andai masih ada Febri . Akan seperti apa ya jika tahu kamarnya kini dihuni orang lain? Apalagi sampai pakaiannya dipakai juga, dia pasti bakal marah besar walaupun sudah Yusuf sampai berbusa mulutnya menjelaskan ini dan itu.
Adik kecil yang sikapnya masih terlalu kekanakan walaupun sudah SMA. Walaupun begitu, Yusuf sangat menyayangi, apalagi sejak ayah ayahnya meninggal. Ia merasa perlu melindungi adik manisnya itu.
Hal yang membuatnya sangat terpukul adalah saat adiknya ikut meninggalkannya . Yusuf ingin sekali menyusul, namun takdir berkata lain. Rasanya seperti menggenggam awan di langit yang jauh dengan tangan kosong. Hari itu, kesedihannya tak mampu terbendung. Ia harus menghadapi kenyataan menjadi sebatang kara.
Hari yang sangat berat ia lalui . Mau tak mau ia harus hidup . Walaupun terkadang ada saja bisikan yang menyuruhnya untuk mati saja. Tapi ia tak ingin melakukannya.
__ADS_1
Sebenarnya ia pernah mencobanya, namun gagal karena ia merasa tak mampu untuk melakukannya. Ia menangis sendiri dipinggiran kamarnya sambil meratapi kebodohannya itu. Saat ia hendak bunuh diri, tiba-tiba saja dalam dirinya ada bisikan yang menyuruhnya untuk terus hidup. Ia masih memiliki peranan yang harus dilakukan di dunia.
Sejak hari itu, ia membulatkan tekad untuk terus hidup apapun yang terjadi nanti. Entah kesedihan yang akan menghantui, atau kebahagiaan yang menemani dia ingin terus hidup. Ia tak mau jadi orang payah didepan adiknya yang telah meninggal. Ia ingin terus menjadi sosok Abang yang terlihat keren sampai kapanpun. Ia bersumpah dari lubuk hati yang terdalam.