Kisah Lelaki Berhati Patah

Kisah Lelaki Berhati Patah
67. Yang Ditutupi


__ADS_3

"Abang lagi ada masalah ya? Kok enggak cerita ke aku?" saat sedang makan malam Ilyas bertanya.


"Ada sih, tapi nampaknya sekarang udah enggak penting," jawab Yusuf. Ia tidak ingin mengambil pusing , lagian ia juga tahu alasannya. Setidaknya ia tidak penasaran.


"Habis ini kita nonton yuk ke bioskop! Aku dengar ada film bagus yang tayang hari ini, judulnya kalau enggak salah "KKN Sang Penari" katanya sih agak horor gitu. Enggak takutkan nonton film horor?"


"Enggak, ya kan enggak dah beberapa kali nonton film Hantu Kepala Buntung. Aku rasa enggak ada film horor yang benar-benar horor selain itu . Nontonnya habis ini pas?" Ilyas nampaknya mengiyakan.


"Iya sih. Tapi bosen ngelihatnya, dah lama juga enggak nonton ke bioskop," jawab Yusuf.


"Ya udah , aku bersiap dulu ya," Setelah selesai makan ia langsung mencuci piring kemudian berganti baju.


Mereka bersiap untuk menonton, di sana rupanya ramai sekali . Ilyas jadi punya ekspektasi bagus mengenai film yang akan ditontonnya. Katanya ceritanya mengenai rombongan anak kuliah yang sedang KKN di desa terpencil. Tapi sayangnya semuanya tidak berjalan sesuai harapan mereka. Karena melanggar adat, penunggu desa yang merupakan siluman ular marah. Mereka di teror, hingga akhirnya ada dua dari mereka meninggal.

__ADS_1


Mereka berdua adalah pasangan kekasih, sayangnya saat meninggal arwah mereka di ambil oleh penunggu desa. Yang perempuan di jadikan istri, sedang sang pria dijadikan budak olehnya. Sedikit keterangan, wanita yang di jadikan istri oleh siluman ular itu dulunya adalah seorang penari.


Sepanjang film berlangsung, Ilyas tidak terlalu fokus pada filmnya. Ia lebih fokus melihat wajahnya Yusuf yang terlihat murung. Dia juga tadi tidak banyak bicaranya, tidak seperti dirinya yang biasa. Sebenarnya ia ingin protes mengapa Yusuf tidak menceritakan sesuatu yang mengganjal dihatinya, tapi ia berpikir bahwa tidak semuanya harus ia tahu . Setiap orang butuh yang namanya privasi.


Tapi entah kenapa rasanya kesal juga jika seperti ini. Rasanya seperti tidak dianggap aja gitu. Walaupun mungkin dia punya alasan sendiri . Untuk apa ada kalau cuma di diamkan? Rasanya itu sama sekali tidak menyenangkan.


Kali ini kayaknya masalah percintaan. Sebenarnya Ilyas cuma menebak saja, tapi kemungkinannya besar sekali menurutnya. Seingatnya, Yusuf pernah bilang punya pacar. Tapi kenapa ya? Apa mereka berantem? Atau putus karena pihak ketiga?


Setelah hampir 2 jam akhirnya selesai juga film itu. Ilyas berjalan keluar sambil menguap beberapa kali. Ia menahan kantuk yang amat sangat. Sebenarnya tadi saat menonton film itu ia ingin sekali tidur, tapi ia tahan .


Ilyas langsung pulang setelah keluar bioskop. Sebenarnya ia di tawari mampir di sebuah rumah makan, tapi ditolaknya. Alasannya klasik, sudah mengantuk.


***

__ADS_1


"Bang, tadi temanku bilang dia nampak Abang lagi murung. Sebenarnya ada apa sih bang? Aku penasaran," sesampainya di rumah ia tak bisa membendung rasa penasarannya. Daripada terus bertanya lebih baik terus terang.


"Hmmmm, itu lagi mikir aja ke depannya gimana. Teman-temanku semua dah mau nikah semuanya, sedangkan aku masih gini-gini aja. Kayak enggak ada perubahan aja gitu," jawab Yusuf.


"Katanya punya pacar, kok enggak ikutan kayak yang lain?" Ilyas memancing Yusuf untuk berkata yang sebenarnya.


"Hmmmm...........," Yusuf tak tahu harus berkata apa. Dia bingung mau menjawabnya. Tiba-tiba saja ia menyesal telah berkata seperti tadi.


"Orangnya katanya belum siap. Tau kan nikah harus ada persiapannya. Soalnya kan sekali seumur hidup, jadi ya memang harus benar-benar yakin," karena bingung, ia berkata begitu saja dengan nada yang kurang meyakinkan.


"Dianya atau Abang?"


"Dua-duanya," karena bingung harus berkata apa lagi, daripada ditanya lagi ia langsung pergi. Sebenarnya ia ingin cerita, tapi bingung harus memulainya darimana. Jauh di lubuk hatinya, ia masih ingin terus bersama Fitri. Ia tidak ingin apa yang terjadi diantara mereka berdua jadi sia-sia. Ia sungguh merasa bersalah, tapi ia masih tidak menerima kenyataan.

__ADS_1


__ADS_2